NovelToon NovelToon
Hasrat Tuan Kesepian

Hasrat Tuan Kesepian

Status: tamat
Genre:CEO / Duda / Pengganti / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reni t

Dikhianati oleh orang yang dicintai yaitu sang istri membuat Louis Gabriel menutup diri dari wanita, dia menjalani hari-harinya dengan begitu kesepian bahkan tinggal di rumah mewah dan besar miliknya tanpa ditemani oleh siapapun.

Dingin, kasar, dan arogan menjadi sifat Louis yang merupakan salah satu pengusaha terkaya di negaranya. Meskipun Luois menutup hatinya akan seorang wanita, namun, tidak dengan nafsu dan birahi yang ada di dalam dirinya.

Sebagai seorang laki-laki normal tentu saja dia tetap membutuhkan kaum wanita untuk memenuhi kebutuhan biologisnya itu, dan Loius selalu menggunakan jasa wanita penghibur untuk memuaskan nafsu birahinya.

Sampai akhirnya, dia bertemu dengan seorang wanita yang cuek, urakan bahkan pecicilan bernama Arista yang mampu membuka hati bahkan mencairkan jiwa yang selama ini membeku.

Seperti apakah pertemuan mereka berdua? akankah Arista menerima cinta dari seorang laki-laki kaya raya, namun, memiliki sifat Arogan dan semena-mena tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hukuman Macam Apa ini?

"Ini semua buat saya, Tuan?" Tanya Arista membulatkan bola matanya menatap sekeliling ruangan yang sudah terdapat berbagai model pakaian tergantung rapi di dalam lemari kaca.

"Iya, semua ini buat kamu, Rista. Tapi, jangan khawatir pakaian ini bukan pakaian bekas, ini semua pakaian baru yang belum sempat dipakai oleh mantan istri saya." Jawab Louis tersenyum bangga dan berharap bahwa Arista akan menerima pemberiannya dengan perasaan senang dan gembira.

"Hah? Nggak akh, gak mau. Nanti Tuan masukin semua ini ke dalam daftar hutang saya, dan saya harus bayar lebih buat pakaian ini. Udah gitu, nanti Tuan nuntut saya buat berikan tubuh saya buat Tuan sebagai imbalan lain karena saya gak bisa bayar hutang-hutang saya, begitu'kan?''

Plak ....

Arista seketika mendapatkan sentilan di dahinya keras membuatnya seketika meringis kesakitan.

"Hahaha ... Kamu ini pikirannya kotor terus. Kapan sih kamu mau berpikir positif tentang saya, hah?"

"Ya, soalnya 'kan tadi tuan bilang mau menghukum saya. Hukuman macam apa ini?" Jawabnya mengusap dahinya yang kini terasa sakit.

"Oh jadi kamu lebih suka di hukum dibandingkan di beri hadiah, begitu?"

"Bukan begitu, Tuan."

"Lalu?"

"Eu ... Anu Tuan."

"Anu apa?"

Arista terdiam tidak tahu harus bicara apa lagi.

"Sekarang kamu pilih, mendingan menerima hukuman atau menerima hadiah?"

"Ya hadiah 'lah. Siapa juga yang mau dihukum?'' Jawab Arista menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak terasa gatal sama sekali.

"Ya udah, kamu terima hadiah ini. Kalau tidak, kamu bakalan saya hukum bersihin rumah dari lantai satu sampai lantai dua dalam waktu satu jam, mau?" Tegas Louis penuh penekanan.

"Nggak, Tuan. Ampun."

"Ya udah, saya anggap kamu mau nerima semua pakaian ini, dan saya bakalan suruh bibi buat pindahin semua pakaian-pakaian ini ke kamar kamu, oke?''

Arista hanya mengangguk pasrah dengan wajah datar menatap seluruh pakaian yang dihadiahkan kepada dirinya.

"Kamu gak ngucapin terima kasih sama saya?" Louis dengan sedikit tersenyum.

"Terima kasih, Tuan,'' ucap Arista datar sedikit membungkukkan tubuhnya terlihat dipaksakan.

