NovelToon NovelToon
Pengantin 18 Tahun

Pengantin 18 Tahun

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Obsesi / Beda Usia / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:262.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: unchihah sanskeh

Damian yang mulai menutup diri setelah memilih pergi dari rumah. tiba-tiba mengetahui bahwa ayahnya telah “membeli” seorang pengantin untuk merawatnya. Gadis pengantin tersebut bernama Elia yang merupakan siswinya di sekolah. Elia muncul di depan pintunya, dan menyatakan bahwa Dia dikirim oleh ayah Damian untuk menjadi pengantinnya.

Elia terpaksa menerima takdirnya sebagai istri yang tak di inginkan oleh Damian, demi membantu orang tuanya yang memiliki hutang dengan keluarga Toma.

"Namaku adalah Elia. aku disini untuk menjadi pengantinmu." ~Elia

"Aku adalah Gurumu." ~Damian

Menjadi seorang pengantin 18 tahun untuk gurunya sendiri, apakah Elia mampu mencairkan jiwa gunung es suaminya?

ig : unchiha.sanskeh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon unchihah sanskeh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karena Aku Mencintai Istriku

Saat kondisi sekolah mulai terasa aman, aku dan Elia turun ke bawah menuju parkiran. berulang kali dia menatap langit di depan pintu masuk sekolah, siang ini langit kembali mengamuk dan menjatuhkan ribuan kubik air lebih deras dari tadi pagi, di balik latarnya yang gelap beberapa kali pula langit bergemuruh memunculkan kilat-kilat kecil. Ku pandangi Elia, dia tampak cemas namun sudah siap mengambil acang-ancang untuk menerobos serangan ribuan pasukan air kiriman langit.

“Pak Damian, ayo cepat!”

Dia memekik sambil berlari meninggalkan aku tanpa aba-aba. Lantas ku ikuti saja langkah kakinya, tas ku naikkan ke atas menutupi kepalaku. Walau sekolah ini berada di kota kecil dekat gunung, namun arsitektur dan luas bangunannya tak kalah dengan yang di kota, dapat ku rasai air sudah menyentuh kulit tubuhku, airnya meressap dan kami masih beelum sampai ke parkiran.. segera ku percepat langkah kaki ku, karena Elia sudah semakin jauh.

“Menyenangkan sekali ya pak, berlari di tengah hujan? Jadi teringat masa kecil.”

Saat dia berbalik, menyambut kedatanganku di bawah atap parkiran. Ku saksikan keindahan dan kecantikannya yang alamiah. Senyumnya yang sumringah menari-nari di atas wajahnya yang masih berair, rambutnya yang tipis jadi semakin lepek berkumpul menempel di wajah dan lehernya, tetapi itu tidak menutupi aura dewi nya, malah membuat kecantikannya semakin terpancar. Pipinya kembali merona seperti buah persik yang baru panen, tatapan matanya tegas di bawah kelopak dan bulu mata yang lentik. Berulang kali aku terpesona akan keanggunanya sebagai siswi, hanya dia yang ku kagumi, satu di antara jutaan wanita yang ada di dunia.

Tetapi, rupanya ada yang lebih indah lagi saat sedikit ku turunkan pandangan mataku. Hujan begitu deras membuat seragam putihnya jadi transparan, di situlah pula ku saksikan kembali keindahan istriku berjuta kali lipat. Ku teguk saliva kasar, ketika tubuh bagian atasnya dapat menembus pandangan mataku secara liar. Sisi sensualku sedikit bangkit, ingin sekali ku nikmati momen ini sedikit lebih lama, namun sayang nya sepertinya dia mulai menyadari ke-terpesona-an diri yang ku alami ketika menatapnya.

“A-ah Ma-maaf..” katanya kaku, sambil menyilangkan tangan menutupi dadanya.

“Ma-maaf, aku tidak menatap ke situ, jangan berpikir macam-macam.”

Sialnya, jujur aku sedikit kecewa. Tetapi, lebih baik begitu, dia melindungi tubuhnya sehingga menghalau nafsu liar orang lain yang melihatnya, seperti aku misalnya.

Kami jadi hening sebentar, Elia masih malu malu sambil terus menutupi tubuhnya. Begitu juga aku masih sedikit salah tiingkah karena secara tidak langsung dia mungkin menyadari sisi diriku yang lain. ya bagaimana pun juga aku adalah seorang manusia, seorang pria yang wajar saja bila sempat terpesona. oh, tetapi ada pula bedanya; aku orang yang tidak punya perasaan, biasanya aku tidak tertarik walau di goda berjuta kali dengan cara apapun. Aku juga tidak biasanya mudah terpesona pada kecantikan perempuan, tetapi sepertinya sekarang ada sedikit perubahan, Elia adalah pengecualian.

Tap

Ku tanggalkan jas yang tadi ku kenakan, dan ku pasangkan pada Elia. Jadi, dia tak perlu susah payah lagi menutupinya, lagipula aku sedikit tak rela jika keindahan Elia di nikmati oleh orang lain yang mungkin melihatnya juga sekarang. Hmm.. Bicara begini, aku jadi kembali terbayang pada ingatan di depan lapangan basket, bahkan saat ia membagi senyumnya saja aku merasa marah, seperti di duakan. Jadi bagaimana dengan Elia, jika aku terpaksa dekat dengan Amanda? Aku pun tak tahu, bagaimana harus menghadapi masalah ini.

