Setiap tahun selalu saja para pembantu yang masih perawan akan meninggal dunia, namun mereka tidak ada yang sadar dengan hal itu
Hingga akhir nya Dila datang ke rumah itu untuk mencari tahu tentang keberadaan sang adik yang hilang entah ke mana, dan tempat terakhir dia kerja adalah rumah keluarga Susanto.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 01. mencari pesugihan
Suatu hari seorang pria berjalan sendirian memasuki hutan untuk mencari sebuah tempat yang menurut kabar itu adalah tempat yang begitu sakral, di tangan dia saat ini telah terbawa seekor ayam berwarna hitam karena akan dia jadikan sebagai persembahan untuk menunggu Goa itu, namun sejak tadi dia berjalan masih belum menemukan bentuk Goa yang telah diceritakan oleh banyak orang tersebut.
Ada rasa takut bila ternyata nanti tidak dia temukan Goa itu sehingga Susanto berjalan dengan perasaan yang mulai gamang, sia-sia saja dia dari kota melakukan perjalanan ke desa ini hanya karena ingin mencari keberadaan gua yang menurut kabar bisa mengabulkan permintaan manusia.
Mana hari juga sudah mau mulai malam seperti ini sehingga membuat Susanto agak kesulitan untuk melihat keadaan sekitar hutan, tadi dia sempat tersesat sehingga tidak bisa langsung menemukan hutan ini dan perjalanan memakan waktu yang begitu lama sekali, Itu lah kenapa dia sampai hutan ini sudah cukup malam seperti sekarang.
''Kata nya kan hutan ini, tapi dari tadi aku sama sekali tidak melihat keberadaan Goa.'' Susanto kebingungan namun dia tetap terus berjalan.
''Aku tidak mungkin pulang begitu saja tanpa membawa hasil, sudah seharian aku berkelana ke sana kemari hanya karena ingin mencari Goa ini.'' Susanto tetap saja tidak putus asa.
Meski harus menggunakan senter dari ponsel namun tetap saja dia berjalan memasuki hutan kian dalam, suara hewan malam juga mulai terdengar sehingga membuat Susanto merasa merinding, anda saja tekad dia tidak kuat maka pasti saat ini sudah menyerah dan memutuskan untuk pulang ke rumah dengan tangan kosong tanpa ada hasil.
''Astaga, Duri juga sangat banyak sekali dari tadi menggores tubuh.'' keluh Susanto.
''Wahai penghuni hutan yang ada di dalam Goa, tolong restui aku untuk bertemu dengan dirimu saat ini juga!'' Susanto berteriak keras.
Kwaaaak, Kwaaaak.
''Heh malah burung gagak yang menjawab.'' Susanto kaget namun dia tetap berusaha untuk menenangkan diri.
Tampak burung itu bertengger tak jauh dari tempat Susanto berdiri sehingga pria ini merasa merinding dan berlari meninggalkan kawasan itu, tidak dia sangka bahwa perjalanan untuk menemukan Goa yang telah dibicarakan banyak orang itu sanggup membuat bulu Kuduk merinding dan dia juga merasa sangat ketakutan untuk melangkah kembali.
Ada rasa ingin menyerah saja karena memang kemungkinan Goa itu sangat sakral sehingga tidak sembarangan orang bisa melihat dan bertemu dengan penghuni, namun Susanto kembali teringat bahwa hutang dia di perusahaan mencapai sekitar empat miliyar rupiah, bila dia tidak segera memberikan uang itu maka yang ada seluruh keluarga akan celaka dan dirinya juga akan masuk dalam penjara.
''Aku harus bagaimana untuk menghadapi situasi ini sekarang?'' Susanto terduduk sendirian.
Kwaaaak.
Kwaaaak.
''Aih kenapa kau terus mengikuti aku seperti itu?!'' teriak Susanto karena dia memang takut dengan burung gagak.
''Tapi Apa mungkin dia adalah petunjuk agar aku segera menemukan Goa itu?'' Susanto baru sadar dan menatap burung gagak hitam.
Tak lama burung gagak itu terbang menuju arah selatan sehingga Susanto berlari untuk mengejar burung tersebut, Sebab Dia merasa yakin bahwa mungkin saja burung gagak itu ingin memberikan dia petunjuk di mana Goa sakral itu berada dan kemungkinan burung itu adalah salah satu anak buah iblis Goa.
