NovelToon NovelToon
BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:21.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: winda siregar

Omar Barrakh

Luka masa lalu yang begitu mendalam membuat Omar tidak percaya bahkan tidak ingin lagi mengenal wanita. Tetapi kedudukannya sebagai pemilik perusahaan besar dan sangat terpandang dikotanya menuntut dia harus segera memiliki pasangan.
Sebuah rahasia yang harus disembunyikan dan tidak ada yang boleh mengetahuinya termasuk istrinya kelak.

Jasmine Ardhan
Gadis biasa yang sengaja dipilih untuk menjadi pendamping Omar. Jasmine tidak menyangka dia harus menikah dengan seorang laki-laki yang berhati dingin dan sangat membenci wanita.
Tidak ada yang menyangka gadis polos yang lemah lembut dan keibuan ini bisa membongkar rahasia seorang Omar bahkan Omar sendiri tidak menduganya sama sekali.
Akankah Jasmine dapat menghapus luka dihatinya dan menyembuhkannya?

Happy reading buat pembaca 😁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Omar menatap lama wajah dan tubuh Jasmine.

"Apa lagi yang kamu tunggu? nanti keburu dia sadar" desak Kevin.

"Harus aku yang melakukannya?" tanya Omar.

"Ya iyalah. Kan kamu yang mau nikah sama dia. Kamu mau tubuh calon istri kamu disentuh orang lain?" tanya Kevin.

"Tutup mata kalian, aku tidak mau tubuhnya dilihat oleh kalian berdua" perintah Omar.

Omar terdiam, kemudian dia membuka jilbab dan baju Jasmine perlahan. Setelah itu secepatnya Omar menutup tubuh Jasmine dengan selimut agar Kevin dan August tidak melihatnya.

Sebenarnya dia sangat enggan menyentuh tubuh wanita ini tapi mau gimana lagi. Kevin sudah meyakinkannya bahwa hanya inilah cara satu-satunya untuk menjebak wanita ini agar mau menikah dengannya.

"Gila Mar dia menyembunyikan keindahannya dibalik jilbab dan pakaiannya yang tertutup" puji Kevin yang melihat wajah Jasmine tanpa Jilbab.

Kevin terlihat sangat takjub, August yang juga pria normal menelan salivanya melihat wajah Jasmine sedangkan tubuh Jasmine sudah ditutup Omar dengan selimut tapi sayang Omar malah merasa jijik menyentuh tubuh wanita yang ada dihadapannya.

"Sudah Vin? Aku gak tahan lama-lama seperti ini. Aku merasa mual" ucap Omar.

"Sekarang kamu buka baju kamu dan kamu juga masuk kedalam selimut" perintah Kevin.

"Apa? Yang benar saja Vin? Menyentuhnya seperti ini saja aku sudah sangat mual apalagi berada dalam selimut yang sama tanpa busana" elak Omar.

"Ck... udah jangan membantah. Mau dilanjutkan atau rencana ini gagal?" ancam Kevin.

"Oke..oke" jawab Omar.

Omar membuka pakaiannya dan masuk kedalam selimut.

"Sekarang kamu peluk dia dan pura-pura tertidur" perintah Kevin.

Omar menjalankan semua yang disuruh Kevin. Mereka mengambil beberapa foto untuk dijadikan barang bukti dengan menggunakan hp.

"Sekarang tugas kami selesai. Kami akan keluar. Satu jam lagi dia akan sadar. Selanjutnya kamu tau kan bagaimana mengancam dan memaksanya agar mau menikah dengan kamu" tanya Kevin.

"Baiklah. Sekarang aku sudah mengerti semua rencana kamu" jawab Omar.

Kevin dan August keluar dari kamar pribadi Omar. Omar meninggalkan wanita yang akan menjadi istrinya itu. Dia memandangi wajah wanita ini diam-diam

Diruangan ini hanya tinggal mereka berdua. Wajah Jasmine yang polos dan sedang nyenyak tertidur entaj mengapa menggugah perasaannya.

