Kebencian adalah awal dari kehancuran yg akan ku persembahkan kepada langit, dendam yg terpendam akan ku ukir setajam pedang pusaka, terkadang takdir memang sungguh lucu, dengan sebilah pedang di tangan akan ku tunjukkan kepada langit , dengan sebilah pedang di tangan aku akan menentang takdir langit, dengan sebilah pedang akan ku hancurkan para dewa, dengan sebilah pedang akan ku ukir namaku, dengan sebilah pedang di tangan akan ku ukir namaku sebagai legenda kultivator iblis, kultivator yg paling menakutkan dan paling kejam yg pernah ada.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yusub Gultom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. Dua Leluhur yang malang
Setelah pertarungan selesai Xuan mengedarkan pandangan di sekitarnya namun tidak ada lagi bawahan wanita itu yang hidup. Sepertinya sudah disuruh tidur oleh elang merah.
Keesokan paginya Xuan membersihkan diri. Setelah itu, membebaskan para tahanan pria dan wanita dan di kumpulkan di satu tempat bekas pertarungannya. Lalu ia mengambil salah satu artefak dari cincin penyimpanannya kemudian mengaktifkan artefak tersebut. Array pelindung kura-kura emas transparan tiba-tiba aktif.
Para tahanan itu membuka mata mereka lebar-lebar melihat pemandangan di sekitar mereka yang sudah luluh lantah. Namun tidak ada mayat dan darah yang mereka lihat membuat mereka heran.
Xuan mengeluarkan puluhan kendi arak dan puluhan hewan buas tingkat satu yang di bunuhnya dan menyuruh mereka memanggangnya.
"Kakek Yan, pastikan semuanya kenyang."
"Baik, Tuan muda." Jawab pria tua dengan hormat.
Xuan pergi kelokasi pertarungannya dan mencari cicin bersama pedang wanita itu dan ia menemukannya. Kemudian mengumpulkan ratusan cincin lainnya dari bawahan wanita iblis itu.
Ia memeriksa cincin wanita iblis itu lalu mengeluarkan beberapa kitab, dia membaca judulnya, kitab memanggil iblis, kitab penakluk hewan buas, kitab seribu racun dan penawarnya, kitab racun iblis ungu dan tehnik terlarang cambuk neraka. kitab racun iblis hitam dan tehnik jarum Dewa beracun. Yang Xuan hanya melihat sekilas kitab-kitab itu dan memasukkannya kembali kedalam cincin penyimpanannya.
Dia juga memeriksa semua isi cincin tersebut. Kemudian menyeringai, ternyata wanita itu sangat kaya, gunungan koin emas, perak dan perunggu, gunungan perhiasan, Ratusan ribu senjata dan ratusan ribu pil obat, pil penawar racun dan tanaman-tanaman herbal langka. Xuan yakin di wilayah ini tidak ada gudang harta karena dia sudah memeriksanya beberapa kali. Cincin wanita iblis itulah gudang hartanya.
'Bunga kematian, bunga api. benih es, bunga es, teratai es dan benih siluman.'
"Dari mana wanita iblis itu menemukan semua sumber daya ini." Xuan tertegun melihat banyaknya sumber daya langka di dalam cincin penyimpanannya tersebut.
Xuan yakin semua harta ini adalah harta rampasan ketika mereka menyerang Kekaisaran selatan selama bertahun tahun.
Di dalam cincin penyimpanan Xuan, gunungan cincin telah ia kumpulkan, namun belum pernah ia periksa. Belum lagi harta rampasan dari gudang- gudang harta musuh-musuhnya yang ia hancurkan.
Xuan kembali berkumpul dengan para tahanan itu.
"Kakek Yan, bagikan secara merata pada mereka semua." perintah Xuan.
Ia membagikan penawar racun pelumpuh saraf dan pil pengumpul energi serta ratusan pil-pil lainnya.
Ia juga memberikan cincin pada salah satu wanita agar membagikan pil-pil yang telah ia periksa untuk memulihkan energi para wanita itu.
