Karya asli!!!
on-Going
Salah satu Sovereign tertinggi di Alam Semesta yang Tak Terbatas ini, ia segera menjalani Jalan menuju Dao tertinggi di alamnya, mereka mengetahui dari catatan kuno, jika seseorang bisa melewati batas Penguasa Tertinggi, ia bisa menjadi God King.
Namun siapa sangka, Wanita yang ia anggap mencintainya, dikhianati olehnya. Saat itu ia hendak menerobos melewati batas itu, namun saat menerobos ia sempat terdampak oleh Tribulasi Hukum. Saat itulah kesempatan wanita itu menusuknya dengan Kabut beracun yang asalnya tidak diketahui, bahkan melukai Primordialnya.
Jadi, sisa jiwanya ia bereinkarnasi menjadi pangeran muda dengan nama yang sama "Huang Di", namun jalan takdir yang ia jalankan sangat bertengtangan dengan sifat Ke Angkuhannya sebagai Absolute. Bagaimana perjalanannya menjalankan takdir ini?
Di kebaradaan Dimensional yang lebih tinggi bahkan God King itu hanya seperti Dewa biasa!
"Jika Takdir mempermainkanku! aku akan memandang rendah Semuanya!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arceusssxara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 15 Makam Dataran selatan
Suasana berubah drastis begitu Huang Di menginjakkan kaki di dalam reruntuhan Istana Langit. Udara di sekitarnya terasa tebal, seolah mengandung tekanan dari zaman kuno yang menolak untuk dilupakan. Dalam sekejap, seluruh realitas di luarnya menghilang. Ia berada di sebuah ruang dimensi yang menyerupai ruang transisi, dikelilingi pilar-pilar bercahaya yang menjulang tanpa batas.
Langkah kakinya bergema pelan di atas lantai kristal transparan yang memperlihatkan dunia di bawah reruntuhan—sebuah dataran luas yang diselimuti kabut lembut, dengan puncak-puncak gunung menjulang dan sungai-sungai bercahaya mengalir di antara lembah. Pintu menuju Dataran Selatan telah terbuka.
“Jadi ini… dunia dalam dunia,” gumam Huang Di.
Setelah beberapa saat, tubuhnya dikeluarkan dari ruang transisi dan jatuh perlahan ke tanah seperti bulu. Ia mendarat di tengah padang ilalang perak, tempat cahaya senja menari di balik kabut. Tak ada tanda-tanda kehidupan dalam jarak pandang sejauh mata memandang.
Namun ia tahu, para kultivator lain akan menyusul—melalui jalur berbeda, melalui ujian berbeda.
Langkahnya tidak tergesa. Di depan, sebuah jalan batu kuno terbentang seperti dituntun oleh takdir. Jalan itu menuju ke arah timur, di mana langit tampak berpendar biru keunguan dan siluet reruntuhan kuil terapung terlihat samar.
Huang Di menghela napas dan melangkah maju.
**Malam Pertama di Dataran Selatan**
Malam tiba tanpa peringatan. Langit berubah pekat, dihiasi bintang-bintang raksasa berwarna ungu dan merah yang tampak lebih dekat daripada di dunia luar. Di tengah hutan bambu berwarna giok ungu, Huang Di berhenti dan mendirikan perkemahan sederhana.
Ia duduk bersila di atas batu datar, memanggil sistem dalam kesadaran.
> \[SISTEM AKTIF]
> Lokasi: Dataran Selatan - Wilayah Reruntuhan Istana Langit
> Tingkat Bahaya: Tinggi
> Kondisi: Tidak Stabil
> Status: Dimensi Parsial Terkunci
> *Bonus Aktivasi: Aura Keagungan Mutlak Memperkuat Jiwa dan Tubuh*
> Apakah Host ingin mengaktifkan Peta Roh Ilahi?
> \[YA] \[TIDAK]<
Huang Di mengangguk. “Aktifkan.”
Seketika, sebuah peta terbentuk dalam kesadarannya. Cahaya emas menunjukkan jalur paling aman, sementara zona merah menandai wilayah yang belum terjelajahi atau sangat berbahaya. Salah satu titik bercahaya yang paling kuat terletak di bagian barat laut:
Makam Raja Langit Kesembilan.
“Itu tempat tujuanku,” ucapnya lirih.
Namun sebelum bisa beristirahat, suara langkah berat terdengar di balik pepohonan. Tiga sosok bertopeng keluar dari kegelapan—dua pria dan satu wanita. Aura mereka jelas, dari sekte besar.
“Pangeran Ke-18…” suara pria tinggi besar itu dalam. “Kau mendahului kami rupanya.”
Mata Huang Di tetap tenang. “Kalian dari Sekte Xuanlang.”
Wanita itu tersenyum tipis. “Kami tidak datang untuk menyerang. Kami hanya ingin tahu, bagaimana kau bisa lolos dari Formasi Jiwa dan masuk ke sini langsung.”
“Langkahku berbeda apa yang perlu kalian ketahui itu hanya sia-sia. Itu saja.” jawabnya singkat.
“Kami mengamati gerakanmu. Dan satu hal pasti, kau menyimpan sesuatu yang besar…” bisik pria terakhir, lalu mengaktifkan formasi.
Huang Di hanya mengangkat tangan. Formasi Pengunci Langit diaktifkan dalam sekejap, menyegel gerakan musuh.
“Dunia ini tidak bisa memaksa kebenaran keluar dariku,” katanya. “Namun jika kalian tetap memaksa... bersiaplah kehilangan sesuatu.”
Dalam sekejap, energi menelan seluruh area.
