Tidak semua cinta masa kecil disebut cinta monyet buktinya cinta Kania Atilyah dan Azra Zavier bertahan dari mereka masih kecil hingga dewasa.
Tapi sayang karena perpisahan mereka yang cukup lama membuat mereka saling tak mengenali.
Puncak masalah adalah ketika sang sepupu yang benci pada Kania mengaku sebagai sang cinta masa kecil Azra dan memisahkan mereka dengan cara yang kejam.
Yuk, jadikan novel ini sebagai favorit supaya bisa selalu mengikuti up dari D'Wie!
Jangan lupa baca juga novel D'Wie lainnya ya!
* Livina,izinkan aku bahagia
*Cinta yang lain
(Masih gantung, gak usah baca.)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'wie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.15 Hilang
Disinilah sekarang tempat peristirahatan terakhir ayah Kania. Pandangannya nampak kosong lurus ke depan. Tergurat kesedihan luar biasa jelas di mata Kania walau kini ia sudah tak menangis lagi. Kania sekarang sedang ditemani oleh Sifa dan Azril. Mereka buru-buru datang setelah mendapat kabar dari bi Imah.
"Kan,maafin aku ya karena baru sempat datang."
"Gak papa Sif,aku ngerti kok. Karena itu aku tak menghubungimu." jawab Kania dengan senyum dipaksakan
"Kak,aku juga minta maaf. Tadi Azril sedang memimpin rapat class meeting jadi gak sempat liat ponsel."
"Iya Zril,kakak ngerti kok. Kakak kan juga guru kamu,jadi kakak tau hampir semua kegiatan anak-anak di SMA Bintang."
"Oh ya kak,kak Azra mana? Apa dia udah ke sini?" Kania hanya menggelangkan kepalanya
"Hah,kok gak ke sini? Apa kak Azra belum tau berita ini?" tanyanya memastikan
"Udahlah Zril,gak usah bahas tentang kakak kamu. Sekarang kakak pulang dulu ya! Hari sudah hampir malam,sepertinya sebentar lagi juga mau hujan. Kamu tolong anterin kak Sifa ya! Kakak pamit dulu." Kania pun pergi berlalu meninggalkan Azril dan Sifa yang sedang bingung melihat keanehan pada Kania
Di mobil
"Kak,kakak ngerasa gak ada yang aneh dengan Kak Kania?"
"Bukan lagi ngerasa,tapi emang kayak ada sesuatu yang Kania coba tutupi. Aku tau pasti Kania merasa terpukul sekali setelah kepergian ayahnya,keluarga satu-satunya. Kania emang punya tante dan sepupu dari sebelah ibunya,tapi mereka itu gak pernah berbuat baik sama Kania,justru sebaliknya mereka selalu menjahati Kania. Kamu pasti tau kan penyebab ayah Kania terkena serang jantung? "
"Iya kak,Azril tau. Azril sempat dengar dari cerita mama."
"Eh,btw kok mama kamu gak ada?"
"Mama lagi keluar kota kak,ada urusan keluarga yang gak bisa ditunda. Tempatnya juga jauh dari jangkauan sinyal,jadi susah buat hubungin mama."
"Oo....Trus kakak kamu,Azra kemana? Bukankah sebagai suami dia seharusnya mendampingi Kania apalagi dalam kondisi kayak gini."
"Azril juga gak tau kak. Tadi sudah coba tanya kak Kania,tapi ia malah mengalihkan pembicaraan."
"Apa mereka ada masalah ya?"
"Nanti Azril coba hubungi kak. Semenjak nikah tempo hari,Azril belum ketemu juga sama kak Azra,pulang juga tidak."
"Hmmm...semoga mereka baik-baik aja ya Zril."
"Iya kak. Eh kak,udah sampai ni. "
"Oh ya,kamu mau mampir dulu?"
"Gak kak,lain kali aja. Aku mau balik ke rumah dulu,mau cek apa kak Azra pulang."
"Okey,makasih ya tumpangannya."
"Sama-sama kak. Bye..."
Azril pun langsung memutar kemudi menuju rumahnya.
"Lho bik Imah kok disini bukannya di rumah kak Kania?"
"Non Kania yang suruh bibi den."
"Bi,tadi kak Azra datang ke rumah kak Kania gak?"
"Gak den. Malah dari saat tuan masih kritis,bibi sudah coba hubungi tuan berkali-kali tapi nomor ponselnya kayaknya gak aktif-aktif. Di sini juga kata mbok Yem,tuan Azra belum pulang-pulang sejak hari pernikahannya."
