NovelToon NovelToon
Pernikahan Sendiri

Pernikahan Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: ginevra

Di usia pernikahan yang baru dua bulan seharusnya pasangan suami sedang hangat-hangatnya memadu kasih. Namun tidak begitu dengan pernikahan Rana dan Jax. Meskipun mereka adalah pengantin baru, tapi tidak ada api cinta diantara keduanya, dingin, kaku, tanpa suara. Apakah ada cinta diantara mereka? atau mungkin semua hanyalah rumah tangga kosong?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ginevra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menata Kembali Yang Rusak

Dinginnya udara di ruangan serba putih itu seolah menusuk hingga ke tulang, berpadu dengan rasa cemas yang tak tertahankan. Meskipun Dokter sudah mengatakan kalau operasinya pasti akan berhasil, Dania masih saja khawatir.

Tatapan lampu oang sangat terang tepat di depan mata terasa mengintimidasi trauma yang ia coba tenangkan. Merogoh jauh ke daam ingatan belasan tahun lalu, ketika dirinya juga tergeletak dengan tubuh bersimbah darah karena luka tusuk. Bukan sakitnya yang menjadi momok, namun memori yang menyertainya-lah penyebab semua luka batin.

"Saya akan memasukkan obat bius ya, silahkan hitung sampai sepuluh," ucap Dokter di sebelahnya.

Satu

Dua

Tiga

Empat

Lima....

Belum juga Dania menghitung genap, matanya sudah terpejam. Ingatan terakhirnya melayang pada sosok suaminya yang ia percaya akan menunggunya dan menyambut kepulihannya dengan tangan yang terbuka.

Tenangkan dirimu Dania, Jax tidak akan pergi kemana-kemana, begitu pikirnya.

.

.

.

Tentu saja Jax menunggunya. Apa lagi yang bisa ia perbuat selain menunggu dan berdoa?

Kakinya kembali resah. Tatapannya terkunci pada lampu peringatan, berharap segera berakhir, sehingga ia bisa kembali memeluk tubuh mungil istrinya.

Terbayang jelas mimpinya saat ia dan Dania akhirnya pulang ke rumah. Hal pertama yang ingin dilakukannya adalah memasak sesuatu yang berkuah untuk menghangatkan perut Dania. Lalu ia akan mengajaknya menikmati matahari sore di belakang rumah dengan tumpukan macaroon di sampingnya dan teh camomile kesukaan Dania.

Senyumnya mengembang ketika membayangkan dirinya dan Dania bisa tidur bersama di ranjang yang sama, tidak peduli itu di kamarnya atau kamar Dania, bergantian-pun boleh.

Itu kalau operasinya berhasil.

Matanya yang terpejam langsung terbelalak. Senyumnya mengerut ketika suara entah dari mana itu terdengar.

Benar, itu semua bisa ia lakukan nanti kalau operasinya berhasil.

Dengan penuh kesungguhan hati, Jax menautkan kedua tangannya dan memanjatkan semua doanya.

Tring...

Ada pesan masuk berulang kali.

"Ah itu pasti para cewek. Ganggu aja!"

Jax meneruskan doanya, tak menghiraukan pesan-pesan yang bermunculan.

Tring!

Tring!

Tring!

Sungguh mengganggu.

Jax mengerutkan dahinya semakin dalam seiring dengan dering HP.

"Ah!!! Sialan!!!"

Ketika ia hendak mematikannya, ada satu pesan diantara banyak pesan sampah, menarik perhatiannya.

Heh bocah tengik, beraninya sembunyi di ketiak istri. Aduh gimana kalau istrimu, kita ilangin aja.

Tangan Jax seketika gemetar hebat. Pupil matanya membesar dan keringat dinginnya mengucur membasahi kening sampai ke leher. Lalu tatapan matanya berpaling pada ruang operasi dimana istrinya sedang berjuang melawan sakitnya.

Ketakutannya membuncah, kekhawatirannya menghantuinya.

