NovelToon NovelToon
Terlambat Mengerti

Terlambat Mengerti

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kurnia Setiyani

Terlambat Mengerti 1
Arini gadis berusia 19 tahun, mahasiswi semester 2 sebuah perguruan tinggi negeri. Diusianya yang sangat belia dia harus menyandang status ibu dari seoarang bayi perempuan hasil pengkhianatan sahabat dengan tunanganya. Keputusan apa yang akan diambil Arini selanjutnya, apa dia akan membuang bayi itu atau menitipkanya di panti asuhan ataukah merawatnya sendiri dengan segala resiko yang harus dihadapi.
Penasaran ceritanya ? yuk ikuti kelanjutanya..

Terlambat Mengerti season 2

Bagaimana nasib cinta Cila dan Agam ketika mereka dihadapkan pada kenyataan bahwa hubungan mereka terhalang tembok kebencian yang tertanam kokoh dihati Agam karena kisah masa lalunya. Akankan Cinta mampu mengalahkan kebencian tersebut, ataukan justru Cinta baru yang akan hadir menghapus luka...

____________________________________

Cover by pexels

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kurnia Setiyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Jalanan sangat padat saat itu, karena bersamaan dengan jam pulang kantor sehingga Doni tidak bisa melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal.

Di dalam mobilnya, Doni mengumpat bahkan berkata kasar tidak mampu menahan emosinya. Pikirannya sudah sangat kacau, berkali-kali Doni membunyikan klakson mobilnya dengan penuh amarah. Sementara di lain tempat Arini sudah keluar dari kamarnya dengan enggan, bersiap menjalani prosesi akad nikah.

Setelah hampir satu jam, kemacetan mulai mereda. Doni dapat melajukan mobilnya dengan kecepatan standar.

Akhirnya Doni sampai di pelataran rumah Arini, terlihat ada beberapa orang berjaga di samping pintu rumah tersebut. Doni segera turun lalu melangkah masuk rumah itu, namun dihalangi oleh orang-orang yang berjaga itu.

Doni yang semakin marah langsung menghajar mereka habis-habisan sampai semuanya tergeletak tidak berdaya.

Doni membuka pintu, terlihat seorang pria bersalaman dengan penghulu melafalkan ijab kabul.

"Tunggu!" Teriak Doni mengagetkan semua orang yang ada di ruangan tersebut.

Doni melangkah menghampiri Arini, yang langsung menarik tangan dan membawanya pergi.

"Brengsek kamu, berani-beraninya membawa lari calon istriku." Umpat si rentenir berusaha mengejar Arini.

"Apa mata kalian buta, cepat kejar mereka!" Perintah rentenir itu pada anak buahnya yang masih merintih kesakitan setelah dipukuli oleh Doni.

Doni membawa Arini menjauh dari tempat itu, dia menggenggam tangan Arini erat sambil terus menyeretnya hingga Arini merasa kesakitan.

"Lepaskan tanganku!" Pinta Arini yang tangannya masih digenggam erat oleh Doni.

Namun Doni tidak bergeming membuat Arini menarik paksa tangannya hingga terlepas.

"Untuk apa Bapak mencampuri urusanku, aku sudah lelah dengan semua ini biarkan aku dengan jalanku." Ucap Arini dengan emosi tak sanggup menahan air matanya.

"Apa kamu bilang, menikah dengan pria hidung belang yang punya istri dimana-mana, apa itu jalan yang kamu pilih?" Tanya Juna penuh penekanan.

"Setidaknya aku tidak perlu lagi memikirkan hutang-hutangku, memikirkan semua kebutuhan keluargaku. Hanya dengan melayaninya dia akan memberikan apa yang aku minta." Jawab Arini masih dengan penuh emosi.

"Kalau begitu layani aku sekarang, setelah itu aku akan melunasi semua hutang-hutangmu, memberikan semua yang kamu minta." Ucap Doni tegas.

Plakkkk..., tangan Arini mendarat di pipi Doni dengan keras. Lalu Arini membalikan tubuhnya dan meninggalkan Doni.

Bukannya marah Doni malah mengejar Arini, meraih tangan Arini lalu menariknya hingga jatuh ke pelukannya.

