NovelToon NovelToon
Sistem Raja Wisata: Gunung Legendaris Warisan Kakek

Sistem Raja Wisata: Gunung Legendaris Warisan Kakek

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Semua orang menganggap Gunung Sumber Abadi hanyalah tempat wisata gagal yang dikutuk, tetapi bagi Rizky Santoso, warisan yang dibuang oleh seluruh keluarganya ini adalah awal dari segalanya. Tepat saat ia menerima beban hutang dan kawasan wisata yang hancur itu, sebuah sistem misterius bangkit dan memberinya kekuatan untuk mengubah gunung tandus menjadi destinasi kelas dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Waktu berlalu begitu cepat hingga tidak terasa sudah memasuki minggu ketiga di bulan ini.

Suasana di ruang kontrol Gunung Sumber Abadi terasa sedikit menegang siang itu.

Siska mondar-mandir di depan meja kerja Rizky sambil menggigit ujung bolpoinnya dengan cemas.

Tap tap tap.

"Bos Rizky, Tuan Richard benar-benar gila dan mau menghancurkan kita secara mental," ucap Siska menghentikan langkahnya.

"Mereka baru saja memasang baliho raksasa di sepanjang jalan raya provinsi dan di pusat kota."

Rizky memutar kursinya menghadap Siska dengan raut wajah santai seperti biasa.

"Apa isi tulisan baliho murahan itu Siska, apa mereka memberi diskon tiket masuk lima puluh persen?" tebak Rizky menebak trik pasaran.

Siska menggelengkan kepalanya dengan cepat dan meletakkan tabletnya di atas meja.

"Lebih parah dari itu Bos, mereka akan meresmikan Mega Resort Bintang Tujuh pada hari Sabtu besok," lapor Siska dengan suara bergetar.

"Mereka mengundang tiga grup band papan atas ibu kota dan penyanyi dangdut internasional untuk konser gratis di sana."

"Bahkan semua stasiun televisi nasional sudah dibayar untuk menyiarkan acara pemotongan pita mereka secara langsung."

Rizky melihat foto baliho di layar tablet itu dan tersenyum miring melihat wajah sombong Tuan Richard yang terpampang besar.

"Orang tua itu benar-benar tahu cara membakar uang untuk membeli panggung ketenaran sesaat," komentar Rizky santai.

"Lalu apa rencana kita Bos, apa kita harus mengundur jadwal pembukaan kota bawah tanah kita ke minggu depannya lagi?" tanya Siska pesimis.

"Kalau kita buka di hari yang sama, pasti tidak akan ada pengunjung yang datang ke gunung ini karena semua orang lebih suka konser gratis."

Rizky langsung mengebrak mejanya pelan.

Brak.

"Justru sebaliknya Siska, kita akan membuka Tur Eksklusif Kota Kuno tepat pada hari Sabtu besok pada jam yang sama persis dengan mereka," putus Rizky tegas dan penuh tantangan.

"Tapi Bos, kita tidak punya anggaran miliaran rupiah untuk menyewa artis atau mengundang stasiun televisi nasional," protes Siska kebingungan dengan keputusan bunuh diri bosnya itu.

"Kita tidak butuh artis plastik atau wartawan bayaran untuk membuat tempat ini menjadi legenda Siska," jawab Rizky bersandar ke kursinya.

"Target pasar kita untuk wisata bawah tanah ini bukanlah masyarakat umum yang mencari konser gratisan."

"Lalu siapa yang mau Bos undang untuk datang ke sini sabtu besok?" tanya Siska semakin tidak paham.

Rizky tidak langsung menjawab dan hanya tersenyum misterius ke arah jendela.

Dia memanggil sistem kepercayaannya di dalam pikiran.

"Sistem, buka fitur pemasaran tingkat lanjut yang kau tawarkan kepadaku kemarin malam," perintah Rizky di dalam batinnya.

Ding!

[Menampilkan Fitur Undangan Hologram VVIP Level 1.]

[Fitur ini memungkinkan Sistem untuk mengirimkan undangan fisik berbentuk kotak kayu misterius yang akan muncul langsung di atas meja kerja target.]

