Ini Lanjutan lanjutan cerita " Liontin" . Kisah ini adalah dari Putri Leana Anderson. Siapa Leana Anderson ?. kisahnya ada di Cerita Liontin.
Awal mulanya Putri dari Leana yg bernama Safira Anggraeni Anderson, atau sering hanya disebut Safira Anggraeni itu berlibur setelah menyelesaikan studinya. ia mendatangi pengasuhnya dahulu yg sudah mengundurkan diri. Mbak Watik lah yg merawat selama ini, selain kakak sepupunya Daniella serta keluarga engkong Pi'i. Ketika menginap di kos kosan milik mbak Watik di Jogja ia terjebak dengan seorang pemuda yg tak lain adalah Angga Wicaksono. Seorang pemuda dari kota Jakarta sama dengan Safira. Dengan kemampuan meretas dan mencari detail tentang suaminya ini, Safira menunggu kejujuran dari Angga nantinya. Dan menyerahkan semua jalan takdir kepada sang pencipta.
Sementara Angga sendiri sedang dilema dengan dirinya sendiri karena ia dipaksa untuk melanjutkan perusahaan papanya atau melanjutkan cita citanya sebagai Dokter.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si ciprut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Interview
Saat ini Safira baru kembali dari mansion ibunya. Selama ini tempat itu ditinggal dan tidak ditempati. Sesekali jika saudara saudara Ella dan Safira datang dari luar negeri. Maka tempat itu akan menjadi titik kumpul keluarga. Safira hari ini mendapatkan kabar jika dirinya dan Mita dipanggul untuk tes wawancara di perusahaan Wicaksana. Fira nampak tersenyum mendapat email balasan itu. "misi dimulai.." batin Safira. Ia pun kemudian memberi kabar Mita. Keduanya pun sepakat bertemu, sebelum esok hari untuk tes wawancara. Tes wawancara nanti sebagai pertanda diterima atau tidaknya dirinya serta penempatannya nanti di perusahaan itu.
******
Pagi harinya Shelomita sudah bertandang di kediaman Ella. Mita memang sering di tempat ini. Karena dari kecil sengaja untuk menemani Safira. Semenjak usia Safira 5 tahun, Mita jarang ke tempat ini. Palingan seminggu sekali ke tempat Safira. Sebab Safira sudah mempunyai teman yaitu Devan dan Davin, keponakannya. Namun begitu, mereka tetap akrab dan selalu berkumpul bersama.
" Weis, sudah seperti orang kantoran lo...." Davin yg baru akan berangkat sekolah bersama Devan menyapa Mita.
" Ye, emang mau kerja kantoran. Kenapa cantik ya...?" Mita pun menjawab celetukan Devan.
" Hoek..." Devan dan Davin bersamaan meledek Mita.
" Hais, awas ya..." teriak Mita melihat Devan dan Davin sudah keburu kabur dari depannya.
Sementara Mita segera masuk ke kediaman Ella tanpa mengeruk pintu. Ia sudah terbiasa seperti itu. Terlihat di meja makan masih ada Ella dan Gerald beserta Safira dan Devia.
" Sarapan dulu Mit..!" kata Safira.
" Iyalah, kangen masakan tante Ella..." jawab Mita yg kemudian duduk di bangku sebelah Safira. Ella tersenyum melihat Mita tampak menyukai masakannya.
" Kakak mau kemana, cantik banget...?" celetuk Devia yg melihat Mita terlihat rapi.
" Cari kerja !, mau ikut..?" jawab Safira.
" Ogah, Via kan sekolah..." jawab Devia.
" Sarapan dulu baru ngobrol..." kata Ella yg menengahi pembicaraan keduanya. Mita pun mengangguk sambil mengambil nasi dan lauk pauknya. Tak lupa juga sayur kentang bercampur jamur kesukaan Davin dan Devan. Mereka terbiasa hidup sederhana. Karena Ella sudah terbiasa. Dan selalu menjaga makanan bergizi. Dan menghindari segala bentuk makanan kekinian.
Setelah sarapan Safira dan Mita pun pamit undur diri menuju perusahaan Wicaksana. Mita mengendarai mobilnya sendiri. Sementara Safira nebeng Mita. Walaupun ia ada kendaraan sendiri namun jarang ia pakai. Kehidupannya sudah terbiasa seperti Ella. Sekitar 1 jam mereka pun akhirnya sampai di perusahaan Wicaksana. Mita dan Safira bertanya terlebih dahulu tempat untuk interview. Dan keduanya diberi tahu letak ruangan HRD. Mita dan Safira menuju kesana. Dan di tempat itu sudah ada beberapa orang yg antri juga untuk interview. "banyak juga yg interview, kesempatan lolos semakin kecil.." monolog Safira kali ini. Dan kemudian Mita dan Safira duduk ikut antri disana.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Safira dan Mita mendapat giliran. Dan bergantian masuk ke ruangan HRD. Keduanya pun diterima bekerja di perusahaan itu. Safira masuk di divisi teknologi dan informasi. Sementara Mita berada di divisi keuangan. Safira mendapat teman baru ketika masuk di divisi tersebut. Rania dan Diki adalah teman baru Fira. Ketiganya juga baru di divisi tersebut. Diki berkacamata tebal. Namun ia juga ahli dalam jaringan komputer dan informasi. Begitu juga Rania, ia ahli dalam teknologi jaringan. Fira bagian umum, karena ia hampir menguasai semuanya. Fira dijadikan asisten kepala divisi di bagian tersebut. Kepala divisi Safira bernama Pak Roma.
