NovelToon NovelToon
Identitas Yang Tertukar

Identitas Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Anak Genius
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Taniza dan Tania.
Saudara kembar yang terpisah sejak kecil.
Taniza dan Tania merupakan kembar identik, hanya saja sifat mereka bertolak belakang.
Taniza adalah sosok anak yang lemah lembut, baik hati, tidak pernah menyakiti siapapun, ia gadis yang sangat penurut.
sedangkan Tania , ia gadis yang lebih liar, tidak mau di atur, suka seenaknya,dan lebih suka hidup semaunya..
namun di balik sifat keduanya yang sangat bertolak belakang, mereka sama-sama saling menyayangi, namun takdir berkata lain, mereka mengalami kecelakaan dan membuat nya terpisah,namun sebelum kecelakaan itu terjadi, mereka iseng-iseng bertukar nama, tapi ternyata pertukaran identitas itu terbawa sampai dewasa.

Bismillahirrahmanirrahim....
Yuk ikuti kisahnya....
kawal mereka sampai tuntas...
jangan lupa beri dukungan ya ...
salam sehat semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Di kaki gunung yang sejuk, sinar matahari pagi menerobos celah-celah dedaunan pohon jati. Suara kayu yang terbelah rapi beradu tajam dengan dentang kampak yang diayunkan penuh presisi. Bagi Niza, sosok yang sebenarnya adalah Tania, pekerjaan berat bukanlah siksaan, melainkan rutinan harian yang menempa ketahanan fisik dan mentalnya.

Niza menyapu keringat tipis di dahinya dengan lengan bajunya yang longgar. Rambutnya terbungkus jilbab instan sederhana yang ujungnya disingkap dan diikat rapi ke belakang agar tak mengganggu pekerjaannya memotong kayu bakar.

"Niza, kamu kan cerdas nak , apa kamu tidak mau ambil beasiswa kuliah di Jakarta?" tanya ibu angkatnya, Ibu Sumi, yang berjalan mendekat sambil membawa teh hangat dan pisang goreng. " Ya , walaupun tanpa beasiswa juga kamu bisa kuliah dimana saja sesuai keinginan mu".

Niza meletakkan kapaknya, menancapkannya di atas bongkahan kayu besar, lalu tersenyum manis, sebuah senyum yang memancarkan ketegaran sekaligus ketenangan.

"Tidak, Bu. Niza betah di sini, hidup sederhana lebih menyenangkan," balas Niza mantap.

Ibu Sumi menghela napas panjang, menatap putri angkatnya itu dengan rasa bangga bercampur haru. Orang-orang di desa sering kali salah sangka. Mereka mengira Ibu Sumi dan suaminya memperlakukan Niza dengan kejam karena sejak kecil Niza selalu disuruh bekerja keras, dari mengurus ladang, memotong kayu, hingga bangun sebelum subuh untuk sholat tahajud dan membersihkan rumah.

Padahal, keluarga angkat Niza bukanlah keluarga miskin. Mereka memiliki puluhan hektar sawah dan perkebunan teh di kaki gunung tersebut. Didikan keras dan penuh disiplin itu sengaja diberikan bukan karena benci, melainkan karena kebiasaan dan prinsip hidup mereka, anak harus dididik dengan kebaikan, kerendahan hati, dan kerja keras agar tidak lembek digilas zaman.

"Lagipula," lanjut Niza sambil menerima cangkir teh dari ibunya dengan kedua tangan, menunjukkan adab dan rasa hormat yang amat tinggi "ilmu itu bisa dicari di mana saja, Bu. Menjaga Ibu, Ayah, dan membantu warga di sini sudah bikin Niza bahagia."

Niza memang tumbuh menjadi sosok yang luar biasa. Di satu sisi, ia memiliki sopan santun dan adab yang sangat dijunjung tinggi, ia tak pernah bersuara keras pada orang tua, selalu menyapa warga desa dengan senyum hangat, dan ringan tangan membantu siapa saja yang kesulitan. Namun di sisi lain, fisik dan mentalnya sekeras baja. Ia mampu memikul beban berat yang bahkan jarang sanggup diangkat oleh laki-laki sebayanya, dan ia tak pernah gentar menghadapi kesulitan hidup.

"Kamu itu pintarnya kebangetan, Niza. Sayang kalau cuma memotong kayu dan mengurus sawah," celethuk Pak Harto, ayah angkatnya, yang baru pulang dari memantau para pekerja sawah.

