NovelToon NovelToon
Semuanya Palsu

Semuanya Palsu

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Sci-Fi / Misteri
Popularitas:91
Nilai: 5
Nama Author: likaa0_0

Rey adalah manusia yang diubah menjadi anomali-monster kanibal yang sengaja dijadikan tameng oleh para penjajah halus di Paradise. Menganggap nasibnya sebagai hukuman atas dosa masa lalu, ia menemukan sosok yang ia anggap sebagai ibu keduanya. Namun, kasih sayang Dwi ternyata hanyalah manipulasi. Perlahan, jati diri dan kewarasan Rey dihancurkan hingga melahirkan The Luna, seorang psikopat yang rela mempertaruhkan sisa kemanusiaannya demi melindungi Dwi dari hukuman mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon likaa0_0, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 13

Setelah anomali tersebut memasuki kamar hotel, ia berhenti sejenak hidungnya bergerak-gerak, mengendus udara di sekitarnya Ia mulai menyusuri setiap sudut kamar, perlahan dan teliti. Sesekali kepalanya menoleh ke kanan dan kiri, seolah sedang mencari sesuatu yang tersembunyi.

Di dalam kamar mandi, seorang wanita meringkuk di sudut ruangan Satu tangannya menutup rapat mulutnya. Ia berusaha menahan napas agar tidak mengeluarkan suara sedikit pun Langkah kaki anomali itu semakin mendekat Wanita tersebut bisa merasakan jantungnya berdegup begitu kencang.

Anomali itu terus mengendus-endus setiap sisi kamar namun, tidak menemukan apa pun untuk beberapa saat, wanita itu mulai merasa sedikit lega.

Sampai akhirnya...

Pandangan anomali tersebut berhenti pada pintu kamar mandi Ia diam mengamati pintu kamar mandi tersebut. Kemudian kepalanya perlahan menoleh ke arah pintu itu Wanita yang bersembunyi di dalamnya langsung membeku ia dapat merasakan bahwa Anomali tersebut mulai berjalan perlahan Satu langkah,Dua langkah,Semakin dekat.

Sebelum mencapai pintu, ia kembali mengendus udara di sekitarnya Wanita itu mulai merasakan sesak di dadanya. Udara di dalam kamar mandi terasa semakin pengap.

*Gawat... sepertinya oksigen di sini mulai menipis. Kamar mandi ini tidak memiliki sistem ventilasi.*

Ia menahan napas sekuat mungkin.

BRUAKK!!!

Pintu kamar mandi beserta sebagian tembok di sampingnya hancur dihantam anomali tersebut. Puing-puing beterbangan ke dalam ruangan. Beberapa di antaranya menghantam tubuh wanita itu hingga membuatnya terjatuh dan tertindih reruntuhan Ia meringis menahan sakit. Anomali itu menatapnya.

Untuk sesaat, wanita tersebut yakin bahwa dirinya akan diserang.

Namun Anomali itu hanya menatapnya sekilas Tidak melakukan apa-apa Kemudian ia berbalik dan berjalan pergi begitu saja Wanita tersebut terdiam, masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi Ia kemudian segera menggeser puing-puing yang menindih tubuhnya dan berusaha keluar dari reruntuhan Sementara itu, anomali tersebut terus berjalan melewati lorong hotel Hidungnya kembali bergerak-gerak, mengendus udara.

Namun tiba-tiba Seseorang muncul tidak jauh di belakangnya Seorang pria mengenakan pakaian serba hitam dan masker hitam layaknya seperti perampok berdiri dengan tenang di tengah lorong.

Pria itu menatap anomali tersebut dari belakang

"the luna Setelah sekian lama... akhirnya dirimu menunjukkan wujud aslimu." (ujar pria memakai masker hitam itu

Anomali the Luna itu berhenti Tubuhnya menegang.

Kemudian terdengar geraman rendah dari dalam tenggorokannya.

"grr...."

Perlahan, The Luna menoleh ke belakang Pria misterius itu sama sekali tidak terlihat takut Ia justru mengangkat sebuah amplop besar yang berisi dokumen.

"The Luna... aku tahu kamu sedang mencari ini, bukan?"

Tatapan The Luna langsung tertuju pada amplop tersebut Tanpa peringatan, ia berlari ke arah pria itu.

DOR!!!