Bagaimana kalau setelah ini ia akan kehilangan Dania?

"Tidak, jangan Dania! Lebih baik aku saja."

Jax mengkerutuki kukunya, perjodohan yang diatur oleh neneknya dengan segala tujuan melindunginya, kini berubah menjadi senjata yang bisa melemahkannya.

"Bagaimana kalau mereka menyakiti Dania-ku?"

Lalu muncul pikiran yang seharusnya tidak ada dalam kepalanya.

"Seharusnya waktu itu aku melompat saja!" Gumamnya.

Ceklek

Lamunannya pecah.

Ia langsung berlari ke arah Dokter bedah yang membuka maskernya.

"Alhamdulillah, operasinya berhasil. Pasien masih dalam pengaruh obat. Jadi Masnya tunggu sebentar lagi."

Jantungnya merosot sampai ke lantai. Kelegaan menyelimuti setiap relung di hatinya. Pikiran-pikiran buruk penuh kepesimisan hilang sudah, diterpa berita baik.

Sekarang Jax mulai menata kembali apa saja yang akan ia lakukan bersama Dania. Bukan sesuatu yag selalu mengundang kekhawatiran tapi ia ingin menciptakan momen bahagia penuh warna. Dan dia tidak akan membiarkan siapapun merusaknya, tak terkecuali paman dan bibinya.

.

.

.

Enam

Tujuh ....

Dania melanjutkan hitungannya begitu pengaruh obatnya mulai hilang.

"Dania? Kamu sudah sadar?"

Suara Jax membuat Dania terbangun. Padahal Dania pikir dirinya masih menghitung sampai sepuluh, tapi Jax sudah berada disampingnya menggenggam tangannya erat dan menempelkannya di bibir mungilnya.

"Jax?"

"Iya Dan, hehehe... Syukurlah operasinya berhasil dan besok kita sudah bisa pulang ke rumah."

Dania yang mendengar keantusiasan itu, ikut tersenyum manis dengan rona yang mulai cerah.

Sekarang, hanya akan ada hari-hari yang bahagia di rumah tangganya. Tak peduli ada cinta atau tidak, Dania bersumpah akan sering membelai dan memeluk Jax.

"Oh ya, kuliahmu gimana?"

Jax memutar bola matanya.

"Cuti dua tiga hari nggak masalah kali. Kan setiap mahasiswa mendapat toleransi 4 minggu absen."

Dania mengangguk. Entah mengapa semua kalimat yang terucap dari Jax seperti mengandung mantra yang bisa menghipnotisnya, sampai dia hanya bisa mengangguk.

"Kalau temanmu? Mereka tidak khawatir?"

Jax kembali memutar matanya lagi.

"Mereka mah nggak peduli. Sekarang mereka pasti lagi asyik-asyiknya main PS."

Lalu, dengan sangat berat hati namun Dania merasa harus menanyakannya.

"Gimana sama pa..carmu?"

Suara lirihnya sangat terdengar jelas sedang ragu. Seperti mengharapkan kalau Jax tidak mengatakan sesuatu yang menyakitkan.

"Pacar? Aku nggak punya pacar. Aku punyanya istri. Hehe, bagus kan jawabanku."

Dania memiringkan senyumnya.

"Lalu yang tidur sama kamu waktu itu? Kalau bukan pacar apa namanya?" Ucapnya memalingkan muka.

"Ouh... Itu, siapa ya? Aku lupa namanya. Bella atau putri ya..."

"Apa? Brengsek kali kau?"

"Maafkan aku... Aku cuma mau buat kamu merhatiin aku. Aku nggak tahu kalau itu malah menyakitimu..."

Dania meliriknya penuh perhitungan.

