NovelToon NovelToon
SISTEM FLASH SALE Rp1

SISTEM FLASH SALE Rp1

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:24.6k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Ardi, seorang pemuda miskin yang tulus, tiba-tiba dicampakkan oleh Siska, kekasihnya selama lima tahun, demi Bagas, sahabat Ardi yang baru saja naik jabatan menjadi manajer yang kaya raya. Di tengah keputusasaan dan hinaan brutal, Ardi secara tak terduga membangkitkan [Sistem Flash Sale Rp1], sebuah antarmuka misterius yang memungkinkannya membeli barang apa pun—dari mobil sport mewah, penthouse, hingga seluruh perusahaan—hanya dengan satu rupiah. Dengan kekayaan instan yang tak terbayangkan ini, Ardi mulai membalas dendam secara face-slapping kepada mereka yang meremehkannya, sembari menjelajahi kehidupan barunya sebagai miliarder muda yang paling berkuasa di negeri ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

Ardi berdiri di tengah studio yang kini terasa sangat lega setelah kepergian Bella dan sang sutradara sombong.

Dia menatap Tiara yang masih menghapus sisa air mata kebahagiaan di pipinya.

"Kemarilah Tiara, aku punya sesuatu untukmu," panggil Ardi dengan suara lembut.

Tiara melangkah mendekat dengan patuh bagaikan seekor anak kucing yang baru saja diselamatkan.

Ardi mengeluarkan sebuah naskah tebal bersampul biru dari dalam tas kerjanya yang baru saja diteleportasi oleh Sistem.

"Ini adalah naskah film pertamamu sebagai bintang utama, judulnya Air Mata Samudra," ucap Ardi menyerahkan naskah itu.

Tiara menerima naskah itu dengan kedua tangannya yang masih sedikit gemetar.

"Tuan Ardi, apakah aku benar-benar pantas memainkan peran utama ini?" tanya Tiara dengan nada ragu.

"Tutup matamu sebentar," perintah Ardi tanpa menjawab pertanyaan gadis itu.

Tiara menuruti perintah itu dan menutup kedua matanya dengan rapat.

Ardi meletakkan telapak tangannya yang hangat tepat di atas dahi Tiara.

"Sistem, transfer kemampuan akting tingkat dewa sekarang," batin Ardi memberikan perintah mutlak.

[Memproses transfer keterampilan...]

[Kemampuan Akting Tingkat Dewa berhasil ditanamkan ke dalam memori otot dan otak target Tiara.]

Tiara seketika tersentak pelan saat merasakan aliran energi yang aneh namun sangat nyaman menjalar ke seluruh tubuhnya.

Ribuan teknik berekspresi, cara mengatur napas, dan pemahaman emosi karakter tiba-tiba muncul di dalam kepalanya.

"Buka matamu dan bacakan satu dialog dari halaman pertama naskah itu," ucap Ardi menarik kembali tangannya.

Tiara membuka matanya yang kini memancarkan sorot kepercayaan diri yang belum pernah ada sebelumnya.

Dia membaca sekilas halaman pertama dan langsung menatap lurus ke arah Ardi.

"Aku tidak pernah memintamu untuk kembali, karena laut tidak pernah memohon pada hujan untuk turun," ucap Tiara dengan nada suara yang sangat menusuk dan ekspresi kesedihan yang luar biasa nyata.

Air mata menetes dengan sangat natural dari sudut mata Tiara saat dia mengucapkan kalimat itu.

Anton yang sedari tadi berdiri menonton di belakang sampai menjatuhkan ponselnya ke lantai karena saking takjubnya.

Brak.

Bunyi ponsel yang jatuh itu memecah keheningan studio.

"Luar biasa, itu adalah akting paling jenius yang pernah kulihat sepanjang hidupku." puji Anton dengan mulut menganga.

"Tuan Ardi, darimana Anda menemukan bakat monster seperti Tiara ini." lanjut Anton menggelengkan kepalanya tidak percaya.

"Sudah kubilang, aku yang menentukan siapa yang menjadi bintang di sini," jawab Ardi tersenyum puas melihat hasil dari Sistemnya.

"Beri tahu seluruh tim produksi untuk bersiap, syuting akan dimulai tiga hari lagi," perintah Ardi pada Direktur Utamanya itu.

"Baik Tuan Ardi, saya akan menyewa peralatan kamera terbaik dan lokasi paling mahal untuk film ini." jawab Anton penuh semangat.

Tiga hari kemudian berlalu dengan sangat cepat.

Ardi sedang duduk santai meminum kopi di ruang kerja direktur utama saat pintu ruangan itu didobrak terbuka dari luar.

Brak.

Pintu kayu jati itu terbuka lebar menampilkan sosok Anton yang berwajah sepucat kertas putih.

"Tuan Ardi. Gawat Tuan. Kita punya masalah yang sangat besar." teriak Anton dengan napas terengah-engah masuk ke ruangan.

Ardi meletakkan cangkir kopinya ke atas meja dengan tenang.

"Tarik napasmu Anton, bicaralah dengan jelas dan jangan membuat keributan di depanku," tegur Ardi dengan nada santai.

Anton menelan ludah dan mencoba mengatur napasnya yang memburu.

