NovelToon NovelToon
The Radiant Fool: Immortal Prince In Disguise

The Radiant Fool: Immortal Prince In Disguise

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fresh Tea

Di Kekaisaran Tianming, Pangeran Ke-14 bernama Mu Xuanyuan dikenal oleh seluruh penjuru istana sebagai pangeran yang "cacat": bodoh, tidak bisa bertarung, gila, dan selalu tersenyum ceria tanpa peduli situasi. Ia menjadi bahan tertawaan para pejabat dan target perundungan utama dari Pangeran Ke-3 (Lu Cangqiong) yang arogan. Dari 21 bersaudara (8 kakak laki-laki, 5 kakak perempuan, 4 adik laki-laki, dan 3 adik perempuan), hampir tidak ada yang menganggap Xuanyuan sebagai ancaman.

Namun, di balik topeng ceria dan tingkah konyolnya, Mu Xuanyuan adalah entitas paling berbahaya di seluruh benua. Ia secara rahasia telah mencapai ranah Immortal Emperor Puncak (Ranah Kaisar Abadi). Tak hanya itu, ia adalah pemilik sah dari Paviliun Lelang Xingzhou (balai lelang terbesar di benua) dan raja di balik Pasukan Bayaran Po Jun (tentara bayaran paling menakutkan). Ia juga memiliki Ruang Dimensi Portabel yang berisi ladang tanaman obat langka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14: Brotherly Mockery at the Feast

Suara dentang genta emas dan alunan musik seruling bambu menggema riak di sepanjang Aula Utama Perkemahan Kerajaan. Malam telah jatuh di Hutan Kabut Abadi, dan perjamuan hasil perburuan resmi dibuka oleh Kaisar Tianming. Meja-meja kayu jati yang terukir indah berjejer rapi, dipenuhi sajian daging binatang spiritual panggang, buah-buahan langka, dan anggur beras berusia puluhan tahun.

Di sudut terdepan meja barisan Pangeran, Lu Cangqiong duduk dengan wajah tegak namun matanya berkilat penuh amarah yang tertahan. Ia berkali-kali menenggak mangkuk anggurnya dengan kasar. Kejadian memalukan di tengah hutan tadi siang saat tiga monster tingkat tinggi berlutut di depan Mu Xuanyuan dan kehadiran Leng Yan yang memprovokasinya masih membakar dadanya.

Tak jauh dari meja Lu Cangqiong, Mu Xuanyuan duduk di atas bantal sutra dengan posisi yang jauh dari kata sopan. Jubah kekaisarannya yang berwarna biru muda tampak sedikit miring, dan wajahnya dipenuhi noda minyak daging panggang.

"Wah, dagingnya enak sekali! Feng Wuchen, lihat! Daging ini bisa melompat kalau dikunyah!" jerit Xuanyuan dengan suara cempreng cerianya, melambaikan sepotong paha kalkun spiritual ke udara.

Feng Wuchen yang berdiri di belakang kursi Xuanyuan hanya mampu mengangguk pelan dengan wajah sedatar tembok. "Ya, Yang Mulia. Tolong kunyah dengan pelan agar tidak tersedak."

Di sisi lain meja, Gu Juechen dengan cermat menuangkan teh Herbal Spiritual ke cangkir Xuanyuan. Namun di bawah meja, tangan Gu Juechen bergerak cepat menerima gulungan kertas rahasia dari Po Jun yang disampaikan lewat saluran bayangan. Pesan itu berisi laporan singkat: Empat faksi besar dari benua tengah telah tiba di ibu kota Tianming untuk berburu Kotak Giok Bersegel Kaisar di Paviliun Xingzhou.

Xuanyuan melirik pesan itu hanya dengan sekali kilatan mata seraya menyesap tehnya, lalu berpura-pura tersedak hingga menyemburkan air tehnya ke lantai.

"Uhuk! Uhuk! Pahit sekali! Gu Juechen, kau mau meracuni pangeran gagah ini, ya?!" keluh Xuanyuan sambil mengusap lidahnya dengan lengan jubah, memancing tawa ejekan dari para pejabat kekaisaran yang hadir di aula.

"Lihat si idiot itu," bisik seorang pejabat tinggi tingkat tiga kepada rekannya. "Menjadi pangeran dari dinasti besar, tetapi kelakuannya tak ubahnya bocah lima tahun yang kehilangan ingatan."

"Ssst... pelankan suaramu. Bagaimanapun juga dia adalah darah daging Kaisar. Walau memang benar, dia hanya menjadi beban kekaisaran ini," sahut yang lain seraya terkekeh sinis.

