NovelToon NovelToon
DI BALIK PINTU KAMAR PENGANTIN

DI BALIK PINTU KAMAR PENGANTIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Nikahmuda / Penyelamat
Popularitas:128.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Zavian Hartwell, 38 tahun. Menikah dengan Viona Lestari, janda anak satu. Zavian kaget karena setelah menikah, Viona malah menyodorkan putrinya untuk melakukan malam pertama mereka.

"Viona, kau gila? Dia putrimu. Dia masih anak-anak, " Zavian.

"Kita menikah karena bisnis, aku punya laki-laki lain. Tapi kau akan tetap akan merasakan malam pertama, dengan putriku. Dia akan menggantikan aku." Viona

"Tapi bunda ..." Mirella menatap ibunya memohon.

"Diam, lakukan perintah bunda. Kalau tidak, kamu akan di kirim ke luar negeri. Puaskan daddy Zavian!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

Mata Mirella yang perlahan terbuka. Kepalanya terasa jauh lebih ringan dibanding malam sebelumnya. Demamnya sudah turun, dan rasa sakit di sekujur tubuhnya pun berkurang. Ternyata sudah pagi. Pikirannya masih melayang-layang. Namun begitu kesadarannya pulih sepenuhnya, ingatan tentang semalam langsung berdatangan kembali satu per satu, seakan berbaris rapi di benaknya.

Daddy Zavian yang menjaganya sepanjang malam. Pria itu yang mengganti kompres di keningnya. Membiarkan tangannya digenggam erat saat ia ketakutan. Membangunkannya dari mimpi buruk dengan suara lembut yang menenangkan. Dan yang paling memalukan, ia memeluk ayah tirinya itu erat-erat, menangis di bahunya.

Wajah Mirella memerah.Ia langsung menarik selimut menutupi separuh wajahnya, menghela napas panjang di balik kain itu.

Astaga... aku pasti sangat merepotkan. Daddy Zavian pasti sangat lelah karena aku.

Tanpa membuang waktu lagi, ia segera bangun dari tempat tidur. Ia melipat selimut dengan rapi, merapikan bantal, lalu berjalan menuju kamar mandi. Air dingin yang menyentuh kulitnya membuat pikirannya lebih jernih. Ia mengenakan seragam sekolahnya dengan rapi, menyisir rambutnya yang sederhana namun terawat sambil menatap pantulannya di cermin. Hari ini ia harus berusaha lebih baik. Ia tidak boleh menjadi beban bagi siapa pun. Dia harus selalu sehat.

Saat ia turun ke lantai bawah, jam dinding menunjukkan pukul enam lewat empat puluh lima menit. Di ruang makan, hanya ada bunda Viona yang sedang duduk sambil menyesap teh paginya. Tidak ada tanda-tanda keberadaan daddy Zavian.

Mungkin sudah berangkat ke kantor, pikir Mirella. Sebagian dirinya merasa kecewa, ia ingin sekali mengucapkan terima kasih secara langsung. Tapi sebagian lain juga merasa lega, karena ia belum siap menatap wajah pria itu setelah semua kejadian memalukan semalam. Belum lagi saat ia teringat dirinya yang duduk di pangkuan pria dewasa itu sesuai dengan keinginan sang ibu.

Mirella menarik napas dalam-dalam, lalu melangkah mendekat.

"Selamat pagi, bunda."

Viona menoleh sekilas, matanya menyapu penampilan putrinya dari atas ke bawah dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Pagi. Cepat sarapan, jangan sampai telat." katanya ketus.

Mirella duduk, mengambil sepotong roti, namun perutnya terasa mual. Ia meletakkan roti itu kembali ke piring.

"Bunda ... boleh Rella minta izin?"

Viona mengangkat alisnya, menatap tajam.

"Izin untuk apa?"

"Nanti sore ... ada tugas kelompok yang harus diselesaikan. Boleh Rella ke. rumah teman? Teman-teman sekelas Rella yang sekelompok sama Rella."

Keheningan menyelimuti meja makan sejenak. Viona menatapnya lama, seakan sedang menimbang sesuatu. Mirella menunduk, menahan napas, berusaha tidak terlihat gugup. Karena biasanya ia tidak diizinkan keluar, jadi dia tidak terlalu berharap dapat ijin.

Tapi tiba-tiba Viona tersenyum tipis, senyum yang tidak sampai ke matanya.

