NovelToon NovelToon
The Master Of Swords

The Master Of Swords

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Budidaya dan Peningkatan / Kultivasi Modern
Popularitas:615.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sky Long

Dendam bisa menjadi motivasi untuk bangkit, namun harus di sertai dengan kebijakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sky Long, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Setelah beristrahat sejenak, malam akhirnya tiba. Fang Yuan duduk di depan pondok bambu di bawa api unggun sambil membakar daging binata iblis.

Setelah daging bakarnya matang, dia dengan lahap makan dan menghabiskan sepotong besar daging binatang iblis. Setelah itu, dia berbaring dan tidur di depan pondok bambu karena merasa lelah. Beberapa hari ini dia berlatih tanpa istirahat sehingga dia tertidur pulas dengan cepat.

Tepat saat pagi tiba, Fang Yuan juga tersadar dari tudurnya. Dia merasa pikiranannya dan tubuhnya sangat ringan setelah tidur beberapa jam.

Setelah bangun, dia membakar daging binatang iblis untuk sarapan. Setelah sarapan, Fang Yuan memutuskan pergi ke Gunug Liangsan untuk berlatih. Kali ini dia berencana untuk mendaki Gunung Liangsan sambil berlatih.

Segera, dengan pikirannya dia keluar dari cincin penyimpanan dan muncul di hutan di kaki Gunung Liangsan tempat dia berlatih sebelumnya.

Setelah keluar dari Cincin Penyimpanan, Fang Yuan segera bergerak cepat kearah Gunung Liangsan. Sangat cepat, dia tiba di kaki Gunung Liangsan.

Sepanjang jalan, Fang Yuan bertemu Binatang Iblis Tingkat Tiga Puncak namun Fang Yuan dengan mudah membunuh mereka. Ketika dia benar-benar mencapi kaki Gunung Liangsan, dia bertemu beberapa Binatang Iblis Tingkat Empat namun Fang Yuan masih dengan mudah membunuh mereka.

Saat ini, Fang Yuan berhenti di sebuah pohon besar dan mengamati keadaan sekitar dengan presepsinya. Setelah mencapai Alam Inti Emas, prespisi Fang Yuan sudah mencapai satu mil. Jika itu orang lain, presepsinya mungkin hanya sejauh setengah mil.

Setelah mengamati sebentar, Fang Yuan hanya menemukan beberapa Bintang Iblis Tingkat Empat yang lemah. Fang Yuan sendiri tidak tertarik untuk melawan mereka karena mereka tidak memberikan tekanan yang berarti untuk Fang Yuan.

Dia berencana menemukan Binatang Iblis Tingkat Lima untuk berlatih. Namun, kecerdasan binatang iblis tingkat lima sudah tidak berbeda dengan manusia. Beberapa binatang iblis tertentu bahkan sudah bisa memgambil bentuk manusia di tingkat ini sehingga sangat sulit di temukan.

Setelah mendaki sekitar tiga mil lagi dan dengan presepsinya, lima ratus meter di depannya terdapat sebuah gua batu. Melihat gua batu itu, mata Fang Yuan berbinar. Dia berkata, "Heh, setelah mencari begitu lama akhirnya ada satu di depan!"

Fang Yuan menyeringai nakal dan bergerak cepat kearah gua batu. Saat ini, meskipun belum memiliki Teknik Gerakan Tubuh, pergerakan Fang Yuan sangat cepat dan tak terduga.

"Satu Pedang Menentukan Nyawa!"

Setelah tiba sekitar beberapa meter dari gua, Fang Yuan tanpa basa basi mengeksekusi gerakan pertama dari Teknik Satu Pedang Menentukan. Pedang Biru Langit di tangannya bersinar dengan warna merah darah saat seberkas cahaya merah darah di tembakan kearah gua.

Ledakan!

Segera ledakan keras terjadi saat serangan Fang Yuan tiba. Gua batu itu meledak dan hancur berantakan oleh serangan Fang Yuan. Pada saat gua itu hancur, aura kuat datang dari puing-puing gua.

