Vanya Mentari, gadis yang memulai peruntungan bekerja di ibu kota menjadi kupu-kupu malam, terpaksa harus terlibat pernikahan kontrak dengan pria yang terkenal sangat dingin.
Pernikahan yang membawa penderitaan pada Vanya di setiap harinya. Bukan hanya luka fisik, melainkan luka batin. Tiap hari, perkataan yang terlontar dari mulut pria yang menikahinya begitu sangat pedis, dan tanjam hingga mampu menusuk rongga jantung dan membuat luka yang teramat mendalam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KKM 15
Kini tubuh Vanya sudah berada di dalam dekapan Bian. Vanya, menatap dada bidang Bian sambil menelan saliva. Sungguh tubuh yang sempurna. Dan, tanpa meminta izin lebih dulu, Bian langsung menundukkan kepalanya dan melu*mat bibir Vanya dengan sangat rakus.
"Tidak!" Batin Vanya sambil berusaha melepas tautan bibir. Namun usahanya sia-sia. Karena pikiran dan tubuhnya kini bertolak belakang. Entah aliran apa yang saat ini Vanya rasakan, tubuhnya seketika kaku dan menikmati sentuhan yang Bian berikan padanya.
Ci*uman bi*bir mereka terhenti kala Vanya sudah merasa sesak karena kehabisan oksigen. Mata Vanya, dan mata Bian saling pandang. Dan tak butuh waktu lama, kini Bian membawa tubuh Vanya ke atas tempat tidur.
Entah bagimana cara Bian merobek baju Vanya, karena kini tubuh Vanya sudah seperti Bian, polos tanpa sehelai benang pun. Vanya benar-benar menikmati permainan yang Bian berikan padanya, hingga saat milik Bian ingin memasukki miliknya, Vanya merasa sakit, namun sakit itu beruba seiring Bian memaju mundurkan miliknya di dalam sana.
Surga dunia. Mungkin kata yang tepat bagi mereka berdua saat ini. Saling memberi kenikmatan yang hangat.
Suara erangan baik dari Vanya ataupun Bian kini memenuhi ruangan.
"Good girl. Ahh." Kata Bian sambil terus memaju mundurkan miliknya. Hingga beberapa saat kemudian, sesuatu cairan yang berada di dalam milil Bian minta untuk segerah di keluarkan. Tubuh Bian semakin memompa dengan cepat, Vanya yang berada di bawah tubuh Bian pun menikmati hentakan demi hentakan yang di berikan oleh Bian.
"I love you Ney." Ucap Bian lalu mengecup pucuk kepala Vanya, dan amruk di samping tubuh Vanya setelah cairan miliknya berhasil menyembur ke dalam gua milik Vanya.
Vanya yang memang masih antara sadar dan tidak, langsung menatap wajah Bian yang sudah tertidur dengan sangat lelap.
"Betapa beruntungnya Ney yang sampai saat ini namanya masih tetap kau sebut." Ucap Vanya.
••••••
Jam lima subuh. Vanya langsung bergegas membersihkan dirinya, dan menghubungi sang ibu mertua. Rossa yang mendapat telpon pun langsung memerintahkan Zam agar segera membuka kunci kamar hotel.
Vanya keluar dengan terburu-buru, tanpa satu kata pun dan juga tanpa melihat wajah Zam.
Zam yang baru saja membuka pintu langsung membulatkan mata saat melihat keadaan kamar yang sangat kacau balau.
"Semoga saja ada Bian dan Vanya junior." Ucap Zam, lalu Zam membersihkan semuanya seperti kesepakatan yang terjadi antara dirinya dan Vanya dan tentunya dengan Rossa.
Lagi, mata Zam membulat sempurna lala melihat tuannya atau sahabatnya yang kini terbaring di bawa tempat tidur dengan keadaan tubuh yang polos, untung saja Vanya sempat memberikan selimut pada tubuh Bian. Dan mata Zam langsung menatap pada seprei yang terdapat darah.
"Perawan? Apa mungkin Vanya masih perawan?" Tanya Zam pada dirinya sendiri.
Setelah semua beres, kini Zam pun keluar dari kamar hotel, meninggalkan Bian seorang diri.
Pagi hari. Tepatnya jam sembilan. Perlahan mata Bian terbuka, kepala Bian terasa pusing, Bian menatap kamar yang berbeda dengan kamar miliknya di aparteman.
"Hotel?" Gumam Bian dan langsung duduk sambil membuka selimut yang ia kenakan. "Apa yang terjadi?" tanya Bian saat melihat tubuhnya yang polos. Bian lalu memijat keningnya dan mencoba mengingat apa yang terjadi pada dirinya, hingga dirinya bisa menginap di hotel.
saking banyaknya dosis obat lerangsang sampe lupa gawang yg udah loss doll atau masih tersegel rapi😅
Apa Bian jg gak liat bekas darah d sprei🤔
mereka sekarang saling mencintai lho Tor ....
beruntung sekali nasibmu Zam...
bertaubat lah ZAM...😂
apa sudah menyadari klo dia satu²nya pria yang tidur sama Vanya...??
lihat aja...