NovelToon NovelToon
HOLD ME ON [COMPLETED]

HOLD ME ON [COMPLETED]

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Elza Veronika

Dicintai dua orang yang mereka adalah kakak beradik membuat Arra bimbang bukan main. Awalnya ia jatuh cinta dengan sang adik, namun kebersamaan Arra dengan sang kakak, Edo Ajiwasita, membuat cinta itu lambat laun tumbuh.

Edo yang terlalu mencintai sang adik, lebih memilih mengalah, meskipun Arra protes dan merasa di permainkan.

Bagaimana kisah mereka? Apakah benar Edo ikhlas melihat gadis yang ia cintai bersanding dengan sang adik? Atau ada jalan lain yang membuat mereka bisa bersatu?

Spin off dari Novel pertama saya di platform ini "CINTA JAS PUTIH"

Sangat disarankan untuk mampir kesana sejenak supaya tahu awal mula kisah ini berawal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elza Veronika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persaingan Sengit

Arra sudah sampai kostnya, ketika kemudian mobil Edo berhenti di depan gerbang kost. Arra buru-buru membayar ojeknya, lalu berdiri menanti sosok itu turun dari mobil.

"Kenapa naik ojek sih, Ra?" protes Edo dengan wajah masam.

"Salah sendiri kakak aku kode nggak sadar-sadar, kan udah aku colak-colek dari tadi, tapi masih aja nerocos ngobrol sama kak Dicky!"

Edo menepuk jidatnya, "Bukan ngobrol, siapa juga yang ngobrol sih, Arra?" Edo menatap gemas gadis di hadapannya itu.

Belum sempat Arra membuka mulut lagi, tiba-tiba Pajero putih itu berhenti di belakang mobil Edo, mobil itu kan ....

"Papa!" teriak Arra girang, nampak Yudha dan Lili turun dari mobil.

Sontak Arra berlari lalu memeluk erat papanya itu, Yudha hanya tersenyum dan mengelus lembut kepala Arra. Sementara Edo bergegas mencium tangan Lili dengan hormat.

"Baru pulang nih calon dokternya papa?" tanya Yudha sambil tersenyum manis.

"Iya baru aja sampai," guman Lili manja, ia sama sekali tidak melepaskan pelukannya.

"Makasih ya Edo, sudah mau Om dan Tante repotin," Lili tersenyum sambil menatap putra sulung sejawatnya itu.

"Edo tidak merasa direpotkan Tante, jangan sungkan."

"Papa dari rumah sakit langsung kesini?" tanya Arra ketika menyadari mama papanya hanya memakai setelan kemeja formal yang begitu rapi dan nampak dua snelli mereka tergantung di mobil.

"Papa-mama kesini sebenarnya mau ada simposium Sayang, ini mampir sebentar. Simposium mulai satu jam lagi," jelas Yudha sambil tersenyum.

"Edo baru balik koas ya?" kini Yudha menatap laki-laki yang berdiri di samping mobilnya itu.

"Iya nih om, tadi jemput Arra malah Arra-nya naik ojek," lapor Edo dengan wajah masam.

"Benar itu?" tanya Yudha sambil menatap gadis kesayangannya itu.

"Iya, salah sendiri malah debat sama kak Dicky, yaudah Arra order ojol aja!" Arra memanyunkan bibirnya.

"Debat sama Dicky? Dicky siapa?" Yudha tampak tidak asing dengan nama itu, tapi siapa?

"Anaknya Om Yanuar itu lho, Pah," ujar Arra menjelaskan.

"Dicky Chandra Wijaya itu?" Yudha terperanjat, sedetik kemudian ia tersenyum kecut sambil geleng-geleng kepala, "Memang yang diperdebatkan apa sih?"

"Rebutan mau antar jemput Arra kuliah," jawab Arra santai tanpa Tedeng aling-aling.

Sontak Edo tersenyum lebar dengan wajah memerah, betul kok memang tadi mereka berdebat soal itu, tapi kok rasanya jadi malu kalau om Yudha dan Tante Lili tahu kebenaran itu.

"Astaga!" Yudha tertawa, sudah mulai masuk ke persaingan sengit rupanya. Yanuar ternyata tidak main-main, ia sudah mempersiapkan Dicky untuk main tikung ternyata.

"Sudah pokoknya Arra yang antar jemput kak Edo ya, misal kak Edo nya berhalangan kalau mau di antar kak Dicky nggak apa-apa, tapi bilang ke papa, oke?"

Edo tersenyum penuh kemenangan mendengar itu, artinya ia harus standby terus untuk selalu available untuk Arra, supaya Dicky tidak ada celah sedikit pun untuk mendekati Arra.

"Eh yuk masuk makan dulu, Tante tadi beli McD nih," Lili habis kembali dari mobil, membawa banyak plastik di tangannya.

"Ah Edo mau pu ...,"

"Ayo ikut, Do! Ini perintah ya!" potong Yudha lalu merangkul Arra masuk ke dalam kostnya.

Edo menghela nafas kemudian ikut melangkah di belakang Yudha. Ia menatap nanar Arra yang merangkul manja tubuh sang ayah itu, ia juga mau kok dirangkul kayak gitu sama Arra.

Sementara Lili masih di pos security, sekedar laporan bahwa ia dan suami mampir dan memberikan oleh-oleh untuk penjaga gerbang kost Arra itu.

Kemudian ia melangkah masuk mengikuti yang lainnya. Entah mengapa melihat Arra dengan Edo rasanya hati Lili benar-benar tenang. Edo adalah orang yang sangat bisa dipercayai dan selama Arra bersamanya, Lili sama sekali tidak merasa khawatir.

