Jadwal Update Selasa, Kamis dan Sabtu
Violet seorang wanita yang manis dengan wajah yang cantik, tapi dia selalu di benci oleh Ibu kandungnya dan harus menjadi pengganti sementara untuk saudara kembar nya.
Tapi sebuah pertemuan telah mengubah hidup, pertemuan dengan seorang anak kecil telah membawanya pada kehidupan yang berbeda.
Dan membawanya pada seorang pria yang tak lain adalah ayah dari anak kecil itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Tak terasa hari sudah malam, Violet nampak bersiap untuk segera pulang. Daniel yang melihat Violet telah selesai menidurkan Nana dan bersiap untuk pulang.
"Kau akan pulang?" Tanya Daniel.
"Iya." Jawab Violet sambil memainkan handphone hendak menelpon Toni.
"Menginap saja di sini, dan mungkin kedepannya kau tinggal saja di sini." Ucap Daniel.
Violet pun langsung melihat datar ke arah Daniel. "Terimakasih atas tawaran nya, tapi saya lebih suka tidur di ranjang milik ku sendiri." Jawab Violet.
Tak beberapa lama Toni pun datang, Violet pun langsung bergegas untuk pulang. Sementara Daniel hanya melihat kepergian Violet yang mulai menghilang.
Setelah Violet pulang, Daniel langsung berjalan ke kamar putri nya. Dia menatap nanar Nana yang sedang tertidur pulas, tangan kekar milik Daniel pun membelai lembut rambut dan wajah putri nya.
"Dia sangat mirip dengan mu, jika saja kau masih hidup. Mungkin Nana tak akan kesepian." Gumam Daniel, dia teringat akan mendiang istrinya yang sudah meninggal saat melahirkan Nana.
Setelah itu Daniel langsung pergi dari kamar Nana dan tak lupa Daniel juga mematikan lampu kamar putri nya.
Sementara itu...
Terlihat Violet baru pulang, Gani pun langsung menyambut kepulangan putri kecilnya itu.
"Minumlah teh hangat ini." Ucap Gani kepada putrinya.
"Terimakasih ayah." Jawab Violet sambil meminum teh hangat dari ayahnya itu.
"Ngomong-ngomong pria tadi siapa?" Tanya ayahnya.
"Oh.. Pria tadi itu ayah anak yang pernah ku temui di taman, dan anaknya sedang sakit jadi dia meminta ku untuk menjadi pengasuh nya sementara waktu." Jawab Violet.
"Begitu yah, lalu siapa nama anak nya?" Tanya Gani.
"Nana, namanya Nana." Jawab Violet.
"Namanya sangat lucu, apa wajahnya juga lucu?" Tanya Gani.
"Iya wajahnya juga lucu dan imut, dan pasti nya cantik." Jawab Violet.
"Iya.. Ayah jadi kepengen kamu cepat-cepat menikah dan segera memberikan cucu kepada ayah." Ucap Gani.
Violet yang mendengar ucapan ayahnya langsung terdiam lalu tersenyum tipis. "Mungkin belum waktunya, jika sudah waktunya aku pasti menikah. Ayah tahu kan, aku wanita yang jelek dan tak ada pria yang menyukai ku." Ucap Violet.
"Kau ini.. Bisa saja merendah nya." Ucap Gani sambil tertawa ringan.
Violet pun hanya tersenyum, lalu Gani langsung menyuruh Violet segera beristirahat karena besok Violet harus kembali ke rumah Daniel untuk menemani Nana.
Violet pun langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang, tadinya Violet ingin mandi untuk menghilangkan rasa lengket di tubuhnya tapi hari sudah menjelang malam dan tak baik mandi malam-malam seperti ini.
Kemudian Violet teringat ucapan ayahnya yang mengatakan ingin cepat-cepat bisa menggendong cucu, Violet hanya bisa menggigit bibir bagian bawahnya.
Violet belum pernah terpikirkan untuk menikah karena selama ini Violet sering bertemu dengan pria-pria hidung belang yang akan bosan dengan istri nya dan mencari wanita lain.
Dan Violet pun takut jika kelak dia menikah, suaminya malah mengkhianati kesetiaan nya dan Violet tak sanggup untuk merasakan sakit hati.
Tak ingin memikirkan banyak hal, Violet langsung memejamkan matanya dan segera terlelap dalam tidur.
