NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:984.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Pergi Jauh

     Pagi itu, mereka berempat sudah berkumpul di meja makan. Menikmati sarapan pagi yang sengaja dibuatkan oleh Bu Karina. Bu Karina membuat sarapan pagi yang berbeda kali ini, yakni martabak kentang dengan isian persis isi risol.

     Kata Bu Karina, martabak kentang adalah camilan kesukaan Ardana dan suaminya. "Nay, nanti kamu bisa buat sendiri makanan ini. Ini sangat mudah dan mengenyangkan."

     "Iya, Ma."

     "Oh ya, Nay. Jangan lupa kurma mudanya dimakan. Usahakan makannya ganjil. Kurma itu sudah dibacain doa di depan Kabah oleh Tante Friska. Doa khusus agar kamu segera mengandung," tutur Bu Karina mengingatkan.

     Nayra mengangguk, ia terharu dengan kasih sayang yang diberikan saudara Ibu mertuanya itu.

     Menjelang siang, Bu Karina dan Pak Idris berpamitan pulang. Sebelum pulang, mereka berdua sempat berpesan kepada Nayra dan Ardana agar bisa menjalin rumah tangga dengan lebih baik lagi.

     Setelah kepergian kedua orang tua Ardana, keadaan rumah kembali sepi. Nayra segera membalikkan badan menuju dapur. Sementara Ardana masih berdiri di muka pintu, entah menatap apa di luar sana.

     Kalimat ancaman yang diucapkan Papanya kemarin malam sebelum beranjak tidur, terngiang kembali. "Papa tidak mau kamu sia-siakan Nayra. Kalau kamu bersikap seperti itu, maka lihat saja apa yang akan papa lakukan padamu."

     "Nayra..." Ardana memanggil Nayra. Tapi wanita itu sudah berjibaku dengan rutinitas sehari-hari di dalam rumah. Seakan sudah melupakan sikap kasar Ardana semalam.

     Seragam PDL dan PDH Ardana yang sudah Nayra cuci kemarin, kini selesai disetrika, sangat licin. Kemudian ia letakkan ke dalam lemari gantungan. Di sana pakaian Ardana semua sudah berjejer rapi dan wangi.

     Seburuk dan sedatar apapun sikap Ardana, Nayra tetap melakukan tugasnya, yakni berperan layaknya seorang istri. Entah sampai kapan hatinya akan berubah jadi beku.

     "Apa? Aduh...sekarang gimana keadaannya? Berteriak? Melakukan percobaan bunuh diri? Ok, ok, aku segera ke sana."

     Ardana terlihat terburu-buru menuruni tangga dengan ponsel di telinganya. Dia sedang berbincang dengan seseorang di seberang sana. Dan sepertinya keadaannya begitu mengkhawatirkan.

     Dari pojok ruangan tengah, Nayma mengamati Ardana. Lagi-lagi Nayma sedih melihat hal seperti ini. Ardana sangat perhatian dengan orang lain, sementara dengan dirinya sama sekali tidak.

     Ardana langsung bergegas menuju pintu depan, namun tiba-tiba ia berbalik dan berjalan menuju ruang tengah. Ia tadi sempat melihat Nayra di sana.

     "Nayra," panggilnya. Tapi Nayra sudah tidak berada di sana. Nayra berlari kecil saat Ardana bergegas tadi, ke belakang rumah dan menumpahkan segala sesak yang tiba-tiba menyesaki dadanya.

     "Ke mana dia?" gumamnya seraya menyisir setiap ruangan. Tiba di dapur, Ardana melihat pintu belakang sedikit terbuka. Dia menyunggingkan senyum, lalu perlahan menuju ke sana, menghampiri Nayra yang ia duga berada di sana.

     Pundak Nayra terlihat bergetar, Ardana semakin mendekat dan ia melihat Nayra menangis.

     "Sampai kapan Nay harus bertahan mencintai Mas Arda dan berharap sedikit saja cinta ini dibalas? Kalau memang tidak ada lagi harapan, Nay ingin segera waktu itu datang. Waktu di mana rasa sabar dan cinta ini menghilang. Dan di saat itulah Nay akan pergi jauh," bisikan lirih itu mengalir bagai instrumen musik sedih yang menyayat hati. Tentang sebuah keputusasaan yang entah kapan akan datang.

     Ardana terpaku, palung hatinya terenyuh. Ada kata-kata yang terasa menggores hatinya, sehingga ia merasakan hatinya berdesir hebat, 'pergi jauh', kalimat itu menggores palung hatinya.