***

"Sepertinya akan ada keributan," guman Yudha ketika mereka sudah dalam perjalanan menuju lokasi simposium.

"Keributan apa?" Lili menoleh, menatap suaminya itu dengan seksama.

"Keributan rebutan anak kita lah," Yudha tersenyum kecut, bakal rame nih.

"Ah rupanya soal itu, memang benar ya mau kalian jodoh kan?" tanya Lili penasaran.

"Entah, pertama kupikir semua cuma candaan, tapi kok lama-lama Adnan benar-benar serius pengen ngelamar Arra buat Aldo," Yudha melirik Lili sekilas, ia masih begitu serius dengan kemudinya.

"Memang Arra mau?"

"Entah, aku tidak tahu juga. Tapi mereka kan dekat sejak peristiwa lempar batu dulu itu bukan?" rasanya Yudha ingin tertawa mengingat kejadian itu.

"Kalau aku, kenapa lebih cocok sama Edo ya?" guman Lili sambil menerawang membayangkan sosok itu.

"Lho, kenapa gitu?" Yudha tersenyum, Adnan menyodorkan Aldo, dan memangnya Edo mau dijodohkan dengan Arra?

"Rasanya lihat anak itu perasaan jadi adem ayem gitu, Mas. Kayak pas aku lihat kamu. Sosoknya benar-benar dewasa, bertanggungjawab dan pokoknya aku sreg aja sama anak itu," Lili sendiri tidak bisa menjelaskan, yang jelas ketika melihat anaknya bersama Edo, ia benar-benar tenang.

"Ahh sudah, biar lah besok Arra sendiri yang pilih dia mau hidup sama siapa, toh masih jauh bukan? Dia masih tiga belas tahun ini, Sayang."

Lili hanya mengangguk pelan, cepat sekali bukan? Tidak terasa si sulung sudah kuliah, beberapa tahun lagi pasti sudah ada yang melamar dia kerumah kan? Kenapa begitu cepat, Lili tersenyum kecut, padahal perasaan baru kemarin ia jatuh cinta dengan Yudha, kenapa sekarang anak mereka sudah sebegitu besar?

***

Edo sudah dalam perjalanan menuju kostnya, hatinya sedikit gembira hari ini. Bagaimana pun yang punya wewenang antar jemput Arra tetap dia bukan? Bapaknya sendiri lho yang bilang, jadi Dicky itu bisa apa?

Ah senangnya bisa lobi langsung ke orangtua Arra, rasanya benar-benar bahagia. Ia selalu bisa lebih dekat dan lebih banyak waktu bersama Arra.

Ia tidak mau tahu, intinya ia akan berusaha menggagalkan segala cara yang akan Dicky lakukan supaya bisa dekat dengan Arra, ya walaupun ketika jam kuliah tentu ia tidak bisa memantau dan menjaga jarak mereka, setidaknya di luar jam kuliah Edo bisa membatasi gerak Dicky.

Kalau akhirnya dengan adik sendiri saja Edo tidak mau kalah, kenapa ia harus mengalah dengan sosok itu sih? Dia siapa memangnya?

Edo sudah sampai di halaman kostnya, setelah beres memarkirkan mobilnya ia bergegas turun dan melangkah ke kamarnya. Baru beberapa langkah, iPhone-nya berdering, Papa!

"Hallo, gimana pah?" wajah Edo makin berbinar, ia sudah rindu dengan sang ayah.

"Om Yudha dan Tante Lili ke Jogja lho, Do. Kamu nggak mampir sekedar say hallo sama mereka?"

"Edo baru saja sampai kost, habis diajak makan siang bareng sama om Yudha di kost nya Arra, pa," lapor Edo sambil memutar kuncir kamarnya.

"Oh begitu, yaudah kalau begitu. Papa cuma ngabarin itu aja, kan nggak enak kalau mereka kesana kamu nggak nemuin mereka."

Edo hanya mengangguk pelan, tentu! Targetnya selain berusaha mencuri hati Arra, ia akan berusaha mencuri juga hati kedua orangtuanya! Tiket restu paling penting itu harus dia dapatkan!

1
Nuning Nuning
d ujung senja pindah kemana y kak
Nur Koni
msh ada waktu dokter edo krn arra msh blm 17 thn dia msh anak2 .... kencangkan jalur langit d 1/3 mlm
Nur Koni
udah baca ulang tp msh suka terharu smp nangis klu liat perjuangan arra....
ary rachmawati
serasa kejadian sungguhan ... 😭😭😭
ary rachmawati
😍😍😍😍😍 baru nemu
dementor
pending terus mpnya author sampe novel ini selesai.. 🤣🤣🤣🤣
dementor
lagi halu sepertinya author.. pintu kemana saja.. #doraemonnobita#
dementor
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
dementor
mau dibawa kemana by armada band..
dementor
kalau saya pilih yang nomor 3 saja.. adakan?????
dementor
sabar papa adnan.. Allah bersama orang2 sabar..
dementor
apa kabar ya author tentang baspret & nindi ya??
dementor
lagu joko tingkir ngombe dawet..
dementor
sabian mana nih?? sabian gambus apa??
dementor
#arraedo.. 😘😘😘😘
dementor
#arraedo..
dementor
🥰🥰🥰🥰😘😘😘😘
dementor
AKB.. itu nama elo arra.. nggak nyadar ya??
dementor
yang Tim arra & edo.. silahkan merapat!! 😘😘😘😘
dementor
arra & edo.. 😘😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!