seorang gadis cantik berkulit putih berdiri menatap penampilan pada sebuah cermin...
Rambut di kepang dua, mengunakan kaca mata tebal, wajah nya natural tampa riasan make up tebal seperti gadis lainnya....
Bahkan baju yang di kenakannya kebesaran sehingga menutupi body aslinya....
" Satu hari sejuta impian, semangat Jasmine
kamu pasti bisa" gumam nya tersenyum manis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RalenS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketakutan Jasmine
Lady dengan Setia menunggu Jasmine sadar,ada rasa bersalah dalam hati lady karena lady bisa merasakan jika Jasmine bukanlah gadis seperti dirinya yang sudah biasa melihat kekerasan bahkan pembunuhan di depan matanya tapi Jasmine kehidupan nya sangat berbeda jauh dengan nya..
" Maaf" ucap Lady dengan suara bergetar
Jasmine mengerjap kan matanya lalu mata nya perlahan terbuka
" Jasmine" panggil lady dengan senyuman di wajah nya..
Jasmine bangun lalu bergeser sedikit menjauh dari lady, wajahnya terlihat sangat ketakutan...
" Hiks hiks hiks Pergi" ujar Jasmine terisak memeluk tubuh sendiri
" Jasmine hey ada apa? Apa yang kamu rasakan?" tanya Lady dengan panik
" Jangan dekat' kalian pasti suruhan pria itu kan, kalian bersekongkol ingin membunuh ku" tutur Jasmine yang sudah di kuasai rasa takut baginya setiap orang di rumah ini adalah orang yang berbahaya yang harus di jauhi nya....
Deg
Lady terkejut begitu pun pria yang berdiri di luar pintu, niatnya ingin memastikan jika Jasmine baik' saja tapi kalimat gadis itu begitu menyakitkan dan entah kenapa dia tidak menyukai Jasmine berkata seperti itu....
" Jasmine tenanglah,aku tidak akan berniat jahat" ucap Lady
Jasmine menggelengkan kepalanya seluruh tubuhnya bergetar karena ketakutan...
"dia membunuh orang itu aku melihat nya Sendiri hiks kenapa harus melenyapkan nya, kesalahan apa yang di perbuat orang itu sampai nyawa nya harus kalian ambil" ujar Jasmine terisak....
Lady terdiam bingung harus mengatakan apa
" Dia bukan orang baik jas jadi tuan muda membunuh nya, andai kamu tahu cerita sebenarnya" ujar Lady berusaha meyakinkan Jasmine...
" Tidak dia bukan orang baik,aku melihat nya sendri bagaimana dia tersenyum setelah melenyapkan orang itu,hiks hiks dia iblis" tutur Jasmine
Wiliam yang mendengar itu mengepalkan tangannya lalu Pergi tanpa berniat menemui Jasmine lagi
" Axel kamu antarkan gadis itu pulang, pastikan sampai di rumah nya" ujar Wiliam lalu pergi...
Axel memasuki ruangan itu, melihat Axel Jasmine semakin ketakutan...
" Ada apa Axel?" tanya Lady
" Kamu ikut aku kita akan mengantar nya pulang" ujar Axel
Lady yang Paham pun langsung mendekati Jasmine
" Jasmine,ayo pulang jangan takut aku akan memastikan kamu selamat sampai ke rumah mu " Ucap Lady meyakinkan
Jasmine awalnya masih takut tapi begini melihat tatapan lady yang tulus akhirnya Jasmine pun bersedia ikut dengan nya
Saat Jasmine menuruni tangga barulah dia melihat banyak pelayan dan pengawal tapi Jasmine tidak melihat sisi di antara mereka...
" Silakan masuk nona" ujar Axel membuka pintu mobil
Setelah Jasmine dan lady masuk baru lah Axel melajukan mobil itu meninggal markas Wiliam,dari lantai atas Wiliam melihat Jasmine yang telah pergi dengan tatapan yang sulit di artikan
Jasmine mencuri pandang ke luar jendela, jalanan itu sepi di tumbuhi berbagai pohon yang menjulang tinggi
Gelap dan sepi
Jasmine teringat kakak nya Isadora,lalu tangan nya mencari tas nya,saat di temukan ternyata ponselnya mati
Karena tidak bisa berbuat apa-apa lagi Jasmine perlahan tertidur, melihat itu Axel dan lady bernafas lega
Ting
Sebuah pesan masuk pada ponsel lady
" Bagaimana keadaan nya?" tanya si pengirim pesan yang ternyata adalah Wiliam
Lady tersenyum lalu bukannya segera membalas pesan itu lady justru memotret Jasmine yang terlelap dalam tidurnya lalu mengirim nya pada Wiliam...