Suara tembakan menggema di sepanjang lorong hotel Sebuah peluru menghantam kening The Luna.

Langkahnya seketika terhenti Tubuhnya terhuyung sesaat Namun beberapa detik kemudian, The Luna menggelengkan kepalanya Peluru yang menancap di keningnya terdorong keluar dengan sendirinya.

Luka tersebut perlahan menutup dan kembali seperti semula The Luna kembali mengangkat kepalanya.

Namun saat pandangannya beralih ke belakang, sesuatu membuatnya berhenti Tiga pemburu bersama tiga asisten pemburu sedang berlari ke arahnya.

Pria misterius yang membawa amplop justru berjalan pergi dengan santai, mengambil arah berlawanan dari kedatangan para pemburu.

The Luna kini dikepung Enam orang berdiri mengelilinginya Pergerakannya menjadi semakin terbatas The Luna mencoba melangkah mundur Namun tiba-tiba...

JLEPPP!!!

Sebuah kunai menancap di kaki belakangnya Kunai tersebut dilempar oleh salah satu pemburu bersama asistennya The Luna berhenti Kini tidak ada lagi celah untuk melarikan diri Ia benar-benar terkepung.

Beberapa pemburu bersiap menghadapi serangannya The Luna menundukkan kepalanya.

Kemudian Tubuhnya mulai berubah Perlahan, tubuhnya membesar Semakin besar, Semakin tinggi.

Hingga ukurannya mencapai tiga kali lipat dari sebelumnya.

KRETAK...

Suara retakan terdengar dari dinding hotel.

KRETAK...KRETAK...

Retakan mulai menjalar ke seluruh bagian bangunan

Lantai bergetar Dinding-dinding mulai bergeser dan pecah karena tidak mampu menahan tubuh The Luna yang terus membesar Para pemburu saling berpandangan Mereka akhirnya menyadari satu hal.

Hotel ini tidak akan mampu bertahan.

"Keluar! Sekarang!"

Para pemburu dan asisten mereka segera berlari menuju pintu keluar Sementara itu, pria misterius yang membawa amplop masih berjalan santai menuju luar hotel Ia melewati lorong dengan santai Namun tiba-tiba terdengar suara

GROOOMMMM!!!

Getaran terasa di bawah kakinya Ia berhenti.

Menatap dinding di sampingnya Sebuah retakan muncul Kemudian retakan itu perlahan melebar.

Pria misterius tersebut mengangkat kepalanya.

"Apa ini... gempa bumi?"

Tiba-tiba dari ujung lorong, seluruh pemburu berlari terbirit-birit menuju pintu keluar Melihat itu, pria misterius tersebut langsung menyadari bahwa ada sesuatu yang jauh lebih buruk sedang terjadi tanpa membuang waktu, ia ikut berlari keluar begitu tiba di luar hotel, para pemburu, petugas penjinak bom, dan warga yang sebelumnya berkumpul di sekitar lokasi langsung dikejutkan oleh suara gemuruh dari dalam bangunan.

GROOMM...

Hotel tersebut mulai runtuh Bangunan yang sebelumnya berdiri kokoh perlahan hancur akibat tubuh The Luna yang telah membesar hingga tiga kali lipat Dinding dan bagian-bagian bangunan ambruk satu demi satu Dalam waktu singkat, hotel itu berubah menjadi tumpukan puing.

"GRAHHHH!!!"

Di tengah reruntuhan tersebut The Luna berdiri sebagai sosok raksasa Para warga hanya mampu menatap dengan ketakutan Pria misterius yang masih membawa amplop menatap The Luna dari kejauhan Ekspresinya berubah serius.

*Gawat... The Luna menjadi raksasa. aku harus pergi dari sini sekarang juga.*

Ia segera berbalik.

Tanpa menarik perhatian siapa pun, pria tersebut masuk ke dalam gerombolan warga dan mulai menjauh dari lokasi kini para pemburu berfokus pada the Luna yang membesar. The Luna mengangkat kaki depannya.

WUSH!!

Kaki raksasanya menebas ke arah para pemburu Gerakannya begitu cepat hingga hampir tidak sempat dihindari.

BRUK!!...BRUK!!...BRUKK!!

Satu per satu pemburu dan para asistennya terpental akibat serangan tersebut namun, dua orang berhasil menghindar tepat waktu Michael dan asistennya, Yuna Keduanya berhasil melompat menjauh berkat refleks mereka yang cepat Michael segera menoleh.

