Akhir dari sebuah hubungan tentu nya akan lebih baik jika pasangan mengakhiri nya dengan pernikahan. Tapi bagaimana dengan Bella...? Rian yang sudah melamar nya malah membatalkan pernikahan nya dan memilih perempuan lain. Oleh sebab itu Bella menjadi sakit hati ia berniat membalas semua sakit hati nya itu dengan cara mencari pacar sewaan yang bernama Dewa. Mereka berhasil membuat Rian panas hati sehingga menimbulkan konflik selama melakukan misi jadi pacar bohongan tanpa mereka sadari benih- benih cinta antara Dewa dan Bella mulai tumbuh. Bagaimana kelanjutan kisah nya mari ikuti cerita nya.
Disini👉 Kekasih bayaran
Semoga suka🤗. Don't bom like!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kristina dinata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecewa
Suatu pagi seperti biasa Bella berangkat ke kantor nya ia merasa tidak tenang selalu kepikiran dengan
Ucapan Rian kemarin. Bella mempercepat mobilnya agar segera sampai di kantornya.
Tiba-tiba ponselnya berdering yang menghubungi nya saat itu adalah Dewa.
Dewa meminta Bella untuk ketemuan hari itu. Ia pun segera mengiyakan ucapan Dewa entah apa sebabnya ia langsung mengiyakan nya padahal hati nya masih terasa sakit oleh kejadian kemarin.
"Duh ngapain aku iyakan sih ajakan Dewa aku kan ada meeting hari ini," keluh nya.
Bos Bella sudah menelepon nya untuk segera pergi meeting dengan Kelayan nya.
"Aku harus bagaimana?" Bella menjadi bingung ia berpikir sejenak. Setelah berpikir kalau kesempatan tidak akan datang dua kali ia lalu pergi menemui Dewa dan tidak jadi pergi meeting. Bella tidak peduli resiko apa yang akan di terima nya tidak mengikuti meeting ia sudah siap dengan hukuman yang akan di berikan pada nya.
"Kemana anak itu?" ucap Pak Sanjaya selaku bos Bella sekaligus Om nya alias adik dari Papa nya.
Dari tadi Pak Sanjaya sudah mondar-mandir menunggu kedatangan Bella. Karna ada rapat penting yang harus dihadirinya.
"Dasar anak bandel! sudah berapa kali di peringkat kan masih saja bandel tu anak," gerutu Pak Sanjaya seorang diri.
Ia menelpon beberapa kali tidak diangkat Bella sedangkan orang yang di telpon sedang asik dengan dunianya lupa tugas lupa tanggung jawab. Karna merasa sudah capek menelpon Bella dari tadi akhirnya Pak Sanjaya menelpon Papa Alek.
"Lek dimana anak mu itu? Sudah tau hari ini ada jadwal meeting kenapa belum sampai juga di kantor." cetus Pak Sanjaya tu the poin tanpa ucapan salam pada adiknya Alek.
"Siapa yang kamu maksud Mas," tanya Papa Alek bingung.
"Siapa lagi kalau bukan Bella Lek... memang nya kamu punya anak yang lain lagi selain Bella?"
"Bella sudah berangkat sejak tadi!" sahut Alek.
"Berangkat kemana? Ke mol...?" ucap Sanjaya geram melihat Bella tidak ada di kantor.
"Dia bilang ke kantor. mama aku tau sekarang dimana mungkin mogok atau apa. Jangan langsung emosi gitu sabar aja dulu, tunggu beberapa jam lagi." ucap Alek mencoba mengingat kan.
"Ups salah bicara beberapa menit maksud ku tadi..." batin Papa Alek.
"Apa? Aku harus menunggu dia beberapa jam? bisa bangkrut perusahaan ini kalau ngandalin Bella. Jika Bella begini terus mau tidak mau kamu harus bekerja manggantikannya," ancam Pak Sanjaya.
Ia langsung menutup ponsel dengan kasar nya.
"Hah, mengancam ku pula dia dasar Abang gak punya akhlak adik sendiri di gertak. Marahin aja tu Bella kok aku yang kena nya. Yang salah dia yang di gertak siapa! bikin kesal aja... untuk apa juga aku bekerja aku kan sedang menikmati masa pensiun ku." ucap nya santai.
Bella melihat di ponsel nya ada 10x panggilan tak terjawab.
"Ini parah banget, Om Sanjaya pasti memarahi ku. lebih baik aku matikan ponsel saja. Dewa kemana lagi, dari tadi janji nya jam segini tapi kemana dia gak nongol." keluh Bella sudah tidak sabar.
Bella sudah sampai di sebuah kafe tempat ia janjian dengan Dewa.
Tiba-tiba ia melihat ada Rian juga ada di situ.
"Duh! ada Ria, kok bisa ada dia sih di sini aku harus bagaimana?" tanya nya bingung.
Rian menoleh ke arah depan melihat Bella yang bingung mau duduk dimana semua tempat duduk di kafe itu hampir penuh.
"Bella... Bella...," panggil Rian.
"Sini... sini...!" lambai nya.
"Astaga Rian! memanggil ku gimana nih..."
Dewa baru saja sampai di tempat itu. Tapi Bella sudah duduk dengan Rian.
Rian merasa senang karena Bella mau duduk dengan nya ia merayu-rayu Bella meminta untuk balikan.
"Rian sebaiknya kamu pikirkan perasaan Pretty akan tidak mau dia mengalami sakit hati seperti ku. Kamu itu kenapa sih Rian hobby banget mainin perasaan perempuan!" cetus Bella.
Dewa menoleh dan memperhatikan Bella dan Rian.
"Tidak ku sangka kamu Bella, bisa melakukan ini padaku. Dia bilang mau balas dendam pada pacarnya bukti nya apa dia masih berhubungan dengan mantannya yang buaya itu." cetus Dewa kecewa. ia pun beranjak dari tempat itu balik ke kantor nya lagi. Padahal hari itu ia akan mengajak Bella ke rumah nya karna permintaan ibu nya malam nanti akan ada acara syukuran atas kesembuhan ibu nya. Dewa pergi dengan kesal nya sempat menoleh ke belakang melihat dengan sekilas ke arah Bella dan Rian.
Saat itu Bella masih menunggu Dewa di kafe itu ia tampak tidak tenang melihat di sekeliling tempat.
"Dewa kemana sih kok gak nongol-nongol," batinnya. Tanpa di sadarinya Dewa sudah pergi dari tempat itu.
Rian memperhatikan Bella, "Kamu sedang cari siapa sih aku lihat dari tadi tampak tidak tenang gitu?"
"Sebenarnya aku menunggu seseorang di sini." tegas nya.
"Pria yang waktu itu?" Rian menebak.
"Iya,," jawab Bella singkat.
"Dia siapa kamu sih? aku mohon pada mu Bella... jangan dekati pria lain lagi, aku merasa cemburu jika kamu dekat-dekat pria lain," lirihnya.
"Oh gitu ya? trus bagaimana dengan Pretty? apa kamu tidak sadar diri!" Bella melototi Rian.
Bella mulai bangun dari tempat duduk nya ia akan beranjak pergi.
"Tunggu! Bella aku akan memutuskan Pretty saat ini juga asal kamu mau balikan dengan aku Bella. Pliss... aku masih sayang sama kamu Bel, aku menyesal telah memutuskan mu," ucap Rian memohon.
Cukup Rian! tarik semua ucapan mu itu. Aku muak mendengar bualanmu!" Bella pergi meninggalkan Rian. Rian pun menyusul Bella...