"Baiklah. Pergilah."

Mirella hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

"Benarkah, bun? Terima kasih banyak."

"Tapi ingat syaratnya," potong Viona dengan nada yang langsung berubah dingin dan tegas.

"Kamu boleh pulang hanya kalau bunda sudah menelepon. Jangan coba-coba pulang sebelum bunda menyuruh. Nanti sore teman-teman sosialita bunda akan datang ke sini untuk pesta teh kecil. Bunda tidak mau mereka melihat kamu yang kaku, bodoh, dan canggung ini. Kamu cukup mengganggu pemandangan. Mengerti?"

Nada tajam tersebut menusuk hari Mirella. Ia menelan ludah yang terasa pahit, namun tetap mengangguk patuh.

"Mengerti, bunda. Rella akan nunggu telepon bunda. Terima kasih."

Ia berjalan keluar rumah dengan langkah cepat, berusaha sekuat tenaga agar tetap semangat di sepanjang jalan menuju halte. Sebenarnya sopir mau anterin dia lagi seperti kemarin, tapi bundanya melarang. Katanya dia harus belajar mandiri. Tidak perlu di antar sopir.

Udara pagi yang sejuk menyapa wajahnya, namun hatinya terasa berat. Mengapa ibunya selalu begitu? Mengapa setiap kata yang keluar dari mulut ibunya selalu terasa seperti pisau yang mengiris? Namun ia tidak punya waktu untuk bersedih. Ia harus bergegas, atau dia akan terlambat nanti.

Sesampainya di depan gerbang sekolah, pintu gerbang utama sudah tertutup rapat. Jam menunjukkan pukul tujuh lewat sepuluh menit. Jantung Mirella berpacu cemas. Ia terlambat. Hal yang jarang sekali ia lakukan. Jika ia mengetuk pintu gerbang, penjaga gerbang pasti akan menegurnya, dan semua orang akan melihatnya. Ia tidak tahan tatapan-tatapan itu.

Dengan langkah tergesa-gesa, ia berjalan memutari tembok tinggi di sisi sekolah, berharap menemukan celah atau pintu samping yang terbuka. Namun tidak ada. Hingga ia sampai di bagian belakang sekolah yang agak sepi. Di sana, temboknya sedikit lebih rendah, dan ada tumpukan batu tua beserta tangga kayu yang miring dan rapuh bersandar di sana. Beberapa siswa lain yang juga terlambat terlihat sedang memanjat atau melompat ke bawah.

Mirella menarik napas panjang. Ia tidak punya pilihan lain.

Pelan-pelan ia memanjat tangga itu. Kayu itu berderit di bawah berat tubuhnya, membuatnya menahan napas setiap kali terdengar bunyi yang mengkhawatirkan. Saat ia akhirnya sampai di bagian atas tembok, pandangannya langsung jatuh ke tanah di bawah sana. Terlihat jauh sekali. Kakinya tiba-tiba terasa lemas dan gemetar. Bagaimana caranya turun? Mana dia takut ketinggian pula.

Mirella menutup matanya erat-erat. Cepatlah, Mirella. Jangan penakut. Lompat saja.

Ia menarik napas sedalam-dalamnya, membuka matanya sekali lagi untuk melihat ke bawah, lalu memejamkannya kembali dan melompat.

Namun jatuhnya tidak terasa seperti yang ia bayangkan. Bukannya menghantam tanah yang keras dan menimbulkan rasa sakit, tubuhnya justru mendarat di sesuatu yang kokoh dan hangat. Dua tangan kuat dengan sigap menahannya di bagian pinggang dan punggung, menyeimbangkan tubuhnya hingga kakinya menyentuh tanah dengan lembut dan aman.

Mirella tertegun. Ia membuka matanya perlahan.

Di hadapannya berdiri Bara.

Cowok itu sedikit menunduk, menatapnya dengan mata gelapnya yang teduh, sedikit terkejut namun tidak marah. Tangan Bara masih menahan pinggangnya sesaat sebelum melepaskannya perlahan, seakan takut gadis itu kehilangan keseimbangan jika dilepaskan terlalu cepat.

"Kau punya nyali juga." ucapnya dengan suara berat yang membuat banyak cewek tergila-gila.

