NovelToon NovelToon
Reincarnation Of The Lemitless

Reincarnation Of The Lemitless

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:413
Nilai: 5
Nama Author: areann._

Kael seharusnya tidak mati, tetapi kesalahan seorang dewa mengubah takdirnya selamanya. Diberi tubuh baru yang sempurna dan tiga kemampuan luar biasa—Adaptation, Infinite Growth, dan Absolute Regeneration—ia direinkarnasikan ke dunia Elyndra. Namun, alih-alih terlahir di tempat aman, Kael justru terlempar ke Death Forest, wilayah terlarang yang dipenuhi monster mematikan. Sambil mencari jalan keluar, ia mulai memahami kultivasi, sihir, dungeon, kerajaan, dan ras-ras kuat yang menghuni dunia tersebut. Pertemuannya dengan seorang Ancient Vampire bernama Seraphina menjadi awal perjalanan panjangnya. Di tengah konflik sekte, peperangan, rahasia kuno, dan cinta, Kael perlahan menyadari bahwa kedatangannya mungkin bukan sekadar kesalahan yang belum pernah diketahui manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon areann._, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9— ujian

Hari ujian tiba dengan langit yang cerah tanpa awan, seolah alam sendiri ingin menyaksikan apa yang akan terjadi di halaman utama Heavenly Sword Sect.

Ratusan calon murid berkumpul di lapangan luas di dalam kompleks sekte, semuanya mengenakan pakaian terbaik mereka, wajah-wajah muda dipenuhi campuran gugup dan ambisi.

Kael berdiri di antara mereka, satu-satunya yang tidak membawa keluarga atau pendukung untuk menyemangati—Seraphina memilih menunggu di luar gerbang, cukup dekat untuk merasakan jika terjadi bahaya, cukup jauh untuk tidak menarik perhatian.

Di panggung utama, sederet tetua sekte duduk di kursi-kursi berukir, mengenakan jubah putih dengan simbol pedang keemasan di dada mereka.

Di tengah, seorang pria tua berjanggut panjang dengan aura yang jauh melampaui siapa pun di lapangan berdiri untuk memberikan sambutan.

"Selamat datang, para calon murid Heavenly Sword Sect," suaranya bergema tanpa perlu berteriak, jelas hasil dari kultivasi tinggi yang memungkinkannya mengendalikan Qi bahkan dalam suaranya.

"Aku Tetua Marcus, kepala pengujian tahun ini. Ujian masuk terdiri dari tiga tahap: Talent Stone, Soul Test, dan Body Test. Ketiganya akan menentukan posisi awal kalian di sekte ini."

Para calon murid mulai berbaris menuju tiga stasiun ujian yang berbeda. Kael mengikuti antrian menuju Talent Stone, sebuah batu kristal besar berwarna biru yang ditempatkan di tengah lapangan.

"Letakkan tanganmu di atas batu," instruksi seorang murid senior yang bertugas mengawasi stasiun itu. "Batu ini akan mengukur bakat kultivasimu berdasarkan resonansi Qi bawaanmu."

Satu per satu calon murid meletakkan tangan mereka, dan batu itu akan menyala dengan warna berbeda—putih untuk bakat rendah, biru untuk sedang, ungu untuk tinggi, dan emas untuk bakat luar biasa yang sangat jarang muncul.

Ketika giliran Kael tiba, dia meletakkan tangannya dengan tenang.

Tidak ada yang terjadi selama beberapa detik. Lalu, batu itu mulai bergetar hebat, cahayanya berkedip liar antara semua warna yang ada sebelum akhirnya meledak menjadi retakan kecil di permukaannya, dan huruf-huruf muncul melayang di udara.

**ERROR**

Keheningan menyelimuti area sekitar stasiun itu. Murid senior yang bertugas menatap batu itu dengan mata melebar, lalu menatap Kael dengan campuran keterkejutan dan kecurigaan.

"Ini ... ini tidak pernah terjadi sebelumnya," gumamnya, memanggil salah satu tetua untuk memeriksa.

