Zendaya atau yang biasa di panggil Zee (22), seorang gadis biasa yang memiliki cita cita setinggi langit baik dalam karir maupun kisah asmara.
Berbagai cibiran ia dapatkan, entah karena penampilannya yang sederhana dan terkesan kampungan maupun karena tempat asal nya yang memang dari kota kecil.
Kecerdasan nya tak di lirik di karenakan penampilan nya yang tak menarik.
Hingga ia memilih mengubah takdir hidup nya, dengan menjadi apa yang paling di puja dalam sebuah penampilan. Yaitu menjadi seorang model...!!!
Dan semua itu Zee lakukan berkat motivasi dan inspirasi yang ia dapatkan dari Iblis tampan yang bernama Kenzo Alvian (29), iblis tampan yang menjadi pujaan hati seorang Zendaya.
Penasaran kisah nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15 - Tuan Muda Merengek
Zee teringat dengan ucapan nya pada Sabina sewaktu di kantor Ken, dan itu membuat nya kembali berfikir untuk mencoba melamar pekerjaan di sana lagi. Dan karena itu lah, pagi ini ia mengutarakan niat nya itu pada Nyonya Celine.
"Melamar di kantor Ken?" tanya Nyonya Celine yang terkejut dengan pernyataan Zee.
"Iya, Nyonya..." jawab Zee sembari memainkan ujung kaos yang ia pakai "Sebenar nya dulu saya sudah melamar di perusahaan Tuan Kenzo, tapi di tolak sama Sabina karena saya tidak cantik kata nya" ucap Zee yang justru seperti anak mengadu pada Ibu nya karena ada teman nya yang nakal. Nyonya Celine menganga dan semakin terkejut dengan kabar itu.
"Sabina yang menolak kamu?" tanya Nyonya Celine ingin memastikan dan Zee mengangguk dengan bibir yang mengerucut "Dia memang arrogant sih, sejak kecil begitu" gumam Nyonya Celine kemudian.
"Jadi bagaimana, Nyonya? Apakah boleh saya melamar pekerjaan di kantor Tuan Kenzo?" tanya Zee lagi.
"Sebenarnya aku punya tawaran lain buat kamu, Zee" ucap Nyonya Celine kemudian "Kamu mau jadi model profesional? Yang terikat kontrak dengan agensi nya Urmila?"
"Maksudnya?" tanya Zee tak mengerti.
"Urmila tertarik untuk merekrut kamu menjadi salah satu model di bawah naungan Galaxy Agency" ucap Nyonya Celine yang membuat Zee langsung memekik girang bahkan ia langsung melompat di tempat nya.
"Beneran, Nyonya?" tanya Zee dan Nyonya Celine tertawa sambil menanggukan kepala nya.
"Aaah, saya mau, Nyonya. Mau banget" ucap Zee lagi.
"Yakin? Kamu tidak akan jadi bekerja kantoran seperti yang kamu impikan lho" kata Nyonya Celine.
"Nyonya, saya memang bermimpi jadi pekerja kantoran tapi ternyata Tuhan memberikan yang lebih, mau menjadikan saya seorang bintang"
"Aamiin, jadi kamu siap terikat kontrak kerja dengan Galaxy Agency?"
"Siap, Nyonya..." jawab Zee semangat namun tiba tiba raut wajah nya kembali berubah sendu "Tapi nanti siapa yang bekerja di sini, Nyonya?" tanya nya kemudian yang membuat Nyonya Celine kembali tertawa.
"Haha, kamu baik sekali, Zee. Masih memikirkan rumah ini, nanti Bi Umi yang kerja. Karena teman ku sebentar lagi akan pindah ke luar negeri. Jadi Bi Umi bisa bekerja di sini kalau dia mau, kalau engga mau ya nanti kita bisa cari pembantu lain. Semoga saja dapat nya yang sebaik kamu, Zee" ucap Nyonya Celine.
"Yah, saya jadi merasa bersalah, Nyonya. Padahal Nyonya sudah baik sama saya, tapi saya justru meninggalkan Nyonya" ucap Zee sedih yang lagi lagi membuat Nyonya Celine terkekeh.
"Justru aku senang kalau kamu jadi orang sukses, Zee. Bukan jadi pembantu terus menerus" kata Nyonya Celine yang membuat Zee tersenyum senang.
"Baiklah, kamu persiapkan diri kamu ya"
"Pasti, Nyonya"
....
Saat malam hari, Ken menghabiskan waktu bersama Mama nya sembari menonton drama kesukaan sang Mama. Dan saat itu juga Nyonya Celine memberi tahu Ken kalau Zee akan berhenti bekerja di rumah nya, membuat kedua bola mata Ken langsung melotot sempurna.
"Berhenti bekerja?" tanya nya seolah tak percaya dengan informasi yang di berikan sang Mama.
"Iya, Ken. Urmila melihat dia bisa menjadi model yang profesional, dia gadis yang baik, bertanggung jawab dan mau belajar" tukas Nyonya Celine dan tiba-tiba Ken memasang wajah memelas nya dan berkata...
"Yah, Ma... Terus nanti siapa yang melayani ku?" tanya nya yang justru terdengar seperti orang merengek.
"Ya nanti kita cari pembantu lagi, Ken" jawab Mama nya dengan raut wajah yang terlihat heran kepada Ken. Karena selama ini sudah tak terhitung orang yang berhenti bekerja dari rumah meraka dan Ken tak pernah mau tahu akan hal itu, apa lagi penyebab mereka berhenti adalah Ken.
"Tapi kan Zee sudah sangat mengenal ku, Ma. Dia tahu cara melayani ku dengan baik, dia tahu kebiasaan ku dan sebagai nya" Ken kembali merengek, Mama nya pun menatap Ken dengan dahi yang mengkerut.
"Kamu suka sama Zee ya, Ken?" tuduh nya penuh curiga yang membuat Ken langsung terlihat salah tingkah.
"Ya... Ya bukan begitu, cuma kan cari orang yang baik dan jujur itu susah, Ma. Kita sudah mengenal Zee kan, jadi yaaa... Terserah Mama lah" ucap Ken kemudian ia beranjak dari tempat nya dan bergegas ke kamar nya, membuat sang Mama semakin terlihat bingung.
"Dia kenapa sih? Tumben merengek gara gara ada pembantu yang mau berhenti, selama ini puluhan pembantu berhenti gara gara dia juga..."