NovelToon NovelToon
System Penambangan Antar Dunia

System Penambangan Antar Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Di dunia ini, tidak semua orang bekerja demi mengejar mimpi. Sebagian hanya berusaha bertahan hidup.

Ling Qi adalah salah satunya.

Sebagai penambang biasa di China, hidupnya dipenuhi debu tambang, utang yang terus menumpuk, dan hari esok yang tidak pernah menjanjikan harapan. Ketika sebuah kejadian menghancurkan sisa keberuntungannya, ia mengira hidupnya telah mencapai titik terendah.

Namun, jauh di bawah tanah, sebuah portal misterius membuka jalan menuju dunia yang belum pernah dijamah manusia.

Di balik kegelapan gua-gua kuno, tersembunyi mineral berharga, reruntuhan yang menyimpan rahasia, serta monster yang menjaga harta mereka dengan nyawa.

Di sana, Ling Qi memperoleh 《World Mining System》, sebuah sistem yang mengubah setiap ayunan pickaxe menjadi kesempatan untuk mengubah takdir.

Tetapi semakin dalam ia menambang, semakin ia menyadari bahwa dunia itu bukan sekadar tambang.

Ada sesuatu yang jauh lebih besar menunggu di balik setiap portal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Cahaya keperakan dari retakan itu berdenyut sekali, dua kali, seperti sesuatu yang bernapas di baliknya. Lalu, tanpa peringatan lain, celah itu memuntahkan sesuatu dari dalamnya.

Sesosok goblin hijau tua melompat keluar lebih dulu, cakarnya mencengkeram lantai marmer yang retak, disusul dua ekor lainnya yang merangkak keluar dengan gerakan kasar. Di belakang mereka, sosok yang lebih besar menyeruak—tubuh berbulu lebat, rahang memanjang dipenuhi taring, berjalan dengan dua kaki namun bertumpu pada punggung yang membungkuk seperti serigala yang dipaksa berdiri tegak. Warewolf.

"MONSTER! ITU MONSTER!" Teriakan pertama pecah dari seorang wanita yang berdiri paling dekat dengan retakan, tangannya menggenggam tas belanja yang terjatuh begitu saja ke lantai.

Kekacauan meletus seketika. Orang-orang yang tadinya sudah panik karena gempa kini berlari tunggang langgang ke segala arah, saling bertabrakan, terjatuh, terinjak, tanpa sempat berpikir jernih ke mana harus pergi. Seorang pria menjatuhkan anaknya sendiri saat berusaha berlari, buru-buru memungutnya kembali sambil menangis histeris.

Goblin pertama tidak membuang waktu. Makhluk itu melompat ke arah seorang pria paruh baya yang tersandung kakinya sendiri, cakarnya terayun turun—

Ling Qi berdiri di lantai atas, kedua tangannya mengepal di sisi tubuh, matanya yang tersembunyi di balik perban menatap tajam ke bawah, menghitung jarak, menghitung posisi setiap makhluk yang bergerak di antara kerumunan manusia yang berlarian. 'Tidak ada waktu untuk lewat tangga.'

Dia melompat ke atas pagar pembatas lantai dua, kakinya bertumpu sebentar di pegangan besi yang dingin, lalu tanpa ragu, dia menjatuhkan diri ke lantai bawah.

Jarak jatuh itu cukup untuk mematahkan tulang orang biasa. Namun Ling Qi mendarat dengan lutut sedikit menekuk, tumit menghantam lantai marmer hingga retak kecil menjalar di bawah sepatunya—tanpa rasa sakit sedikit pun.

Dia berlari, tubuhnya meluncur rendah di antara kerumunan yang berlarian panik, langsung menuju goblin yang cakarnya baru saja terayun ke arah pria paruh baya tadi.

Ling Qi menangkap pergelangan cakar itu di udara, menghentikannya beberapa senti dari leher korbannya.

"Cepat lari!" bentak Ling Qi kepada pria itu, yang langsung merangkak mundur ketakutan sebelum bangkit dan berlari menjauh.

Goblin mendesis marah, mencoba menarik cakarnya lepas. Ling Qi tidak memberinya kesempatan. Dengan satu tangan masih menahan pergelangan goblin, tangannya yang lain terkepal dan menghantam tepat di tengah tengkorak makhluk itu.

DUAK!

Tengkorak goblin pecah seketika, tubuhnya ambruk lemas ke lantai sebelum retak menjadi butiran cahaya yang menghilang di udara, meninggalkan bau anyir yang menusuk.

Ling Qi tidak berhenti. Matanya yang tembus pandang menangkap pergerakan tiga siluet berbulu lebat di sudut lain area mall, mengepung seseorang yang terjatuh di dekat kios ponsel. 'Itu—'

Wanita berseragam biru muda dengan bordir logo toko ponsel yang sama seperti tempat dia membeli ponsel tadi, tersungkur di lantai, kedua tangannya terangkat gemetar melindungi wajahnya. Tiga warewolf mengelilinginya, salah satunya menggeram rendah sambil merunduk, otot-otot di kakinya menegang bersiap melompat.

Ling Qi melesat.

Jarak sekitar lima belas meter itu dia tempuh dalam hitungan detik, kakinya menghantam lantai dengan tenaga penuh di setiap langkah. Warewolf terdekat melompat tepat saat Ling Qi tiba, rahangnya terbuka lebar menerkam ke arah leher wanita itu.

