NovelToon NovelToon
Triplet : Tawanan Obsesi Tuan Mafia

Triplet : Tawanan Obsesi Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Action
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: BumbleBee

Kau adalah milikku. Jika aku tidak mendapatkannya, maka tidak siapa pun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BumbleBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Melihatku

Megan memperhatikan rumah Pollux, seperti yang dikatakan Alena, rumah itu benar terlihat sangat hampa. Tampilan dari luar tidak sepadan dengan apa yang ada di dalam. Rumah itu benar-benar polos tak ada warna.

Bagaimana bisa Pollux tinggal di dalam rumah yang begitu kosong, tidak ada kehangatan atau pun kenyamanan. Apa pesona Maria sungguh menutup matanya, sehingga tidak memedulikan keadaan sekitarnya.

Megan menatap Pollux dan seketika Megan gelagapan karena Pollux ternyata sedang menatapnya.

"Hm, jadi konsep seperti apa yang kau inginkan?" Megan mengalihkan tatapannya ke sembarang arah, asal tatapannya tidak terarah pada Pollux.

Tidak ada jawaban, Alena menoleh dan mencolek lengan Pollux. Pria itu menoleh ke arah Alena.

"Dia bertanya padamu," ucap Alena. "Atau kau bisa memilih dari konsep yang ia berikan."

"Permisi, di mana kamar mandinya?" pertanyaan Megan, membuat Alena dan Pollux menoleh ke arahnya.

"Berjalan lurus ke arah dapur, kau akan menemukannya di sana," jelas Pollux. Megan mengangguk dan segera berdiri dari tempatnya.

Di dalam kamar mandi, Megan menarik napas panjang. Jantungnya masih menggila saat mendapati pria itu sedang menatapnya. Megan, sejak dulu sudah menyukai pria itu. Ia diam-diam mengaguminya. Bahkan dengan lancang ia pernah menuliskan sepucuk surat untuk pria itu.

Pollux dari dulu adalah pria yang irit dalam berbicara, dan minim dalam ekspresi.

Disaat para gadis seusianya berlomba-loma ingin mendekati Pax, Megan justru lebih tergila-gila pada Pollux.

Pollux sebenarnya juga banyak digilai para wanita, tapi karena benteng yang ia bangun dengan sikap tidak acuhnya membuat para gadis itu tidak berani menunjukkan rasa mereka seperti para gadis yang menyukai Pax, menyuarakan perasaan mereka secara terang-terangan.

Pollux juga kebanggaan sekolah, membuat para gadis merasa minder untuk mendekatinya, walau ada beberapa yang nekat.

Ya, Pollux memang sangat tidak menyukai gadis bodoh yang pintarnya hanya berdandan saja. Beberapa kali ia melayangkan ucapan pedas kepada gadis yang berani mendekatinya. Dan bahkan ia memberikan soal kepada gadis yang menyatakan perasaan padanya. Jika berhasil menjawab soalnya, ia tidak keberatan untuk menerima perasaan mereka. Dan nyatanya, tidak satu pun dari mereka yang berhasil.

Pax mendapat surat cinta, adalah hal biasa. Belajar dari para gadis pengagum Pax, Megan pun memberanikan diri untuk memberikan sepucuk surat dengan menyelipkannya ke dalam tas Pollux. Sama halnya dengan gadis lainya, ia hanya modal nekat, anggap saja ia sedang menguji nyali dan keberuntungannya.

Entah apa yang terjadi pada suratnya, keesokan harinya Pollux yang memang terlahir sudah bersikap dingin, semakin menunjukkan ketidak sukaannya pada Megan.

Awalnya pria itu masih mau berbicara padanya, menyahut jika ia sedang bertanya. Tapi sejak insiden surat itu, Pollux bahkan merasa enggan untuk menoleh ke arahnya, seakan Megan adalah serangga buruk rupa yang harus dihindari. Ya, penampilannya dulu memang jauh dari kata indah. Kaca mata tebal selalu bertengger di hidungnya. Rambut panjangnya selalu dikuncir kuda dan sesekali di kepang dua.

Jika gadis seusianya yang beranjak dewasa berlomba-lomba memamerkan tubuh indah mereka, Megan selalu mengenakan pakaian dengan ukuran bigsize. Tidak ada yang bisa ditonjolkan darinya selain kepintaran yang ia miliki.

Oh tidak, bukan hanya kepintaran tapi juga memiliki satu keberuntungan, ia satu-satunya gadis yang bisa bebas bersama Pax sebanyak yang ia mau. Gadis yang selalu ditemui Pax saat jam istirahat sekolah. Dan hal itu membuat para gadis lainnya cemburu dan marah dalam waktu bersamaan, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Memangnya siapa yang berani mengusik milik Willson. Mungkin beberapa kali ia mendapat bullyan, tapi tidak dengan kekerasan. Dan ia tidak peduli dengan semua itu, karena ada Paula yang mendukungnya.

Megan menatap wajahnya di pantulan kaca, kembali ia menghela napas berat. Kini ia terlihat sangat berbeda, dan ternyata Pollux justru tidak mengenalinya sama sekali. Untuk sesaat ia menyesali perubahannya.

