Masih dalam masa berkabung karena ayah dan semua saudara laki-lakinya gugur di medan perang. Bai Ningyuan, putri sulung jenderal Bai harus menerima kenyataan pahit yang sangat menyakitkan.
Putra mahkota, suaminya telah diangkat menjadi kaisar. Tapi titah pertama yang kaisar itu tulis adalah menurunkan pangkat Bai Ningyuan menjadi selir.
Tangan Bai Ningyuan gemetar, suaminya telah menjadikannya selir. Karena harus mengangkat putri perdana menteri Su menjadi permaisuri.
"Nyonya, silahkan berkemas. Dan pindah dari istana timur ini menuju istana Hanzi!" seru Kasim Wang.
"Nyonya..." pelayan di sisi Bai Ningyuan tampak sedih, matanya sudah berkaca-kaca.
"Lin'er, bereskan barang. Yang mulia ingin aku menjadi selir... " Bai Ningyuan terkekeh lirih, "maka aku akan menjadi selirnya!"
'Xuan Pingyan! jangan menyesali keputusanmu ini!' geram Bai Ningyuan dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
"Titah kaisar tiba!"
Lin'er yang baru saja menyambut majikannya kembali dari kereta kuda kaisar, menoleh ke arah Kasim Wang yang datang bersama dengan beberapa pelayan pria dan wanita di belakangnya.
Semuanya membawa beberapa nampan dan peti dengan ukuran sedang. Kasim Wang juga membawa titah dengan warna cerah.
Bai Ningyuan hanya menghela nafas panjang, ketika dia baru turun dari kereta. Tapi harus berlutut menerima titah itu.
Di jaman ini memang seperti itu, saat titah Kaisar dibacakan, baik si penerima titah. Atau orang-orang yang ada di tempat itu memang harus berlutut. Bahkan keluarga kerajaan sekalipun, jika bukan satu tali kekerabatan.
Bai Ningyuan sudah berlutut di dampingi Lin'er yang ada di sebelahnya. Kasim Wang yang melihat Bai Ningyuan sudah yang menerima titah, segera membacakan titah yang pagi-pagi sekali dibuat oleh kaisar itu.
"Titah Kaisar!"
Seluruh pelayan istana Hanzi juga keluar, dan segera menundukkan kepala hingga dahi hampir menyentuh lantai. Kasim Wang kemudian membacakan titah itu dengan perlahan, memastikan setiap kata terdengar jelas.
"Selir Bai, yang selama ini telah melayani kaisar dengan penuh kesetiaan dan menjaga kehormatan keluarga kekaisaran, telah menunjukkan kebajikan, kelembutan, serta kesetiaan yang layak mendapatkan penghargaan. Atas kehendak Langit dan keputusan Yang Mulia Kaisar, terhitung sejak titah ini dibacakan, Selir Bai secara resmi dinaikkan kedudukannya menjadi Selir Mulia dengan gelar Zhao Yuyan."
Lin'er langsung menoleh ke arah Bai Ningyuan. Bukankah itu selir paling tinggi. Bahkan hanya satu tingkat di bawah permaisuri. Lin'er tak menduga ini. Tadinya majikannya berada di urutan selir paling bawah, sekarang menjadi selir paling tinggi.
Kasim Wang berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada yang semakin tegas.
"Sebagai tanda penghormatan atas kedudukan barunya, Yang Mulia Kaisar menganugerahkan kepada Selir Mulia Zhao Yuyan kediaman Istana Guihua. Istana tersebut akan menjadi tempat tinggal resmi Selir Mulia Zhao Yuyan mulai hari ini. Letaknya berada tidak jauh dari Istana Kekaisaran, agar keberadaan Selir Mulia senantiasa berada dalam lingkungan yang layak bagi kedudukannya serta memudahkan dirinya menerima panggilan dan titah dari Yang Mulia."
Lin'er penuh terkejut lagi, istana Guihua? bahkan istana itu lebih dekat dengan istana kaisar daripada istana permaisuri.
"Nyonya, istana Guihua?" gumamnya sangat pelan.
Tatapan Kasim Wang turun kepada perempuan yang masih berlutut di hadapannya. Suara Lin'er terdengar olehnya. Tapi Bai Ningyuan masih diam dan tidak mengatakan apapun.
"Seluruh barang pribadi Selir Mulia Zhao Yuyan diperintahkan untuk dipindahkan ke Istana Guihua sebelum matahari terbenam. Para pelayan, kasim, penjaga, serta seluruh kebutuhan kediaman akan disediakan oleh Kementerian Rumah Tangga Kekaisaran. Tidak seorang pun diperkenankan mengurangi, menunda, ataupun menghalangi pelaksanaan titah ini."
Kasim Wang kemudian menggulung kembali titah kekaisaran tersebut. Suaranya menjadi lebih rendah, tetapi tetap mengandung kewibawaan.
"Semoga Selir Mulia Zhao Yuyan menerima anugerah ini dengan penuh rasa syukur dan senantiasa mengingat kehendak Yang Mulia Kaisar."
Kasim Wang mengulurkan gulungan titah itu ke hadapan Selir Mulia.
"Titah telah dibacakan. Selir Mulia Zhao Yuyan, terimalah titah." kata Kasim Wang.