Sementara itu di tempat lain...
Terlihat Thomas tengah menghirup rokok miliknya, matanya memancarkan aura kemarahan. Thomas marah karena dia merasa telah di tipu oleh keluarga Wijaya dan yang membuat Thomas semakin marah adalah keluarga nya malah menganggap Thomas gila karena menyebut jika Viola yang sekarang menjadi istrinya bukan Viola yang dulu.
"Awas saja, akan ku buat kalian membayar atas penghinaan ini. Terutama kau Viola, beraninya wanita seperti mu mempermainkan ku seperti ini." Ucap Thomas.
Kemudian datang teman Thomas menghampiri nya.
"Wah.. Wah.. Pengantin baru, bukannya harusnya kau sedang melakukan malam pertama. Kenapa malah di sini?" Ucap Tara.
"Enyah lah, aku sedang tak ingin bercanda dengan mu." Ucap Thomas kesal.
"Wah.. Wah.. Jangan marah-marah seperti itu kawan, apa kau memerlukan bantuan ku?" Tanya Tara.
"Aku hanya ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, wanita itu yang membuat ku jatuh cinta hanya dalam beberapa bulan. Siapa dia? karena aku yakin wanita itu bukan istri ku saat ini." Ucap Thomas.
"Lalu siapa? Apa mungkin Viola memiliki kembaran?" Tanya Tara.
"Kembaran? Coba kau cari informasi tentang asal usul Viola, bisa saja dia memang memiliki kembaran dan kembaran nya itulah yang bersama ku." Ucap Thomas.
"Lalu jika dia memang memiliki kembaran dan kembaran nya lah yang bersama mu waktu itu, apa yang akan kau lakukan?" Tanya Tara.
"Tentu saja aku akan menceraikan wanita itu." jawab Thomas.
"Dan apa orang tua mu akan setuju?" Tanya Tara karena dia tahu bagaimana sikap dan watak orang tua Thomas.
"Itu urusan ku, cepat cari tahu. Aku ingin informasi nya besok pagi." Ucap Thomas.
"Besok pagi? apa kau gila?" Ucap Tara.
"Iya.. Cepat." Ucap Thomas mengusir Tara.
Kini Thomas pun sendiri, dia masih memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. Apa dia telah di tipu oleh wanita itu.
"Aku tak akan membiarkan mu lolos, jika sampai aku menemukan mu. Aku akan memberi mu pelajaran karena telah mempermainkan ku." Ucap Thomas kepada Viola yang menemaninya beberapa bulan terakhir.
Sementara itu, Viola nampak tengah menangis. Dan Mila pun berusaha untuk menghibur anaknya.
"Bu.. Bagaimana ini, Thomas... Hiks.. Hiks.. Dia pergi." Ucap Viola.
"Kamu tenang dulu, kita akan berusaha meyakinkan suami mu bahwa kau adalah Viola yang asli. Dan yang menemani nya selama ini adalah kamu." Ucap Mila.
"Tapi Bu.. Thomas baru bertemu dengan ku, dia sudah sadar jika aku bukan Violet. Lalu bagaimana aku bisa menyakinkan dia hanya dengan kata-kata." Ucap Viola.
"Kamu tenang saja, bagaimana jika kita mencari tahu semua tentang Violet. Dan kau harus berusaha meniru gaya dan semua hal yang bersangkutan dengan Violet agar Thomas tak curiga." Ucap Mila.
"Aku gak mau, aku gak sudi menirukan wanita itu." Jawab Viola kesal.
"Ini semua demi kebaikan mu, Viola. Kau harus melakukan hal itu. Jika tidak rumah tangga mu akan terancam." Ucap Mila berusaha meyakinkan Viola.
"Baiklah.." Jawab Viola kesal.
"Begitu dong, besok kita akan pergi ke rumah orang tua Thomas. Dan mengatakan jika Thomas tiba-tiba pergi dari rumah, dan ingat kau harus berusaha sebaik mungkin berakting." Ucap Mila.
"Oke.. Bu." Jawab Viola.
"Baguslah, sekarang kau tidur." Ucap Mila.
Setelah mengatakan hal itu, Mila pun langsung meninggalkan Viola yang mulai membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
kayaknya kereen nih
semangat ya thorr untk bikin up nya💪💪💪💪
semoga Violet dan Daniel menikah