Nama nya Vidya, ia salah satu anak cerdas namun terasingkan oleh keluarga nya sendiri.
Dengan sikap acuh sang ibu, kakak yang selalu membully nya entah itu di rumah atau pun di sekolah.
Terlebih lagi sang ayah yang sibuk bekerja dan hanya mementingkan Lidya dan sang kakak nya saja.
Iya Vidya itu merupakan anak bungsu di dalam keluarga Luke. Tapi di keluarga tersebut bagaikan yang anak bungsu itu adalah Lidya.
Walaupun sikap keluarga nya seperti itu tapi Vidya tak pernah sekali pun membenci mereka karena bagi Vidya tanpa mereka ia tak bisa ada di dunia ini.
Vidya hanya bisa berdoa dan berusaha agar suatu saat nanti ia dapat terlihat di mata sang ayah dan ibu nya.
Di dalam rumah tersebut hanya 2 pembantu nya yang menyayangi Vidya selama ini hingga sekarang ia bertumbuh menjadi gadis cantik yang duduk di sekolah menengah atas.
Vidya hanya mempunyai 1 orang sahabat di sekolah nya yaitu Airin, orang yang selalu membela nya dikala ia di bully.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Akhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Insiden
Keesokan hari nya, Vidya pun bangun terlebih dahulu dari bi Yati. Vidya segera kembali ke kamar nya sendiri di lantai atas kemudian ia mandi dan sholat subuh setelah itu ia juga segera turun ke bawah untuk ke dapur menyiapkan sarapan yang ternyata di situ sudah ada bi Yati dan bi Yuna yang sedang berkutat di dapur tersebut.
"Selamat pagi bi" sapa Vidya kepada kedua bibi nya.
"Pagi juga non Dy, kok tidak membangunkan bibi sih" ucap bi Yati yang terlambat bangun.
"Iya maafkan Dy, tadi Dy bermaksud mau ke kamar dulu setelah itu kembali ke kamar bibi tapi ternyata bibi sudah ada di dapur" ucap Vidya merasa tak enak kepada bi Yati.
"Iya gak apa kok, non Dy mau bibi buatkan sarapan apa? " tanya bi Yati. Sedangkan bi Yuna masih sibuk mengurusi sayur-sayuran yang sedang ia bersihkan.
"Sandwich saja bi, yang seperti kemarin" beritahu ketika mengingat Airin.
"Loh tidak mau bibi buatkan nasi goreng kah? " tawar bi Yati untuk menu kesukaan Vidya kalau pagi.
"Mau bi, tapi sandwich itu pesanan Airin. Gimana ya kalau gak di bawain gak enak juga bi" jelas Vidya.
"Yasudah kalau begitu lebih baik, bibi buatkan dua-dua nya saja. Agar non Airin pun bisa ikut menikmati menu kesukaan non Dy" usul sang bibi.
"Boleh tuh bi" ucap Vidya.
"Sini biar Vidya bantu bibi kupaskan bawang nya" lanjut Vidya semangat. Dan pada akhirnya mereka bertiga pun sibuk di dapur untuk membuat menu sarapan pagi.
Selesai dari dapur, Vidya segera kembali ke kamar nya dan bersiap untuk ke sekolah.
...****************...
Sampai nya Vidya di sekolah, ia pun langsung di sambut oleh sang sahabat di parkiran tempat ia biasa menyimpan motor nya.
"Selamat pagi Dy" sapa Airin heboh.
"Dy, kamu tau gak sih. Kabar nya guru baru itu bakalan ngajar di kelas kita tau" beritahu Airin.
"Gak tau tuh, terus apa hubungan nya sama aku" ucap Vidya cuek.
"Ish pasti kamu belum dengar gosip terbaru kan, padahal satu sekolahan sudah heboh semua loh" Airin pun sangat menggebu ingin menceritakan nya.
"Gosip apaan emang Ai? " tanya Vidya pada akhir nya.
"Itu guru baru yang bakal ngajar di kelas kita ternyata anak dari donatur tetap sekolah kita Dy, yang gue dengar mah gitu"
"Terus ya kabar nya itu guru baru masih muda, cakep lagi. Coba deh kamu liat di gluglu, hampir info nya ada di situ" lanjut Airin cerita.
"Gak ah, mending kita masuk yuk. Lagian bentar lagi bel masuk loh Ai" tanpa persetujuan Airin, Vidya pun langsung saja menggandeng nya dan menarik nya membawa ke kelas. Sedangkan Airin masih saja tetap mengoceh tentang sosok guru baru yang akan mengajar di kelas mereka.
Setelah sampai kelas, mereka pun duduk di tempat nya masing-masing. Karena Airin dan Vidya tidak duduk di satu meja yang sama.
Saat bel sekolah berbunyi pun, entah mengapa tiba-tiba saja perut Vidya melilit dan sangat ingin ke kamar mandi.