Selama ini dia tidak pernah bekerja dengan kotor seperti ini dalam menjalankan perusahaannya. Dia selalu bekerja dengan sungguh-sungguh dan kerja keras menuju keberhasilannya. Dia merasa bersalah pada wanita ini. Apalagi dia tau wanita ini adalah wanita yang baik-baik.

Walau dia alergi dekat dengan wanita eh tiba-tiba Omar tersadar. Mengapa aku tidak merasa mual lagi ya? Biasanya setiap dekat dengan wanita asing aku akan mual dan muntah-muntah, tapi mengapa kali ini tidak terjadi? Tanya Omar dalam hati.

Ada apa dengan wanita ini apa yang dia pakai sehingga aku tidak merasa mual. Omar semakin mendekatkan wajahnya seperti mengendus mencium wangi wanita yang ada di hadapannya.

Dia harum, wanginya manis. Wangi vanila seperti wangi manisnya kue. Apa karena wanginya seperti itu makanya aku tidak mual dekat dengannya? Batin Omar.

Rambutnya panjang, hitam dan lebat, tubuhnya mulus. Wajahnya terlihat sangat damai. Eeh... ada apa denganku? Omar segera menyadari sikapnya yang mulai aneh.

Tak terasa tubuh Jasmine sudah mulai bergerak-gerak.

Sepertinya sebentar lagi dia akan sadar. Fikir Omar.

Omar segera masuk kedalam selimut, ditariknya tangan Jasmine keatas tubuhnya seolah-olah Jasmine sedang memeluknya erat. Omar segera menutup matanya pura-pura tertidur.

Jasmine perlahan membuka matanya. Tepat di depan matanya dia melihat wajah seorang pria. Bulak balik dihapusnya matanya dan mengedipkannya berulang-ulang. Akhirnya dia bisa mengenali wajah pria yang ada di depannya. Omar Barrakh.

Dia sudah semakin sadar. Dilihatnya tangannya sedang memeluk erat tubuh pria ini. Tubuh tanpa busana hanya ditutupi selimut. Dia lihatnya kedalam selimut tubuhnya yang hanya ditutupi dengan pakaian dalam. Baju, celana dan jilbabnya sudah berserakan di lantai.

Sontak Jasmine terkejut dan melompat dari tempat tidur. Dikutipnya semua pakaiannya dan dia segera memakai kembali pakaiannya.

Jantung Jasmine berdetak sangat kencang. Ada apa ini? tanyanya dalam hati.

Airmatanya mulai berjatuhan di pipinya yang semakin putih karena pucat.

Ya Allah, apa yang aku lakukan disini bersama pria ini? tanyanya dalam hati.

"Ada apa ini?" tanya Omar dingin, suaranya terdengar sangat mengintimidasi.

"A.. apa yang kamu lakukan padaku?" tanya Jasmine sambil menangis.

"Apa yang aku lakukan padamu? ganti kata-kata kamu, harusnya aku yang bertanya seperti itu. Apa yang kamu lakukan padaku" jawab Omar tegas tetapi tetap menakutkan.

"Ap...apa yang aku lakukan padamu? Dengar Tuan ini kamarmu tidak mungkin aku melakukan sesuatu disini. Sudah pasti kau akan murka padaku" tanya Jasmine.

"Yang aku ingat kamu merayu dan memaksaku melakukan itu padamu. Aku sudah menolak tapi kamu seenaknya saja membuka semua bajumu dan kamu pasti mengerti jika laki-laki dan wanita hanya berdua berada diruangan tanpa busana apa yang akan terjadi? Aku yakin kamu pasti mengerti jadi aku tidak perlu menjelaskannya lagi" jawab Omar datar.

"Tidak mungkin, aku tidak mungkin melakukan semua itu" tangis Jasmine pecah. Hatinya hancur, kesucian dan harga dirinya sudah hilang saat ini.

"Tidak ada yang tidak mungkin. Buktinya semua telah terjadi" ucap Omar tegas.

