Yuri, gadis polos yang menjadi korban kedengkian sepupunya, harus kehilangan kekasih bahkan pergi meninggalkan keluarga dalam keadaan hamil. Lima tahun kemudia, Yuri kembali bersama anak laki-lakinya yang cerdas. Yuri kini telah berubah, dia kembali untuk menemukan ayah dari anaknya serta mengambil apa yang seharusnya menjadi milik Yuri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoemi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesepakatan Keluarga #part1
Kei menuju sekolah Lucas. Menunggu anak itu hingga jam pulang. Ingin sekali sebenarnya dia menjemput paksa si anak. Namun, hal tersebut dia urungkan. Dia tidak ingin Yuri bertambah kesal padanya. Dengan sabar, Tuan Muda keluarga Yamamoto itu pun menunggu di bangku taman sekolah Lucas.
Sementara itu, Yuri yang semalam mengetahui bahwa Tuan Muda Yamamoto tidak lain adalah Kei merasa khawatir. Dia cemas jika Kei datang ke sekolah lagi dan membawa Lucas. Karena itu, Yuri memiliki inisiatif untuk menjemput Kei lebih awal. Dia tidak ingin kecolongan seperti kemarin.
Intuisi seorang ibu tampaknya tak meleset. Firasat Yuri benar. Begitu memasuki halaman sekolah, wanita itu langsung mengenali sosok Kei yang duduk di bangku taman.
Yuri bergeming dengan tangan terkepal. Netra kecoklatan wanita itu menatap tajam kepada Kei. Sementara itu, dadanya terasa sesak. Hatinya semakin berkecamuk. Dia belum siap jika harus menghadapi ayah kandung dari anaknya. Terlebih lagi bila benar laki-laki itu adalah Kei. Orang yang dinilai Yuri paling tidak tahu diri dan sangat dibencinya.
Terkadang takdir memang terasa kejam. Keberuntungan pun belum berpihak kepada Yuri. Saat dia ingin menghindari Kei, keputusannya terlambat. Tuan Muda keluarga Yamamoto itu mengetahui kedatangan sosok Yuri. Dengan sigap, anak buah Kei pun bertindak untuk menghadang, membuat wanita itu tak jadi pergi dan terpaksa menemui Kei.
"Apa mau Anda? Kenapa terus mengganggu anak saya?" tanya Yuri yang telah dipenuhi emosi. Ada grogi dalam dirinya tetapi sekuat tenaga harus dia tutupi. Yuri tahu bahwa saat ini dia harus menjadi wanita yang kuat dan tegar.
"Siapa ayah dari anak itu?" Kei tak mau kalah, dia tidak ingin berbasa-basi lagi.
"Siapa pun ayahnya, itu bukan urusan Anda. Saya tidak mengenal Anda dan tidak memiliki urusan dengan Anda!" tegas Yuri.
Kei tersenyum arogan. Dia memandang Yuri dari ujung kepala hingga ujung kaki. Laki-laki itu kemudian mendekat dan mengambil sesuatu dari saku jasnya. Sebuah surat yang langsung dia berikan kepada Yuri.
Yuri merasa ragu menerima surat tersebut. Namun, Kei memberi isyarat agar dia membaca isinya. Akhirnya, Yuri pun menerima surat itu dan membukanya.
Betapa terkejutnya Yuri saat mengetahui isi surat tersebut. Itu adalah surat dari rumah sakit tentang hasil tes DNA Lucas. Nasib Yuri sungguh nahas. Hal paling dia takutkan akhirnya terjadi. Kei benar-benar ayah kandung Lucas.
"Jadi, apakah sekarang kau mengerti, aku memiliki urusan dengan Lucas?" tanya Kei.
Yuri terpaku tanpa bisa mengeluarkan sepatah kata pun. Tubuhnya gemetar. Pandangannya nanar.
"Kau pasti paham apa yang kumaksudkan, bukan? Jika kau juga benar-benar ibu kandungnya, kau pasti juga tidak lupa dengan kejadian di malam itu ..." Kei berusaha membangkitkan ingatan Yuri.
"Diam!" teriak Yuri. Air matanya mulai berlinang. Sebuah luka yang Yuri pendam rapat-rapat kini mencuat ke permukaan.
"Kau tidak berhak atas Lucas. Dia anakku. Tidak seorang pun bisa mengambilnya!" Yuri meradang. "Malam paling buruk dalam hidupku itu tidak mungkin kulupakan sampai kapan pun. Malam itu, kita tidak saling mengenal, sekarang pun tetap begitu. Ingat baik-baik, Lucas adalah anakku, hanya anakku!" teriak Yuri.
Wanita itu tidak menunggu reaksi Kei. Dia langsung melangkah pergi. Langkahnya cepat seperti seperti sedang diburu waktu. Dia menuju ke kelas Lucas. Yuri ketakutan. Sangat ketakutan jika sampai kehilangan Lucas. Dia tidak mau hal itu terjadi.
Anak buah Kei ingin menghentikan langkah Yuri. Akan tetapi, Kei mencegahnya. Kei tahu, wanita itu saat ini sedang marah besar. Kei ingin memberi kesempatan pada Yuri untuk menjemput Lucas. Sementara ini, Kei ingin menggunakan cara halus untuk mendekati Yuri dan Lucas. Dia tidak ingin menggunakan kekerasan. Namun, jika hal itu gagal, tentu Kei akan menggunakan segala cara.
Kei tetaplah Kei. Dia adalah Tuan Muda dari keluarga Yamamoto. Putra tunggal dari ketua mafia Elang Biru. Tak ada hal yang tak dapat ditangani Kei. Semua yang dia inginkan harus tercapai, bagaimana pun caranya.
Jika sudah terpojok, Kei pun bisa menggunakan segala cara. Termasuk melakukan hal paling licik dan keji sekali pun. Kei tidak akan peduli. Dia bisa menjelma menjadi laki-laki iblis yang dingin dan kejam demi tujuannya.
"Aku masih ingin bersikap baik, seharusnya kau cepat mengerti akan hal itu, sebelum semua terlambat untukmu dan orang-orang terdekatmu," gumam Kei.
Kei Yamamoto, dibalik sikap dinginnya, Kei adalah gunung berapi yang siap meletus kapan pun jika ada yang mengusik. Laki-laki arogan itu sudah terbiasa memperoleh semua keinginannya. Tak ada yang boleh menolak jika dia telah memutuskan sesuatu.
"Bagaimana pun, aku ayahnya. Aku juga berhak atas Lucas!" monolog Kei.
ceritanya bagus, tidak bertele-tele...dan seru...👏👏👏
keren bet Thor 👏🙏👏🙏👏