"Rezeki dan takdir sudah ada yang mengatur, Yah," sahut Niza tenang. "Kalau memang Niza harus ke kota atau ke mana pun suatu hari nanti, Niza yakin jalannya akan terbuka sendiri. Untuk sekarang, Niza cuma mau mengabdi untuk Ayah dan Ibu."

Pak Harto dan Ibu Sumiati bertukar pandang, menyembunyikan rasa haru mereka. Di dalam diri Niza, mengalir keberanian alami dan jiwa pantang menyerah yang sebenarnya berasal dari sifat asli Tania. Amnesia akibat kecelakaan belasan tahun lalu telah menghapus ingatan tentang statusnya sebagai anak bergelimang harta, namun sifat pembawaan lahirnya tidak pernah hilang, hanya kini terbalut oleh ketakwaan dan adab yang luhur.

____

*

*

*

Beberapa bulan kemudian, suasana di Mansion Hasanuddin mendadak pekat oleh aura duka yang mencekam.

Tania berdiri mematung di tengah ruang keluarga. Jemari mungilnya gemetar memegang selembar kertas hasil studi semester pertamanya dari salah satu universitas paling ternama di Jakarta. Di sana terukir angka IPK Sempurna, pencapaian luar biasa yang sejujurnya ingin ia persembahkan sebagai kejutan manis untuk Akhtar dan Alina yang sedang dalam perjalanan pulang. orang tua angkat yang sangat ia cintai dan hormati.

Namun, kertas berharga itu kini basah oleh tetesan air mata yang jatuh tanpa henti.

Di layar televisi berukuran besar, berita duka diputar berulang kali, "Pesawat Komersial Rute Internasional Jatuh di Samudra, Seluruh Penumpang dan Awak Dipastikan Tidak Selamat." Di antara daftar manifest penumpang, nama Akhtar dan Alina terpampang jelas.

"Ibu... Ayah..." bisik Tania parau. Dadanya sesak luar biasa, seolah pasokan udara di sekitarnya mendadak diisap habis. Seluruh dunianya runtuh seketika. Orang tua yang selama belasan tahun mengasihinya dengan begitu melimpah telah pergi selamanya.

"Semua ini gara-gara kamu... hiks....kalau kamu tidak menyuruh paman dan bibi pulang, mungkin mereka tidak akan seperti ini..!"

PLAK!....

Sebuah dorongan kasar dari Filio membuat Tania tersungkur ke lantai marmer yang dingin. Lembar nilai yang tadi digenggamnya terlepas dan melayang jatuh, terinjak oleh sepatu Filio.

"Filio! Cukup!" bentak Kakek Hamzah dari kursi rodanya. Suara pria tua itu bergetar hebat, matanya merah menyala menahan syok yang teramat sangat. Kehilangan anak dan menantunya secara mendadak membuat kondisi kesehatan Kakek Hamzah drop drastis. Napasnya terengah-engah, tubuhnya gemetar hebat hingga harus dipapah oleh pelayan.

"Kenapa Filio harus diam, Kakek?!" teriak Filio Histeris, airnya mengalir deras mendengar berita kecelakaan itu, ia menunjuk wajah Tania yang tergeletak sembari menangis sesenggukan. "Sejak anak angkat pembawa sial ini masuk ke keluarga kita, musibah datang bertubi-tubi! Paman Akhtar dan Bini Alina meninggal tragis karena dia! Dia itu pembawa petaka di rumah ini..., Kalau dia tidak menyuruh mereka pulang, semuanya tidak akan seperti ini!"

Danin dan Chana melangkah mendekat. Bukannya menenangkan, Chana justru tersenyum tipis di balik ekspresi pura-pura berdukanya.

"Filio ada benarnya, Ayah," potong Chana dengan nada dingin dan beracun. "Anak ini memicu nasib buruk. Dulu orang tua kandungnya mati mengenaskan dalam kecelakaan, dan sekarang? Akhtar dan Alina yang mengadopsinya juga tewas di udara. Apa lagi kalau bukan pembawa sial?"

"Bukan... Tania bukan pembawa sial... Tania sayang Ayah dan Ibu...hiks..." tangis Tania pecah. Ia bersimpuh di lantai, memohon pengertian. Jiwa lembutnya yang tak terbiasa dengan bentrokan keras sama sekali tak mampu membela diri. Sifat penurutnya justru membuat Tania menelan semua makian itu dan mulai menyalahkan dirinya sendiri.

Danin menatap Tania penuh penderitaan dan kebencian yang dibuat-buat. "Mulai hari ini, jangan pernah panggil kami keluarga! Kamu bukan siapa-siapa lagi di sini!"

