NovelToon NovelToon
Di Antara Dua Bayangan

Di Antara Dua Bayangan

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Teen / Bad Boy / Tamat
Popularitas:387
Nilai: 5
Nama Author: Rhea Vey

DI ANTARA DUA BAYANGAN
Kebangkrutan bisnis sang ayah memaksa Aira—gadis SMA yang polos, penakut, dan penurut—menjadi jaminan utang keluarga. Ia diserahkan ke kediaman megah keluarga Pradipta dan dijodohkan dengan Vino, pewaris tunggal yang arogan, playboy, dan tak segan mengintimidasinya. Bagi Vino, Aira tak lebih dari benalu dan pelayan terhormat. Di sekolah maupun di rumah, Aira harus menelan bulat-bulat rasa malu saat Vino terang-terangan memamerkan kemesraan dengan Caren, kekasihnya.
Di tengah kehempaan dan rasa takut yang menghimpit, muncul Darel. Sepupu Vino yang baru pulang dari luar negeri itu hadir bak pahlawan. Dengan tutur kata lembut, perhatian manis, dan senyum hangatnya, Darel menjadi satu-satunya tempat Aira bersandar.
Namun, Aira tak menyadari bahwa keselamatan yang ia rasakan hanyalah ilusi. Di balik topeng sempurnanya, Darel menyimpan obsesi gelap dan jiwa psikopat yang siap menghancurkan siapa saja. Saat Vino perlahan mulai menyadari perasaannya dan melihat bahaya ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhea Vey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20: Eskort Dadakan

Sejak kejadian di kantin kemarin, Vino makin gencar melancarkan aksi "pengawalan" terselubungnya. Gaya bicaranya memang tetap ketus dan penuh perintah, tetapi intensitas keberadaannya di sekitar Aira menjadi jauh lebih sering.

Pagi itu di kediaman Pradipta, Aira sudah bersiap di area serambi depan dengan seragam sekolah yang rapi. Saat ia hendak melangkah menuju pintu gerbang untuk menghentikan angkutan umum seperti biasanya, deru mesin mobil sport hitam milik Vino mendadak meraung pelan di sampingnya.

Kaca mobil diturunkan. Vino menatap Aira dari kursi pengemudi dengan kacamata hitam menyangkut di kerah seragamnya.

"Mau kemana lu?" tanya Vino dengan suara agak keras mengalahkan deru mesin.

Aira menghentikan langkahnya, menoleh canggung. "Mau berangkat sekolah, Vin. Mau jalan ke depan depan cari angkot."

Vino berdecak keras sambil menggeleng-gelengkan kepala, memasang raut wajah sangat tidak berkenan.

"Masuk," perintah Vino singkat, menunjuk kursi penumpang di sampingnya dengan dagunya.

Aira tertegun, matanya membelalak pelan. "Hah? Gak usah, Vin. Aku naik angkot aja kayak biasa. Takutnya kamu kerepotan—"

"Gue bilang masuk, Aira. Gak usah banyak bantah," potong Vino dengan nada tinggi yang dibuat-buat, padahal tangannya yang memegang kemudi agak gemetaran karena canggung. "Lu pikir enak dilihat tetangga kalau jaminan utang keluarga Pradipta kelihatan terlunta-lunta naik angkot panas-panasan? Bikin turun gengsi keluarga gue aja. Cepat naik!"

Aira menggigit bibir bawahnya. Alasan "gengsi keluarga" yang dilontarkan Vino terdengar sangat klasik, tetapi Aira tahu persis kalau selama berbulan-bulan sebelumnya Vino sama sekali tidak pernah peduli apakah ia naik angkot, jalan kaki, atau kehujanan.

Tanpa berani mendebat lagi, Aira membuka pintu mobil dan duduk pelan di kursi penumpang. Aroma wangi maskulin yang segar langsung menyergap inderanya.

Vino tidak langsung menjalankan mobilnya. Ia melirik Aira dari samping dengan dahi berkerut.

"Sabuk pengamannya dipasang, Aira. Mau mati konyol lu?" tegur Vino galak.

Aira buru-buru menarik sabuk pengaman, tetapi mengaitkannya agak tersendat karena panik. Sebelum Aira berhasil memasangnya, Vino mendadak condongkan tubuhnya ke arah Aira.

Deg!

Jarak wajah mereka mendadak hanya tersisa beberapa senti. Aira menahan napasnya seketika, matanya membelalak menatap garis rahang Vino yang tegas dari dekat. Vino menarik tali sabuk pengaman dengan gerakan tangkas lalu menancapkannya ke kunci pengaman hingga berbunyi klik.

Vino sempat menatap mata Aira selama dua detik—menangkap kepolosan dan binar bingung di manik mata cewek itu—sebelum akhirnya buru-buru memalingkan wajahnya kembali ke depan dengan dehaman keras untuk menutupi detak jantungnya sendiri yang mendadak tidak beraturan.

"Makanya kalau gak bisa, ngomong," gumam Vino ketus seraya menginjak pedal gas, melajukan mobilnya membelah jalanan pagi.

Kehebohan terjadi begitu mobil sport hitam milik Vino memasuki area parkir SMA Nusa Bangsa.

Vino Pradipta yang terkenal sebagai "raja" sekolah yang dingin dan tidak tersentuh, memarkirkan mobilnya tepat di dekat area utama. Saat pintu penumpang terbuka dan Aira melangkah keluar dengan canggung, puluhan pasang mata siswa-siswi yang sedang berkumpul di koridor langsung tertuju pada mereka.

Gasik dan keras kasak-kusuk langsung terdengar di mana-mana.

"Anjir, itu Aira kan? Kok bisa bareng Vino?" "Bukannya kemarin Vino baru putus sama Caren? Kenapa sekarang malah berangkat bareng cewek itu?" "Gila, Vino protektif banget kelihatan dari tatapannya..."

Vino keluar dari mobil, mencangklong tas sekolahnya di satu bahu. Tanpa memedulikan tatapan heran seluruh sekolah, Vino berjalan menghampiri Aira dan menyambar tas sekolah Aira dari pundaknya begitu saja.

"Eh, Vin! Tas aku—" pekik Aira kaget.

"Berat. Lu lemah banget dibawain tas segini aja lelet jalannya," sahut Vino cetus seraya menenteng tas Aira di tangan kirinya, sementara tangan kanannya tetap masuk ke dalam saku celana. "Jalan di samping gue. Gak usah nunduk-nunduk gitu, kayak buronan aja."

Aira berjalan mengekor di samping Vino dengan pipi yang perlahan merona merah. Meskipun kalimat Vino selalu kasar dan suka menyuruh-nyuruh, aksi nyatanya membawakan tas Aira di depan seluruh siswa sekolah justru menyampaikan pesan yang sangat jelas ke semua orang: Aira ada di bawah perlindungan Vino Pradipta.

Di lantai dua gedung utama, Darel berdiri menyender pada pembatas besi. Tangannya memegang cangkir kopi, menatap ke bawah ke arah Vino dan Aira yang berjalan bersisian menuju kelas.

Senyuman manis di wajah Darel perlahan menyusut, digantikan oleh tatapan dingin yang tajam dan pekat. Darel meremas cangkir kertas di tangannya hingga remuk.

"Perhatian kasar, huh?" gumam Darel sangat pelan dengan nada penuh kebencian. "Mari kita lihat seberapa jauh kamu bisa bertahan berpura-pura peduli, Vino."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!