"Semua vendor penyedia kamera dan peralatan lampu kita tiba-tiba membatalkan kontrak sepihak pagi ini Tuan." lapor Anton panik.

"Bukan hanya itu, lokasi syuting yang sudah kita bayar lunas juga mendadak dikunci rapat oleh pemiliknya." tambahnya dengan suara bergetar.

"Siapa yang berani melakukan hal sebodoh itu pada perusahaanku?" tanya Ardi mengernyitkan dahinya.

"Ini pasti ulah Galaxy Entertainment Tuan, mereka adalah agensi saingan terbesar kita di industri ini," jawab Anton menggigit bibirnya.

"CEO mereka yang bernama Tuan Leo memang sudah lama mengincar Tiara sejak dia masih menjadi figuran," jelas Anton memberikan latar belakang.

"Leo pasti menggunakan koneksi liciknya untuk menyuap semua vendor kita agar produksi film ini hancur total."

Ardi hanya tertawa pelan mendengar taktik murahan yang dimainkan oleh pesaing bisnisnya itu.

Kring. Kring.

Tiba-tiba ponsel di saku jas Anton berdering dengan sangat nyaring.

Anton melihat layar ponselnya dan wajahnya semakin pucat pasi.

"Itu panggilan dari Tuan Leo Tuan Ardi, apa yang harus saya lakukan?" tanya Anton kebingungan.

"Angkat dan nyalakan pengeras suaranya, letakkan di atas mejaku," perintah Ardi menyandarkan punggungnya ke kursi.

Anton segera mengangkat panggilan itu dan meletakkan ponselnya di atas meja kerja Ardi.

"Halo Anton sayang, bagaimana rasanya menatap lokasi syuting yang kosong melompong hah." sapa suara pria dari telepon dengan nada mengejek yang sangat kentara.

Terdengar suara tawa keras dari Leo di seberang sana yang membuat Anton mengepalkan tangannya kuat-kuat.

"Apa maumu sebenarnya Leo. Berani sekali kau menyabotase produksi film Star Media." bentak Anton tidak bisa menahan emosinya.

"Jangan marah-marah begitu Anton, aku hanya ingin memberikan sedikit pelajaran pada agensi sombongmu itu," jawab Leo dengan santai.

"Kalian pikir kalian bisa membuat film besar tanpa izin dariku di kota ini." ejek Leo lagi.

Ardi memajukan tubuhnya dan berbicara ke arah ponsel Anton.

"Jadi kau yang bernama Leo si lintah darat itu," sapa Ardi dengan nada sedingin es kutub.

Suara di seberang telepon mendadak terdiam selama beberapa detik.

"Siapa kau. Berani sekali anak buah berbicara saat bos sedang berdiskusi." bentak Leo tidak mengenali suara Ardi.

"Aku adalah pemilik baru Star Media, Tuan Leo yang terhormat," jawab Ardi memamerkan senyum sinisnya meski tidak terlihat oleh musuhnya.

"Oh, jadi kau miliarder baru yang kabarnya membeli agensi ini ya." tawa Leo kembali meledak.

"Dengarkan aku baik-baik anak baru, di dunia hiburan ini uangmu saja tidak cukup jika kau tidak punya koneksi sepertiku." ancam Leo membusungkan dadanya dari jauh.

"Aku akan membuat film kalian gagal total hari ini juga."

"Lalu apa syarat agar kau mau menyingkirkan tangan kotormu dari produksiku?" tanya Ardi memancing niat asli pria itu.

"Sangat mudah, serahkan kontrak Tiara padaku dan biarkan dia pindah ke Galaxy Entertainment siang ini juga," jawab Leo dengan niat mesum yang sangat jelas terdengar.

"Jika kau setuju, aku akan menyuruh semua vendor mengembalikan kameramu, bagaimana." tawar Leo merasa di atas angin.

Ardi menggelengkan kepalanya pelan meratapi betapa cepatnya orang-orang bodoh ini mencari mati di depannya.

1
clara
😶‍🌫️😶‍🌫️😶‍🌫️
pricilia
🥰🤩
Antoni gergio
saya suka cerita ini kak🥰🌹
sasa
🤗🥰😍🤩💘💟
nurul khusna
🥰🌹🌟⭐
Anton barly
baik dan bagus novel nya😍🤩
yani
💫🌟🌟
fitri
⭐⭐⭐⭐
yudi permana
seru kak🥰
Angel
keren kak Cherly🥳😘😘
setiawan
/Good//Good//Moon//Heart/
gofur
baik🥰😍🤩
Äï
dia terlalu mudah menguasai dunia fana co aku curiga ntar dia bakal ke dunia lain seperti abad pertengahan, alam kultivator, dunia pedang dan sihir atau kek lou feng yg menjelajah di luar angkasa dan membangun kerajaan di semesta
Shinta geol
💟🥰💋
Cherlly
baca judul nya kaka dia memliki sistem flash sale Rp1 jdi dia bisa beli apa saja dgn Rp 1
Äï
loh uang dari mana dia? saldo nya kan 10M terus pake belanja 800jt kok malah nambah jadi 50M
Cherlly
itu di gas keras kalo ferari/lambo pasti keluar api dan asap kaka,..
Äï
masa mobil baru berasap
samuel df
🌹🥰
Äï
plot klise ini sudah lama aku tidak melihat nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!