Aku awalnya tidak tau jika dia adalah mantan kakak IPARKU, aku pikir dia hanya mirip dengan mantan suamiku, dan ternyata prediksi ku benar, dia kakak kandungnya lebih tepatnya kakak kembarnya. Alea Rosa
Setelah sekian lama aku menunggu dan mencari-carinya, ternyata ia adalah mantan adik ipar ku sendiri, kali ini aku tidak akan melepaskannya lagi. Sudah cukup aku menahan gejolak perasaan ini,akan aku ikat dia dengan pesonaku sendiri dan akan ku nikahi dia setelah dia move on dari mantannya yang tak lain adik kembarku sendiri. Alka Putra Aqlan Gundono.
nb. Di baca dari awal dulu sebelum memutuskan berhenti membaca, sebab ini cerita awal mula Alea kenal dengan Alga sebelum kenal dengan Alka kakaknya.
Bab 1-20an part Alea Alga lalu selanjutnya pertemuan kembali Alea dan Alka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Almira nur habibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Alea sebenarnya tidak tidur, ia hanya berpura-pura tidur agar tau Alga seperti apa sebenarnya saat ia dalam posisi tidur begini. Di tambah lagi dengan kejadian-kejadian yang membuatnya setiap hari shock jantung dadakan.
Perjalanan kali ini terasa sangat panjang sekali, bahkan Alea yang tadinya hanya berpura-pura tidur kini justru ia tidur sungguhan dan sampai-sampai alga menggendongnya masuk ke rumah saja ia sama sekali tidak merasakannya, mungkin sangking lelah dan capeknya jiwa raga dan pikirannya.
'Perempuan sebaik kamu memang tidak pantas untukku yang jahat seperti ini Alea, aku harap saat kita berpisah nanti kamu tidak sakit hati Alea dan aku berharap sekali kamu tidak ada perasaan apa-apa terhadapku, ini mungkin yang pertama dan terakhir aku perhatian seperti ini padamu Alea.' Entah angin dari mana, lagi-lagi Alga melakukan hal-hal yang mengejutkan.
Untung saja Alea tidak sadar, jika ia terbangun entah ia harus berbicara dan bersikap bagaimana. Agar tidak terjadi kesalahpahaman yang menjadi-jadi, Alga segera membuka pintu kamar dan meletakkan tubuh Alea di atas tempat tidur nya.
Kini ia mengecup singkat dahi Alea.
Cup.
"Selamat malam, semoga tidurmu nyenyak malam ini dan mimpi yang indah ya." Alga beranjak pergi, ia menutup pintu perlahan-lahan.
"I'm sorry Alea," lanjutnya lagi.
Ceklek.
Suara pintu di tutup, Alga tidur di ruang kerjanya.
Pagi pun menyapanya.
Alea melonggarkan otot-otot tubuhnya yang kaku.
"Jam berapa sih?" Mencari ponselnya.
Tas yang tadi malam menggelantung di bahunya kini terletak di atas meja bahkan ada surat kecil di sana.
"Astaghfirullah, telat nih." Langsung terjingkat dan masuk ke dalam kamar mandi.
Alea selalu rajin termasuk meletakkan pakaiannya tepat di samping kamar mandi, ia memang sengaja meletakkan lemari di situ, sebab sewaktu-waktu ia terlambat dan terburu-buru tidak akan merepotkan pihak lain untuk mengambilkan sesuatu yang masih bisa di lakukan sendiri.
"Ah ... segarnya, sebaiknya aku berkemas-kemas dulu." Mengambil tas miliknya yang tidak besar, ia berdecak pinggang seharusnya kemarin ia juga beli koper untuk barang-barang miliknya yang tidak seberapa tersebut.
Dari pada hanya mengandalkan tas kecilnya ini, menyesalpun tidak ada artinya jika sudah dalam keadaan mendesak begini.
Alga sedari tadi gelisah bahkan tak jarang ia mengusap rambutnya dengan kasar, panggilan telpon dari Yasmin terus saja berdering.
"Sudahlah, lebih baik aku angkat dulu telponnya." Alga mengangkatnya dan mulai bicara lemah lembut dengan penuh cinta.
📞 "Eh Yasmin, ada apa?" Tanyanya berbunga-bunga namun hampa.
