NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Ketua OSIS Dingin

Menikah Dengan Ketua OSIS Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Perjodohan
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Novia Maharani itu paket lengkap masalah: ratu bolos, langganan BK, dan hobi bikin rusuh di sekolah. Tapi hidupnya berbalik 180 derajat saat dijodohkan paksa dengan Reyhan Aldebaran, Ketua OSIS paling dingin, perfeksionis, dan kaku se-antara jagat.

Tinggal seatap dengan musuh bebuyutan itu neraka. Reyhan benci kekacauan, sedangkan Novia adalah kekacauan itu sendiri. Namun, di balik sikap pemberontak Novia, ada luka masa lalu yang ia sembunyikan dengan tawa. Dan di balik wajah datar Reyhan, ada rahasia yang membuatnya enggan menyentuh cinta.

Saat tembok pertahanan mereka mulai runtuh oleh perhatian kecil yang bikin baper, rahasia keluarga dan ego remaja mengancam segalanya. Bisakah si pembuat onar dan si Ketua OSIS belajar dewasa bersama, atau pernikahan ini justru menghancurkan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meledaknya Amarah Suami 32.

Kehadiran Devon di sebelah Novia langsung mengubah dinamika meja pojok kanan kelas yang biasanya sepi.

Cowok baru itu bukan tipe orang yang mau duduk tenang. Sepanjang pelajaran sejarah berlangsung, alih-alih memperhatikan infografis di papan tulis, Devon justru menopang dagunya dengan tangan kiri, memiringkan tubuh sepenuhnya menghadap Novia.

Novia yang merasa tidak nyaman berkali-kali membetulkan letak poninya, mencoba fokus pada penjelasan guru.

"Lo selalu sekaku ini kalau belajar?" celetuk Devon tiba-tiba. Suaranya yang serak terdengar santai, mengabaikan fakta bahwa Bu Lastri sedang menjelaskan perang pasca-kolonial di depan.

"Gue mau dengerin guru, Devon. Jangan berisik," ketus Novia tanpa menoleh.

Devon justru terkekeh pelan. "Galak juga. Tapi seru sih, daripada cewek-cewek di depan yang dari tadi curi-curi pandang ke gue."

Novia memutar bola matanya malas. Dasar cowok narsis. Tipe-tipe cowok trouble maker seperti Devon ini adalah jenis manusia yang paling ingin Novia hindari semester ini. Energinya sudah habis terkuras untuk memikirkan perang dinginnya dengan Reyhan di apartemen. Dia tidak butuh beban tambahan di sekolah.

**

Bel istirahat pertama berbunyi nyaring. guru pelajaran kedua keluar, kelas langsung riuh. Beberapa siswi langsung berbalik, berniat mengajak Devon ke kantin. Namun, sebelum mereka sempat membuka suara, Devon sudah berdiri lebih dulu.

Dengan gerakan cepat dan tak terduga, Devon mengulurkan tangan, menyambar pergelangan tangan Novia yang baru saja selesai memasukkan buku ke dalam laci.

"Yuk, kantin. Lo harus tunjukin gue mana batagor yang enak di sini," ujar Devon santai.

"Gue nggak mau ke kantin, lepasin!" Novia menyentak tangannya. Tapi Devon tidak menyerah. Alih-alih melepaskan, cowok itu justru melangkah maju, lalu dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi, dia melingkarkan lengan panjangnya di atas pundak Novia—merangkul cewek itu dengan akrab.

"Nggak ada penolakan, Teman Sebangku. Gue anak baru yang butuh pemandu," kata Devon sambil mengedipkan sebelah matanya, lalu setengah memaksa Novia untuk berjalan keluar kelas bersamanya.

Novia mendengus kesal. Sifat bad girl dan keras kepalanya yang sempat terpendam beberapa minggu ini mendadak tersulut. "Lo bisa jalan sendiri gak sih? Nggak usah pakai gelayutan begini! Tangan lo berat, Devon!" bentak Novia sambil mencoba menyikut perut Devon.

"Kalau gue nggak mau lepas gimana?" Devon justru semakin mempererat rangkulannya, tertantang dengan respons galak Novia. Dia suka cewek yang punya cakar, bukan yang langsung tersipu malu saat didekati.

Pemandangan itu langsung menjadi pusat perhatian di sepanjang koridor gedung utara. Seorang murid baru yang terlihat seperti berandalan, terang-terangan merangkul Novia, cewek yang beberapa waktu lalu sempat diisukan punya hubungan khusus dengan Ketua OSIS.

Di lantai dua, tepat di pembatas pagar besi yang menghadap langsung ke arah koridor utama lantai satu, seorang cowok berdiri mematung.

Reyhan mencengkeram besi pembatas koridor dengan sangat kuat.

