NovelToon NovelToon
Heart Blossom

Heart Blossom

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Cinta Seiring Waktu / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Romansa / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:27.5k
Nilai: 5
Nama Author: Eriza Yuu

Lima tahun telah berlalu sejak Edeline putus dengan kekasihnya. Namun wanita itu masih belum mampu melupakan mantan kekasihnya itu. Setelah sekian lama kehilangan kontak dengan mantan kekasih, waktu akhirnya mempertemukan mereka kembali. Takdir keduanya pun telah berubah. Edeline kehilangan harapannya. Namun tanpa dirinya sadari ada seseorang yang selama ini diam-diam mencintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eriza Yuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#15 Apa Ada Orang Yang Kamu Sukai?!

...Bab. 15...

...APA ADA ORANG KAMU SUKAI?!...

Semakin banyak pelanggan yang datang membeli bunga di awal bulan ini. Pesanan buket untuk pengantin pun menunggu untuk dikerjakan. Keith benar-benar mulai bekerja keras. Aku hanya menulis nota dan mengurus pembayaran. Selain itu juga membantu apa yang aku bisa. Aku tak mungkin membiarkan pegawai bekerja sendiri. Aku juga mulai berpikir untuk menambah pegawai baru jika terus mendapat banyak pesanan seperti ini.

Saat jam makan siang, toko baru sepi. Aku membereskan barang yang berantakan sambil mengecek stok bunga. Aku kembali ke meja. Keith selalu menyiapkan teh hangat untukku.

"Minumlah dulu, Nona!" Ia mempersilahkan.

"Terima kasih. Kamu juga harus sedikit merenggangkan otot pinggangmu dan melemaskan jari-jarimu," balasku dengan sedikit bercanda.

Keith tertawa. Sebenarnya tangannya agak pegal setelah kemarin membenahi rumah ayahnya. Bahkan punggung tangan kanannya pun nampak terluka. Awalnya aku tak begitu memperhatikan. Aku baru melihat lukanya ketika membantunya membuat pesanan buket.

"Tanganmu kenapa, Keith?" tanyaku.

"Tidak apa-apa hanya luka sedikit. Besok juga sembuh," jawab Keith nampak cuek saja.

Aku menggeleng, luka itu cukup besar kupikir mana mungkin sembuh secepat itu. Aku berjalan ke meja mengambil plester dan obat luka. Dan kembali ke tempat Keith.

"Sini! Berikan tanganmu!" pintaku sambil mengulurkan tanganku.

"Untuk apa? Tidak apa-apa koq!" sahut Keith.

"Sudah sini!" paksaku.

Keith pun mengulurkan tangannya dengan pelan. Aku mulai membersihkan luka itu. Keith sedikit meringis. Aku menatapnya sambil tertawa kecil.

"Luka seperti ini mana mungkin besok bisa sembuh!? Kamu ini nakal juga, ya! Baru sehari tidak memegang bunga sudah luka begini," candaku.

Keith juga tertawa. "Kan sudah ku bilang aku bosan kalau hanya diam tidak melakukan apa-apa," jawabnya.

Aku selesai membalut lukanya. Aku baru akan melepaskan tanganku namun tangan Keith menahan tanganku untuk tidak menjauh. Aku diam menatapnya. Ia pun melepaskan tanganku.

"Terima kasih!" bisiknya. Aku hanya menyengir padanya.

...❀❀❀...

Pagi ini toko baru saja dibuka. Aku menempelkan kertas selebaran di samping pintu masuk. Keith baru saja tiba. Dia membaca tulisan di selebaran tersebut.

"Dibutuhkan seorang pegawai. Usia minimal 20 tahun. Laki-laki atau perempuan. Bisa kerja full time."

"Hm ... Aku akan punya teman baru?!" komentar Keith.

"Kamu akan jadi guru untuk pegawai baru. Aku rasa mencari yang sudah berpengalaman dalam hal merangkai bunga itu akan sulit. Jadi, kamu harus persiapkan diri untuk menjadi senior yang baik!" kataku sambil mengejek.

"Bukankah aku memang sudah melakukan tugasku sebagai senior?" singgungnya sambil menatapku.

"Oh ... Ya ... Benar. Aku lupa, Kakak senior!" balasku dengan nada jengkel.

Aku masuk kembali ke dalam toko. Keith tertawa kecil sambil mengikuti.

Tidak butuh waktu lama, siang itu juga ada seorang pemuda yang datang melamar. Aku langsung melakukan wawancara singkat. Pemuda bernama Ronan itu berusia 25 tahun. Sebelumnya ia pernah bekerja part time di sebuah toko bunga. Dengan sedikit pengalaman di toko bunga Keith pasti lebih mudah mengajarinya. Aku pun langsung menerimanya. Namun Ronan baru akan mulai bekerja minggu depan, seperti permintaannya. Sore harinya setelah tutup toko aku langsung melepaskan selebaran itu.