Mendengar bisik-bisik tersebut, Lu Cangqiong tersenyum jahat. Ini adalah kesempatan terbaik baginya untuk membalas dendam atas kekacauan tadi siang dan mempermalukan Xuanyuan di depan Kaisar serta seluruh jajaran pangeran.

Lu Cangqiong berdiri dari kursinya, mengangkat mangkuk emas berukir naga, dan melangkah anggun ke tengah aula. Ia membungkuk hormat ke arah Takhta Utama tempat Kaisar Tianming duduk berwibawa.

"Ayahanda Kaisar yang agung," ujar Lu Cangqiong dengan suara lantang yang menggema di seluruh ruangan, menghentikan pertunjukan musik. "Hari ini perburuan berjalan sangat lancar. Putra ketiga ini berhasil membantai lima ekor Serigala Berbisa tingkat tiga dan membawa pulang Inti Spiritualnya untuk dipersembahkan kepada Ayahanda."

Kaisar Tianming mengangguk pelan, mengelus janggut putihnya yang panjang. "Bagus sekali, Cangqiong. Bakat kultivasimu semakin terasah di ranah Pendekar Spirit Puncak."

Lu Cangqiong tersenyum bangga, lalu membalikkan badannya dan menunjuk lurus ke arah Mu Xuanyuan.

"Namun, Ayahanda..." lanjut Lu Cangqiong dengan nada suara yang berpura-pura prihatin namun penuh racun. "Hamba sangat khawatir dengan keselamatan Adik Ke-14, Xuanyuan. Tadi siang di area perburuan luar, hamba menyaksikan sendiri betapa bernasib baiknya dia. Dia hampir tewas disundul Babi Hutan Zirah Besi jika bukan karena monster itu mendadak tersandung batu!"

Aula utama mendadak riuh oleh tawa tertahan dari para pejabat dan beberapa pangeran lainnya.

"Tak hanya itu, Ayahanda!" tambah Lu Cangqiong seraya melirik dingin. "Adik Ke-14 bukannya belajar bertarung atau berlatih Qi, malah berkeliaran membawa mainan burung kayu dan sibuk berbicara dengan binatang buas bagaikan orang gila. Lebih parahnya lagi, ia tampak sangat akrab dengan Leng Yan pemilik rumah bordil Paviliun Redup yang penuh dengan norma maksiat! Apakah tidak malu seorang Pangeran Tianming bergaul dengan tempat sekelas rumah bordil?"

Su Qingxue, Putri Ke-2 yang duduk tak jauh dari sana, mengerutkan dahinya halus. Ia menatap Xuanyuan dengan pandangan kasihan, lalu melirik Lu Cangqiong. "Kakak Ke-3, Xuanyuan memang memiliki keterbatasan sejak kecil. Mengapa kau harus menyudutkannya di depan umum saat perjamuan agung seperti ini?"

"Keterbatasan bukan alasan untuk mencoreng nama baik Keluarga Kekaisaran, Adik Ke-2!" bentak Lu Cangqiong tegas. Ia mendatangi meja Xuanyuan, merendahkan pandangannya seraya menepuk meja Xuanyuan dengan keras.

Brak!

"Xuanyuan!" gertak Lu Cangqiong dengan senyum meremehkan. "Katakan pada Ayahanda dan seluruh saudaramu... apa hasil perburuanmu hari ini? Jangan bilang kau hanya membawa burung kayu bodoh itu dan bau minyak dari makanan gratisan ini!"

Seluruh pandangan di aula kini tertuju pada Mu Xuanyuan. Feng Wuchen dan Gu Juechen sudah mengepalkan tangan di balik jubah mereka, namun aura tenang Mu Xuanyuan menahan mereka untuk tidak bertindak secara impulsif.

Xuanyuan mengedipkan matanya polos. Ia mengusap hidungnya yang terkena noda minyak, lalu mendongak menatap Lu Cangqiong dengan cengiran paling lebar dan tanpa dosa.

"Wah! Kakak Ke-3 perhatian sekali padaku!" seru Xuanyuan dengan nada kekanak-kanakan. Ia berdiri dari tempat duduknya, memeluk burung kayunya erat-erat, lalu menggoyangkan badannya secara konyol. "Aku tadi mendapatkan hasil buruan paling hebat di seluruh hutan!"

Lu Cangqiong tertawa mengejek. "Hasil buruan paling hebat? Mana? Tunjukkan pada kami semua!"

Xuanyuan merogoh kantong jubahnya dengan santai. Di dalam kantong itu, ia berpura-pura mengaduk-aduk sesuatu. Namun, dengan gerakan jari yang amat tipis dan tak kasat mata, ia menyambungkan akses ke Ruang Dimensi Portabel milik-Nya—sebuah dimensi raksasa tempat tanaman obat bertingkat jutaan tahun dan gunung kristal spiritual disimpan.

