NovelToon NovelToon
Ambil Saja Suamiku, Mbak

Ambil Saja Suamiku, Mbak

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Ardila gadis yang selama ini mendapatkan pilih kasih dari keluarganya, harus kembali berhadapan dengan sang kakak ketika dirinya telah berumah tangga.

Sang kakak mengambil dan berselingkuh dengan suami yang begitu dia cintai

Mampukah dia melewati badai dari semua permasalahan yang tengah menghimpitnua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesaksian Sang Ayah

Semua mata tertuju pada Adam.

Di koridor rumah sakit yang bau antiseptik itu, Adam terdiam. Wajah tuanya yang biasanya keras dan angkuh, kini penuh keraguan dan rasa bersalah.

"Ayah... Ayah..." Adam menatap Naya. "Ayah... waktu itu..."

Rahayu menggenggam lengan suaminya. "Yah, katakan yang jujur, Yah. Demi Naya."

Naya menatap ayahnya dengan mata sembab. Ia sudah tidak berharap banyak. Seumur hidupnya, ayahnya selalu membela Diandra. Diandra yang cantik, Diandra yang manja, Diandra yang pintar merayu.

Sedangkan Naya? Naya hanya anak kedua yang disuruh mengalah terus.

Arka yang paham situasi itu langsung membantu.

"Om Adam, saya tahu ini berat. Tapi kalau Om tidak jadi saksi, Naya bisa kehilangan apartemennya. Apartemen yang Om sendiri dulu antar Naya survei dari pagi sampai sore, naik motor butut Om yang sering mogok itu. Om masih ingat? Naya nabung 5 tahun buat DP-nya."

Kalimat Arka itu seperti pisau yang mengiris ingatan Adam.

Tentu saja ia ingat.

Ia ingat 5 tahun lalu, Naya baru lulus kuliah, kerja sebagai admin dengan gaji 3 juta. Setiap bulan Naya sisihkan 2 juta untuk tabungan apartemen. Tidak pernah jajan, tidak pernah beli baju baru. Bahkan motor butut Adam yang mogok pun diperbaiki pakai uang Naya.

Waktu itu Diandra malah minta dibelikan iPhone baru karena putus sama pacarnya.

Adam ingat ia membonceng Naya ke marketing gallery di jam 7 pagi. Naya memakai kemeja putih yang sudah agak pudar, tapi wajahnya bersinar karena bahagia. "Ayah, akhirnya aku bisa beli rumah sendiri, Yah. Nanti Ayah sama Ibu bisa nginep di sini kalau kangen."

Dan sekarang? Anak yang dulu bahagia karena bisa beli rumah sendiri itu, hampir kehilangan rumahnya karena suaminya sendiri yang memalsukan kwitansi.

Adam menangis.

Untuk pertama kalinya dalam 25 tahun, Naya melihat ayahnya menangis terisak seperti anak kecil di depan banyak orang.

"Ayah ingat, Naya..." Adam terisak. "Ayah ingat... Ayah yang pegang map-nya waktu itu... Ayah yang liat kamu transfer DP 200 juta pakai m-banking di depan marketingnya... Bimo? Bimo gak ada! Bimo baru kamu kenal 2 tahun setelah itu!"

Naya membeku. Air matanya juga tumpah.

"Ayah..."

"Ayah salah, Naya... Ayah selama ini buta... Ayah bela Diandra terus karena Ayah kasihan dia janda... Ayah marahin kamu terus karena Ayah pikir kamu kuat... Maafin Ayah, Naya... Maafin Ayah..."

Rahayu juga ikut menangis dan memeluk Naya.

Raka dan Arka saling tatap. Raka mengangguk pelan ke Arka, memberi isyarat: _biarin, ini momen mereka._

Naya memeluk ayahnya. Pelukan pertama setelah berbulan-bulan penuh kebencian.

"Gak apa-apa, Yah... Naya maafin..."

Arka langsung sigap. Ia menelepon pengacaranya di loudspeaker.

"Pak Hendra? Saksi kunci ada. Ayah kandungnya sendiri. Ya, siap bersaksi di pengadilan minggu depan. Tolong siapkan surat keterangan saksi. Dan tolong cek keaslian kwitansi Bimo itu. Saya yakin tanda tangannya dipalsukan."

