NovelToon NovelToon
MALA & DERREN IKATAN TANPA RENCANA

MALA & DERREN IKATAN TANPA RENCANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / One Night Stand / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:360
Nilai: 5
Nama Author: zanita nuraini

---


Nirmala hampir saja dijual oleh ibu tirinya sendiri, Melisa, yang terkenal kejam dan hanya memikirkan keuntungan. Di saat Mala tidak punya tempat lari, seorang pria asing bernama Daren muncul dan menyelamatkannya. membuat mereka terjerat dalam hubungan semalam yang tidak direncanakan. Dari kejadian itu, mala meminta daren menikahi nya karena mala sedikit tau siapa daren mala butuh seseorang untuk perlindungan dari kejahatan ibu tiri nya melisa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zanita nuraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

Rumah besar keluarga Wira terasa jauh lebih sunyi malam itu. Sunyi yang bukan menenangkan, tapi justru menakutkan, seperti rumah itu menyimpan napas panjang sebelum badai benar–benar meledak.

Daren baru saja tiba sore tadi, wajahnya masih keras penuh amarah. Pak Wira menyambutnya tanpa banyak bicara, langsung mengajaknya masuk ke ruang kerja kedap suara.

Sejak saat itu, rumah terasa berada di dua dunia:

dunia luar yang tampak tenang, dan dunia dalam di ruang kerja, tempat dua pria membicarakan sesuatu yang jauh lebih gelap daripada siapa pun di rumah itu bayangkan.

---

Di Dalam Ruang Kerja Pak Wira

Pak Wira duduk menunduk, kedua tangannya saling menggenggam erat.

Daren berdiri di hadapannya, rahangnya mengeras. Mata itu—mata yang biasanya tenang—kali ini penuh murka yang mendidih.

“Pak… saya sudah mendengar semuanya,” ucap Daren perlahan, tapi tegas.

Pak Wira menutup mata. “Aku menyesal… aku seharusnya melindungi Mala sejak lama.”

“Kenapa Bapak bertahan dengan Melisa?” Daren mendekat setapak. “Kenapa membiarkan dia melakukan semua itu?”

Suara Pak Wira pecah, bukan menangis… tapi suara orang tua yang terlalu lama menahan diri.

“Aku takut. Dia mengancam. Dia punya koneksi yang… aku tidak sangka. Jika aku melawan terlalu cepat, aku takut Mala disakiti. Aku hanya… menunggu waktu yang tepat.”

Daren menarik napas panjang, menahan emosinya.

“Tapi sekarang, waktunya sudah habis. Mereka sudah mulai bergerak. Mala terancam.”

Pak Wira mengangguk lemah.

“Aku sudah diam terlalu lama. Bantu aku, Daren. Lindungi anakku,” katanya dengan suara nyaris berbisik.

Daren meletakkan tangan di meja, mendekat.

“Aku akan lindungi Mala. Dengan caraku.”

---

Di Luar Ruangan — Nirmala Mulai Curiga

Nirmala berdiri di depan pintu ruang kerja, tidak mendekat, hanya menatap pintu itu lama.

Ia merasakan sesuatu yang tidak biasa. Pembicaraan terlalu lama, terlalu tegang.

“Kenapa mereka tiba–tiba membahas sesuatu tanpa aku?” gumamnya.

Ia mulai berjalan mondar–mandir di lorong, hatinya tak tenang.

Sejak beberapa hari terakhir, ia memang merasa seperti ada mata lain yang mengikutinya.

Bayangan di kebun. Langkah kaki asing di belakang toko kecil yang ia kunjungi.

Dan malam tadi… suara mobil yang berhenti lama di ujung jalan.

Ia membenarkan napas.

“Ada sesuatu… aku harus tanya Daren nanti.”

---

Di Kamar Melisa — Amarah Yang Meledak

Sementara itu, jauh di sisi lain rumah, Melisa sedang berjalan bolak–balik dengan wajah penuh kemarahan.

“KENAPA bisa gagal lagi?!” teriaknya sambil memukul meja.

Gio —lelaki berperawakan keras dengan tato kecil di lehernya—berdiri di sudut ruangan tanpa berani menatap.

“Ibu… bodyguard itu terlalu cepat bergerak. Sepertinya memang bukan orang sembarangan.”

“Bodyguard?” Melisa berhenti, menatapnya tajam. “Sejak kapan Nirmala punya bodyguard?”

“Aku tidak tahu, Bu.”

Melisa mengepalkan tangan.

“Ini pasti ulah suaminya itu… laki-laki yang tiba-tiba muncul itu.”

Matanya menyipit, penuh kecurigaan mematikan.

“Cari tahu siapa dia.”