Tetua yang datang—seorang wanita paruh baya dengan rambut abu-abu diikat rapi—menatap batu retak itu dengan seksama, lalu menatap Kael dengan tatapan yang jauh lebih tajam dari sebelumnya.

"Namamu?"

"Kael."

"Ulangi tesnya," perintahnya kepada murid senior, yang segera mengganti batu dengan yang baru.

Kael meletakkan tangannya lagi, dan hasil yang sama terjadi—cahaya liar, retakan, lalu kata ERROR yang sama muncul di udara.

Bisik-bisik mulai menyebar di antara para calon murid yang mengantre, semuanya menatap ke arah Kael dengan campuran rasa penasaran dan waspada.

Kael melanjutkan ke Soul Test, sebuah ruangan kecil di mana calon murid harus duduk bersila sementara seorang tetua memeriksa kekuatan jiwa mereka melalui teknik khusus.

Ketika giliran Kael tiba, tetua yang bertugas—seorang pria tua kurus dengan mata yang selalu setengah tertutup—menempelkan dua jarinya ke dahi Kael dan memejamkan mata.

Beberapa detik berlalu. Lalu pria itu membuka matanya lebar-lebar, wajahnya pucat pasi.

"Apa yang terjadi?" Kael bertanya, sedikit khawatir melihat reaksi itu.

"Jiwamu ..." pria tua itu berkata dengan suara bergetar, "aku tidak bisa mengukur kedalamannya. Rasanya seperti mencoba menyentuh dasar lautan yang tidak memiliki dasar."

**ERROR**

Kata itu muncul lagi, kali ini melayang di atas kepala Kael sendiri, terlihat oleh siapa pun yang cukup tinggi kultivasinya untuk melihat aura orang lain.

Bisik-bisik semakin keras. Beberapa calon murid mulai menjauh dari Kael, seolah dia adalah sesuatu yang berbahaya, sementara yang lain justru semakin penasaran dan mendekat.

Stasiun terakhir adalah Body Test, di mana calon murid harus menahan tekanan Qi yang dilepaskan langsung oleh salah satu tetua tertinggi sekte untuk mengukur ketahanan fisik mereka.

Ketika giliran Kael, Tetua Marcus sendiri yang turun tangan, ingin melihat sendiri fenomena aneh yang sudah menjadi buah bibir di seluruh lapangan.

"Bersiaplah," katanya, melepaskan tekanan Qi yang membuat tanah di sekitarnya retak, membuat beberapa calon murid terdekat jatuh berlutut hanya karena efek sampingnya.

Kael berdiri tegak, merasakan tekanan itu menghantam tubuhnya seperti gelombang tsunami yang tak terlihat. Dia menggertakkan gigi, mengerahkan seluruh Qi yang telah dia kumpulkan selama perjalanan panjangnya untuk bertahan.

Detik demi detik berlalu. Tekanan itu terus meningkat, dan Tetua Marcus sendiri mulai menaikkan intensitasnya, penasaran seberapa jauh batas pemuda ini.

Kael masih berdiri.

[Absolute Regeneration menstabilkan kerusakan sel akibat tekanan.]

[Adaptation terhadap tekanan Qi eksternal: 12%.]

Tetua Marcus melepaskan tekanan hingga tingkat yang seharusnya cukup untuk melumpuhkan bahkan murid Elite Disciple sekalipun. Kael masih berdiri, meski keringat membanjiri wajahnya dan darah mulai menetes dari hidungnya.

Akhirnya, Tetua Marcus menghentikan tekanannya, menatap Kael dengan ekspresi yang sulit dibaca—campuran keterkejutan, kekaguman, dan sedikit kewaspadaan.

**UNMEASURABLE**

Kata itu melayang di udara di atas kepala Kael, bergabung dengan dua kata ERROR sebelumnya.

Seluruh lapangan hening total. Bahkan para tetua di panggung utama saling berpandangan dengan ekspresi yang jarang mereka tunjukkan di depan umum.