     "Nayra, kamu menangis?"

     Nayra terkejut, lantas buru-buru ia menyeka air mata yang sejak tadi jatuh. Ia kaget sejak kapan Ardana berada di sana?

     "Ti~tidak, Mas. Mas Arda mau apa?" Suara Nayra sedikit bergetar disertai isak kecil, berusaha menahan tangis yang besar.

     "Aku harus pergi, jangan lupa kunci pintu. Kunci letakkan seperti biasa. Aku tidak tahu jam berapa aku pulang," beritahu Ardana.

     "Iya, Mas...." Nayra menyahut tapi sama sekali tidak menoleh ke arah Ardana. Nayra tidak mau wajah sembabnya terlihat oleh Ardana.

     "Baiklah," balas Ardana dan berlalu.

     Nayra segera membalik, wajahnya memanas. Ia menatap tajam kepergian Ardana yang lurus begitu saja. Nayra berandai, seandainya Ardana meluangkan sedikit saja untuk menyelipkan kalimat basa-basi, 'hati-hati di rumah atau jaga diri di rumah', mungkin Nayra bisa sedikit merasa diperhatikan. Tapi, ini sama sekali tidak.

     "Mas Ardaaaa...tidakkah sedikit saja di hatimu ada iba pada Nay, Masssss...? Atau sedikit saja menghargai dan menganggap bahwa Nay itu ada?" lengkingnya berteriak seolah-olah itu bukan Nayra. Nayra memang tidak seperti ini sebelum-sebelumnya.

     Ardana berbalik, ia terkejut dengan teriakan Nayra yang baru kali ini dia dengar. Lantas Ardana berjalan menghampiri Nayra.

     Wajah perempuan itu sudah basah air mata. Tatapannya tajam ke depan dengan mata yang memerah, seakan sedang menahan amarah.

     "Nayra...." Ardana sudah berada di dekat Nayra. Tangannya terangkat bermaksud meraih Nayra. Namun, Nayra segera menepis dengan kasar, lalu ia berjalan melewati Ardana dan berlari kecil memasuki dapur.

     "Nay...Nayra...." teriaknya memanggil Nayra yang menjauh. Ardana menyusul Nayra. Namun tubuh Nayra sudah terlanjur memasuki ruangan Sanggar Mini dan mengunci pintu itu kuat-kuat.

     "Nay, buka pintunya. Ayolah...buka sebentar. Aku harus pergi Nayra," desak Ardan tapi tidak mendapat sahutan dari Nayra.

     Tiba-tiba dering ponsel Ardana kembali berdering, Ardana menatap sekilas ponselnya dan mengabaikan panggilan itu. Kini perasaan khawatir tentang keadaan Nayra tiba-tiba saja menyita waktunya.

     Tentang kalimat pergi jauh dan teriakan tadi di belakang rumah, kembali terngiang seperti kaset yang berputar-putar.

     "Nayra, buka pintunya," pinta Ardana kembali. Namun masih sama nihil.

     Dering ponsel Ardana kembali terdengar, kini lebih nyaring. Ardana terpaksa mengangkatnya dan bicara.

     Nama Letnan satu Arkana, seorang dokter satuan memanggilnya.

     "Segera datang, pasien Tiana hanya ingin diatasi olehmu, Letnan!"

     Ardana terkejut, dia baru sadar kalau panggilan pertama tadi dari dokter Arka sudah memberi tahukan bahwa keadaan Tiana semakin parah, bahkan sempat mencoba melakukan percobaan bunuh diri.

     "Aku aku segera ke sana."

     Ardana segera bergegas pergi dan rasa khawatir terhadap Nayra tadi menguap begitu saja. Ia lebih mengkhawatirkan Tiana yang kini dikabarkan kambuh lagi dan sempat melakukan percobaan bunuh diri.

     Di rumah sakit RSAU, seorang perawat yang akan memasang selang infus, tiba-tiba hampir terjengkang, karena Tiana mengamuk dan tidak ingin dipasang selang infus.

     "Tidak...saya tidak mau dipasang selang infus. Saya hanya akan sembuh jika Letnan Ardana berada di sini dan merawat saya," pekiknya dengan mata menyala.

     "Tiana, ada apa?"

     Tiana terbelalak, matanya berubah berbinar bahagia saat ia mendapati kehadiran Ardana.