Xuan mengatakan pagi-pagi sekali, Ia pergi ke kota terdekat untuk membeli pakaian. Ia mengatakan belum memeriksa isinya, hanya menyuruh penjaga toko membungkusnya.
"Kakek Bai, apakah itu marga anda? Tanya Xuan ketika dia melihat pria tua itu telah selesai menkonsumsi beberapa pil.
"Benar anak muda, itu adalah marga saya. Kenapa anda tiba-tiba bertanya marga padaku ?" pria tua itu penuh selidik.
"Tidak apa-apa kek! Katakan kepada klan Bai, kultivator bertopeng emas akan berkunjung." kata Xuan sambil tersenyum.
"Baik anak muda, saya leluhur klan Bai akan memperingatkan keturunan saya."
Wajah pria tua itu khawatir. Dia akan segera pulang ke klannya, pikirannya menjadi tidak tenang.
"Pulihkan dirimu kek sampai prima, setelah itu baru anda boleh kembali." Saya mohon pamit.
"Baik anak muda." Sambil memberikan sebuah lencana kepada Xuan.
Tatapan pria itu menjadi jahat, dia ingin secepatnya pulang dan akan mengajari keturunannya berkelakuan baik.
"Kakek, dari mana anda tau bahwa saya adalah kultivator bertopeng emas?" Tanya Xuan sopan.
Xuan melihat kakek itu juga sedang memakan daging sambil menkonsumsi energi dari daging itu.
"Anak muda, Saya adalah leluhur klan Zhong. Saya adalah mata-mata yang di mintai bantuan oleh cucu saya, kun'er . Sial, saya tertangkap oleh mereka." Jawab pria tua itu kesal.
Pria tua itu lalu bertanya kepada Xuan, kenapa dia tertangkap juga?
"Aku sengaja tertangkap kek, untuk memeriksa apakah ada tahanan? Jika tidak, dari awal aku sudah meratakan lembah ini tanpa peringatan." Jawab Xuan.
Xuan bertanya, kenapa kakek itu bisa tertangkap?
"Awalnya kaisar tidak percaya berita itu, sehingga meminta bantuan kepadaku secara pribadi untuk memeriksa wilayah ini, namun baru mau memasuki lembah ini, di bagian luar saya sudah tertangkap." jawab pria itu sambil menghela nafas.
Dia masih tidak percaya bahwa lembah siluman yang menakutkan itu, yang telah meneror Kekaisaran selatan itu selama bertahun-tahun sekarang telah menjadi reruntuhan.
Pria tua itu menatap punggung pemuda yang membagi-bagikan seribu koin emas dengan mudahnya untuk satu wanita sebagai bekal mereka, sambil menggelengkan kepala.'Dia benar-benar menakutkan. Kun'er, kau telah kedatangan tamu terhormat.' batinnya.
"Kakek, aku akan berkunjung ke istana ketika turnamen nanti, Pastikan 3 tiket untukku di kompetisi kekaisaran tengah. Di kekaisaran ini aku tidak ikut berkompetisi. Aku dengar Kaisar akan membagikan 20 tiket kepada akademi Bai Zhong. Itu tidak adil." ucap Xuan tiba tiba membuat kakek itu tersadar dari lamunannya.
"Baik, anak muda, kakek akan mengusahakannya ." jawab leluhur klan Zhong itu.
"Selama bertahun-tahun hanya akademi Bai Zhong yang mendapat tiket untuk berkompetisi di kekaisaran tengah namun meraka selalu mengecewakan. Kali ini aku akan mengguncang kekaisaran tengah. Agar mereka tau bahwa kekaisaran selatan masih ada."
"Kami mendukungmu, Tuan muda." ucap para wanita itu memberi semangat. Mereka sudah terlihat lebih baik setelah mendapat koin emas.
"Kakek mendukungmu, Tuan muda. Namamu akan menjadi legenda di wilayah ini. Aku akan menceritakan kepada keturunanku?" Kakek Yan berkata berapi-api.