"Ai, perut aku melilit nih. Kalau ada guru yang masuk tolong absenin ya"
"Aku mau ke kamar mandi dulu" beritahu Vidya pada Airin.
"Oke, siap. Yaudah sana geh" usir Airin.
Vidya segera saja menuju ke kamar mandi yang berada di ujung lorong sekolah nya, karena dari kelas Vidya ke kamar mandi jarak nya lumayan cukup jauh harus melewati beberapa kelas dan kantor ruang guru.
Setelah sampai kamar mandi Vidya langsung saja menuntaskan rasa melilit yang di dera nya, saat sudah selesai. Ia pun langsung saja mencuci tangan dengan sabun yang berada di wastafel, lalu Vidya langsung saja kembali ke kelas.
Tapi tiba-tiba saat di perjalanan yang dekat dengan ruang laboratorium, ia tak sengaja bertabrakan dengan salah seorang laki-laki. Salah nya juga yang ketika berjalan terlalu terburu-buru hingga tak memperhatikan kanan dan kiri nya. Sampai pada akhir nya Vidya terjatuh, padahal kondisi kaki nya baru saja membaik.
"Aduh, sakit banget lagi" keluh nya masih dalam posisi terduduk. Sedangkan yang ia tabrak masih dalam kondisi baik-baik saja.
"Hei, kalau jalan liat-liat dong" ucap Vidya sewot, padahal di sini ia sendiri yang menabrak orang tersebut.
"Lah" bengong laki-laki yang di tabrak oleh Vidya, mungkin bagi nya lucu saja. Siapa yang menabrak dan yang di tabrak.
"Maaf ya, bukan nya anda yang menabrak saya. Kenapa jadi saya yang di salah kan" ucap laki-laki tersebut.
"Au ah, malesin" ucap Vidya seraya bangkit berdiri walau agak susah.
"Mau saya bantu" tawar laki-laki itu lagi.
"Gak usah, aku bisa sendiri kok" ucap Vidya masih tak melihat paras laki-laki itu.
Setelah Vidya berhasil berdiri dan seimbang, ia pun segera saja berlalu dari hadapan laki-laki itu.
"Maaf ya, boleh saya nanya? " tanya laki-laki itu saat melihat Vidya sudah berjalan dari hadapan nya.
Dan terpaksa Vidya pun berbalik lagi untuk menghadap laki-laki itu walupun masih tak melihat ke arah muka hanya dari sepatu nya saja yang mengkilap itu yang ia lihat.
"Tanya apaan?" masih dalam mode jutek nya.
"Kalau kantor guru dimana ya? " tanya balik.
"Lurus aja habis itu belok kiri" beritahu Vidya menjelaskan.
"Oke terimakasih Vidya" ucap laki-laki tersebut yang membaca name tag Vidya Zaruna Luke yang tersemat pada seragam sekolah nya.
"Sama-sama, eh tapi kok kamu bisa tau nama aku" ucap Vidya yang sudah terlambat karena laki-laki tersebut sudah berbelok tak terlihat lagi.
"Mana itu orang, bukan hantu kan" monolog Vidya seorang diri.
"Hih, kok aku jadi serem ya" Vidya pun segera saja menambah laju jalan nya agar cepat sampai kelas walaupun dengan keadaan kaki nya yang menjadi sangat sakit kembali.
Setelah sampai kelas, ternyata pelajaran sudah di mulai. Karena pintu kelas yang di tutup, Vidya pun memberanikan diri untuk mengetuk nya.
"Tok tok tok tok" suara pintu kelas yang di ketuk oleh Vidya dari luar.
"Assalamualaikum bu" ucap Vidya selanjut nya sembari membuka sendiri pintu nya.
"Dari mana saja kamu Vidya? , tadi Airin bilang kamu sakit perut" tanya sang guru tersebut yang ternyata sekarang pelajaran bahasa indonesia.
"Iya bu, maaf ya saya terlambat. Tadi saat ingin menuju ke kelas ada insiden sedikit" beritahu Vidya mencoba menjelaskan kepada sang guru.
"Yasudah lebih baik sekarang kamu duduk dan kerjakan tugas yang ada di papan tulis ke bukumu" suruh nya guru tersebut.
semangat thor 💞
sehingga dia kayak orang hilang ingatan
sampai tidak tau orang di mimpinya
smg cepat mengingat kembali.
sepertinya Vidya bukan saudara kandung lydia, makanya si vydia, mendapatkn perlakuan yang berbeda.
gk bs dbayangkn klo aku berada di posisi vidya, smoga vidya bs menemukan kebahagiaan
Kakak nya gitu astaga pelan dikit ketuk pintunya
Entah masalalu apa yang membuatnya dikucilkan oleh keluarganya ..