**Pertarungan Kilat**
Pertarungan berlangsung dalam detik-detik. Formasi musuh dirusak oleh teknik *Void Spiral*, dan dalam satu gerakan cepat, Huang Di telah berada di belakang wanita itu. Sebuah tekanan dari **Telapak Kekosongan Surgawi** menghantam tubuhnya, membuatnya jatuh pingsan.
Dua lainnya tersentak, mencoba kabur, namun aura Domain Kekaisaran Absolut menekan tubuh mereka. Di bawah langit Dataran Selatan yang menilai kekuatan sejati, aura Huang Di bagai raja alam semesta. Mereka tidak mampu menggerakkan jari pun.
“Aku bukan pembunuh. Tapi aku juga tak akan membiarkan anjing menggonggong terlalu lama,” ucapnya dingin.
Ketiganya pun lenyap dari hadapan dalam sekejap mata—dikirim keluar oleh sistem karena kalah mutlak dalam tekanan ranah.
**Perjalanan Berlanjut**
Tiga hari berjalan, Huang Di menembus hutan belantara, menyeberangi sungai giok, dan mendaki tebing batu halilintar. Ia mengumpulkan fragmen peninggalan kuno, membaca ukiran formasi di dinding-dinding reruntuhan, dan menyerap informasi kuno yang berceceran di langit-langit runtuh.
Satu malam, di bawah cahaya rembulan biru, ia duduk di puncak pilar patah kuil.
> \[SISTEM]
> Aura dimensi menyatu dengan jiwa Host.
> Aktivasi: Teknik Warisan - **Sovereign Eye of Law**
> Efek: Melihat Hukum yang Terurai di Alam Semesta.
Dengan mata barunya, Huang Di melihat aliran hukum seperti sungai emas dan untaian sutra perak. Setiap gerakan angin, tetesan embun, bahkan gesekan daun—semuanya terhubung dalam hukum.
“Dengan ini… aku akan menguasai semua jalur menuju keabadian,” bisiknya.
**Pertemuan Takdir**
Saat ia mendekati lokasi **Makam Raja Langit Kesembilan**, ia bertemu sekelompok kultivator dari keluarga tua: Klan Qianlong. Pemimpin mereka adalah seorang gadis muda bermata perak, mengenakan jubah putih bersulam naga.
“Jadi kau yang disebut sebagai pewaris kekaisaran yang dibuang,” katanya tanpa basa-basi.
Huang Di hanya menatapnya. “Dan kau?”
“Aku Qianlong Yue’er. Aku tidak suka orang asing. Tapi kamu berbeda… seperti bayangan dari masa yang lebih dalam dari sejarah ini.”
“Aku hanya pengembara,” jawabnya, namun matanya bertemu matanya. Kekuatan mental mereka saling menilai.
Qianlong Yue’er akhirnya berkata, “Jika kau berniat masuk ke makam itu, ketahuilah setiap orang yang pernah mencoba, keluar sebagai mayat.”
“Kalau begitu,” ucap Huang Di dengan senyum dingin, “aku akan menjadi yang pertama keluar… sebagai penguasa.”
Mereka berdiri di depan celah besar di dinding reruntuhan pintu masuk Makam Raja Langit Kesembilan. Aura kuno mengalir deras, penuh dengan tekanan yang menguji jiwa.
Cahaya ungu keemasan menyelimuti langit. Dalam langkah yang tenang namun tegas, Huang Di berjalan ke dalam, tanpa menoleh lagi.
Dan begitulah, babak baru pun dimulai.
Saat hendak memasuki makam aura yang begitu kacau memasuki aliran ke tubuh Huang Di tetapi semua itu hanyalah angin lewat, dengan pengalaman yang ia lalui dikedipun lamanya dengan menggunakan teknik yang ia ketahui dengan mudahnya memanipulasi energi kacau makam ini.
Berbeda dengan Qianlong Yue'er dia dengan rasa sakitnya menahan aura kacau ini.
Huang Di yang menghela nafas melihatnya
"hufft... Dengan sombongnya kamu tadi tetapi kamu tidak bisa menahan angin lewat ini" nada rendahnya
"bagaimana mungkin... Anda baik-baik saja!!" terkejutnya Qianlong Yue'er kepada Huang Di.
dengan ujung jari telunjuknya dia menekan aura spiritualnya ke dahi Qianlong Yue'er. "pelajari sekarang aku akan menunggu jika tidak aku tinggal"
Semacam rekaman dan teks kuno yang memasuki dunia spiritualnya melihat teknik ini untuk mengubah esensi yang ada. Qianlong Yue'er mempelajari dengan tekun
saat mempelajarinya keringat di wajahnya bercucuran karena aura yang semakin kencang. Dengan bantuan Huang Di membentuk semacam pertahan spiritual agar angin tidak menggangu mereka.
setelah puluhan menit berlalu ia akhirnya bisa menggunakan teknik ini.
"silahkan coba kamu ubah esensi itu ke bentuk spritualmu" ujar Huang Di
Huang di membuka blokade itu
"baik.." jawab Qianlong Yue'er
dengan menggerakan teknik tangannya aura aura yang kacau menjadi spiritual yang murni memasuki tubuhnya.
Tetapi hendak melanjutkan tiba tiba kenaikannya melonjak dari Core Formation tingkat 3 ke tingkat 5 tapi saat hendak menerobos ke tingkat 6 di hentikan oleh Huang Di.
"jangan serakah, naik tingkat kultivasi itu emang baik tapi kalau kamu tidak bisa menahannya tubuhmu akan meledak dan kamu akan menjadi sampah" dengan nada dinginnya.
"terimakasih saudara Kultivator" jawab Qianlong Yue'er masih gemetar karena aura ini.
Saat semua nya terselesaikan mereka berdua melanjutkan perjalan makam ini.
gaassss....