Mirella mundur lebih jauh. Tangannya meremas roknya. Kenapa sih dua hari terakhir ini mereka selalu bertemu? Di situasi yang bikin canggung pula.

"Kalau mau lompat seperti tadi, pastikan dulu ada orang yang akan menangkapmu atau tidak." kata Bara lagi.

Mirella hanya menunduk. Bara gemas melihatnya. Ia pun maju lebih dekat, Mirella makin mundur, Bara maju lagi, dan gadis itu terus mundur hingga punggungnya menabrak dinding. Sudah mentok, tak bisa mundur lagi.

Tinggi badannya dengan pria itu cukup jauh, tapi sekarang ini jarak mereka terlalu dekat menurutnya. Bara ... Posisi pria itu mengukungnya. Tubuhnya terkunci.

"Kau ..." suara berat Bara terdengar lagi.

"Takut padaku?"

1
~Hartwyn_Dee~
baguusss zavian,, Viona emng kudu di gertak dikit biar ga songong...
Syakirah Dzaky
Bagus Zavian , klo perluh sebarkan aja semua Video saat dia menyiksa anakx , jadikan itu sebagai bukti , biar dia di penjara sekalian
Naufal Affiq
emosi lah aku lihat si viona ini,entah dimana lah otaknya
Lilik Juhariah
cerita kak Mae gak pernah gagal
Lilik Juhariah
naaah gitu Daddy diancam ancam balik , jangan kalah sama viona iblis itu
Anisa Dwi riona
mantap zavian
faridah ida
baguuss Zavian ...👍👍👍
Al Fatih
Nah gitu dong Daddy zavian.....,, sama si Piona mah harus tegas,, kejam dan licik
faridah ida
Zavian kamu harus lebih pintar dan lebih licik dari viona ...
Fitria Syafei
Zavian kereen 😍 KK cantik mantaf 🥰 terimakasih 😘
🍒WINA🍒
Bagus zavian lawan aja wanita berhati iblis itu, sangat kejam dan tega sekali sama anak kandungnya sendiri dimana hati nuraninya. Mirella sangat rapuh sekali hidupnya tidak bahagia.
zavian jangan takut sama ancaman wanita iblis itu, kasian hidupnya mirella sangat menderita. penuh tekanan dan ancaman ibunya yg gila dan stress itu🤭

daddy zavian merasa kasian dan prihatin sama mirella punya ibu sakit jiwa dan stress itu, makanya daddy zavian tidak akan membiarkan mirella menderita. akan menjaga dan melindunginya..

hanya daddy zavian dan bara sangat peduli dan perhatian sama mirella, daddy davian berangkat kerja viona pasti akan marah dan memaki-maki mirella.

viona emang gila dan stress anak kandung sendiri diperlakukan seperti anak tirinya, ibu macam apa viona itu tidak sayang dan perhatian sama mirella...

mirella sangst lemah dan tidak berdaya selali nurut ancaman viona, sabar ya mirella suatu nanti kamu berhak bahagia...

lanjut mae..
ditunggu updatenya lagi...
🍒WINA🍒: kasih pelajaran istri durhaka kamu zavian biar kapok dan jera🤭🤭🤭
total 2 replies
Ita rahmawati
akan kah zavian bertahan selsmanya
Riska Baelah
kk mae cerita ny udh bagus gini
zavian ayah tiri yg baik👍
bisa gak zavian tetap jd ayah tiri ny mirrela aja, jng nyimpang2 ke ayah tiri cinta ke ank,, emg sih cerita kk mae bnyak pria dewasa suka sama gadis kecil cinta beda usiaaaaaa jauhhh bnget ,, tp kan status ny gak ad hubungan gitu,,
kan mirrela bisa sama bara yg jg baik🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Lilik Juhariah: gak seru mbak, Krn menyimpang ini ceritanya jadi seru
total 1 replies
Ita rahmawati
ibu kandung macam setan 🤣
Ita rahmawati
lama amat Daddy Daddy sampe anakmu itu hampir pingsan LG
Ita rahmawati
kau yg bodoh viona 🤣
Ita rahmawati
hadeuh rella jgn jgn emakmu udah berubah jd setan
Ita rahmawati
mirella ih,, kamu suka bara ya 🤭
Ita rahmawati
mirella harus diajarin hal hal GK bener nih biar berani 🤣
Ita rahmawati
zavian kuat kuatin imanmu ya 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!