Ling Qi menerjang dari samping, bahunya menghantam tubuh warewolf itu di udara, mengubah arah terkamannya hingga menghantam lantai beberapa meter jauhnya, meninggalkan goresan panjang di marmer.

Dua warewolf lainnya menggeram, langsung menerjang bersamaan dari dua sisi berbeda.

Ling Qi berputar rendah, menghindari cakar yang menyambar dari kanan, lalu mengangkat lengannya untuk menahan gigitan dari yang kiri—taring tajam itu menembus lengan bajunya, menggores kulit hingga darah menetes, tetapi Ling Qi tidak melepaskan momentumnya. Dia mencengkeram rahang warewolf itu dengan kedua tangan, memaksanya terbuka lebih lebar, lalu dengan satu hentakan brutal, membanting tubuh makhluk itu ke lantai hingga terdengar bunyi retak tulang yang menjijikkan.

Warewolf ketiga, yang pertama kali dia hantam, sudah bangkit kembali, darah hitam mengucur dari moncongnya. Makhluk itu menerjang dari belakang.

Ling Qi memutar tubuh setengah putaran, menangkap moncong warewolf yang menganga tepat sebelum giginya menembus kulitnya, lalu menghunjamkan sikutnya ke bagian belakang leher makhluk itu dengan tenaga penuh.

KRAK!!

Leher warewolf itu patah dengan sudut yang tidak wajar, tubuhnya lemas seketika sebelum retak dan pecah menjadi butiran cahaya, menyusul dua rekannya yang sudah lebih dulu tumbang.

Ling Qi berdiri di tengah reruntuhan pertarungan singkat itu, napasnya sedikit memburu, lengan kirinya berdarah akibat gigitan tadi. Dia menoleh ke arah wanita yang masih terduduk gemetar di lantai, wajahnya pucat pasi, air mata bercampur debu mengalir di pipinya.

Ling Qi berlutut, mengulurkan tangannya. "Kau tidak apa-apa? Bisa berdiri?"

Wanita itu menatap tangan yang terulur dengan mata berkaca-kaca, bibirnya bergetar mengucap sesuatu yang tidak terdengar jelas, lalu perlahan mengangkat tangannya sendiri untuk menyambut.

Namun sebelum jari mereka sempat bersentuhan, wanita itu mendadak menjerit. "AAAKH!"

Tubuhnya ambruk ke lantai, kedua tangan mencengkeram kepalanya sendiri, kukunya sampai menggores kulit kepalanya hingga berdarah. Dia berguling-guling, kakinya menendang-nendang tanpa arah, tubuhnya kejang seperti dialiri listrik.

"Hei! Hei, kau kenapa?!" Ling Qi panik, mencoba menahan bahunya, tetapi wanita itu terus berguling menjauh, tubuhnya melengkung dengan cara yang tidak wajar.

Jeritan itu perlahan berhenti mendadak. Tubuh wanita itu terdiam total, seperti boneka yang talinya baru saja diputus.

CLASH!!

Darah menyembur dari dalam tubuhnya—bukan dari luka gigitan atau cakaran, melainkan merembes keluar dari pori-pori kulitnya sendiri, dari matanya, dari hidungnya, membasahi lantai marmer putih dengan genangan merah pekat yang meluas dengan cepat.

Ling Qi tersentak mundur, tubuhnya membeku, wajahnya memucat di balik perban yang menutupi matanya. 'Apa—apa yang baru saja terjadi?'

Dia menoleh liar ke sekeliling, jantungnya berdegup kencang menahan rasa ngeri yang baru pertama kali dia rasakan sejak menginjakkan kaki di dunia lain sekalipun.

Di kejauhan, dia melihat pemandangan yang sama terjadi berulang kali—seorang pria yang baru saja lolos dari kejaran goblin tiba-tiba berhenti berlari, mencengkeram dadanya sendiri sebelum ambruk dengan darah mengucur dari mulutnya. Seorang wanita muda yang bersembunyi di balik pilar tiba-tiba menjerit, tubuhnya kejang sesaat sebelum diam selamanya.

Ini bukan ulah goblin. Bukan ulah warewolf.

Sesuatu yang lain sedang terjadi, sesuatu yang tidak bisa dia lihat, tidak bisa dia lawan dengan kepalan tangan atau beliungnya.

Ling Qi berdiri di tengah kekacauan itu, dikelilingi mayat-mayat yang jatuh tanpa sebab yang jelas, dan untuk pertama kalinya sejak dia mendapatkan kekuatan barunya, dia merasakan sesuatu yang asing merayapi dadanya—

Rasa takut karena tidak tahu harus melawan apa.

1
Ria Gazali Dapson
beli ktistal lagi li, buat obatin mamak mu , biar sehat , dn ga berobat² lagi
𝚺𝝰𝝶: kristalnya gak dibeli/Scowl/ harus dapat dari monster
total 1 replies
Siti Lubis
Bagus banget tapi maaf ya cuman bisa menyampaikan dari sini tapi bagus😍😍😍😍😍
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
is good💪💪💪
Hadi Hadi
up up💪
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍👍
black
mantap thor
black
jan sampe berhenti thor seru
𝚺𝝰𝝶: iya kak /Smile/ sampai tamat kok
total 1 replies
black
zuzur, ini seru, system-nya lain daripada yang lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!