Masa revisi.
pliss..... jangan lupa tinggalkan jejak
Putri misra adalah putri yg sangat hebat dan ahli dalam seni bela diri berbagai jurus dan sihir yg hebat ia kuasai. Belum lagi dengan kalung pusaka miliknya yg berfungsi sebagai ruang di mensi. Tapi karna ke serakahan aliran hitam yg ingin merebut benda pusaka milik putri misra. Akhirnya putri misra pun meninggal karna di terkena racun di saat menghadapi kelompok aliran hitam tersebut
Di belahan dunia lain seorang wanita cantik harus meregang nyawa karna sahabat yg di angga nya saudara tetapi berselingkuh dengan kekasihnya
"tenang saja rhaiza. Karna tubuh ini sudah menjadi milik ku. Maka aku akan Membalaskan Dendam mu"
Jangan lupa like, komen, vite dan tips nya yah, untuk autor
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dark Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 15
Di tengah-tengah perbincangan ke dua wanita berbeda usia itu tiba-tiba handphone mommy Rossa berbunyi.
"hallo boyz. Tumben kau menghubungi mommy. Apa ada sesuatu yang terjadi.??? Tanya mommy rosa.
" nga mom. Aku hanya mendapat kabar kalau mommy keluar sendirian lagi. "jawab Martin.
" mommy nga suka di keliling pengawal boyz" mommy Rosa.
"tapi kan mom itu demi kebaikan mommy" jawab Martin lagi.
"kamu nga usah berdebat dengan mommy. Sebaiknya kau menjemput mommy di sini. Nanti mommy akan mengirimkan alamatnya" mommy rosa mendengus kesal.
"baiklah aku akan menjemput mommy" jawab Martin pasrah.
Handphone mommy Rosa pun di matikan dan mereka melanjutkan makannya. Sehabis itu mereka memesan makan penutup. Mereka terus berbincang sesekali bercanda dan tertawa. Tanpa mereka sadari seseorang sudah memperhatikan mereka berdua dari kejauhan.
"mommy berbincang dengan siapa...???,Tumben mommy mau dekat dengan orang lain dan mereka terlihat sangat akrab" batin Martin.
Martin pun berjalan dan menghampiri mereka berdua yang tengah asyik berbincang dan tidak menyadari jika Martin sudah ada di dekat mereka.
"mommy" panggil Martin
"hai boyz..., sejak kapan kau berdiri di situ...???, tanya mommy Rossa yang sedikit terkejut dengan panggilan martin.
"oh ya......,kenalkan ini Rhaiza anak angkat mommy" mommy Rosa langsung memperkenalkan mereka berdua, ia sadar jika anak lelakinya sudah meminta penjelasan tentang wanita yang ada di hadapan ibunya itu.
Rhaiza pun berdiri dan mengangkat kepalanya untuk bersalaman. Tapi Rhaiza tiba-tiba diam dan melotot kaget melihat lelaki yang ada di depannya. Begitupun Martin yang sangat senang karena pencariannya selama ini tidak pernah membuahkan hasil, dan tiba-tiba Rhaiza muncul di depan nya dengan sendirinya.
"Rhaiza.....!!!" Sambil menyodorkan tangannya.
"martin......!!!" menyambut tangan Rhaiza dan tersenyum penuh arti.
"senang bertemu dengan mu" kata rhaiza dengan canggung.
" ya....., akupun senang berjumpa dengan mu.... lagi" Martin menekan kata lagi untuk mengingat kan Rhaiza.
Mereka pun duduk dan berbincang-bincang sejenak sebelum mereka pulang. Mommy Rosa pun meminta Martin untuk mengantar Rhaiza pulang dan ia akan di antar oleh asisten pribadi Martin. Di dalam mobil sport tersebut yang ada hanya kesunyian. Martin pun mencoba membuka sura.
"terima kasih karena kau mau menolong ku malam itu." Martin membuka suara.
" tidak masalah, tuan terlihat membutuhkan bantuan, jadi aku sebagai pegawai jelas harus membantu, karena itu adalah tugas ku" jawab Rhaiza dengan santai.
" jika kau membutuhkan bantuan. Kau tidak perlu sungkan memintanya kepada ku, atau jika kau memiliki permintaan, aku akan mengabulkannya." ucap Martin dengan sungguh-sungguh.
"apa kau bersungguh-sungguh.???" tanya Rhaiza dengan memasang wajah penuh harap.
"ya aku bersungguh-sungguh" jawab Martin dengan tersenyum geli melihat ekspresi wajah Rhaiza.
"kau membutuhkan bantuan ku untuk apa....???" tanya Martin sedikit kepo
"Aku lagi mencari rumah yang baru untuk tempat tinggal ku" jawab Rhaiza dengan jujur.
"kau bisa ke kantor ku besok. Aku akan mengenakan mu ke agen perumahan yang ku kenal" saran martin dan berharap Rhaiza mau ke kantornya.
"ok.. Aku akan datang pas makan siang besok" jawab Rhaiza tampa berfikir lama
Rhaiza dan martin sudah sampaikan di depan apartemen kecil Rhaiza. Martin pun langsung pamit dan Rhaiza pun langsung memasuki apartemen nya.
Melihat jam sudah menunjukan pukul 7 malam. Rhaiza yang sudah mandi pun memutuskan memasuki ruang dimensinya.
"sepertinya aku akan kesusahan mengurus rumah dan keperluan ku nanti di saat aku sudah membeli hunian baru. Sebaiknya aku membuat pelayan dari tanah untuk membantu nanti" gumam Rhaiza.
Rhaiza pun memulai aksinya dengan membuat patung sebanyak 6 orang yang terdiri dari 3 wanita dan 3 pria. ia pun duduk bersila di hadapan ke 6 patung tersebut. Ia memusatkan tenaga dalamnya dan menyalurkan tenaga dalam yang di campur dengan sedikit energi kehidupannya sambil membaca mantra sihir.
Selang beberapa waktu kurang lebih menghabiskan waktu hampir 5 jam lamanya. Akhirnya patung-patung itu pun sudah berhenti bersinar dan terbentuk lah 6 manusia yang sangat rupawan.
Rhaiza pun mendekat ke 6 manusia buatan tersebut dan mentransfer kan kesadaran manusia ke pada mereka berenam agar mereka bisa lebih memahami untuk menjadi manusia. Tapi tetap saja mereka kekurangan ekspresi di wajahnya.
"akhirnya selesai juga"
razhia kurang tegas