*Seketika timbul tanda tanya pada diri Azril,sebenarnya apa yang terjadi telah terjadi.
"Kakak kemana sih?Kamu keterlaluan banget sih kak,sampai mertua sendiri sakit dan meninggal pun kamu tak tau,malah kamu tak ada sama sekali mendampingi kak Kania." kesal Azril
***
Beberapa hari kemudian
drttt.....drrttt....
Pesan masuk ke ponsel Sifa
Azril : "Kak,Kak Kania ngampus gak hari ini?"
Sifa : "Gak Zril,Kania ambil cuti. Kakak juga baru tau hari ini. Kakak pikir dia gak ngampus karena masih berduka,tapi tadi kakak cek ke bagian administrasi rupanya Kania ambil cuti. Kakak udah coba telvon tapi nomornya gak aktif. "
Azril :"Hari ini juga seharusnya kak Kania ada jadwal ngajar,tapi dia gak datang kak. Kakak mau gak nanti temani aku ke rumah Kak Kania? Azril takut kak Kania kenapa-kenapa kak."
Sifa :"Oke,kakak hari ini pulang jam 11.45,nanti kakak langsung ke sekolah kamu aja biar cepet."
Azril :" Siap kak."
Sifa telah tiba di sekolah Azril,SMA Bintang. Sambil menunggu,ia memainkan gawainya hingga tanpa sadar,Azril audah berdiri di sampingnya.
"Kak... kak Sifa..!" panggil Azril
"Eh...kamu Zril,maaf kakak gak sadar kalau kamu udah berdiri di sini." ucap Sifa gugup
"Gak papa kak,kakak udah lama berdiri di sini?"
"Lumayan sih,soalnya tadi dosennya gak masuk,jadi kakak langsung aja ke sini."
"Cie cie....ada yang lagi diapelin cewek cantik nih!" goda Erwin,sahabat Azril
"Ish...kamu ini Win. Bilang aja kalau* mau kenalan." canda Azril
"Emang lo paling tau Zril isi hati gue." kekeh Erwin
"Hai,kenalin nama aku Erwin." Erwin mengulurkan tangan ke arah Sifa
"Aku Sifa." jawab Sifa sambil menjabat tangan Erwin,namun sialnya Erwin sepertinya tak mau melepaskan tangan Sifa. "Mau apa sih no cowok,tatapannya bikin GR aja." gumam Sifa
"Woy woy ... sadar woy,tu tangan bisa di kondisikan gak sih!" lerai Azril melepas jabatan tangan Erwin ke tangan Sifa
"Kak,udah makan belum?" tanya Azril
"Belum ni,tadi buru-buru ke sini jadi belum sempat makan."
"Aku traktir bakso,mau gak?" tawar Erwin
"Gak usah,makasih. Kami sedang terburu-buru soalnya. " tolak Sifa secara halus
"Kalau gitu,boleh minta nomor ponselnya gak?"
Sifa pun memberikan nomor ponselnya kepada Erwin sebelum pergi menuju rumah Kania.
ting tong....
ting tong....
Azril menekan bell rumah Kania
"Kak,kok gak dibuka-buka ya!" Azril heran ,lalu ia mengintip dari celah kaca
"Kayaknya* gak ada orang kak."
"Bentar,kakak coba tanya sama tetangga sebelahnya."
"Assalamualaikum...maaf boleh numpang tanya?"
"Iya,silahkan. Mau tanya apa ya?" jawab bik Sumi
"Bi,liat Kania gak ya? Saya panggil-panggil dari tadi kok kayaknya gak ada siapa-siapa di rumah."
"Neng Nia nya pagi-pagi sekali tadi udah pergi. Bibi sempat liat dia bawa tas koper yang gede banget. Bibi sempat tanya mau ke mana,tapi dia cuma tersenyum. Dia pamit tapi kayak orang yang gak mau kembali lagi ke sini." ucap bi Sumi jujur
"Apa??? pergi? Kalau begitu makasih ya bi."
"Zril,gawat! Kania..."
"Kak Kania kenapa kak?"
"Kata tetangga Kania,pagi-pagi sekali ia sudah pergi bawa tas koper besar. Nggak tau mau kemana,kayak mau pergi jauh gitu."
"Hah,yang bener kak! Jadi gimana ini kak? Mama juga sedang gak ada,kak Azra juga gak ada kabar,apa dia pergi sama kak Azra ya! Kak,aku mau pergi ke kantor kak Azra,kakak mau ikut?"
"Baiklah,ayo. Semoga aja memang ia pergi dengan kakak kamu." harap Sifa