" Jadi ku mohon jika tiba saatnya aku harus meninggalkan kalian , ku harap kamu menggantikanku sebagai Istri bagi suamiku dan Ibu dari Anakku . Ku mohon . Aku percaya padamu "
--------####--------
Seorang gadis kecil harus kehilangan Ibunya dan mengalami penderitaan selama bertahun tahun .
Namun setelah Ia berhasil bangkit , kini Ia di hadapkan pada sebuah amanat yang akan mengubah kehidupannya . Mampukah Ia ?
Dan apakah Ia juga mampu untuk membalas orang orang yang dulu telah membunuh Ibunya dan membuat hidupnya menderita ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 . Let's start the game
Rasanya Risa tidur sudah cukup lama ketika Esme membangunkannya karena mereka sudah sampai di apartemen.
" Bagaimana apartemennya ? Kamu suka ? " tanya Esme .
" Suka ... " jawab Risa singkat sambil terus berkeliling .
Langkahnya terhenti di balkon apartemen . Risa menatap kerlap kerlip kota Jakarta di malam hari .
" Esme ... unit kita di lantai berapa ? " tanya Risa .
Esme berhenti menghisap rokoknya .
" 17 . " jawabnya singkat .
Risa kembali menatap ke depan .
" Kamu gak masalah kan kalau kita di . Lt 17 ? Jangan jangan kamu takut akan tertidur di lift sebelum sampai di lt . 17 karena mabuk ? "
Risa tertawa mendengar pertanyaan Esme .
" Kamu beneran nanya atau menyindirku ? Aku koreksi yah , yang tertidur di dalam lift itu Amora bukan aku . " ujar Risa .
" Oke oke . Aku salah . "
Esme tertawa .
" Esme , ternyata pemandangan kota Jakarta di malam hari dari ketinggian itu indah juga yah .... kenapa aku baru melihatnya sekarang padahal dulu hampir 3 tahun aku tinggal disini . " ujar Risa .
" Maka sekarang pandangilah sepuasmu apa yang menurutmu indah . Sebenarnya Aku sengaja memilih unit ini spesial untukmu . " Ujar Esme .
" Lihatlah kesana , " Esme menunjuk sebuah gedung tinggi .
Tatapan Risa mengikuti arah yang di tunjukkan tangan Esme.
Ia membaca kata demi kata yang bersinar terang pada puncak gedung itu .
" OHANA TECH GROUP "
" Ya , target mu ada disana . Kamu hanya perlu menatap lurus dari tempatmu berdiri saat ini , di situlah ruangan kerjanya . "
Risa mengangguk mengerti . Esme memang selalu bisa diandalkan untuk urusan seperti ini .
Setelah Risa dan Amora menceritakan semua rahasia masa lalu Risa dan mengenai permintaan terakhir Kirani , Esme segera bergerak mencari tahu informasi yang akan mereka perlukan .
Namun ada sesuatu yang mengganggu pikiran Risa .
" Ohana ? Mengapa harus Ohana ? " gumam Risa .
" Ris .... kamu baik baik saja ? " tanya Esme .
" Ya .. ya... " jawab Risa singkat
Cahaya matahari memaksa masuk melalui celah celah jendela yang tidak tertutup gorden .
Perlahan Risa mulai membuka matanya , mengamati sekeliling .
Kedua sudut bibirnya tertarik ke atas , " astaga aku hampir lupa kalau sekarang aku di Indonesia . "
Setelah mandi dan bersiap Risa keluar kamar hendak membuat sarapan . " Karena lelah , kemarin aku sampai lupa membeli bahan makanan. " batin Risa .
" Joheun achimieyo ...... " sapa Esme yang sedang menyiapkan sarapan .
Risa berdecak ..... " Ck ck ck , hampir saja aku mengira masih berada di Korea . " Ujar Risa .
" Selamat Pagi Esme .... ini yang benar . " lanjutnya .
" Duduklah , ayo sarapan . " ajak Esme .
" Hemmmm , biar aku yang membuat kopinya . " ujar Risa menawarkan .
" Good ..... aku ingat rasa kopi buatanmu memang yang terbaik . " Ujar Esme sambil mengangkat satu jempolnya .
Setelah hidangan sarapan siap , Risa dan Esme duduk berhadapan di meja makan .
Dua piring Waffle dengan topping whipped cream dan buah-buahan segar di tambah saus karamel , juga tak lupa dua gelas kopi sudah tersaji di meja .
" Terimakasih untuk makanannya , " Ujar Risa sebelum Ia mulai memasukkan potongan Waffle dan buah ke mulutnya .
" Ris .... ini informasi yang sudah ku kumpulkan . Orang orangku masih akan terus menggali informasi lain . " Ujar Esme dan meletakkan beberapa map di atas meja .
Risa melihat satu per satu map itu . Ia membuka map yang teratas .
" Aydin Syauqi . " Gumamnya .
Risa sangat serius saat membaca profile Aydin.
Aydin Syauqi , Pria berusia 32 tahun , CEO Ohana Tech Group .
Status duda , memiliki satu anak laki laki berusia 5 tahun , juga memiliki satu adik perempuan yang sedang berprofesi sebagi model .
" Sepertinya Aku akan menghadapi pria jenius . Lihatlah prestasi prestasi dirinya , perusahaannya saja hanya butuh waktu 2 tahun untuk bisa menjadi perusahaan IT ternama di Indonesia dan di beberapa negara lain . " ujar Risa .
Esme mengangguk setuju . " Menurut informanku , dia sampai bosan mengikuti pria ini . Hidupnya monoton , rumah- sekolah putranya - kantor - rumah orang tuanya - dan kembali ke rumah lagi , sesekali Gym dan ke cafe bersama asistennya . " ujar Esme .