Bai Ningyuan mengangkat kedua tangannya.
"Bai Ningyuan, putri jenderal Bai, menerima titah!"
Kasim Wang tersentak kaget. Bahkan ketika kaisar sudah berusaha memberikan kasih sayang yang begitu besar. Bai Ningyuan masih tidak bisa memaafkan kaisar.
Tapi, sebagai seorang pelayan yang mulia. Kasim Wang juga hanya bisa menghela nafas panjang.
"Masih ada hadiah lain menunggu selir mulia Zhao Yuyan di istana Guihua. Yang mulia mengatakan tidak perlu menyebutkan semua itu agar menghindari kesulitan bagi Selir mulia..."
"Terima kasih Kasim Wang!" sela Bai Ningyuan.
Kasim Wang lagi-lagi hanya bisa menghela nafas panjang. Dan pada akhirnya, dia pun memilih untuk pamit saja dari istana Hanzi.
Semua hadiah yang dibawa oleh para pelayan yang datang bersama dengan Kasim Wang sudah dimasukkan ke dalam istana.
Para pelayan di tempat itu segera bangkit, mereka juga tampak senang. Hal seperti ini tentu saja membawa kebaikan juga bagi mereka. Karena mereka bisa naik gaji.
Bai Ningyuan membawa gulungan itu masuk ke dalam kamarnya.
"Siapkan pakaian ganti untukku Lin'er, sebelum kita pindah. Kita masih harus memberikan salam pada permaisuri Su!"
"Baik nyonya"
**
Sementara itu di istana kekaisaran, Xuan Pingyan yang sedang dibantu ganti pakaian oleh Kasim Chen. Merasa kepalanya pusing sekali. Pandangannya juga sedikit kabur, dia merasa tubuhnya tidak nyaman.
Kasim Chen yang melihat kaisarnya tampak tidak biasa. Segera membantu kaisarnya itu untuk duduk.
"Yang mulia? yang mulia sakit kepala?" tanya Kasim Chen membantu Xuan Pingyan duduk di kursi.
"Kepala ku, tiba-tiba saja sakit!"
"Saya akan panggil tabib, sebaiknya kaisar kembali berbaring saja!" saran Kasim Chen khawatir.
"Tidak usah, panggil saja tabib. Aku akan duduk di sini!" kata Xuan Pingyan yang merasa tidak perlu sampai berbaring.
Kasim Chen bergegas memanggil pengawal, dia meminta pengawal kepercayaannya memanggil salah satu tabib istana terbaik.
Hal ini juga sudah diperkirakan oleh Xuan Ziyuan. Setelah Bai Ningyuan memberikan obat itu, akan ada efek samping bagi Xuan Pingyan. Karena itu, dia sudah menyiapkan tabib di depan rumah sakit kekaisaran.
Saat pengawal itu datang, tabib itu segera menghampiri pengawal yang ditugaskan oleh kasim Chen, lalu mereka berjalan ke istana kekaisaran. Dari jauh Xuan Ziyuan tampak mengawasi.
Semalam, dia melihat segalanya, begitu keras kepalanya Bai Ningyuan yang sampai rela basah kuyup untuk membuat kaisar Xuan Pingyan menemuinya. Dan pagi hari, ketika dia mendapatkan laporan kalau Bai Ningyuan keluar dari ruang istirahat kaisar. Xuan Ziyuan sudah merasa sangat yakin, wanita itu sudah menjalankan rencananya.
Merasa yakin, tabib itu akan melakukan sesuai perintah Xuan Ziyuan. Pria itu pun segera pergi meninggalkan istana, beranjak ke istana Hanzi dengan seorang tabib wanita.
Setelah tabib istana memeriksa Xuan Pingyan. Kasim Chen segera bertanya apa yang sebenarnya sedang di derita kaisarnya. Tubuh naga kaisar, tidak boleh ada kesalahan.
"Bagaimana tabib?" tanya Kasim Chen dengan raut wajah begitu khawatir.
Tabib itu berkeringat. Dia menemukan sesuatu yang aneh, tapi dia tidak boleh mengatakannya. Pangeran Ziyu sudah mengancamnya.
"Ini... "
"Ini kenapa?" tanya Kasim Chen tak sabar.
'Bagaimana ini, akar yang mulia kaisar sepertinya terluka. Kalau aku katakan kaisar tidak akan bisa punya anak lagi, aku pasti matii!' batin tabib itu yang telah di ancam oleh pangeran Ziyu.
"Ini, yang mulia terkana angin dingin! jadi banyak minum tonik hangat!" jawab tabib itu.
Xuan Pingyan menghela nafas lega.
"Semalam memang agak dingin, buatkan resep toniknya dan berikan padaku! aku harus menghadiri sidang pagi setelah itu!"
"Baik yang mulia!"
Tabib itu mundur perlahan.
'Bagaimana ini? bagaimana bisa begini?' batinnya takut.
***
Bersambung...
Kalau Bai Ningyuan mah santuy, untuk apa cari perhatian kaisar lagi..
Toh cinta nya saat ini udah mati..
Yg ada di hati nya hanya balas dendam atas keluarga nya yg telah mati & gak dihargai.. 🤭