" Dia baik-baik saja tuan" balasnya....
Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya mereka pun tiba di depan sebuah rumah sederhana...
Axel memberi kode pada lady untuk membangunkan Jasmine...
" Jasmine bangunlah kita sudah sampai" ucap Lady
Jasmine mengerjap matanya lalu melihat sekeliling nya dan benar saja ini adalah rumah nya...
" Terimakasih lady dan tuan Axel" ujar Jasmine yang sudah tidak takut pada Axel
Lady dan Axel mengangguk-anggukan kepala sembari tersenyum kecil..
Jasmine keluar dari mobil dan setelah memastikan lady dan Axel telah pergi barulah Jasmine melangkah masuk ke dalam rumah nya....
Prok
Prok
Prok
Jasmine terkejut Melihat Isadora yang menepuk tangannya sembari menatap nya dengan tajam
" Oh rupanya lo menyembunyikan bakat jalang lo,dapat bayaran berapa lo " ujar Isadora
" Maksud kak dora apa?" tanya Jasmine tanpa rasa takut karena kata' Isadora saat ini sangat menyakitkan lebih dari kata-kata yang sering di dengar nya...
" wow sekarang Lo berani natap gue seperti itu?" ujar
plak
Isadora menampar pipi Jasmine dengan keras membuat sudut bibir nya terluka
" Selama ini lo pura' suci nyatanya lo itu jalang yang menutup diri dengan penampilan culun lo,cih dasar bermuka dua" tutur Isadora
Jasmine mengepalkan tangannya
"Aku bukan jalang kak, apa mau kamu sebenarnya kak selama ini aku selalu diam , selalu menerima setiap perkataan kak dora yang tanpa kakak tau itu sangat menyakitkan " ujar Jasmine
" Aku ini adik kak dora,aku bertahan karena kakak aku pikir kakak adalah rumah tempat aku pulang" ucap Jasmine
" Sudah bertahun-tahun kak, apa tidak ada sedikit pun rasa sayang kakak untuk ku,apa rasa benci kakak tidak berkurang walaupun sedikit saja?" tanya Jasmine dengan rasa sakit
Isadora terdiam lalu membuang pandangannya ke arah lain
Isadora pergi meninggalkan Jasmine tanpa berniat menjawab pertanyaan nya...
Jasmine menghapus air matanya lalu berjalan menuju kamarnya...
Sesampainya di kamar Jasmine terduduk di lantai sembari memeluk dirinya..
" Apa salah ku Tuhan,aku merasa sudah tidak sanggup lagi " ujar Jasmine lirih...
Di kamar nya Isadora menghancurkan semua barang-barang nya
" Akhhhh kenapa lo harus hadir di kehidupan gue, gue benci lo Jasmine gue benci lo" pekik Isadora
Tubuhnya luruh dan tangis nya pecah, Isadora terisak sembari terus mengatakan membenci Jasmine tapi tatapan matanya sedikit berbeda dari biasanya seakan ada rasa sedih yang coba di sembunyikan nya....
" Mama papa hiks Isa kangen" ujarnya sembari mengelus foto kedua orang tua yang di simpan nya dalam kamar....
Tiba-tiba setiap perkataan Jasmine kembali teringat hatinya sedikit goyah tapi Isadora berusaha keras menolak perasaan yang hadir itu...
" Gue ngak boleh goyah hanya karena perkataan nya,gue tetap harus membenci nya dia penyebab semuanya ningalin gue " ujar Isadora sembari mengepalkan tangannya....
Suasana rumah sederhana itu semakin sunyi tanpa kehangatan,malam itu Jasmine dan Isadora sama' meluapkan amarah mereka, dua kakak beradik yang sebenernya sama' terluka dan sama' kehilangan kasih sayang....
" Bagaimana apa dia sudah sampai?" tanya Wiliam pada lady
" Sudah tuan" jawaban Axel
"Wiliam sebagai teman mu aku hanya ingin bertanya,apa kalian memiliki hubungan khusus?" tanya Axel penasaran
" Tidak, sudah berapa kali aku katakan dia hanya orang asing yang beruntung ku tolong" ucap Wiliam tegas
" Okey,aku ganti pertanyaan nya apa kamu suka pada Jasmine?" tanya Axel
Wiliam menatap tajam Axel seakan tidak suka mendengar pertanyaan itu tapi tidak pula mengatakan kata "TIDAK" untuk menjawab atas pertanyaan Axel tentang perasaan nya pada Jasmine