"Lepaskan aku..., lepas...," teriak Arini dengan tangisnya sambil meronta. Namun tak dilepaskan oleh Doni.

"Aku tidak akan melepaskanmu ke tangan pria itu." Ucap Doni dengan tegas.

Arini menyerah, dia pasrah dalam pelukan Doni dengan tangisannya.

Setelah emosi mereka mulai mereda. Doni menuntun Arini kembali ke rumahnya. Terlihat pria itu masih menunggu Arini.

Pria itu menghampiri Doni, lalu meraih Krah kemejanya sambil melayangkan bogem mentah ke arah wajah Doni. Namun Doni mampu menepisnya, sehingga tak ada luka sedikitpun.

"Aku akan melunasi semua hutangnya." Ucap Doni dengan tatapan tajam.

"Aku tidak butuh uang itu, aku hanya mau gadis itu menjadi pemuas nafsuku."

Jawaban itu membuat Doni meradang, dia memukuli laki-laki itu habis-habisan tanpa ada balasan sama sekali.

"Berapa nomor rekeningnya, aku akan segera mentransfer uangnya." Ucap Doni sambil melototkan bola matanya pada rentenir itu.

Dengan pasrah akhirnya rentenir itu menuruti Doni, lalu pergi dari rumah itu. Membuat Arini dan ibunya bisa bernafas dengan lega.

Arini meraih tangan Doni yang terluka akibat pukulannya yang bertubi-tubi menghajar rentenir itu beserta anak buahnya.

"Tangan Bapak terluka, biar aku obati." Ucap Arini lirih sambil meraih tangan Doni.

Meraka pun masuk ke dalam rumah, Arini mengobati tangan Doni dengan hati-hati. Lalu Arini mengalihkan pandangannya ke wajah Doni yang dia tampar tadi, terlihat memerah. Arini mengusap lembut wajah Doni, membuat jantung Doni berdetak tidak normal. Wajah mereka yang begitu dekat membuat Doni ingin melakukan lebih. Takut tidak bisa menahannya Doni menurunkan tangan Arini.

"Terima kasih Tuan, saya tidak bisa membayangkan nasib Arini jika Tuan tidak datang membantu kami." Ucap Bu Mira tak mampu menahan air matanya.

"Panggil saja aku Doni Bu, Ibu tidak usah sungkan aku hanya membantu semampuku saja. Oya Bu, Sudah larut malam, aku pamit pulang. Jika terjadi apa-apa segera hubungi aku."

"Terimakasih Nak, kami tidak bisa membalas apa-apa."

"Aku akan mengembalikan uang Bapak dengan mencicil. Terimakasih banyak untuk hari ini, hati-hati di jalan." Ucap Arini mengantarkan Doni keluar dari rumah.

"Apa kamu begitu merasa terbebani olehku Arini?" Ucap Doni dalam hatinya, merasa kecewa dengan ucapan Arini. Tapi setidaknya dia merasa lega karena Arini gagal menikah dengan pria hidung belang itu.

Hari ini sangat melelahkan bagi Arini, dia merebahkan tubuhnya di kasur usangnya. Sementara Cila yang dari pagi dititipkan pada tetangganya kini sudah tertidur lelap.

Belum matanya terpejam sempurna terdengar suara dering Handphone miliknya.

"Arini, maaf aku nggak datang buat kamu hari ini. Apa bos kamu datang tepat waktu?" Tanya Ranti merasa bersalah.

" Terimakasih Ran, ini juga berkat kamu."

"Baguslah, bos kamu sepertinya ada hati sama kamu Rin..., dia orang baik, kenapa nggak kamu beri kesempatan untuk lebih dekat?

"Aku merasa tidak pantas untuknya." Jawab Arini ragu.

" Jangan bilang kerena kamu yang belum bisa move on dari Juna." Ucap Ranti

Arini hanya diam tanpa menjawab satu katapun, entah apa yang ada di pikirannya.

" Ya sudah, kamu tidur sana. Hari ini kamu pasti sangat lelah." Ucap Ranti yang lalu memutuskan panggilannya.