“Baik, Bu.” Gio menunduk.

Melisa mengusap wajahnya yang mulai berantakan tetapi senyumnya menyeramkan.

“Jika kita tidak bisa menyentuh Nirmala langsung… kita buat celaka yang terlihat alami.”

Ia merencanakan sesuatu. Sesuatu yang jauh lebih kejam daripada sebelumnya.

---

Aurelia Mendengar Semuanya

Aurelia berdiri di belakang pintu kamar ibunya. Tangan gemetar, napas tersengal.

Ia tahu ibunya jahat…

Tapi bukan… sejahat ini.

Membunuh Nirmala?

Membunuh suami nya sendiri?

Air matanya jatuh tanpa ia sadari.

“Apa yang sudah Ibu lakukan selama ini?” bisiknya ketakutan.

Aurelia memeluk dirinya sendiri, tubuhnya bergetar.

“Ini sudah kelewatan… Mala memang saudara tiriku. Tapi… dia tidak pantas diperlakukan seperti itu.”

Untuk pertama kalinya, Aurelia berpikir untuk memihak pada Mala.

Namun ia juga tahu satu hal:

Ibunya bukan orang yang bisa dikhianati tanpa konsekuensi.

---

Perubahan Sistem Pengamanan — Perintah Daren

Setelah keluar dari ruang kerja, Daren langsung menghubungi Rayhan.

“Ray, beritahu tim. Mulai hari ini sistem pengamanan berubah total.”

Rayhan terdiam sejenak, lalu menjawab, “Siap, Bos. Instruksi?”

“Dua bodyguard jadi bayangan Mala. Selalu mengikuti dari jarak tidak lebih dari sepuluh meter.”

“Siap.”

“Satu bodyguard khusus di sekitar rumah, satu mengawasi gerakan Melisa diam–diam.”

Rayhan mengangguk meskipun Daren tidak bisa melihatnya.

“Yang wanita tetap jadi sopir pribadi?”

“Ya. Dia juga harus berlatih jalur alternatif keluar masuk desa.”

“Baik.”

“Dan satu orang lagi harus siaga di luar desa, titik aman. Kalau terjadi sesuatu… dialah yang mengevakuasi Mala.”

Rayhan tampak kagum. “Bos benar–benar serius kali ini.”

“Ini bukan main-main, Ray.”

---

Daren Keluar Ruang Kerja — Mata Bertemu Nirmala

Ketika pintu ruang kerja terbuka, Nirmala langsung menatap Daren.

Wajah itu penuh tanya.

“Kalian bicara apa?” suaranya pelan, tapi tegang.

Daren terdiam beberapa detik, lalu mendekat.

“Ada banyak hal yang harus kamu tahu… tapi tidak malam ini.”

Nirmala mengernyit. “Kamu merahasiakan sesuatu dariku?”

Daren menatapnya lembut tapi serius.

“Aku tidak merahasiakan. Aku melindungi.”

Kalimat itu membuat Nirmala terdiam.

---

Pak Wira Muncul

Pak Wira keluar tepat setelah itu.

“Ayah…” Nirmala langsung melihat ayahnya, tapi pria itu terlihat lelah dan lebih tua dari biasanya.

“Mala… mulai malam ini kamu akan selalu ditemani, Nak.”

“Kamu tidak akan sendirian. Tidak lagi.”

Nirmala semakin bingung.

“Tapi kenapa? Ada apa sih sebenarnya?”

Pak Wira menatap Daren sejenak sebelum berkata,

“Yang penting, kamu aman dulu.”

---

Di Tempat Lain — Melisa Menatap Jendela

Dari lantai dua rumahnya, Melisa menatap halaman depan.

Ia melihat Daren berdiri cukup dekat dengan Nirmala, berbicara pelan.

Melisa tersenyum dingin.

“Lebih cepat dari yang kukira… dia mulai ikut campur.”

Gio berdiri di sampingnya.

“Bu, apa kita tetap lanjutkan rencana kedua?”

Melisa mengangguk lambat.

“Ya. Tapi kali ini… pastikan tidak ada yang selamat.”

---

Malam itu turun dengan cepat.

Dan sejak malam itu pula, rumah keluarga Wira bukan lagi tempat biasa.

Ada dua kekuatan besar yang mulai bergerak:

Kekuatan yang ingin menyelamatkan Nirmala…

dan

kekuatan yang ingin menghapusnya dari dunia.

Di tengah semua itu, Aurelia berdiri di persimpangan, memeluk dirinya sambil berbisik:

“Aku harus memilih… sebelum semuanya terlambat.”

Assalamualaikum selamat siang

Jangan lupa like dan komen nya

Selamat membaca 🥰🥰🥰

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!