NB: Sabarrr ya, Nayra belum pergi karena belum saatnya. Hehe.....mohon dukungannya ya. Jangan lupa follow profilnya Author. Makasih....

1
PNC
klo sy lbh milih ga bersama lg
maaf ini sy pribadi
utk anak tetap boleh dekat
tp tdk hrs bersama lg
itu klo sy
Lina Zascia Amandia: Iya Kak. Pilihan ada di masing2 kita.... 🙏🙏... lanjut ya Kak...
total 1 replies
PNC
lagian demi kemanusiaan kenapa manggil si mantan sayang
penting ya menyembuhkan dengan manggil panggilan ditambah sayang
PNC
dokter kok jadi saraf juga
psikolog apa itu
edi edi 123
lanju6
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya sayang banget Tiana ga happy ending sm Setyadi padalah kalo nikah bisa namain anaknya Setiana hehe
Lina Zascia Amandia: Heheh.. iya bnr ya Kak? Beneran nih Kakak mau kisah Tiana dan Setyadi? Nanti sy siapin deh. Asal mampir ya... 😄😄🙏🙏
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Jadinya nama nya Setyadi ya bukan Sutikno 😆
Lina Zascia Amandia: Wkwkwkwkkwk
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah kok jd Setyadi wkwk perasaan waktu itu namanya Suktino, inget banget aku sampe komentar : dia selingkuh dr Ardana ke Sutikno 🤣 sekarang malah Setiyadi 🤣 kamu selingkuh berapa kali Tia 😆
Lina Zascia Amandia: Ah yg bnr, biar sy cek. Gini nih kalo nulis gak sy catat nama pemerannya di buku. Suka kelupaan.
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kasian juga si nepa 3 taun bantu ngurusin mbak nya yg stress mana hubungan persahabatan nya juga jd renggang 🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
dih, cemburu sama tama.. tama bukan tiana ya yg stress wkwk tama bisa dikasitau baik2 ga kayak tiana dikit2 tantrum 😛
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
disini nih kak bi neni nya wkwk
Lina Zascia Amandia: Wah... nanti sy revisi deh ya... makasih atas ketelitiannya.
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
perasaan di atas nama nya bi neni jd bi ratni 🤣
Lina Zascia Amandia: Siap, nanti sy revisi ya.
total 3 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya temen situ juga sangat mengecewakan dipikir jd nayra selama tiga taun ga banyak makan ati apa 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
setelah ku pikir2 nama tokoh nya trah Ar-ana semua ya wkwk Ardana, Arkana, Aryana cuma beda huruf ketiganya doang 😆
Lina Zascia Amandia: Hehehe... iya Kak..... 🤭🤭
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah mama nya arda ganti nama wkwk perasaan karina kok jd kirana 😂
Lina Zascia Amandia: Karina Kak. Wah... kayaknya sy salah tulis. Nanti direvisi ya...
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wah belum tau dia, perempuan kalo pergi dengan kemarahan & kecewa bisa tiba2 jd mandiri, apalagi kalo ada duit bisa tiba2 ke paris padahal kalo di dalem kota aja gatau mana utara selatan barat sm timur 😂🙏
Lina Zascia Amandia: Betul.. mm
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwk lu kata nayra jin apa ya di suruh muncullah 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
HAHAHA kena deh 🫵🏻😛
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
harusnya kalo dia tau ardana suami sahabatnya dr awal dia bisa langsung kasitau ardana kalo mbak nya stress wkwk tp gpp walaupun terlambat untung si nepa masih waras ga pro ke pelakor 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini nepa ga di kenalin sm ardana juga sama si nayra? ga dateng di nikahannya nayra kah? kok pas ketemu ardana di rs dia ga ngenalin ardana juga sebagai suami sahabatnya.. kalo dia tau ardana suami sahabatnya dr lama kan pas di rs dia tau tuh kalo mbak nya berusaha ngejebak dan di nikahin ardana harusnya bisa kasitau ardana dr awal kisah mbak nya jd rumah tangga ardana sm nayra ga gugur bunga 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
aku masih bingung ini nepa temenan sm nayra udah lama kan ya? apa cuma temen nongkrong yg kadang2 aja? kok bisa ga tau kakak nya si nepa udah tahunan temenan 🙄 aku kalo udah temenan bertahun tahun apalagi udah sampe main ke rumah pasti sedikit banyak tau kakak/adeknya temen trus ortunya slnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!