"Kamu boleh kok menyinggungnya setiap kita bertengkar. Kamu boleh memaki-maki dengan semua sumpah serapah karena memang aku yang salah. Aku terlalu dibutakan dengan omongan orang yang menyesatkan. Tapi...mulai sekarang, aku hanya akan mendengarkanmu. Aku tidak peduli dengan orang lain, entah mereka bilang kalau kamu hanya memanfaatkanku."

Dania masih diam, membuat Jax menggigit bibirnya karena takut Dania tidak memaafkannya.

"Bagaimana kalau memang aku memanfaatkanmu?"

Ucapan Dania membuat Jax mendongak.

"Bagaimana kalau niat awalku memang karena ingin mendapat harta warisan dan rumah itu?"

Seperti dihantam oleh palu, kepala Jax terasa berat dan tidak bisa berpikir.

"Bagaimana kalau aku tidak sebaik yang kamu kira?"

"Bagaimana kalau a--"

Jax langsung memeluknya sampai Dania tidak bisa lagi melanjutkan kalimatnya.

"Aku tidak peduli," lirih Jax. "Ambil semua kalau memang kamu menginginkannya, rumah? Saham? Apa lagi? Aset? Semua buat kamu. Sebagai gantinya kamu harus bersamaku selamanya."

Jax mendekapnya erat dan mulai mengecup bahu Dania.

Sedangkan Dania menahan tubuhnya untuk tidak gemetar ketakutan, tak ingin Jax merasakan penolakan lagi.

"Aku mencintaimu Dania."

.

.

1
Miu.Nuha
dania msh ada rasa ya sama jax, hihi 🤭
Miu.Nuha
kepedean kamu mas
dania gk seperti cewek2mu yg lainny yg gampang memberikan tubuhnya untukmu 😑
Putry Chan
hmm kasian juga Dania dia masih sedih mikir suaminya itu dan ini pertama kalinya jax gak pulang sedangkan jax dia suka sama Dania tapi dia sadar cara dia menarik perhatian Dania itu udh salah dari awal , dan James itu sahabat yang baik bikin jax sadar sama keyakinan nya , sayang sekali waktu jax pulang Dania udh tidak sadarkan diri apakah dia sakit ntah lah dan paling knp aku baru sadar klo namanya itu jax aku pikir namanya Jay aku salah baca 😅
ginevra: hehehe gak apa apa kak, seru juga Jax dipanggil jay
total 3 replies
Miu.Nuha
Liam, I love you 😚
wkwkwk... jax minggir dulu yess...
Miu.Nuha
kasihan kamu jax, loyo deh...
Miu.Nuha
agak kaget kok tiba2 mau ehem2 😖
Miu.Nuha
memangnya sebelumny pernah menyentuh 😏
-Thiea-
wkwkwk. . kamu ketahuan lagi cemburu jax.. emang wajib dipanaskan biar makin menyala..😁
-Thiea-
ada kenangan apa sih sebenarnya. kayaknya berat banget masalahnya. 🤔
-Thiea-
kasihan lu jax, tertampar kenyataan. jual mahal terus Dania, sampe dia yang mohon-mohon sama kamu. 🤭
mama Al
hmmm ... Apa neneknya meninggal dunia? dan menitipkan jax pada Dania.
mama Al
hmmm jadi penasaran apa sih yang membuat jax agak jaga jarak sama neneknya
mama Al
muncul sosok liam yang punya masa lalu dengan Dania. apakah kira-kira bakal menjadi saingan jax?
Xlyzy
ternyata itu yg ada dalam fikiran nya jax
Xlyzy
ini si jax mau ngapain mau bundir ya
Myz Pena
kenapa.daniaah ? apa sebenarnya terjadi dengan mu saat dulu ? 🤧
Myz Pena
aku makin penasaran.apa.yang sebenarnya terjadi
Myz Pena
jax mode lagi puber 🤭🤣
Myz Pena
liam meskipun kamu tahu sesuatu di kehdiupan pribadi daniah . please stop mencari dan mengorek luka lama itu 🤧
Myz Pena
hmmmmmm jadi jax dari panti asuhan 🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!