Ledakan!

Ledakan keras sekali lagi terjadi saat puing-puing gua itu hancur menjadi debu. Debu-debu di tendang angin dari efek ledakan dan menutupi pandangan.

Setelah debu yang berterbangan menghilang, tepat di atas gua yang hancur dia melihat seorang lelaki paruh bayah dengan sebuah tanduk perak di keningnya berdiri dengan marah di sana.

"Badak Bercula Perak!" Dengan sekali lihat, Fang Yuan langsung tahu bahwa itu adalah Badak Bercula Perak.

Badak Bercula perak ini adalah Binatang Iblis yang pertahannya sangat kuat. Selain itu, dia bisa memobilisasi kekuatan petir ke tanduk peraknya untuk menyerang lawan. Bisa di bilang ini lawan yang cukup kuat.

Memandang Bocah Kecil di depannya, Badak Bercula Perak itu berkata dengan geram, "Bocah nakal, kamu sebenarnya berani menghancurkan tempat tinggalku, kamu sangat berani!"

Memandang Badak Bercula Perak itu, Fang Yuan ternyum dan berkata dengan nada main-main, "Pak Tua Badak, aku memang sangat berani. Jadi apa?"

"Dasar kurang ajar, mati!" Mendengar perkataan Fang Yuan, Badak Bercula Perak itu sangat marah. Seketika bola petir muncul di tanduknya dan di tembakan kearah Fang Yuan.

"Pedang!" Melihat serangan Badak Bercula Perak, Fang Yuan segera memanggil Pedang Langit Biru dan menebas bola petir yang datang.

Ledakan!

Dengan sekali tebas, Fang Yuan meledakan bola petir itu. Setelah menghancurkan bola petir, Fang Yuan melesat maju kearah Badak Bercula Perak.

"Tidak tahu diri!" Melihat Fang Yuan bergerak kearahnya, Badak Bercula Satu itu tersenyum menghina. Dia yakin jika Fang Yua bertarung langsung dengannya, dia akan dengan mudah membunuh Fang Yuan.

Namun tepat saat Fang Yuan tiba beberapa kaki darinya, postur tubuh Fang Yuan saat memengang pedang berubah.

"Ini! Teknik pedang apa ini!" Dia di kejutkan dengan teknik pedang Fang Yuan. Dia bisa melihat banyak lintasan pedang dari postur tubuh Fang Yuan saat menyerang. Hal ini membuatnya sangat sulit menebak dari arah mana serangan Fang Yuan akan tiba.

"Badak Tua, dia atas!" tiba-tiba Fang Yuan menyerang sisi kiri tubuh Badak Bercula Perak.

Badak Bercula Perak yang bingung dengan lintasan serangan pedang Fang Yuan secara naluriah melindungi bagian kepalanya.

Namun yang tidak dia duga adalah peringatan Fang Yuan hanya taktik tipuan. Pedang Fang Yuan sangat cepat menebas tangan kirinya hingga terlepas dari tubuhnya.

Di permainkan oleh Fang Yuan, Badak Tua itu sangat marah, "Dasar kurang ajar, kamu berani mempermainkanku? Hujan Petir, Mati!"

Tepat setelah dia selesai berteriak marah, petir yang menakutkan meledak keluar dari culanya dan menyerang Fang Yuan seperti hujan.

Melihat Hujan Petir yang datang kearahnya, Fang Yuan tidak takut sama sekali. Segera dia menggunakan postur pedang dan menerjang maju kedalam hujan petir. Dia tidak segera menggunakan Teknik Pedangnya melainkan menebas hujan petir yang datang menggunakan teknik dasar berpedang.

Meskipun hanya teknik dasar berpedang, gerakan Fang Yuan sangat halus dan sulit di tebak. Setiap gerakan Fang Yuan membawa Niat Pedang dan Niat Membunuh secara bersamaan.

