NovelToon NovelToon
Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Penyelamat / Tamat
Popularitas:46.5k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Arif Wicaksono, pewaris ilmu medis kuno dan ketua organisasi rahasia Biro Akasa, turun gunung hanya untuk dihina dan ditolak mentah-mentah saat menagih janji perjodohan dari Keluarga Baskoro. Namun, nasib justru membawanya bertunangan dengan Shinta Liem, gadis bawel berenergi Yin murni penawar racun di tubuhnya, sekaligus memulai perjalanannya membuat orang-orang sombong yang meremehkannya berlutut menangis darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Suasana pagi di kediaman Keluarga Liem sangat tenang dan sejuk.

Burung-burung berkicau riang menyambut matahari terbit di balik awan tipis.

Arif sedang duduk di teras samping sambil meminum teh hangat dengan santai.

Hari ini adalah hari ketiga dari batas waktu lima hari yang dia berikan pada Baskoro.

Brummm! Ciiiiit!

Suara deru mesin dan decitan rem mobil memecah keheningan pagi itu dengan sangat kasar.

Dari balik gerbang utama, terlihat sepuluh mobil SUV hitam berbaris memblokir jalan masuk.

Puluhan pria berjas hitam turun dari mobil dengan wajah garang dan formasi rapi.

Penjaga gerbang Keluarga Liem mencoba menahan mereka namun langsung didorong hingga jatuh ke tanah.

Brak!

Rizki dan Hana berjalan masuk melewati gerbang yang terbuka paksa itu dengan dagu terangkat tinggi.

Kesombongan masih melekat kuat di wajah pasangan suami istri tersebut seolah mereka adalah penguasa dunia.

Surya Liem yang sedang menyiram tanaman di halaman depan langsung melempar selang airnya.

Wajah pria tua itu memerah menahan marah melihat pekarangannya diterobos paksa pagi-pagi buta.

"Apa-apaan ini?! Berani sekali kalian menerobos masuk ke rumahku!" bentak Surya Liem.

Nana dan Shinta yang mendengar keributan langsung berlari keluar dari dalam rumah.

Mereka berdua terkejut melihat puluhan preman elit memenuhi halaman depan rumah mereka.

"Rizki! Hana! Apa maksud kedatangan kalian membawa pasukan kemari?" tegur Nana dengan tatapan tajam.

"Ini adalah wilayah Keluarga Liem, bukan tempat kalian bisa berbuat seenaknya!"

Rizki tersenyum miring dan merapikan jas mahalnya dengan gaya sok elegan.

"Tenang Tuan Surya, Nona Nana, kami tidak berniat mencari masalah dengan Keluarga Liem yang terhormat."

"Kami hanya datang untuk menjemput seseorang yang sedang menumpang hidup di rumah kalian," ucap Rizki arogan.

Hana melipat kedua tangannya di dada dan menatap remeh ke arah pintu rumah Liem.

"Keluarkan si gembel bernama Arif itu sekarang juga," perintah Hana tanpa sopan santun sedikit pun.

"Ayahku sedang sakit dan kami bersedia mempekerjakannya sebagai dokter sementara dengan bayaran mahal."

Shinta langsung maju selangkah dengan wajah penuh amarah mendengar ucapan sombong itu.

"Heh Nona sombong! Setelah kemarin kau menghinanya, sekarang kau datang minta tolong dengan cara preman begini?!" balas Shinta galak.

"Tolong sadar diri sedikit, nyawa ayahmu itu sedang di ujung tanduk!"

Hana mendelik marah mendengar hinaan balik dari gadis cerewet itu.

"Tutup mulutmu bocah! Kami datang membawa uang seratus miliar ke sini!" jerit Hana.

"Gembel itu pasti akan langsung bersujud mencium kakiku begitu melihat uang sebanyak ini!"

Rizki memberi kode pada anak buahnya dan dua orang maju membawa koper besi berukuran besar.

Klek!

Koper itu dibuka dan menampilkan tumpukan uang tunai ratusan ribu dan pecahan dolar yang sangat menggiurkan.

Tap. Tap. Tap.

Suara langkah kaki yang sangat tenang terdengar dari arah teras samping rumah.

Semua mata langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut.

Arif berjalan santai dengan tangan di dalam saku celana, wajahnya sedingin es di kutub utara.

"Ternyata anjing-anjing pesuruh sudah datang menggonggong di pagi hari," ucap Arif datar menatap Rizki.

Hana menggertakkan giginya mendengar hinaan telak dari pemuda udik itu.

"Jaga mulutmu gembel! Aku datang ke sini untuk memberimu kesempatan menjadi kaya raya!" jerit Hana emosi.

"Sembuhkan ayahku sekarang juga, dan uang seratus miliar di koper ini menjadi milikmu utuh!"

Arif berhenti melangkah dan menatap koper berisi uang itu dengan tatapan kosong.

Tidak ada kilat keserakahan sedikit pun di matanya, yang ada hanya rasa muak yang mendalam.

"Kau pikir nyawa guruku dan janjinya bisa dibeli dengan kertas tidak berguna itu?" balas Arif pelan namun menusuk.

Rizki tertawa meremehkan mendengar ucapan Arif yang menurutnya hanya sok suci.

"Jangan munafik anak muda, di dunia ini tidak ada hal yang tidak bisa dibeli dengan uang," cibir Rizki.

"Kalau seratus miliar kurang, aku akan memberimu saham Grup Mahakarya."

"Itu sudah lebih dari cukup untuk membuatmu hidup mewah tujuh turunan di Jakarta!"

Arif memalingkan wajahnya dan menatap Surya Liem yang berdiri di dekatnya.