Alea yang baru saja membuka pintu kamar yang ia tempati mematung saat mendengar percakapan mereka yang cukup keras sebab Alga membesarkan pengeras suara di ponselnya. Hatinya sedih namun juga bahagia.
'Syukurlah jika pak bos bahagia, setidaknya pernikahan keduanya nanti tidak suram seperti pernikahannya bersamaku.' Berjalan santai menuju ke luar.
Alga yang asik ngobrol tidak sadar jika Alea telah pergi dengan tas yang lumayan besar, taxi yang ia pesan sudah sampai. Tatapan mata Alea tak lepas dari bangunan megah yang selama 3 bulan ini menjadi tempatnya berteduh.
"Ternyata waktu sesingkat ini ya, aku seolah-olah tidak percaya jika hari ini sudah datang. Dimana perjanjian pernikahan itu telah berakhir," bergumam sendiri.
Sopir yang mengemudikan mobil tersebut hanya menatap penumpangnya sekilas, memastikan jika penumpangnya tidak menangis.
"Mbak, ini langsung ke tempat tujuan atau kemana dulu ya mbk?" Bertanya secara hati-hati.
"Keliling-keliling saja dulu pak, nanti ongkosnya dobel gak apa-apa pak!" Menatap di luar kaca mobil.
Alea termenung dalam lamunannya.
'Andai ... aku tidak terburu-buru jatuh cinta, mungkin tidak akan sesakit ini. Apalagi saat pak bos bilang ia sedang ta'aruf dengan Yasmin, sungguh hatiku hancur sehancur hancurnya. Mungkin aku akan mendapatkan laki-laki terbaik selanjutnya, dulu saat bersama Ino aku pikir ia laki-laki terbaik, nyatanya ia tidak sebaik perkiraan ku. Lalu ... aku bertemu pak bos dan ternyata ia lebih parah dari Ino, meski aku tak tau apakah pak bos sama seperti Ino yang melakukan hubungan terlarang sebelum pernikahan.' Dadanya terasa sesak jika mengingat-ingat 2 laki-laki yang berbeda itu.
Waktu yang di gunakan Alea cukup lama bahkan ia enggan untuk beranjak dari tepi danau, sedangkan sopir yang mengemudikan taxi yang di pesan Alea berada di luar mobil dan menunggu Alea kembali, sebab sopir tersebut tau penumpangnya patah hati.
Dret Dret Dret.
Alea mengambil ponselnya yang berdering, ia melihat siapa yang sedang menghubunginya. Ternyata Alga yang menghubunginya, tapi Alea justru menolak panggilan tersebut, bahkan sebelum kemari tadi Alea juga mematikan jaringan lokasi, sebab jika ia menyalakannya pasti Alga dengan mudah menemukannya.
"Please ... angkat dong." Gelisah dan mondar-mandir di depan rumah Alea.
Ternyata panggilan yang barusan ia lakukan tidak ada jawaban darinya, dan membuat Alga semakin gelisah.
"Gimana aku mau melanjutkan hidup dengan Yasmin, jika kamu saja yang masih tanggung jawabku menghilang begini."
Alga yang tadinya hawatir dan hendak menemui Alea di rumahnya, namun sesampainya di sana ternyata tidak ada siapa-siapa di rumah itu, kosong tak berpenghuni. Beberapa orang yang berlalu-lalang di jalan depan rumah Alea menatap Alga, bahkan sesekali mereka ada yang menyapa juga.
"Alea kemana sih, tadi aku kecolongan saat Alea keluar rumah dan aku tidak tau. Setelah aku datang ke rumahnya namun hasilnya sama, aku tidak dapat menemukannya?" Gelisah dan hawatir dengan keselamatan Alea.
Alga takut Alea berbuat nekat dan tidak-tidak pada dirinya sendiri.
"Semoga saja Alea tidak ceroboh, apa jangan-jangan Alea mau melakukan hal di luar nalar, sebab aku kemarin mengecupnya?" Ia menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
Mobil yang di kendarai Alga melesak ke jalan raya, ia menatap kesana kemari untuk mencari-cari sosok yang sedang ia khawatirkan sekarang.
BERSAMBUNG.
cerita nya ,ok bangat