"Aku tidak percaya?" elak Jasmine.

Tiba-tiba Hp Omar berbunyi tanda pesan masuk.

Omar mengambil hpnya kemudian menunjukkan foto - foto tersebut kepada Jasmine. Jasmine meraih hp Omar kemudian membukanya, alangkah terkejutnya dia melihat foto-foto itu. Disetiap foto terlihat dia yang memeluk Omar dengan eratnya.

"Sekarang kamu percaya?" tanya Omar.

"Aa..apa yang kamu inginkan?" Jasmine balik bertanya.

Pertanyaan ini yang sedang di tunggu Omar. Omar meraih semua pakaiannya dan kembali mengenakannya.

Kemudian dia duduk tenang di sofa yang ada kamar pribadinya itu.

"Sekarang kamu duduk dulu. Kita bicarakan semua ini dengan tenang" perintah Omar.

Dengan langkah gontai Jasmine melangkah dan duduk di sofa tepat dihadapan Omar.

"Aku masih tidak percaya semua ini. Kamu pasti menjebakku" ucap Jasmine sambil menangis.

"Hei dengar Nona, tidak ada yang di jebak dan terjebak disini. Semua terjadi karena kita sama-sama menginginkannya" Omar memberi penekanan dalam perkataannya.

"Aku tidak percaya. Tidak mungkin aku serendah itu melakukannya" jawab Jasmine.

"Kamu tau aku kan? Aku rasa kamu juga sudah dengar cerita tentang aku diluar sana. Selama ini aku juga tidak pernah dekat dengan wanita manapun. Sebenarnya aku juga heran mengapa aku bisa melakukannya denganmu. Menyentuh wanita saja aku jijik. Kamu sudah memantraiku dengan ilmu apa sehingga aku bisa melakukan itu denganmu?" tanya Omar.

"Apa? aku tidak mengerti dengan pertanyaan kamu" jawab Jasmine.

"Aku rasa semua sudah sangat jelas disini. Kita sama-sama melakukannya dengan suka rela ntah itu dalam keadaan sadar ataupun tidak. Yang jelas saat aku bangun aku dan kamu sudah tanpa busana" tegas Omar.

"Apa ini perbuatan Kevin?" tanya Jasmine.

"Bisa jadi" jawab Omar. Tiba-tiba Omar mendapat ide baru.

Kamu yang merencanakan semua ini Vin, kamu juga yang harus menyelesaikannya. Aku tidak ingin harga diriku di depan wanita ini hancur. Batin Omar.

Omar meraih hpnya dan memanggil Kevin.

Tak lama Kevin masuk kedalam kamar pribadi tanpa beban.

.

.

BERSAMBUNG

1
Nunik Fatimatuz Zahroh
Luar biasa
Rahdian Fachmi
deeeg.....
waduuuh
nobita
iyaa.. aku membutuhkan bantuan mu
Rahdian Fachmi
2 lelaki tolol
Rahdian Fachmi
selalu saja ada adegan kekgini... Indonesia banget
Rahdian Fachmi
Luar biasa
Rahdian Fachmi
/Cry//Cry//Cry/
sedih dan bangga
Rahdian Fachmi
anak buahnya Jasmine saja
Rahdian Fachmi
minta tolong mertua Omar biar nginap saja
Rahdian Fachmi
Norak banget lu Mar
Rahdian Fachmi
ganti ban nya yang tubeless
Rahdian Fachmi
calon bini lo itu Mar
Rahdian Fachmi
keknya ini cocok untuk omar
Rahdian Fachmi
ceritanya seperti sayur tanpa garam
nobita
aku mampir kak...
Kalilaacharinaya
Luar biasa
Kalilaacharinaya
Buruk
Oviyenti Hijrah
mampir dl
Marhaban ya Nur17
garing candaane klo menurut gw wkwkkw
Marhaban ya Nur17
thor bisa g se make bahasanya jangan memperkosa kedengarane kasar thor 😞 pake lah bahasa melecehkan , memaksa yg kira" halus aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!