Kubiarkan Takdir menghempas diriku, membawaku ke suatu masalah yang tak ada habisnya.
Langit dan Bumi ku lawan, Dewa dan Dewi ku tantang, seluruh Semesta menyebutku Yang Mulia.
Atas Nama Jalur Kultivasi Dewa, Sang Kaisar Kultivasi ~ Fang Wei ~
***
Update : Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu.
***
Sistem kultivasi dunia fana...
1. Tingkat Ahli
- Awal
- Menengah
- Akhir
2. Tingkat Ksatria
- Awal
- Menengah
- Akhir
3. Tingkat Jendral
- Awal
- Menengah
- Akhir
4. Tingkat Raja
- Awal
- Menengah
- Akhir
5. Tingkat Kaisar
- Awal
- Menengah
- Akhir
6. Tingkat Bumi
- Awal
- Menengah
- Akhir
7. Tingkat Langit
- Awal
- Menengah
- Akhir
Sistem kultivasi Domain Dewa...
1. Tingkat Kesengsaraan
- Kesengsaraan Angin
- Kesengsaraan Api
- Kesengsaraan Petir
2. Prajurit Dewa
- Merah
- Hitam
- Putih
3. Jendral Dewa
- Jendral Dewa Bumi
- Jendral Dewa Langit
4. Raja Dewa
- Raja Dewa Semesta
- Raja Dewa Surgawi
5. Kaisar Dewa
- Kaisar Dewa dunia Bawah
- Kaisar Dewa dunia Atas
6. Penguasa Dewa
- Tingkat Abadi
- Tingkat Menguasai
#Selalujagakesehatan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TEGUH APRIANSYAH PUTRA SEMBIRING, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 15 ~ Aku Tak Akan Naif Lagi...!
"Tetua...! Kau tak adil...!"Teriak Ming Lanlan membentak Tetua Ke-lima. Tetua Ke-lima naik pitam. Ia menghampiri Ming Lanlan dan memukulnya.
"Jangan karena kau anak Tetua Ke-tiga kau bersikap seperti ini didepan Patriarch dan Tetua lainnya. Apalagi kau melanggar aturan sekte dan Seleksi ini."Bentak Tetua Ke-lima marah.
"Tapi kau bisa melanjutkan Seleksi ini dengan menggunakan Tiket Juri."Lanjut Tetua Ke-lima lagi tetapi dengan suara yang lebih pelan dan tak membentak lagi.
Ming Lanlan tersenyum lagi. Meskipun ia dipermalukan tetapi masih ada kesempatan untuk menjadi salah satu murid Sekte Cahaya Api Ilahi.
"Maafkan ketidak sopanan ku,Tetua."Ucapnya lembut disertai dengan senyuman manis nya.
''Huh,Tetua Ke-tiga kenapa kau memiliki anak bermuka dua...?"Gumam Tetua Ke-lima dengan nada kecewa.
***
Pertandingan babak penyisihan pun selesai. Mereka yang lolos ada dua belas. Dua orang lainnya yaitu Ming Lanlan dan seorang dari klan Xiao. Gang Wei dan Huang Zhong pun tak luput dari perhatian seluruh penonton,karena mereka berdua dapat menghabisi lawannya dengan satu jurus.
Dan babak selanjutnya pun dimulai. Pertandingan akan dibagi menjadi dua grup. Masing-masing grup akan memiliki enam peserta. Setiap peserta akan melawan satu sama lain berturut-turut,tanpa kecuali. Fang Wei satu grup dengan ahli ilusi yang tadi nya melawan Gu Tian Chen,Fu Yang. Mereka berdua di Grup A.
Sedangkan Ming Lanlan dan Huang Zhong satu grup dengan empat lainnnya. Mereka ada di Grup B.
Arena yang tadinya hanya ada satu sekarang telah menjadi dua. Yang satu untuk Grup A dan yang satunya lagi untuk Grup B. Dan juga penampilan arena tersebut sedikit berbeda, sekarang berbentuk bulat dengan warna hitam dan putih yang saling berlawanan.
Fang Wei yang tadinya masih gugup pun sekarang tak gugup lagi menjadi pusat perhatian. Bahkan beberapa kali ia melambaikan tangan pada penonton yang hadir.
***
Arena Grup A...
"Fang Wei maju ke arena putih."
"Lin Xing maju karena hitam."
Tetua Ke-dua selaku wasit untuk Grup A segera memanggil dua nama,yaitu Fang Wei dan Lin Xing. Mereka yang dipanggil segera maju ke arena yang telah ditentukan.
Mereka berdua saling memberi hormat sebelum mempersiapkan kuda-kuda beladiri mereka.
"Lin Xing,sang Phoenix pedang."Gumam pelan Fang Wei ketika mengetahui identitas Lin Xing.
Lin Xing tersenyum mengejek."Lebih baik kau menyerah,maka aku akan berbaik hati padamu."Ejek Lin Xing pada Fang Wei.
Fang Wei hanya diam sebelum ia membuat segel segel tangan sambil bergumam sesuatu.
"Formasi Pedang Api Langit."