Di seberang telepon, pengacara menjawab tegas. "Siap, Pak Arka. Kalau tanda tangan dipalsukan, kita bisa balik tuntut Bimo dengan pasal pemalsuan dokumen. Hukumannya 6 tahun penjara."

Bimo yang dari tadi mengintip dari balik pintu ruang perawatan Diandra, mendengar itu dan wajahnya pucat.

Pemalsuan dokumen? 6 tahun penjara?

Ia langsung menyeret ibunya, Lastri, yang masih ngomel-ngomel di pojokan.

"Bu, ayo pergi! Kita harus pergi sekarang!"

Lastri bingung. "Lho, mau kemana? Kan Diandra masih pendarahan?"

"Gak usah urus Diandra! Dia bawa penyakit! Kita pulang! Cepet!"

Bimo menarik Sari dan Bagas dengan kasar. Sari hampir jatuh.

Naya melihat itu dan langsung berteriak. "SARI! BAGAS! Jangan ikut dia!"

Tapi Bimo sudah menarik mereka keluar rumah sakit.

Raka tidak tahan melihat Sari diseret. Ia langsung lari dan menghalangi pintu keluar.

"Lepas! Lo mau bawa adik-adik lo kemana? Mereka masih sekolah!"

Bimo mendorong Raka. "Minggir lo! Ini urusan keluarga gue! Mereka adik gue!"

"Adik lo yang lo jadiin alat buat meres Naya?"

Mereka hampir berkelahi di lobi rumah sakit. Security datang melerai.

Di tengah keributan itu, Sari terlepas dari genggaman Lastri dan berlari ke arah Naya sambil menangis.

"Kak Naya! Kak Naya tolong! Aku gak mau ikut Ibu sama Bimo! Ibu mau jodohin aku sama juragan kontrakan biar utang lunas! Aku masih SMA, Kak!"

_DEG!_

Semua orang yang ada di lobi terdiam.

Menjodohkan anak SMA dengan juragan kontrakan demi utang?

Lastri panik. "Diam kamu, Sari! Jangan fitnah Ibu!"

Bagas, yang biasanya diam, akhirnya bersuara dengan suara gemetar.

"Benar, Kak Naya... Ibu udah terima uang 10 juta dari Pak Haji kontrakan... Buat nikahin Sari bulan depan... Bimo juga setuju... Bimo bilang lumayan buat bayar pinjol..."

Naya, Adam, Rahayu, Raka, Arka, semua membelalak.

Ini sudah bukan lagi drama perselingkuhan. Ini sudah perdagangan anak.

Arka langsung mengambil HP-nya dan merekam.

"Bu Lastri, bisa diulang? Ibu mau jual anak Ibu yang masih di bawah umur untuk bayar utang pinjol anak Ibu yang selingkuh?"

Lastri ketakutan melihat direkam. "Enggak! Enggak! Itu... itu cuma..."

Adam maju dengan wajah merah padam. Sebagai seorang ayah, ia tidak bisa menerima ini.

"Bu Lastri! Saya akan laporkan Ibu ke polisi! Ke KPAI! Anak sekecil ini mau Ibu jual?"

Bimo panik. Ia tahu Arka punya kuasa dan uang untuk melaporkannya. Ia tahu ia bisa masuk penjara bukan hanya karena pemalsuan kwitansi, tapi juga karena eksploitasi anak.

"Bukan urusan kalian! Ayo Bu, pergi!"

Bimo dan Lastri lari keluar rumah sakit, meninggalkan Sari dan Bagas yang menangis ketakutan di lantai.

Naya memeluk Sari dan Bagas erat.

"Udah... udah... kalian sama Kakak aja ya... gak usah balik ke Ibu..."

Sari menangis di pelukan Naya. "Makasih, Kak Naya..."

Raka menatap Arka. "Bro, gimana?"

Arka menatap Sari dan Bagas, lalu menatap Naya.

"Gue punya kenalan di LBH dan rumah aman untuk anak. Mereka bisa tinggal di sana sementara, sekolah tetap jalan, aman dari Ibu dan Bimo. Semua biaya gue yang tanggung. Gimana, Nay?"

Naya mengangguk sambil menangis. "Makasih, Ka... makasih..."

Adam menatap Arka dengan mata berkaca-kaca. "Nak Arka... kamu... kamu orang baik... Ayah titip Naya ya... dan titip dua anak ini... Ayah malu... Ayah sebagai ayah gagal jaga anak-anak..."