Elia menatapku heran, tetapi dari dalam pandangannya tersimpan pula rasa haru dan kagum padaku yang menaruh perhatian pada dirinya. Oh semesta, andai aku bisa berkata mungkin sudah ku teriakkan dengan keras; jangan tatap aku begitu Elia! Bukan hanya kamu yang bingung, aku juga merasakan demikian. Apa yang terjadi padaku? Sampai aku melihat kamu bersama pria lain, rasanya sangat tidak rela. Apakah ini yang di namakan cemburu?

“Pakailah, aku akan hidupkan mobil.” Kataku seraya pergi ke belakang menuju mobil.

“Tapi badanku sangat basah, nanti mobil pak Damian...”

“Lalu bagaimana denganku? Apakah sekarang aku kering? Masuk saja, lagipula aku tidak memperdulikan soal begituan, kamu lebih berharga dari pada Mobil.”

Ku injak pedal gas, sepanjang jalan bayang-bayang wajah Elia yang tertawa bersama pria lain begitu menghantui pikiranku, tidak bisa di pungkiri aku merasa terancam sekarang. Mengapa hambatan datang dalam waktu yang bersamaan? Mengapa di saat Amanda menyerang, datang pula bocah basket di samping Elia, yang niatnya pun dapat di terawang bahkan di lihat dari tatapan mata telanjang, ada sesuatu yang lebih dari sekedar kenalan biasa. Tetapi si dia, nampaknya memiliki rasa.

Apa yang harus aku lakukan? Hari pertama kesepakatan dengan Amanda saja sudah banyak mendatangkan kehebohan, bagaimana jika ini berlangsung terus menerus? Bekum lagi hari minggu nanti aku harus pergi bersama Amanda!

Jika kedekatan antara aku dan Amanda ini terendus oleh Elia, benar-benar gawat. Belum lagi saat ini ada seorang pria seumuran yang tengah mendekatinya, maka kalau ada sedikit salah paham saja, pernikahan kami dapat berakhir sudah.

Alunan musik di mobiil menemaniku mencari keputusan yang tepat. Begitu pula angin dan hujan juga pepohonan di tepi jalan. Aku terdiam, hanya terdiam, larut dalam kebingungan yang tak berujung. Bagaimana mungkin aku menerima cinta dan kehendak Amanda sedangkan aku telah beristri. Cinta itu suci, bila di paksakan dengan menekan seperti ini, sungguh ia telah ternodai. Begitu pula dalam hubungan suami istri, apapun yang terjadi, aku tak berhak berbuat dan mengambil keputusan sebelah pihak.

Sungguh aku memerlukan waktu bukan hanya untuk memahami tetapi juga meyakini kesungguhan untuk masuk ke dalam pilihan yang benar-benar tepat dan bijak.

“Pak Damian? Kenapa diam?”

Ku tatap matanya yang menyala karena tak sabar menunggu.

Aku belum menemukan jawaban, bukan karena aku ragu; aku tahu Elia tidak berpura-pura ingin mencintaiku, bukan pula karena aku masih bimbang dengan perasaanku, aku telah jujur bahwa aku hanya akan membuka hati pada Elia, dan aku tak memiliki ketertarikan apapun pada Amanda. Bukan pula karena Elia tak memiliki pesona untuk ku cintai, Elia bahkan memiliki semua yang aku butuhkan, kecantikan dan kebaikan hati. Tetapi, karena hatiku yang ingin membuka untuknya itulah, yang membuatku tak bisa menolak kesepakatan yang di tawarkan Amanda.

Lama berpikir, akhirnya ku putuskan untuk coba bicara pada Elia saat sampai di rumah nanti, tentang keinginan Amanda padaku serta ancaman yang di layangkannya untuk kami.

Elia berhak tahu, karena setidaknya bila ia melihat kami bersama, tak akan ada kesalahpahaman yang terjadi, karena ia telah mengetahui latar belakang ini semua dapat kami alami.

“Nanti, belum saatnya aku bicara.” Kataku.

1
Siti Aisyah
Biasa
Siti Aisyah
Buruk
Yenni Ajah Lah
Lumayan
yuning
Luar biasa
yuning
Amanda cantik
yuning
novel nya bagus
yuning
mampir
lili
ayahnya Damian jahat bgt
lili
au aku manisnya kalian🥰🥰🥰
lili
aku marathon bacanya
lili
Amanda bener"ya ternyata picik dia
lili
suka"ceritanya
lili
Damian kamu hebat,bener"laki"sejati berani jujur dan tegas top dah. ..
lili
nekat bener Amanda TK tau malu padahal dah ditolak....damian
lili
wah suka dech pak Damian sudah mulai membuka diri semangat Damian...
lili
suka ceritanya
lili
suka karakter Elia ....
lili
ceritanya menarik
lili
melipir kesini.....
Ranie ELsya
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!