Xuanyuan menarik keluar sebuah benda berbentuk lonjong berwarna merah menyala yang tertutup debu tanah. Benda itu terlihat kumal, mirip seperti akar pohon biasa yang sudah membusuk.

"Tadaaa! Ini dia!" teriak Xuanyuan gembira seraya menyodorkan akar kumal itu tepat ke depan hidung Lu Cangqiong. "Aku menemukan umbi tanah ini saat lari dari babi gemuk! Kakak Ke-3 pasti belum pernah makan umbi semanis ini, kan? Mau gigit sedikit?"

Lu Cangqiong melangkah mundur seraya mengibaskan tangannya penuh jijik. "Ugh! Buang sampah itu! Kau mempersembahkan akar tanaman busuk di perjamuan Kaisar?! Benar-benar gila!"

Para pejabat di aula meledak dalam tawa. Long Wuji, Putra Mahkota yang duduk di dekat Kaisar, hanya menyunggingkan senyum dingin tanpa mengintervensi, menganggap pertunjukan sibling rivalitas ini hanyalah selingan yang menghibur.

Namun, di tengah gelak tawa tersebut, Kaisar Tianming yang tadinya bersikap tenang mendadak berdiri dari takhtanya. Matanya yang tajam membelalak lebar, menatap lurus ke arah akar tanaman kumal di tangan Xuanyuan.

"T-tunggu..." suara Kaisar Tianming bergetar hebat, sebuah reaksi yang belum pernah dilihat oleh siapapun di aula tersebut selama dekade terakhir.

Kaisar melangkah turun dari mimbar takhta dengan terburu-buru, mengabaikan pengawalnya. Ia mendekati meja Xuanyuan dan meraih akar kumal itu dengan tangan gemetar.

"Ini... aroma Qi murni ini..." bisik Kaisar Tianming seraya mengikis sedikit kulit luar akar tersebut. Begitu kulitnya terkelupas sedikit, cahaya merah menyala menyeruak keluar, memancarkan aroma kesegaran yang langsung menyembuhkan rasa lelah seluruh orang di aula dalam sekejap!

"Akar Ginseng Darah Surgawi Berusia Sembilan Ratus Ribu Tahun?!" jerit seorang Tetua Istana yang sangat ahli dalam alkimia dari sudut belakang. Wajah tetua itu pucat pasi karena terkejut. "T-tanaman obat tingkat Legendaris yang sanggup menerobos Ranah Pendekar tanpa bahaya penyimpangan Qi?!"

Seluruh aula mendadak hening seketika. Tawa para pejabat terhenti secara mendadak bagaikan leher mereka baru saja dicekik.

Lu Cangqiong mematung, matanya hampir melompat keluar dari rongganya. "A-apa?! Akar busuk ini... Ginseng Legendaris?!"

Xuanyuan menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum polos seraya mengambil kembali akar ginseng jutaan tahun milik-Nya—yang sebenarnya hanya ia jadikan pakan ternak di dalam Ruang Dimensi Portabelnya.

"Eh? Akar ini bisa dimakan?" tanya Xuanyuan lugu pada Kaisar. "Tadi aku mau memakannnya karena lapar, tapi rasanya manis seperti ubi goreng! Jika Ayahanda suka, ambil saja! Aku masih punya banyak di... eh, di bawah pohon sana!"

Kaisar Tianming menatap putra ke-14 nya itu dengan perpaduan rasa kagum dan ketidakpercayaan yang mendalam. Keberuntungan macam apa yang dimiliki pangeran idiot ini hingga mampu menemukan obat pusaka yang dicari oleh seluruh benua hanya karena melarikan diri dari babi hutan?

Sementara Lu Cangqiong berdiri kaku dengan wajah merah padam akibat rasa malu yang amat sangat, Mu Xuanyuan kembali duduk santai di kursinya, mengedipkan sebelah matanya secara rahasia ke arah Feng Wuchen dan Gu Juechen.

Permainan pura-pura bodoh malam ini berhasil dengan sempurna: menyumbang tawa, mempermalukan Pangeran Ke-3, sekaligus menebar umpan awal menjelang lelang besar di Balai Lelang Xingzhou.

1
Pecinta Gratisan
sampai tamat thor updatenya💞
Hadi Hadi
is good
irawan muhdi
lanjut Thor 👍
irawan muhdi
lanjut
irawan muhdi
lanjut Thor
irawan muhdi
mantap lanjut Thor 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!