Lagi-lagi Louis merasakan sesuatu yang aneh di dalam hatinya, rasa aneh yang pernah dia rasakan dulu saat dirinya jatuh cinta kepada Clara mantan istrinya. Hatinya pun terasa berbunga-bunga, bahkan matanya terus saja menatap wajah Arista membuat gadis itu salah tingkah lalu memutar tubuhnya.

"Kenapa Tuan liatin saya terus? Jangan bilang kalau Tuan jatuh cinta sama saya," tanya Arista dengan begitu polosnya membuat Louis tertawa lucu.

"Hahaha ... Percaya diri banget kamu? Saya jatuh cinta sama kamu? Hahaha ... Mana mungkin. Apa kamu gak tau kalau tipe wanita idaman saya itu tinggi, cantik, baik, dan juga anggun? Saya gak mungkin jatuh cinta sama gadis pecicilan kayak kamu," jawab Louis bertentangan dengan isi hatinya yang paling dalam.

"Syukurlah, jangan sampai anda jatuh cinta sama saya, Tuan. Karena saya gak suka pria galak, arogan dan juga sombong macam Tuan ini," ucap Arista dan lagi-lagi Louis tersenyum lucu melihat sikap polos gadis yang terpaut umur cukup jauh dengannya itu.

"Apa? Jadi saya bukan tipe kamu gitu? Saya Louis Gabriel, pengusaha kaya raya yang memiliki banyak harta, tampan dan juga baik hati ini bukan tipe kamu, begitu? Sombong sekali kamu gadis jelek,'' ucap Louis berjalan maju dan sontak membuat Arista seketika memundurkan langkahnya seiringan dengan langkah kaki Louis.

"Tuan mau apa?" Tanya Arista gugup menatap wajah Louis dengan perasaan gugup, matanya kini menyisir setiap jengkal wajah Louis yang terlihat begitu tampan dari arah dekat seperti ini.

"Kamu yakin gak akan jatuh cinta sama saya?" Tanya Louis semakin dekat hingga tubuh Arista bersandar di lemari kaca dan tidak ada celah untuknya lari menghindar.

"Tu-tuan," terbata-bata Arista mencoba mengeluarkan suaranya. Jantungnya kini berdetak begitu kencang menatap bibir Louis yang kini perlahan semakin mendekat kemudian ....

Cup ....

Tiba-tiba saja Louis mengecup bibir Arista, membaut gadis itu seketika terkejut memejamkan matanya dan hendak menghindar namun, kedua telapak tangan Louis diletakan di kedua sisi pipi Arista dan menahannya kuat agar gadis itu tidak bisa berkutik.

Arista pun masih berusaha untuk melepaskan diri, dia menggerakkan seluruh tubuhnya bahkan berusaha menggerakkan kepalanya agar tautan bibir Louis bisa terlepas namun, usahanya sia-sia saja, duda satu anak itu semakin buas menyisir bibir ranumnya membuat gadis itu hanya bisa memejamkan mata pasrah.

Sampai akhirnya, Louis pun melepaskan tautan bibirnya dan menatap wajah Arista yang saat ini terlihat pucat pasi dengan keringat dingin yang membasahi pelipisnya kini.

"Jangan sekali-kali lagi kamu ngomong kayak gitu di depan saya. Kamu tau, apa yang kamu katakan tadi terdengar seperti sebuah hinaan bagi saya, dan saya akan melakukan hal yang lebih dari ini jika kamu berani mengatakan hal itu lagi, paham?" Ucap Louis penuh penekan lalu pergi begitu saja meninggalkan Arista yang saat ini masih berdiri merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja dia terima.

'Kurang ajar, beraninya Tuan Louis merampas ciuman pertama aku, seharusnya ciuman ini aku berikan sama laki-laki yang jadi kekasih aku nanti. Dasar gak sopan,' (batin Arista merasa kesal)

♥️♥️

Satu Minggu kemudian.