Arka mengangguk hormat. "Siap, Om."

Malam itu, setelah Sari dan Bagas dijemput tim LBH ke rumah aman, setelah Diandra masih dirawat dengan status infeksi menular, dan setelah Bimo kabur entah kemana, Naya akhirnya pulang ke rumah hijaunya.

Bukan ke apartemen mewahnya, bukan ke apartemen Senopati pemberian Arka, tapi ke rumah hijaunya yang sederhana.

Di teras, Raka dan Arka duduk berdua. Dua laki-laki yang tadinya saingan, kini duduk bersama karena satu tujuan: menjaga Naya.

"Bro," kata Raka pelan. "Gue tau gue kalah segalanya dari lo. Tapi satu hal... jangan pernah sakitin Naya lagi. Gue udah liat dia hancur sekali, gue gak mau liat dia hancur kedua kalinya."

Arka menatap Raka dan tersenyum. Senyum tulus pertama di antara mereka.

"Gue janji gak akan sakitin dia. Tapi gue gak janji gak akan saingan sama lo. Karena Naya berhak pilih, bukan kita yang nentuin."

Mereka berdua tertawa kecil.

Di dalam rumah, Naya menatap pantulan dirinya di cermin. Wajahnya masih sembab, tapi ada senyum kecil di sana.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia tidak merasa sendirian.

Ia punya ayah yang akhirnya memihaknya, sahabat yang selalu ada, dan cinta pertama yang kembali.

Tapi ia tahu, perang belum selesai.

Minggu depan adalah sidang pokok perceraian. Bimo pasti akan datang dengan pengacara murahan dan kwitansi palsunya. Diandra pasti akan datang dengan drama kegugurannya.

Dan Naya harus siap.

Ia membuka laci dan mengambil sebuah buku kecil. Buku tabungan lamanya. Buku tabungan 5 tahun lalu, saat ia menabung untuk DP apartemen.

Di halaman terakhir, ada tulisan tangan ayahnya yang sudah agak pudar:

_Untuk Naya, rumah pertamamu. Ayah bangga sama kamu. - Ayah_

Naya menggenggam buku itu erat.

Minggu depan, ia akan bawa buku itu ke pengadilan. Dan ia akan menang.

*Bersambung...*

1
sunaryati jarum
Sahabat jika tulus tidak akan hilang Raka
sunaryati jarum
Baru mampir
Lee Mba Young
Semoga Ada orang yg lbih Dr Arka Dan Raka. Arka Dan Raka gk mungkin melawan vania, mereka Ada hati ke vania.
Lee Mba Young
Iuhhh mnjijikan banget ternyata Arka Dan Raka.

semoga dpt jodoh yg bner bner baik ya, gk kayak Raka Dan Arka.
Ummi Sulastri Berliana Tobing
👏👏👏👏👏
Ma Em
Naya kamu jgn salah pilih lagi untuk pasangan hdp mu jgn karena sahabat kamu memilih dia dan juga karena orang kaya Naya pilih tapi pilihlah lelaki yg baik yg bertanggung jawab cinta dan sayang pada Naya .
Lee Mba Young
Ingat kasus Andre Dan Erin. saat kaya Raya di tinggal cari bini baru.
mending yg kaya sekalian kn 😁
Lee Mba Young
jng mnemani lelaki Dr nol, krn nnti saat sukses km yg akn di buang 😄🤣.
Bimo juga bukan orang kaya selingkuh juga kan😄🤣.
Ragan Fian
"Kalau suka tema rumah tangga + perempuan yang perlahan bangkit, aku juga lagi nulis cerita dengan vibe seperti itu. Judulnya "Kau Sia siakan aku,kunikahi sahabatmu", kalau berkenan boleh mampir 🤍"
falea sezi
🤣🤣 ayah tangisan mu g tulus
falea sezi
🤣🤣 ayah ibunya cm numpang usir nay ortu bangsatt g sudi
falea sezi
goblok🤣 baru aja suka Badas ehh menye lemah
aku
beg* ngapain lu spill rencanamu dg gamblang pdhl tau bimoli tempramen. hadeh cari perkara 😌😌
nuanuan
masih memantau keseruan ceritanya..
jgn nyerah ya nay...
nuanuan
seruuuuuuu kkkk.. ayo lanjuttttt
Soraya
hadir thor
nuanuan
ditunggu lanjutannya ya thorrr💪
salam kenal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!