"Kakek, akan mendukungmu." Tunjukkan kepada mereka bahwa kekaisaran selatan sudah waktunya bangun dari tidur panjangnya." Leluhur klan Zhong juga tidak kalah berapi-api dari yang lainnya.
"Perhatian semuanya, Aku adalah kultivator bertopeng emas dan murid sekte angin selatan. Sekte kami bermukim di lembah misterius. Setelah turnamen di kekaisaran ini selesai, sekte kecil kami akan menerima murid. Mulai dari yang muda sampai yang tua. Rencana kami untuk menerima murid yang tua adalah ingin menciptakan kultivator kuat sebagai pelindung kekaisaran ini kedepannya. Menegakkan keadilan di bawah perlindunganku." Xuan berkata dengan lantang.
Xuan juga mengatakan kepada mereka agar menyebarkan berita itu. Dia juga mengatakan jumlah yang di terima sampai lima ribu orang. Untuk murid yang muda hanya untuk berlatih dan tidak di perbolehkan menjadi pelindung.
Dia mengatakan akan pergi ke suatu tempat. Jika mereka ingin kembali tidak perlu takut, karena hewan buas sudah tidak ada lagi di lembah itu.
Xuan tiba di suatu tempat. Elang merah telah menunggunya. Meraka memasuki gua dan terus menelusurinya. Setelah beberapa jam mereka hampir tiba di dasar gua dengan api menyala nyala datang dari dasar gua.
" Api kekacauan." Gumam Xuan.
Api kekacauan itu berbentuk iblis bertanduk.
"Taklukkan api kekacauan itu. Musuhmu berasal dari tempat yang sama denganku. Sudah waktunya kamu meningkatkan Elemen apimu."
Elang merah menjelaskan, kemungkinan wanita itu telah di perbudak api kekacauan itu karena tidak sanggup menaklukkannya, Namun dia juga menjelaskan bisa jadi wanita itu adalah suruhan seseorang. Kebetulan saat Xuan bertarung dengan wanita itu, dia merasakan 2 kultivator yang memiliki energi yang sama dengannya.
"Baik," jawab Xuan singkat. Dia tau siapa orang itu, pasti penguntit yang datang waktu dia bertarung dengan wanita iblis itu.
Dia langsung melompat kebawah.
Sesuai kitab yang di bacanya, dia harus menaklukkan api kekacauan dengan tangan kosong. Karena senjata pusaka akan hancur ketika di aliri enegi api kekacauan.
"Hahahaha... Manusa lagi. Apakah kamu yakin ingin melawanku anak muda."
"Tentu, Apakah kamu sehebat namamu?"
"Tentu aku hebat, sudah tidak terhitung jumlah manusia yang datang kepadaku hingga aku terbentuk seperti ini." Sahut api kekacauan itu sambil memukul-mukul dadanya.
Aura spritual melonjak drastis dari tubuhnya. Xuan mengerahkan kekuatan penuh dalam satu serangan. Dia meleset dengan kecepatan penuh sambil mengeraskan tinjunya. Sebelum dia mencapai api kekacauan itu dia berpindah tempat dan muncul dari belakang dan meninju punggung api kekacauan tersebut.
BOOM
Ledakan besar terjadi. Api kekacauan berbetuk iblis bertanduk itu meledak dan berhamburan keberbagai arah seperti kembang api. Kemudian muncul sebuah tungku dan benih api kekacauan di dalam tungku itu.
"Kamu menang anak muda. Ambillah hadiah dariku untuk menegakkan keadilan. Jadilah kultivator yang adil." Suara itu perlahan menghilang.
"Baik, sesuai perkataanmu, aku akan menegakkan keadilan kemana pun aku pergi, aku berjanji padamu." Jawab Xuan tegas.
Mulai sekarang dia harus bisa bersikap adil untuk mengubah sifat buruknya.
Dia mengambil tungku tersebut lalu mengambil benih api kekacauan di dalamnya lalu memasukkannya kedalam tubuhnya. Benih kekacauan itu langsung menyatu dengan elemen apinya.