[Saat dibuka, kotak itu akan memancarkan proyeksi hologram keindahan Kota Kuno Bawah Tanah dan Kereta Anti Gravitasi.]

"Sangat sempurna, berapa poin yang kubutuhkan untuk mengirimkan sepuluh undangan itu ke para pejabat tinggi negara?" tanya Rizky memastikan.

[Setiap pengiriman Undangan Hologram VVIP membutuhkan biaya lima puluh Poin Wisata.]

[Total untuk sepuluh target adalah lima ratus Poin Wisata.]

"Lakukan sekarang juga Sistem, kirimkan undangan itu ke Menteri Pariwisata, Gubernur Provinsi, dan para petinggi dinas sejarah nasional," perintah Rizky tanpa ragu sedikit pun.

Ding!

[Transaksi berhasil diproses, lima ratus Poin Wisata telah dipotong.]

[Saldo Poin Wisata Host saat ini tersisa tiga ratus tiga puluh poin.]

[Proses pengiriman dimensi spasial sedang berlangsung kepada sepuluh target VVIP.]

Rizky tersenyum sangat lebar membayangkan reaksi para pejabat itu saat melihat kotak kayu tiba-tiba muncul di meja mereka.

"Siska, siapkan karpet merah paling mahal yang bisa kamu beli di kota sore ini juga," perintah Rizky memecah keheningan di ruangan itu.

"Karpet merah untuk siapa Bos, apa bupati mau datang ke sini?" tanya Siska penasaran.

"Bukan bupati, tapi menteri pariwisata dan gubernur yang akan datang langsung memohon untuk masuk ke tempat kita sabtu besok," jawab Rizky santai.

Mata Siska seketika melotot seolah ingin copot dari tempatnya.

"Bos jangan bercanda di saat krisis begini, mana mungkin menteri mau datang ke gunung terpencil tanpa jadwal resmi kementerian," keluh Siska mengira bosnya sudah mulai gila karena tekanan bisnis.

Rizky hanya tertawa pelan dan menunjuk ke arah layar laptopnya yang tiba-tiba berkedip memunculkan notifikasi email masuk.

Ting.

"Kalau kamu tidak percaya, baca saja sendiri balasan email dari sekretariat negara yang baru masuk ini Siska," suruh Rizky memutar layar laptopnya.

Siska mencondongkan tubuhnya dan membaca barisan kalimat di email resmi dengan logo burung garuda emas tersebut.

Napas gadis itu seketika tertahan dan tangannya gemetar menutupi mulutnya sendiri.

"Astaga naga, Bapak Menteri Pariwisata mengonfirmasi akan hadir secara pribadi dengan helikopter kepresidenan hari sabtu besok!" jerit Siska histeris melompat-lompat kegirangan.

Horeee.

"Bagaimana caramu mengirimkan undangan kepada beliau Bos, bahkan nomor telepon ajudannya saja kita tidak punya!" tanya Siska masih tidak percaya.

"Itu adalah rahasia perusahaanku Siska, sekarang cepat belikan karpet merah itu sebelum tokonya tutup," usir Rizky sambil terkekeh pelan.

Siska langsung berlari keluar ruangan dengan semangat menggebu-gebu layaknya prajurit yang siap berperang.

Sementara itu di lokasi proyek Taman Mega Ria, Tuan Richard sedang mengawasi para pekerjanya membangun panggung konser raksasa.

Suara mesin pemotong besi dan palu bersahutan sangat bising memekakkan telinga.

Trang trang trang.

Anton berjalan mendekati Richard dengan wajah yang dipenuhi keringat dan senyum menjilat.

"Tuan Richard, semua persiapan panggung dan izin keramaian untuk hari Sabtu sudah beres seratus persen," lapor Anton membungkuk hormat.

"Bagus, pastikan semua stasiun televisi menyorot wajahku saat pemotongan pita nanti," perintah Richard dengan nada sangat angkuh.

"Saya sudah menyuap semua produser berita Tuan, nama Anda akan menjadi sorotan utama di seluruh negeri minggu depan," sanjung Anton.

Richard menatap tajam ke arah puncak Gunung Sumber Abadi yang terlihat tenang di kejauhan sana.