" Ohh yah ? Malang sekali Kirani , suaminya seperti robot . " ujar Risa diikuti tawanya .
Risa kembali melihat isi map tadi . Sebagian besar isinya foto foto orang orang disekitar Aydin dan foto kegiatan Aydin .
Setelah itu Risa pindah ke map yang lain .
" Ortiva Construction . " Gumamnya .
Rasanya luka sayatan kecil di hatinya dulu kini terbuka .
" Dipimpin oleh Ferdinand sebagai CEO . Memiliki seorang putri yang berprofesi sebagai Model berusia 20 tahun dan sang Ibu sendiri yang menjadi managernya . "
Risa membacanya dengan suara lantang . Tersirat kebencian dalam setiap kata yang diucapkannya .
" Hemm ... perusahaan miliknya cukup sukses , banyak proyek proyek besar yang mereka menangkan dengan cara yang licik . " Ujar Esme sambil sesekali menyesap kopinya .
" Ortiva itu perusahaan kakekku . Dulunya hanya sebuah perusahaan konstruksi biasa di Palembang . Tapi sejak Kakekku meninggal , pria iblis itu yang menggantikan kakekku . " Ujar Risa .
Risa juga tak melewatkan informasi mengenai Indri dan Anggun . Tanpa sadar , Risa meremas foto foto keduanya yang tertawa bahagia .
Map terakhirnya yang di periksanya , membuat Risa meneteskan air matanya . Di dalam map itu ada beberapa foto Rani di buku tahunan sekolah , foto Rani di buku tahunan universitas , yang terakhir adalah foto tempat peristirahatan Rani yang terakhir .
Esme tak ingin Risa kembali terlarut dalam kesedihannya .
" Jadi apa rencana mu ? " tanyanya .
Risa menyeka air matanya .
" Hemmmm sudah ada beberapa ide di pikiranku . Pertama Aydin , aku ingin pertemuanku dengannya seperti sebuah kebetulan . Aku ingin banyak pertemuan yang tidak disengaja dengannya . Daftarkan aku di tempat Gym Aydin , dengan jadwal yang sama dengannya . " Ujar Risa .
" Lalu untuk bertemu Dafha .. aku hawatir dia akan ketakutan jika aku menemuinya langsung . Hemm bagaimana jika membuat kerja sama antara yayasanku dengan sekolahnya . Ku pikir sekolahnya adalah tempat teraman untuk bertemu dengan bocah lucu itu . " lanjutnya sambil terus mengunyah waffle yang tersisa beberapa potong saja .
" Oke . Aku akan meminta orang orangku mengaturnya . Bagaimana dengan Ferdinand dan keluarganya? Apa kamu akan membiarkannya ? " tanya Esme ragu .
Risa meletakkan pisau dan garpunya . Kemudian menyeka bibirnya .
" Untuk bisa menggoyahkan Ferdinand aku butuh sesuatu yang lebih besar darinya . " ujar Risa .
" Jika kamu berhasil mendapatkan Aydin , ku rasa itu bukan hal yang sulit . "
Risa menggeleng . " Akan terlalu lama jika menunggu aku berhasil dengan Aydin . "
" Cari tahu proyek besar apa yang sedang iblis itu kerjakan . Ku rasa aku harus menginvestasikan sejumlah uangku untuk persiapan masa tua . " ujar Risa .
Esme menaikkan kedua sudut bibirnya . " Aku paham maksudmu . Akan segera ku cari tahu perusahaan terbaik tempatmu bisa berinvestasi . "
" Jadi apa rencanamu hari ini ? Mau berjalan jalan keliling Jakarta ? " tanya Esme .
Risa mengambil sebuah foto . " Aku akan bersiap sekarang , tolong antarkan aku kesana . "
Ujarnya sambil menunjuk sebuah foto .
Risa lantas beranjak dari kursinya . Membersihkan meja makan , sementara Esme sudah berpindah ke balkon untuk merokok dan menghubungi orang orangnya .
Saat sedang mencuci piring , ada sebuah ide terlintas di benak Risa . Lantas Ia buru buru menyusul Esme di balkon setelah selesai mencuci piring .
" Esme ... " serunya .
" Hemmm.... " Esme mengalihkan pandangannya dari ponsel ke Risa .
" Satu lagi , walaupun sedang di Indonesia tapi aku tak ingin jadi pengangguran . Aku sepertinya tertarik untuk bekerja sama dengan Stars Academy , bisa kamu atur ? " pinta Risa .
Esme tertawa terbahak bahak .
" Good girl ... akan ku atur . Ku kira kamu akan melewatkan yang satu itu . "
Risa mengedikkan bahunya . " Tidak akan seru jika aku melewatkannya . " ujar Risa sambil berlalu kembali ke kamarnya .
Di dalam kamar , Ia menatap pantulan dirinya pada cermin .
" Jangan takut , semua akan baik baik saja . Kamu Kim Risa ..... kita akan buat mereka merasakan penderitaan seorang Brisa Elzavira . " ujarnya pada dirinya sendiri .
" Oke Kim Risa , hilangkan rasa takutmu . Let's start the game . " ujar Risa sekali lagi untuk menyemangati dirinya .
.
.
.
.
.
"*Saya tidak takut pada orang yang telah berlatih 10.000 tendangan sekali, tetapi saya takut pada orang yang telah berlatih satu tendangan 10.000 kali." - Bruce Lee*
.
.
.
.
.
To be continue
Echa juga semangat kejar gadis masing²