Kakek Hamzah yang hendak membela Tania mendadak terbatuk hebat hingga memegang dadanya, tak berdaya menghadapi kejamnya anak dan cucunya sendiri sebelum akhirnya dilarikan ke kamar oleh dokter pribadi.

Penderitaan Tania baru saja dimulai. Dengan tiadanya Akhtar dan Alina, serta Kakek Hamzah yang terbaring lemah di ranjang akibat stroke ringan pasca-syok, Danin dan Chana mengambil alih seluruh kekuasaan rumah.

Tania dipindahkan dari kamar mewahnya di lantai dua ke sebuah kamar sempit dekat area servis belakang. Kartu kredit dan semua fasilitas dari almarhum orang tuanya dibekukan oleh Danin .

Setiap hari adalah siksaan mental bagi Tania, Di Rumah , Filio menyuruhnya melakukan pekerjaan rumah tangga layaknya seorang pelayan, menyiramnya dengan air dingin jika Tania terlambat menyajikan teh, atau membantu nya mengisi pr , dan secara konstan memaki Tania sebagai anak sialan. Bahkan Filio kerap kali memukul Tania , Tania yang berhati lembut hanya bisa menangis diam-diam di kamarnya setiap malam, memeluk foto Akhtar dan Alina.

Di Kampus Tania tetap bertahan kuliah meski harus berjalan kaki atau naik transportasi umum, berjuang menyembunyikan lebam di hatinya di balik pakaian yang selalu rapi dan tertutup.

"Tania, kamu yang sabar ya, setelah tugas kakak selesai disini, kakak akan menetap di jakarta dan akan melindungi mu" setiap malam Ameer selalu menghubungi Tania,ia tidak tahu kalau Tania di siksa, ia hanya mengira ,Tania Hanya di kucilkan saja karena hanya keluarga angkat di sana.

1
Sri Supriatin
g sabar nunggu lanjutannya🤭👍👍👍
M⃟3💋AisyahRendra
Lihatlah Chana... Lihatlah Filio....
sebentar lagii, Ameer dan Tania akan Sah menjadi pasangan suami isteri, mungkin ya..kmu akan menghadirkan sosok Venera dihari yg sakral ini, tapiiii semua itu tidak akan membuat Ameer dan Tania goyah akan keputusan mutlak dr sesepuh Hasanuddin 😁 gaskuyyyy kakk, up lagiii yaaa.. krn kemarin aku tunggu dan bolak balik kesini ga ada muncul² 😆
Sri Supriatin
Tks thor upnya🙏🙏🙏
Sri Supriatin
Bravo Tania sy support mendekati 17 aug. Merdeka😍😍😍
Sri Supriatin
akhirnya menuju bahagia n cepat sehat Tanisa 🙏🙏🙏
suti markonah
suatu saat kakek akan mendapatkan dua tania yg sm persis kek..yg 1 nya lg ngungsi di desa kaki gunung
Sri Supriatin
tks upnya Thor semangat Agustus n mereka /Heart//Heart/
Sri Supriatin
lanjut thor dimulai dgn bau2 cinta di desa n masion 🤣🤣🤣
suti markonah
tania jangan lupa stempel setrika panas di tubuh filio ya..klo bisa di muka nya..klo yg di siksa filio aku rela..tp klo yg di siksa taniza hatiku sebagai pembaca mendidih..
Sastri Dalila
😅😅😅
Sastri Dalila
🤭🤭
suti markonah
bab nya salah ketik ya thor?.harus bab 22
Meiny Gunawan
selamat pagi othor semangaatt ya💪 semoga sehat selalu😍
M⃟3💋AisyahRendra
jadi kalau Tania asli nikah sm Ameer kuat plus kuat 🤭 dan Dias sm Taniza 😅 tapi klo kebalik yaa gapapalah krn jodoh ga akan lari kemana.. gaskuy lanjut lagi kak, baca beberapa bab ini bikin aku tegang tahan napas krn dag dig dug hmm 🤣🤣
Anonim
lanjuuutt thor
Sri Supriatin
lanjuuut thoor😍😍😍
Sri Supriatin
cerita dong Taniza...please👍👍
Sri Supriatin
kasian Ameer...Tanianya sdh slmt...semoga cepat dipertemukan 🙏🙏
Meiny Gunawan
semangaattt othor..lanjoottt trsss😍😍
suti markonah
nanti yg jd pasangan ameer jd tania asli dong thorr?.klo aku maunya pasangan ameer nantinya tetep taniza..
suti markonah: terserah yg punya lapak dan cerita dehhh💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!