Untuk saat ini mereka diminta untuk berkenalan terlebih dahulu. Di bagian Safira ada 5 karyawan lama disana. sehingga saat ini terdapat 8 karyawan di bagian tersebut. Dan ditambah kepala divisi disana. Namun pak Roma memiliki ruangan tersendiri. Safira bernama yg lain berada di luar ruangan pak Roma. Hampir rata rata karyawan lama sudah berkeluarga. Hanya satu yg masih lajang saat ini. Seorang wanita, berusia 24 tahun bernama Rini. Kini di ruangan itu ada 4 laki laki dan 4 perempuan.
" Perkenalkan nama saya Hendy..." kata orang lama yg menyerobot menyalami Safira dan Rania. Sementara Diki hanya diam sambil berjabat tangan. Hendy adalah salah satu karyawan lama dan sudah berkeluarga.
Mereka pun berkenalan. Esok hari mereka sudah mulai aktif bekerja. Saat ini sudah hampir waktu istirahat. Fira dan Rania di ajak oleh Sari menuju kantin perusahaan. Salah satu teman perempuan disana masih ada Rini. Yg sejak tadi diam dan terlihat agak sinis melihat Rania dan Fira.
Mbak Sari sebutan dari Fira untuk mengakrabkan diri. Dan ketiganya menuju ke kantin. Mbak Sari menawarkan berbagai makanan kepada Fira dan Rania. Namun hanya minuman yg dipesan oleh Fira.
" Nggak makan Fir...?" tanya mbak Sari.
" Ngga ah mbak, masih nunggu teman di divisi keuangan..." jawab Fira.
" Kamu mau makan apa Ran, biar mbak pesenin..." tanya mbak Sari kepada Rania.
" Minum saja mbak..." jawab Rania. Dan mbak Sari mengangguk. Kemudian memesan pesanan Safira dan Rania.
Tak berselang lama Mita pun datang ke kantin menemui Fira. Mita duduk dekat Fira. Rania yg tahu jika Mita teman dari Fira pun memperkenalkan diri. Tadi Fira sempat memberitahu. Jika temannya juga ikut interview hari ini. Namun berbeda divisi.
Mbak Sari yg datang pun tampak mengerutkan keningnya karena ada satu lagi anak baru di mejanya. Fira pun memperkenalkan Mita kepada mbak Sari. Mbak Sari menawarkan minuman dan makanan. Namun ditolak oleh Mita.
Keempatnya pun ngobrol dan mengakrabkan diri sambil menikmati minuman dingin yg dipesannya. Mbak Sari bercerita tentang keluarganya. Ia mempunyai dua anak, dan saat ini masih sekolah dasar. Suaminya bekerja di pelayaran. Sementara Rania adalah putri kedua dari tiga bersaudara. Ia mempunyai kakak laki laki dan adik laki laki. Ibunya sudah meninggal. Ia bersama Ayahnya yg saat ini sering sakit sakitan. Ayahnya mempunyai toko kelontong. Kakak laki lakinya orang yg tidak bertanggung jawab. Kakak Rania sering mabuk mabukan dan sering meminta uang kepada Rania dan Ayahnya itu. Sementara adiknya Rania adalah laki laki. Dan saat ini masih sekolah SMA. Fira pun bercerita jika dirinya yatim piatu. Saat ini menumpang hidupnya ke kakak sepupunya. Fira tidak menjelaskan secara detail tentang keluarganya. Sementara Mita bercerita jika dirinya juga mempunyai keluarga. Ayahnya bekerja di Anderson. Dan ibunya mempunyai toko pakaian. Mita tidak menjelaskan secara detail seperti Fira. Ia enggan diketahui teman barunya ini. Padahal jika mereka suka dengan barang branded, maka banyak wajah Mita disana. Beruntung saran dari Fira, Mita pakai. Yaitu memakai kacamata. Dan wajahnya tidak terlalu terlihat, jika dirinya Shelomita sang bintang model. Rania sempat menyamakan dirinya dengan model Shelomita, namun Mita menjawab kemungkinan mirip. Sehingga Rania tidak menelisik lebih lanjut.
Setelah waktu istirahat selesai Rania dan mbak Sari masuk kembali ke kantor. Sementara Fira dan Mita pulang ke rumah. Esok hari mereka akan memulai bekerja di kantor Wicaksana. Fira ingin mencari kontrakan yg dekat dari tempat kerja. keduanya pun berkeliling mencarinya. Hingga mereka sampai di sebuah gang yg ditunjukkan oleh penjual bakso. Fira menuju kontrakan yg dicarinya. Mobil milik Mita ditinggalkan di sebuah mini market. Karena tidak bisa masuk ke dalam gang yg menuju kontrakan.
good job 👍👍👍👍❤❤❤❤❤
good thor👍👍👍👍❤❤❤❤