"Hei, Edeline, mau kuantar pulang?" tanya Keith sambil menepuk tempat duduk baru di belakang sepedanya.

"Hm ... Boleh juga!" jawabku. Aku lalu naik duduk dengan diam di belakang Keith.

"Pegangan, ya!" pesan Keith.

Keith pun mulai mengayuh sepedanya dengan santai. Ini pertama kalinya aku dibonceng oleh Keith. Ban sepeda Keith berdecit, berhenti di depan rumahku.

"Besok mau ku jemput dengan sepeda tuaku?" Keith menawarkan sambil merendah, padahal sepeda cruiser miliknya termasuk model baru.

"Tidak, terima kasih! Aku perlu jalan kaki supaya kakiku tetap kuat," tolakku.

"Baiklah! Aku pulang dulu, ya! Sampai bertemu besok!" pamit Keith. Aku melambaikan tangan.

Aku masuk ke dalam rumah dan mama sedang duduk di sofa sambil membaca majalah.

"Kenapa tidak iyakan saja tawaran Keith?!" tanya mama dengan tatapan menggoda.

"Ih ... Mama. Sejak kapan jadi suka menguping, sih!?" balasku sambil berjalan lalu. Mama cuma tersenyum saja.

...❀❀❀...

Aku sedang menatap kaktus-kaktus hias dalam pot kecil yang mulai berkuncup. Aku tak sabar menunggu bunganya mekar. Pasti akan cantik sekali. Keith masih sibuk dengan pekerjaannya. Aku menghampirinya bermaksud membantu. Ku lihat punggung tangan Keith yang kemarin ku perban sudah terlepas dan lukanya masih merah.

"Keith, kenapa kamu lepaskan perban di tanganmu itu? Lihat lukanya kan belum sembuh!" Aku memarahinya.

"Perban itu sangat menggangu. Bahkan untuk mencuci tangan saja tidak bisa." Keith menjelaskan.

"Tapi tetap harus diobati! Kamu pasti tidak memberikan obat, kan?!" tebakku. Keith menggeleng.

Aku beranjak pergi mengambil kotak P3K. Kemudian meraih tangannya dengan paksa lalu ku oleskan obat. Keith masih meringis. Namun kali ini tidak ku balut perban, hanya ditempel plester luka. Aku memberikan beberapa buah plester baru untuk Keith sambil berpesan padanya.

"Ambil ini! Setiap kali plester itu basah terkena air, kamu harus menggantinya dengan plester yang baru."

"Kenapa kamu jadi perhatian padaku?" Tiba-tiba Keith bertanya begitu. Aku pun jadi bingung.

"Hah? Eh ... Bukankah biasanya seperti itu? Ah, sudahlah! Jangan berkata yang aneh-aneh!" sanggahku sambil pergi. Keith nampak tersenyum senang dibalik punggungku.

Begitulah hari-hari berlalu. Keith tetap perhatian seperti biasanya. Meskipun sudah ada Ronan di toko, ia tetap tidak segan menunjukkan perhatiannya. Jika dulu aku bersikap tak peduli, sekarang aku lebih berani membalas perhatiannya. Dia juga lebih sering menemaniku pulang dan jalan-jalan di teluk.

Kembali pada Ronan. Pegawai baru itu termasuk orang yang cukup cepat belajar. Hanya seminggu Keith mengajarinya, dia sudah bisa menguasai beberapa teknik merangkai bungai. Keith pun sangat terbantu dengan adanya Ronan. Toko bunga tetap ramai didatangi pelanggan. Pesanan juga terus berdatangan.

Namun ada satu hal, sejak sebulan terakhir ini Ariana tidak pernah datang lagi. Begitu ada kesempatan aku bertanya pada Keith.

"Tumben sekali, sudah sebulan lebih Ariana tidak datang. Apa kamu pernah mengatakan sesuatu hal yang menyinggung perasaan gadis itu?"

Jawab Keith, "Aku rasa tidak pernah mengatakan kalimat yang kasar. Terakhir kalinya dia hanya bertanya apa ada orang yang kusuka. Itu saja!"

"Lalu, kamu bilang apa?" tanyaku.

"Ada. Dia bertanya apa dia boleh tahu siapa? Aku bilang tidak!" jawab Keith enteng.

Aku menepuk dahiku sendiri sambil geleng kepala. "Keith, sudah ku bilang kan dia itu menyukaimu! Mungkin itu alasannya dia tidak datang kemari lagi. Karena dia tidak mau mengganggumu lagi!" Aku menyimpulkan.