"Tuan Surya, maafkan aku karena membuat halaman rumahmu menjadi kotor oleh sampah-sampah ini," ucap Arif sopan.

Surya Liem tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya pelan menanggapi permintaan maaf itu.

"Tidak apa-apa Tuan Arif, tumpukan sampah memang harus segera dibersihkan agar tidak bau busuk," balas Surya Liem mendukung Arif.

Mendengar sindiran keras itu, kesabaran Rizki langsung habis tak tersisa.

"Sombong sekali kau udik! Kau pikir Keluarga Liem bisa melindungimu selamanya dari kekuasaanku?!" bentak Rizki murka.

"Tangkap dia dan seret ke rumah sakit sekarang juga! Patahkan kedua kakinya kalau dia berani melawan!" perintah Rizki pada pasukannya.

Puluhan pengawal elit berbadan kekar itu langsung bergerak serentak menerjang Arif.

Mereka mengeluarkan tongkat besi pemukul dari balik jas mereka masing-masing dengan wajah beringas.

"Tuan Arif awas!" teriak Nana panik melihat serangan mendadak itu.

Shinta bahkan sampai menutup kedua matanya rapat-rapat karena takut melihat Arif dihajar habis-habisan.

Namun, Arif hanya menghela nafas panjang dan sedikit merenggangkan lehernya.

Wusss!

Pengawal pertama mengayunkan tongkat besinya dengan kecepatan penuh tepat ke arah kepala Arif.

Arif hanya memiringkan kepalanya sedikit hingga tongkat itu hanya membelah angin kosong di sebelahnya.

Brak!

Tanpa ampun, tinju kanan Arif melesat seperti peluru dan menghantam perut pengawal itu telak.

Pria berbadan besar itu langsung memuntahkan cairan dari mulutnya dan terbang mundur sejauh lima meter.

Tubuhnya menabrak tiga rekannya yang lain hingga mereka berempat jatuh bergulingan di atas rumput.

"Hanya segini kemampuan pengawal elit Grup Mahakarya kebanggaan kalian?" ejek Arif menyeringai dingin.

"Bahkan monyet di gunungku berlari lebih cepat dari anjing-anjing peliharaanmu ini."

Sisa pengawal lainnya langsung mengamuk mendengar ejekan itu dan menyerang Arif dari segala arah.

Arif sama sekali tidak memindahkan posisi kedua kakinya dari tempat dia berdiri.

1
brajamusti
pertanyaan yg sama yg ga bisa dijawab.. asuuuuu
Utuh Gelapung
shinta mati cari pacar baru.gitu aja repot.repot aja gk gitu.
kiyoe: kan Shinta yang punya energi yin murni kak
total 1 replies
Was pray
gak bisa apa-apa ngeyelan lagi, cewek begini kok dipiara
Was pray
alur cerita mengupas tuntas kecerobohan dan dampak percaya diri yg berlebihan dari Arif dan kebohongan tingkat dewa shinta
Abady Ehm
kalo sudah perempuan ikut campur, hancurlah semuanya, dasar cerita sampah,.....
Night Watcher
kan didepan matamu arya... kok "kudengar"?... haddduhhhh.. ni cerita minta diapain ya...?
hapus ajalah.. cerita asal tulis ini mah..🤦
Night Watcher
ini lagi... macan putih dan naga hitam kan suruhan reyhan bambang...
Night Watcher
kata suster "jangan kena air dulu dua hari", tapi mau dikompres...🤦
Night Watcher
yg mahasiswa baru kan arya, kok malah dia ngatain arif mhsw baru?🤦
Night Watcher
lah.. jelas² duduk di kursi sampingnya, masih ditanya "teman sekelas?"
ini di kantin atau di mana?
Night Watcher
gelar master itu apa gak S2 atau ditempuh setelah lulus S1 ya?
kok kembali ke...
duh bingung aku... gak pernah makan bangku kuliah sih...🤭🤭
Night Watcher
cerita dunia bawah tanah...
menyerahkan musuhnya ke pihak berwajib??? khaaahhhh..!!!
Night Watcher
ada ya jalan tol macet?😇
Night Watcher
perasaan sebelumnya reyhan dkk br muncul dr pintu kantin, tau² udah ada makanan yg penuh saus...
Was pray
kok lama lama bosan ya baca cerita ini.....
Abady Ehm
lama lama kok seperti cerita sampah ini, mana pasukan bayangan malam pelindung keluarga?....
Abady Ehm
mantap ceritanya, lanjut Thor, aku suka kata kata yg sebenarnya, gak dibuat buat,...
Risman Caniago
sekolah aja nggak pernah.....tau2 kuliah.....halu cerita nya lebih mirip dongeng bobok balita..... nggak ada bobot nih cerita.....
Adelina Lin
Saya gk suka dengan sifat Sinta yang selalu memanggil arif, dengan udik, ganti panggilan Sinta ke si arif, jangan dipanggil udik si arifnya
Was pray: Arif dan Shinta cocok jadi pasangan... yg laki laki bermulut pedas dan sering tertipu oleh truk murahan musuh2 nya, sedangkan yg wanita gak menghargai calon suaminya.... masak manggil calon suami udik. .dibilang bodoh kok statusnya mahasiswi tapi mau bilang cerdas tapi pemikirannya kayak bukan mahasiswa. ..... 😄😄
total 2 replies
kiyoe
iyaa kak biar cerita nya menantang hehe tapi next nya udah clear kok pasti
Was pray: bukan bikin cerita lebih menantang Thor, tapi menunjukan kelemahan fatal Arif yang katanya agoan tapi kenyataan nol besar... dan itu jadi alur cerita yg membosankan, segala sepak terjangnya cuma bikin orang2 terdekatnya jadi kurban
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!