"Jadi ini goa itu!" Susanto tergun karena dia memang telah tiba di depan Goa.
''Apa yang kau bawa itu wahai anak manusia?'' suara serak terdengar dari dalam Goa itu sehingga membuat Susanto merasa kaget.
''Salam hormat saja, Mbah! saya datang membawa sesajen karena ingin meminta bantuan.'' Susanto langsung berlutut di depan pintu Goa itu.
Wuusssh.
wuusssh.
Dapat dia rasakan sendiri ketika angin yang entah datang dari mana berhembus dari arah belakang sehingga membuat Susanto sangat kedinginan sekali, di dalam Goa itu juga hitam pekat sehingga dia tidak bisa melihat bagaimana wujud iblis yang sedang berbicara dengan dirinya saat ini, bisa dibilang juga bahwa Susanto sama sekali tidak tahu bahwa yang sedang berbicara dengan dia saat ini entah manusia atau setan.
''Kau ingin mendapatkan apa memangnya untuk kepuasan duniawi ini?'' tanya suara dari dalam sana.
''Aku hanya ingin kaya raya karena saat ini hidupku terlilit oleh hutang.'' jujur Susanto.
''Kalau hanya soal uang maka aku tidak keberatan untuk memberikan dirimu, asal kau sanggup melakukan apa yang aku katakan maka semua bisa berjalan dengan mudah!'' ujar iblis itu.
''Apa yang harus saya lakukan agar bisa mendapatkan harta kekayaan berlimpah, Mbah?'' tanya Susanto kembali dengan nada penuh semangat.
''Dalam satu tahun kau harus memberikan tumbal tujuh perawan kepada diriku, bila kau lalai memberikan tumbal itu maka Anak dan istrimu yang akan menjadi santapan diriku!'' ujar iblis itu.
''Baik, Saya pasti akan melakukan apa yang sampean pinta!'' Susanto sama sekali tidak keberatan karena dia memang sudah gelap mata atas kesusahan ini.
Sebab dia memang sudah mati langkah dan tidak tahu harus mencari uang sebanyak itu ke mana lagi, beruntung masih ada kabar seperti itu sehingga Susanto nekat untuk mendatangi lokasi dan menemukan iblis yang bisa memberikan dia banyak kekayaan seperti ini, bila uang sudah ada di tangan maka permasalahan bisa segera selesai dan akan cepat tuntas.
Pluuuk.
Dari dalam Goa itu malah terlempar sebuah gulungan kertas berwarna hitam seperti kulit kayu, Susanto segera mengambil dan dia membaca mantra yang telah diberikan oleh iblis itu ketika nanti akan mencari tumbal para perawan, bila dia tidak segera mencari tumbal maka kekayaan itu tak akan kunjung datang.
''Segera cari para tumbal itu agar kau bisa segera mendapatkan uang!'' perintah iblis dari dalam Goa.
''Saya hanya perlu membunuh mereka saja kan?'' tanya Susanto karena dia takut nanti terjadi kesalahan pula.
Iblis yang ada di dalam Goa itu segera menjelaskan secara detail apa yang harus Susanto lakukan kepada para tumbal Ketika nanti dia sudah bergerak, tidak mungkin bila iblis hanya menginginkan kematian simpel saja karena mereka jelas memiliki hati yang begitu kejam dan tidak akan pernah memberikan sedikit saja rasa Iba.
''Sa.. saya harus melakukan hal seperti itu?!'' Susanto gemetar karena dia sama sekali tidak menyangka.
''Hahaaaaaaaaa, bila kau tidak memiliki nyali makasi silahkan mundur dari sini.'' iblis itu mengusir Susanto.
Namun tentu saja Susanto menolak untuk disuruh pergi karena dia harus berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi syarat yang telah diberikan oleh iblis itu, hutang yang begitu banyak jauh lebih menakutkan Sehingga Susanto memilih untuk tetap nekat dan bergerak mencari para tumbal yang akan dia dapatkan nanti.
selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook karena ini adalah karya baru Jadi kalian harus memberikan banyak like.