Setelah kejadian malam itu, baik Arista maupun Louis merasa canggung ketika mereka berhadapan. Arista bahkan cenderung menghindar saat dirinya berpapasan dengan Tuannya tersebut. Sebenarnya, Louis semakin merasakan sesuatu yang aneh di dalam hatinya, dia pun melakukan hal yang sama seperti Arista yaitu menghindari gadis itu saat mereka berpapasan dimanapun mereka bertemu.

Saat ini, Louis nampak berada di kamarnya berjalan mondar-mandir dengan perasaan gelisah. Dia pun menyadari bahwa sikapnya selama ini salah dalam memperlakukan Arista dan akhirnya mengakui pada diri sendiri bahwa dia menyukai gadis itu.

Louis pun tersenyum merasa tidak percaya dengan apa yang dia rasakan. Dia mengusap dada bidangnya dan menyadarinya akhirnya bahwa, dia telah jatuh cinta kepada gadis bernama Arsita. Sesuatu diluar dugaan dan sesuatu yang sama sekali tidak dia sangka.

Arista, gadis berpenampilan biasa saja. Gadis pecicilan yang selalu saja membantah setiap ucapannya dan gadis yang selalu bersikap polos dan menggemaskan. Akh ... Louis sendiri tidak tau kenapa dia bisa memiliki perasaan seperti itu kepada dia, kepada gadis bernama Arista.

"Hahaha ... Apa aku sudah gila? Aku benar-benar udah jatuh cinta sama gadis itu?" Tawa Louis menggema di seisi ruangan kamarnya.

Louis pun berjalan keluar dari dalam kamar hendak menemui Arista, kakinya melangkah dengan penuh percaya diri hendak memberitahukan hal ini kepada Arista namun, langkah kakinya tiba-tiba saja terhenti saat dia sudah berada di ujung tangga dan saat ini menatap ke lantai dasar dimana kamar Arista berada.

"Nona Arista, maukah anda menerima cinta saya?" Tiba-tiba terdengar suara Jodi, dia berlutut dihadapan Arista dengan membawa setangkai bunga mawar merah menyatakan cinta kepada Arista membuat Louis seketika terkejut dan membulatkan bola matanya, merasakan sesuatu yang panas menjalar di seluruh tubuhnya kini.

1
Bunda Puput
Luar biasa
Mega Wati
malas bca novel klo wktnya krg berkualitas...
ceyemut
tapi panggilan nak untuk adik kayak GK pas saat di baca
Ayachi
Tamak... Tamakk... udah selingkuhi suami sebaik Louis, nelantarin dua adiknya yg Masi kecil lgi, ckckckxk
Ayachi
penyesalan dua kakak? harusnya Arista ga menyesal loh, Arista yg udah ngerawat dan berkorban untuk adeknya sampe meninggal, penyesalan dan kesalahan terbesar itu pada Clara
Muri
parah bangat clara ni lh sdh 2 ade dia tinggal sekarang anaknya sendiri apa ngga ada rasa empatinya atau tobatnya mungkin blm dpt karma atau apa ya yg bikin dia kapokkkk
Alfiyah Hasna
mengapa hrs mirip si Thor Jd krg seru baca nya
hìķàwäþî
gw jg gt kl buat mi..
hìķàwäþî
et dah.. parah amat ibunya
hìķàwäþî
bukannya suami ke 2 clara 8tu bls dendsm krn kakanya clara sdh bikin adiknya mati? mrk ber4 dong?
hìķàwäþî
operasi ap? pengurangn sbagian paru2nya?
hìķàwäþî
msh sepupuan sm cinta laura kiel
hìķàwäþî
bule paham bhs slanknya kita?
MFay
Wkwkk, dah Thor percepat aja jodohnya kasihan dah 3thn menduda eh 😅
Aidah Djafar
David teges buat kebaikan adik2 ny ...👌 like Abang David 👍😂
Aidah Djafar
hahah gitu memang Louis klo punya babby apa lagi kembar 🙄😁
Yuyun Zampiet
thor, kok gak dijelaskan putri sakit apa, trus operasi apa, kan jadi penasaran
Alejandra
Di part sebelumnya 10th kok disini 7th...
Rusmiarsih
kisahnya mulai seru nih
Tungga Langi
aduh gimana yaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!