Keesokan harinya Arini bangun dengan malas, mengingat kejadian kemarin sungguh sangat melelahkan.

Arini meraih handphone di sebelahnya, ada beberapa pesan masuk yang belum terbuka. Dan salah satunya adalah dari Ranti yang minta ketemuan di taman dekat komplek rumah Arini. Pesan berikutnya Cila wajib dibawa.

Ranti juga mengirim pesan pada Doni, meminta bertemu untuk membahas masalah Arini. Doni pun mengiyakannya.

Sesuai kesepakatan Arini bersama Cila pergi ke taman yang Ranti tentukan. Sesampainya di taman, Arini celingukan ke kanan kiri tak terlihat sosok Ranti. Yang dia lihat malah Doni yang sedang duduk di bangku taman itu.

"Om Doni," teriak Cila memanggil Doni

"Lho kenapa Bapak di sini?" tanya Arini terkejut.

"Ranti mengirimkan pesan katanya mau ada yang dia ceritakan." Jawab Doni curiga.

"Ya sudah, silahkan Bapak lanjut kegiatan Bapak. Saya mau pulang saja." Arini tahu ini pasti ulah Ranti.

"Kita sudah di sini, bagaimana kalau kita ajak Cila jalan-jalan saja. Gimana Cila sayang, mau nggak kalau kita bersenang-senang hari ini?" Tanya Doni meledek Cila.

"Mau banget om, lagian Om kan juga pernah janji mau ngajak Cila jalan-jalan tapi Om bohong terus si." Ucap Cila polos.

"Maafin Om ya, Om nggak bermaksud bohong cuma Om masih sibuk."Jawab Doni dengan gemas pada Cila.

Melihat Cila yang begitu bersemangat, Arini tidak mampu lagi menolaknya. Akhirnya mereka pergi bertiga ke tempat-tempat yang menyenangkan.

****

Happy reading

1
Yani Cuhayanih
Aku juga pernah punya sahabat pembohong seperti itu yg akhirnya menghancurkan pertemanan kami karena menggoda pacarku dgn segala tipu daya nya.oh maaf aku berbeda jd bisa mengetahui kebusukan seseorang melalui indera ke enam ku.....wadaw bercanda...peace...
Yani Cuhayanih
Baru mulai dah nangis bombay....hah
Hap£!π
baguss ka sulit ditebak endingnya
🥰Dewimitohamasreka🥰
Kecewa
Sri Wahyuni
s arini knp ga bsa jjur az cpa s cila
Sri Wahyuni
kacau deh s juna dtang k jogya
Sri Wahyuni
klau s arini sampe mau blikan lgi sm s juna itu nma y s arini cwe bodoh
Sri Wahyuni
knp ya d cerita novel kbanyakn s cewe susah move on kya cwo d dunia ini udah habis az s arini knp ga terima s doni az
Sri Wahyuni
awal yg baik crita nya smoga d bab k dpan nya ga bikin ribet dn ga cpet jenuh bca y..good luck thor
Riyanti Riri
org2 yg aneh...emgnya mereka melihat Arini hamil sampai2 menuduh Arini punya anak di luar nikah.. dasar BODOH...
Arnie Cupin
gak suka ma sikapny doni
watini fitrah
cila terima anngga biar agam dpt duit.
krisan
lanjut
Yen Margaret Purba
andin ga jd sama angga yah...?
Yen Margaret Purba
kok ngeselin yah cerita cila,
pacaran menjauh menderita
sampe lika liku laki2 SAH ttp aja gt, lgsg baca end aja deh
Yen Margaret Purba
andra ponakan sita kan,
cila itu anak tiri tantemu loh
Yen Margaret Purba
ssh amat sih thor bt damar ke sinta,
cila ke agam
Yen Margaret Purba
damar kok ga ditemani sinta
Yen Margaret Purba
yah bagaimana pun sering bersama pasti ada cinta lha,
utk cinta sejati akan tau balik ke t4 nya..
yo wes lah obati agam aja lha
Yen Margaret Purba
kl liat jalan cerita bagusnya cila ama damar sih ya,
penyelamat jika ada apa pun.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!