"Yuna... kamu baik-baik saja?"

Yuna mengangguk.

"Iya. Tenang saja."

Michael kembali mengalihkan pandangannya kepada The Luna Kemudian ia memberikan isyarat kecil dengan menganggukkan kepalanya Sebuah kode untuk menyerang Yuna langsung memahami maksudnya Tanpa membuang waktu, mereka berdua berlari menuju The Luna Yuna membawa tas besar di tangannya. Sambil berlari, ia menarik sebuah pisau yang sebelumnya digunakan untuk menggulung rambutnya.

Sret...

Pisau itu terlepas dari rambutnya Rambut panjang Yuna pun langsung tergerai dan berkibar mengikuti gerakannya Di sisi lain, Michael berlari sambil menggenggam sebuah tombak besar.The Luna menyadari mereka mendekat Ia kembali mengangkat kaki depannya yang tadi digunakan untuk menyerang.

Kaki tersebut kemudian diayunkan untuk menebas Michael dan Yuna sekaligus Namun kali ini Michael sudah bersiap Ia memutar tubuhnya dan melemparkan tombak yang dibawanya.

WUSHHH

JLEPP

Tombak itu menancap tepat pada kaki The Luna.

"GRAAAAAHHHH!!!"

The Luna meraung kesakitan Pada saat yang sama, Yuna menjatuhkan tas besar yang dibawanya Ia kemudian berlari dan melompat ke arah The Luna The Luna kembali mengangkat kaki kanannya Serangan berikutnya mengarah tepat kepada Yuna.

Namun Yuna sudah berada di udara Ia menghindari tebasan tersebut dan mendarat di atas kaki The Luna Tanpa membuang kesempatan, Yuna langsung menancapkan pisaunya ke bagian atas punggung kaki The Luna.

JLEPP....

The Luna menggeram keras.

"GRAHHHH!!!"

Ia menggoyangkan kakinya dengan kuat, berusaha menjatuhkan Yuna namun Yuna mencengkeram pisaunya erat-erat dan tetap bertahan Michael melihat kesempatan itu Ia kembali bersiap menyerang Kemudian ia berlari menuju The Luna.

Namun di saat yang sama, The Luna tiba-tiba terdiam Ia baru menyadari sesuatu Sejak tadi, dirinya terlalu fokus menghadapi para pemburu Padahal tujuan utamanya bukanlah mereka padahal dokumen itu The Luna segera menoleh ke sekeliling Tatapannya menyapu area sekitar hotel.

Namun pria misterius yang membawa amplop berisi dokumen itu sudah tidak terlihat Tidak ada.The Luna mulai menyadari bahwa pria tersebut telah pergi.

"Grrr..."

Ia menggeram pelan Kemudian tanpa memedulikan para pemburu lagi, The Luna memutuskan untuk pergi Ia mengangkat kaki tengah kirinya Yuna yang masih berada di atas kakinya ikut terangkat.

"Apa?!"

Dalam satu gerakan, The Luna membawa Yuna dengan kakinya.

BRUKKK!!

Yuna dijatuhkan begitu saja ke tanah.

"Ahh!"

Melihat Yuna terjatuh, perhatian Michael langsung beralih.

"Yuna!"

Ia menghentikan serangannya dan segera berlari menangkap Yuna sebelum tubuhnya kembali menghantam tanah The Luna memanfaatkan kesempatan tersebut Ia mulai berjalan menjauh.

Tubuh raksasanya bergerak melewati area hotel yang telah porak-poranda Namun semakin jauh ia berjalan

Ukuran tubuhnya perlahan berubah Tubuh raksasa itu mulai mengecil Sedikit demi sedikit Hingga akhirnya, The Luna kembali ke wujud kecilnya seperti semula.

Tanpa menoleh lagi kepada para pemburu, ia terus berjalan meninggalkan tempat tersebut.

Sementara itu, Michael masih memegang Yuna yang baru saja diselamatkannya Ia menatap ke arah The Luna yang semakin menjauh.

"Dia... kabur."

Salah satu saksi warga yang melihat the Luna pergi segera memberi tahunya

"the Luna pergi arah jam 12 namun perlahan-lahan tubuh menyusut mengecil"

1
Dian Dian
good job👍
likaa: makasih kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!