"Pemuda udik itu pasti sedang menangis meratapi nasibnya sekarang karena tempat wisatanya akan sepi seperti kuburan sabtu besok," ejek Richard tersenyum licik.

"Dia memang berhasil membuat jalan tol baru, tapi jalanan mulus tidak ada gunanya jika tidak ada pengunjung yang mau datang ke sana."

Anton tertawa keras menyetujui ucapan bos barunya yang sangat sombong itu.

Hahaha.

"Benar sekali Tuan, jangankan menteri, lalat saja mungkin tidak sudi mampir ke gunung kumuh itu besok sabtu," cibir Anton tanpa menyadari bencana apa yang sedang menunggu mereka.

Kembali ke Gunung Sumber Abadi, Arya sang sejarawan muda sedang mondar-mandir di dalam alun-alun kota bawah tanah.

Dia memegang naskah setebal lima puluh halaman sambil bergumam menghafalkan teks sejarah karangannya sendiri.

Mumble mumble.

"Batu pualam ini diperkirakan berasal dari era megalitikum yang dipadukan dengan teknologi logam luar angkasa," latihan Arya menirukan gaya presenter televisi terkenal.

Rizky berjalan menuruni tangga dan bertepuk tangan pelan melihat dedikasi karyawannya tersebut.

Prok prok prok.

"Naskahmu terdengar sangat meyakinkan Arya, seolah-olah tempat ini memang sudah ada sejak zaman purba," puji Rizky tersenyum ramah.

Arya langsung menoleh dan merapikan letak kacamatanya yang sedikit melorot.

"Terima kasih Pak Rizky, saya menggabungkan teori sejarah Nusantara dengan sedikit bumbu fiksi ilmiah agar terdengar lebih epik di telinga pengunjung," jelas Arya bersemangat.

"Tepat sekali, sabtu besok kamu akan memandu rombongan VVIP yang berisi menteri dan gubernur langsung di atas kereta melayang kita," ucap Rizky memberikan kabar mengejutkan itu tanpa peringatan.

Naskah setebal lima puluh halaman itu seketika terlepas dari genggaman Arya dan jatuh berserakan di atas lantai pualam.

Bruk.

"Aaa... apa Pak, menteri dan gubernur akan datang ke sini mendengarkan dongeng karanganku ini?" tanya Arya dengan suara bergetar dan lutut lemas.

"Mereka pasti akan memenjarakanku atas tuduhan penipuan sejarah nasional Pak!" panik Arya mencengkeram rambutnya sendiri.

Rizky tertawa terbahak-bahak melihat reaksi paranoid dari sarjana muda tersebut.

Hahaha.

"Tenang saja Arya, mereka tidak akan peduli dengan cerita sejarahmu saat melihat gerbong kereta kita bisa terbang tanpa roda," hibur Rizky menepuk bahu Arya kuat-kuat.

"Fokus saja pada tugasmu memandu jalan dan biarkan keajaiban tempat ini yang berbicara sendiri kepada mereka."

Arya menelan ludahnya dengan susah payah namun perlahan mulai mengangguk mengerti.

Glek.

"Baik Pak Rizky, saya akan meminum obat penenang sebelum acara dimulai agar tidak pingsan di depan menteri nanti," janji Arya masih dengan wajah pucat pasi.

Hari peluncuran yang sangat menentukan nasib kedua perusahaan wisata raksasa itu kini tinggal menghitung hari saja.

Tuan Richard memang memiliki uang miliaran rupiah dan artis internasional untuk menarik perhatian rakyat jelata.

Namun Rizky sudah menyiapkan jebakan maut dengan mendatangkan para petinggi negara untuk membungkam kesombongan taipan asing itu secara mutlak.

Benturan keras antara modal kapitalis dunia melawan keajaiban sistem tak kasat mata akan segera meletus dalam waktu dekat.

1
Eka Yudha
Bagus sih meskipun fiksi tapi ceritanya hidup
Rifqy Channel
kak nissa segera update ini gue suka pokoknya sampe 100 Bab pun gak apa-apa karena suka bangett
Nissa Safira: terima kasih kak atas dukungannya🙏
total 1 replies
Rifqy Channel
i like it
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!