Seketika itu muncul beberapa puluh pedang mengelilingi Lin Xing dan terarah pada titik vital Lin Xing. Lin Xing terkejut bukan main ketika menyaksikan hal tersebut. Ia jelas terlihat gugup sekali dari ekspresi wajah nya.
Tetapi,yang mengejutkan tiba-tiba ia tersenyum kemenangan sebelum menyentuh salah satu pedang yang menjadi Formasi Fang Wei.
Whuuusss...
Fang Wei heran melihat reaksi Lin Xing sebelum formasi yang Fang Wei buat lenyap begitu saja tanpa bekas."Tak mungkin...!!!" Gumamnya tak percaya.
"Formasi pedang sampah."Ucap Lin Xing mengejek Fang Wei sembari berlari menuju Fang Wei.
Fang Wei gugup sekali kali ini. Ia adalah pemegang kemenangan pada dua babak berturut-turut. Ia tak mungkin bisa kalah dengan orang yang tak terlalu terkenal dibanding dirinya.
"Kau terlalu percaya diri,Weiwei."Sebuah suara yang jelas sangat akrab ditelinga Fang Wei terdengar dengan jelas.
"Api Langit,bantu aku."Gumam Fang Wei yang masih kaku ketika melihat pedang yang ada di pinggang Lin Xing sudah terlepas dari selongsong nya dan sekarang berada ditangan Lin Xing.
"Hanya kau yang dapat menyelesaikan ini, Weiwei. Karena sekarang dihati mu ada iblis hati. Dan itu jelas menghambat kultivasi mu dan membuat sifat arogan dan ambisi mu semangkuk meningkat."Jelas Api Langit panjang lebar.
Fang Wei terkejut bukan main. Ia tentu sudah tahu hal tersebut dari Ming Xiao,karena saat mereka sedang dalam perjalanan kemari,mereka sempat membicarakan hal ini.
"Bagaimana bisa...?"Tanya Fang Wei tak percaya dengan kenyataan yang jelas membuatnya hampir mati tak percaya.
"Itulah kenyataannya."Jawab Api langit sebelum langsing menghilang dari hadapan Fang Wei.
Fang Wei yang tak sadar akan ada bahaya hanya bisa tertunduk lemas sebelum sebuah pedang mengoyak dada Fang Wei.
Crash...
Fang Wei melihat luka tersebut hanya luka sabetan yang tak terlalu dalam,tetapi tidak menghentikan kenyataan bahwa luka tersebut sakit.
Fang Wei menatap dalam-dalam Lin Xing. Ia berpikir bagaimana caranya bisa mengalahkan Lin Xing tanpa menggunakan jurus yang diberikan oleh Api Langit.
Tetapi yang ada dalam pikirannya hanya ada ketakutan akan ambisinya yang menginginkan seluruh dunia tunduk oadanya. Meskipun ambisi tersebut wajar saja untuk orang sepertinya,yang memiliki salah satu dari tiga Api Abadi,tetapi tidak pantas rasanya ia terlalu berambisi.
Fang Wei memperhatikan lekat lekat seluruh tubuhnya, seorang anak yang tak memiliki kekuasaan sedikitpun. Ia untuk sementara putus asa karena hal itu sebelum sebuah suara terdengar sangat familiar.
"Wei'er semangat...!"
Fang Wei menatap arah suara tersebut dan menemukan Ming Xiao sedang tersenyum padanya. Rasanya ada perasaan hangat dalam dirinya.
Hidup sebagai budak tanpa seorang pun yang memperhatikan nya sebagai keluarga membuatnya merasa seperti langit dan bumi seperti tak menginginkan dirinya hadir di dunia ini.
Tapi sekarang semuanya berbeda,ia punya Ming Xiao selaku guru sekaligus seseorang yang sudah menganggap nya keluarga.
Ia juga tak melupakan Huang Zhong yang merupakan kakak seperguruannya. Ia memantapkan jiwanya.
"Semua rintangan adalah jalanku untuk menuju kesuksesan. Aku tak akan naif lagi...!"Teriaknya membuat semua yang ada terkejut.
***
Ruang batin Fang Wei...
Jauh didalam tubuhnya,seperti ada sesosok makhluk yang terlihat menakutkan sedang menatap keluar dengan menggunakan sepasang mata merahnya. Ketika sebuah suara dan perasaan yang hangat menjulur ke tubuh inangnya,ia seperti merasa terbakar oleh sesuatu yang tidak memiliki wujud,yaitu... Kebahagiaan...
Sosok tersebut menjerit kesakitan,bahkan sesekali ia berguling-guling."Kau... bagaimana bisa...? Hei...kau...jangan lupakan...ambisi mu...!"Teriaknya terputus-putus.
Tetapi yang ia rasakan dikemudian semakin menyakitkan,bahkan melebihi hukuman di sembilan Neraka Yin. Sebuah sensasi dicambuk membuat dirinya meraung-raung kesakitan.
"Dasar bocah...!"Teriaknya keras. Sosok nya sekarang dipenuhi oleh luka-luka. Ia merasa frustasi saat ini. Ketika tubuhnya mulai memudar ia berbicara dengan dendam yang kuat.
"Tunggu saja kau bocah...! Aku akan membuatmu berlutut padaku."
calon murid aja blom bisa berkultivasi suruh bunuh binatang buas.... pekok