"Jangan bercanda. Aku kan sudah bilang aku hanya menganggapnya seperti adikku saja. Dia juga setuju aku jadi kakak angkatnya." Keith membela diri.

"Ya ampun ... Dasar bodoh! Apa kamu pikir dia akan berteriak langsung di depanmu kalau dia menyukaimu?" gerutuku.

"Edeline, aku tidak suka memberi harapan pada orang yang memang tidak aku suka. Lebih baik berterus terang dari pada menggantungkan harapan yang tak jelas padanya," tutur Keith terus terang.

"Edeline, sekarang aku ingin bertanya. Apa boleh?" tanya Keith.

"Apa?" jawabku.

"Apa ada orang yang kamu ... sukai?" tanya Keith.

Aku mengerutkan dahi melihat Keith yang menatapku dengan penuh arti.

"Kamu kan tahu waktuku habis di sini. Waktu pulang kerja pun aku masih di monopoli olehmu. Hari minggu aku hanya diam menemani mama di rumah. Kamu pikir apa aku ada waktu untuk memikirkan siapa orang yang mungkin aku sukai?" Aku bertanya pendapatnya.

Keith mengangkat bahunya.

"Aku tidak bisa melihat isi hati orang, Edeline. Aku tak bisa menebak. Aku yakin ada seseorang di pikiranmu, meski mungkin hanya terlintas begitu saja. Aku hanya ingin tahu apakah seseorang itu berada dekat atau jauh dari pandangan matamu?" jawab Keith.

"Kamu membuat pertanyaan bodoh! Bukankah kamu tidak ingin orang lain menaruh harapan padamu?! Kalau begitu aku pun demikian. Aku juga tidak bisa menebak sama sepertimu. Jika yang aku cari ternyata ada di depan mataku, aku juga tidak akan pernah tahu jika orang itu tidak menunjukkannya dengan jelas padaku," terangku.

Keith nampak tak puas dengan jawabanku. Namun ia nampak berpikir keras. Ia benar-benar tidak ingin menyerah.

^^^bersambung...^^^

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩ
hilangkan kenangan masa lalu dengan berlahan .. percayalah semua pasti akan indah pada waktunya
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩ
kenangan memang tak bisa menghilang begitu saja .. tapi tetap kita harus membuka lembaran baru dan menjadikan masa lalu sebagai pelajaran sama seperti kita merawat bunga memotong kisah yang tak terpakai agar tumbuh kisah yang baru dan lebih indah
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩ
kenapa harus terperangkap dengan masa lalu .. sesakit apapun seindah apapun dulu jadikan semua itu pelajaran berharga karena hidup terus berjalan ke depan bukan ke belakang.
New Spirit
jalanin aja sapelan nya aja jgn asalan
karna buka kisah baru itu perlu tenaga jga hirup udara yg pas😌 utk qm edeline semangat ya buat kisah baru nya lgi😌
New Spirit
duh namanya jga wanita
ga segampang itu menjalani kisah baru dan melupakan yg lama
cari kerjaan baru mngkn akan berubah kehidupan baru dan pastinya akan bertemu dgn org yg baru
semangat
New Spirit
sepi seperti hatiku hari ini tanpa sapaan dr kekasih pujaan hati
masih nyangkut masa lalu jgn mulai buka halaman baru
bisa aja qm yg selanjutnya menyakiti perasaan nya 🙄 pahamkan itu jgn asal hdup aja🙄
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆
gak pernah tahu bunga Edelweis kayak apa 🙃🙃🙃
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆
perhatian dan pengertian banget ya wkwk 🤭🤭
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆
bunga Edelweis Sama Edeline hampir sama namanya hehe pasti orangnya cantik ☺
❁🅢🅐🅛❁$aly
Keith grogi juga juga ya ditatap ama Edeline, mungkin sebenarnya Keith ada rasa ama Edeline 🤔
❁🅢🅐🅛❁$aly
pola pemikiran yg bijak mama Edeline. Sekalian ttp meneruskan usaha yg telah dirintis suaminya
❁🅢🅐🅛❁$aly
sudah sperti itulah klo lagi menjual pas sepi pembeli pasti lah sangat membosankan beda klo lg rame2 nya😊
percaya lah kadang ak di pikirin juga ttp muncul di mimpi🤣
entah esok bangun apa engga🤣🙊
ah elahh orang lagi buru2 juga👩‍🦯👩‍🦯🤣
kea ada hal yang gak bisa di jelaskan deh sama mama, intinya mama gak mau toko bunga itu tutup😌
mimpiin siapa cuhhh😌😌😌
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
basa basi
maybe
wehh karna apa ya mama mempertahankan 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!