"Pada akhirnya, aku memang tidak terlihat."

Megan membasuh tangannya, ia pun segera ke luar karena tidak ingin klien yang merupakan cinta pertamanya menunggu lebih lama.

"Akh," Megan terpekik kaget mendapati Pollux yang berdiri di depan pintu. "Maaf. Aku tidak..."

"Sejak di pemakaman aku bertanya-tanya ke mana kaca mata berbingkai itu." Pollux menyela ucapannya.

Megan terperangah. Sejak pemakaman? Artinya Pollux melihatnya di sana. Dan yang terpenting dari itu semua, Pollux mengenalinya!

Ingin rasanya Megan menjerit, menyuarakan betapa bahagianya ia, tapi sekuat tenaga ia menahan diri. Ia tidak ingin pria yang ia kagumi itu terkejut melihat tingkah konyolnya dan justru kembali memalingkan wajah.

"Aku kira kau tidak melihatku," Jemari Megan saling bertaut. Ia merasa gugup luar biasa.

"Kau banyak berubah."

"Tidak. Aku masih sama seperti dulu. Masih Megan yang sama." Megan memberanikan diri untuk menatap Pollux.

"Maksudku tampilanmu," Pollux menurunkan tatapannya ke bawah, melewati wajah wanita itu.

Melihat tatapan Pollux yang intens, secara terang-terangan menilainya, membuat tubuh Megan tegang dan panas. Tatapan pria itu seakan menelanjanginya.

"Bagaimana rasanya?"

Megan mengernyitkan dahi mendengar pertanyaan Pollux.

"Sudah bertemu dengan Pax?"

Megan menganggukkan kepalanya.

"Dia pasti meneteskan air liurnya," Pollux menahan geramannya.

"Selama makhluk yang ia lihat berjenis kelamin wanita, bukan hal aneh jika saudaramu itu meneteskan air liurnya," timpal Megan. Entah kenapa ia merasa kesal mendengar pernyataan Pollux. "Kau pasti lebih mengenalnya dibanding diriku."

"Ya, aku yakin dia bahagia melihat perubahanmu." Pollux bersedekap, kembali melayangkan tatapan menilai.

"Aku berubah bukan untuknya," sergah Megan.

Pollux menukik sebelah alisnya seakan tidak mempercayai apa yang baru saja dikatakan Megan.

"Astaga, apa yang kalian lakukan? berdiskusi di depan pintu toilet?" Alena menghampiri keduanya.

Pollux meoleh dan langsung berjalan mendekati Alena. "Kau sudah memilihkannya?"

"Ya, aku punya beberapa yang menurutku cocok, tinggal Megan yang menentukan di mana yang paling pas untuk rumahmu," sahut Alena, mengikuti Pollux yang berjalan menjauh dari Megan.

Megan menggigit bibirnya, menatap penuh arti pada punggung lebar yang terlihat semakin menjauh. Megan menarik napas panjang, mengalihkan tatapannya pada Alena.

Ia tersenyum getir, "Bahkan orang asing bisa membuatnya menoleh," Megan melangkahkan kakinya. Ia kembali bergabung bersama Pollux dan Alena.

Setelah berdiskusi, akhirnya mereka pun sampai pada satu kesepakatan. Tepatnya, ia dan Alena yang berdiskusi, sedangkan Pollux hanya sebagai pendengar, tidak menyuarakan suaranya sama sekali.

Megan jadi bertanya-tanya, apa hubungan keduanya, dan kenapa Pollux tidak keberatan sama sekali dengan apa yang dilakukan Alena, seakan rumah Pollux adalah rumah Alena juga.

"Baiklah, aku akan mulai bekerja besok," Megan melirik jam tangannya, ia pun segera berdiri. "Sepertinya aku harus undur diri."

Alena pun ikut berdiri, "Aku juga sebaiknya pulang."

Pollux menganggukkan kepala begitu Alena menoleh ke arahnya.

Kembali Megan tersenyum getir, pria itu bahkan tidak menganggukkan kepalanya saat Megan berpamitan.

1
lyani
jodoh tapi tak bersatu
lyani
ciyeeeee yg perhatian
lyani
🤣
lyani
iy bnr
iis nuriyah
lanjut kak seru🥰🥰🥰
BumbleBee: siap kakak😍
total 1 replies
lyani
wihhhh
lyani
🤣
lyani
kamu jahat Alena..kesian ntu megan😄
lyani
sampai release lagi pun saya masih penasaran....berusaha mengingat kejadian yg menimpa ayah Alena bang iky
lyani
tujuan jelas utk menjauhkan Luna dari paula
lyani
hentikan mulut beracunmu Luna
lyani
kagak ada yg sanggup
lyani
bodyguard gratisan
lyani
🤣
lyani
CK
lyani
kabur dari tugas y🤣
lyani
jangan tutupi rasamu Ar
lyani
Pau yg malang
lyani
fokus Meg... jadilah yg terbaik dari versi dirimu sendiri
lyani
ada yg nukar suratnya nggak si?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!