"Bodoh! Kamu sebenarnya berani masuk kedalam Hujan Petirku? Kamu sudah mati!" Melihat Fang Yuan menerjang masuk kedalam Teknik Hujan Petirmya, Dia merasa Fang Yuan sangat bodoh. Bahkan Binatang Iblis Tingkat Enam akan terluka parah jika terjebak di dalam Hujan Petir miliknya. Namun, dia tidak menyangka hari ini dia akan melihat seorang anak nakal yang dengan berani memasuki Teknik Hujan Petirnya.

Fang Yuan yang saat ini melawan Hujan Petir dengan teknik pedang dasar menyeringai nakal ketika mendengarkan perkataan Badak Tua itu. Dia dengan nada santai berkata, "Kamu begitu percaya diri dengan Teknik Rendah ini. Kalau begitu, perhatiakan baik-baik saat aku menghancurkan Teknik ini!"

Berkata seperti itu, Niat Pedang dan Niat Membunuh Fang Yuan meledak keluar dari tubuhnya. "Satu Pedang Menentukan Nyawa!"

Segera Fang Yuan mengeksekusi Gerakan Satu Pedang Menentukan Nyawa. Dengan ledakan keras, Hujan Petir milik Badak Tua runtuh dalam sekejap. Namun serangan Fang Yuan masih melaju cepat kearah Badak Tua itu dengan kekuatan yang menakutkan.

Ketika tekniknya di hancurkan secara paksa, Badak Tua itu menerima efek samping yang kuat sehingga membuatnya memuntahkan banyak darah. Dia belum sempat memstabilkam tubuhnya ketika serangan Fang Yuan terus menyerang kearahnya.

Ledakan!"

Dengan ledakan keras, serangan Fang Yuan menabrak tubuhnya dengan keras. Seperti layangan dengan tali yang putus, Badak Tua itu di pukul terbang oleh serangan Fang Yuan.

1
Ardiy Anto
awal nya bagus makin banyak chapter makin banyak cakap aja
sama penjelasan action nya kurang
Ardiy Anto
capek bacanya...makin jauh chapter makin tak berisi ceritanya
Ardiy Anto
berantam di paviliun bulan
ganti rugi lah hancur semua
Widianto Dalang
dari awal dulu ud lambat. naik sedikit eeèee....ud turun lagi keawal. taek taek taek othor ashu...
Widianto Dalang
menghabiskan puluhan bab hanya demi satu pertarungan😥😥😥😥
Widianto Dalang
makin lama makin lemot
Widianto Dalang
lumayan bagus👍👍👍👍
Widianto Dalang
masak jadi pemimpin ranahnya yg paling terendah. sementara para pengikutnya ranahnya tinggi tinggi. ini lawak apa dagelan 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Widianto Dalang
ranah udah yg paling rendah, tapi disembunyikan lagi yg lebih rendah lagi. beh....behhhh....
Widianto Dalang
kebanyakan bersenang senang hingga lupa berkultubasi
Widianto Dalang
harus ada peningkatan. masak hanya inti emas dari dulu. jenius kok lemot
Widianto Dalang
dari awal turun gunung masih stagnan di inti emas. tdk ada peningkatan kebanyakan warisan utang. kampret lo
Ambara Sugun
lama sekali latihannya
Ambara Sugun
pusing baca ceritanya rumit
Muh Nasrun
Ceritanya ga bermutu thor, sembrawut, tdk jelas tingkatan keahliannya,banyak belajar thor jadi menyusun ceritanya lebih menarik.
Muh Nasrun
Thor, terlalu bertele-tele ceritanya, terkesan menambah durasi cerita tapi ga berbobot.
Fatihm Fatihm
awalnya sih bgtu
CHESHI
masterpiece
Roni Sakroni
terlalu lambat jalan ceritanya
Roni Sakroni
bibi Xue masa tidak keluar membantu....... numpang hidup doang nda ada gunanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!