Buku-buku jarinya memutih, dan urat-urat halus di punggung tangannya menyembul tegas.

Sepasang matanya yang tajam bak elang menghunjam lurus pada posisi tangan Devon yang bertengger di pundak Novia.

Rahang Reyhan mengeras menahan gejolak emosi yang mendadak membakar dadanya.

Selama berminggu-minggu, dia menahan diri untuk tidak menyentuh atau berbicara pada Novia demi meredam konflik dan ego mereka.

Tapi melihat cewek itu sekarang membiarkan cowok lain merangkulnya di depan umum... membuat akal sehat Reyhan menguap entah kemana.

"Ketua, ini berkas laporan yang harus ditandatangani—" Ucapan anggota OSIS di sebelah Reyhan terputus begitu saja.

Reyhan tidak merespons. Dia berbalik dengan langkah lebar dan cepat, memotong koridor lantai dua menuju tangga darurat dengan aura yang begitu pekat dan mengintimidasi.

Anggota OSIS yang tadi mengajaknya bicara hanya bisa menelan ludah ngeri melihat sorot mata sang ketua.

**

Jam pulang sekolah selalu menjadi momen paling padat di area parkir Pelita Bangsa. Deru mesin motor dan obrolan para siswa bersahut-sahutan.

Novia berjalan cepat menuju gerbang samping, berniat naik angkutan umum seperti biasa. Hubungannya yang hancur dengan Reyhan membuat mereka tidak lagi pulang bersama. Namun, langkah kakinya terhenti secara paksa ketika sebuah lengan kekar menghadang jalannya di area parkir motor.

"Novia."

Novia mendongak, matanya melebar saat melihat Reyhan sudah berdiri di depannya.

Cowok itu masih mengenakan seragam rapi, lengkap dengan ban lengan OSIS yang terpasang kokoh.

Tatapannya dingin, namun ada riak kemarahan yang tertahan di sana.

"Apa lagi, Reyhan? Gue mau pulang," ucap Novia dingin, mencoba melangkah memutar untuk menghindari cowok itu.

Sret!

Reyhan bergerak lebih cepat. Dia mencengkeram pergelangan tangan Novia, menahannya dengan genggaman yang erat namun tidak sampai menyakiti.

Aksi itu dilakukan secara terang-terangan di tengah kerumunan siswa yang sedang bersiap pulang.

"Ikut gue pulang. Bareng," kata Reyhan, suaranya rendah namun penuh penekanan yang tak boleh dibantah.

"Gue gak mau! Lepasin nggak?!" Novia memberontak, mencoba menarik tangannya kembali. Wajahnya memerah akibat kombinasi antara marah dan malu karena menyadari bahwa kini hampir seluruh pasang mata di parkiran tertuju pada mereka. Kasak-kusik dan bisikan mulai terdengar di sekeliling mereka.

"Reyhan Aldebaran, lo apa-apaan sih?! Ini di sekolah, lepasin tangan gue!" bisik Novia setengah mendesis, berusaha meredam suaranya agar tidak memicu keributan yang lebih besar.

"Gue nggak peduli ini di mana," balas Reyhan tajam, matanya menatap lurus ke dalam manik mata Novia. Tindakan protektif yang sangat impulsif dan langka dari seorang Ketua OSIS yang biasanya selalu bertindak penuh kalkulasi dan menjaga image sempurna.

Di sudut area parkir, bersandar pada sebuah motor sport hitam besar, Devon berdiri sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

Sudut bibirnya terangkat, membentuk seulas senyuman miring yang penuh arti.

Matanya yang jeli memperhatikan interaksi intens antara Reyhan dan Novia, terutama cengkeraman tangan Reyhan yang begitu erat pada cewek itu.

Devon menyeringai puas. Sebagai anak baru, dia tidak menyangka akan menemukan teka-teki semenarik ini dengan begitu cepat.

Sang Ketua OSIS Pelita Bangsa yang terkenal dingin dan tanpa cela, ternyata baru saja menunjukkan kelemahan terbesarnya di depan umum.

Dan kelemahan itu bernama Novia.

......................

...****************...

Tbc,

1
Shabrina Darsih
nivia ga peka Reyhan uda suja sm novia
Shabrina Darsih
laura laura naksir Rehyan samoe segitu nya sm Novia
Gege Mas
otor berusaha untuk mulai mematik apa yang bisa di sulut...naees...🤣
Gege Mas
Dan terjadi lagi...Nov..Nov...ck..ck..ck
Gege Mas
Dan ondolomon pun muncul ditengah kegelapan...🤣
Gege Mas
lanjuut Thor..belom berasa ini....10k kata gasss luncurkan
Gege Mas
yuklaah gass kasih intrik intrik kekinian yang membakar cemburu Dan bikin senyum senyum sendiri...semangaat..luncurkan 10k kata Thor...💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!