"Bawa dia," Tetua Marcus akhirnya berkata, suaranya tenang namun penuh wibawa, "menghadap Sect Master langsung."

Kael berjalan mengikuti dua murid senior yang ditugaskan mengantarnya, merasakan ratusan pasang mata mengikuti setiap langkahnya menuju bangunan utama sekte, tempat kekuasaan tertinggi Heavenly Sword Sect berada.

Di luar gerbang, meski tidak bisa melihat langsung apa yang terjadi, Seraphina merasakan lonjakan energi aneh dari dalam kompleks sekte, dan firasat yang sudah lama tidak dia rasakan sejak seribu tahun lalu kembali menggelitik di dadanya.

"Kael," gumamnya pelan, "apa yang sudah kau lakukan sekarang?"

 

Ruang utama Heavenly Sword Sect jauh lebih megah daripada apa pun yang pernah Kael lihat sebelumnya. Langit-langitnya tinggi menjulang, dihiasi lukisan-lukisan yang menggambarkan sejarah sekte selama berabad-abad, dan di tengah ruangan, di atas tahta berukir naga dan pedang, duduk sesosok pria paruh baya dengan aura yang membuat seluruh ruangan terasa lebih berat.

[Sect Master Aldric Thornheart.]

[Perkiraan kekuatan: Saint Realm.]

Angka itu membuat Kael menahan napas. Ini adalah kekuatan level yang bahkan lebih tinggi dari apa pun yang pernah dia temui, termasuk Seraphina di puncak kekuatannya.

"Jadi kau yang membuat kehebohan di lapangan ujian," Sect Master Aldric berkata, suaranya berat namun tidak mengancam, lebih seperti seseorang yang benar-benar penasaran.

"Talent Stone yang error, Soul Test yang tidak terbaca, dan Body Test yang tidak terukur. Dalam tiga ratus tahun aku memimpin sekte ini, aku belum pernah mendengar hal seperti ini terjadi."

"Aku juga baru mengalaminya untuk pertama kali," Kael menjawab jujur, mencoba mempertahankan ketenangannya meski tekanan aura di ruangan itu membuat dadanya sesak.

"Ceritakan tentang dirimu," Aldric memerintah, meski nadanya lebih terdengar seperti permintaan yang sopan.

"Dari mana asalmu? Siapa gurumu? Bagaimana kau bisa memiliki bakat yang bahkan tidak bisa diukur oleh artefak kuno sekte ini?"

Kael menimbang kata-katanya dengan hati-hati.

Dia tidak bisa menceritakan seluruh kebenaran—tentang dewa yang ceroboh, tentang tubuh yang dia rancang sendiri, tentang tiga kemampuan yang diberikan sebagai kompensasi—tetapi berbohong sepenuhnya kepada seseorang sekuat ini terasa seperti ide yang sangat buruk.

"Aku bukan berasal dari Elyndra," katanya akhirnya, memilih untuk mengatakan sebagian kebenaran.

"Aku datang dari tempat yang sangat jauh, melalui cara yang bahkan aku sendiri tidak sepenuhnya pahami. Aku tidak punya guru—semua yang kupelajari, aku pelajari sendiri melalui pengalaman, termasuk bertahan hidup di Death Forest."

"Death Forest," Aldric mengulangi, alisnya terangkat. "Kau bertahan hidup di sana? Sendirian?"

"Tidak sepenuhnya sendirian, tapi ya, aku selamat dari sana."

Aldric menatapnya lama, matanya seolah mencoba menembus setiap lapisan kebohongan yang mungkin tersembunyi di balik kata-kata Kael.

Setelah beberapa saat yang terasa sangat panjang, dia akhirnya mengangguk pelan.

"Aku tidak tahu apa yang sebenarnya kau sembunyikan, Kael," katanya, "tetapi aku juga tahu bahwa memaksa seseorang untuk mengungkapkan rahasia yang tidak ingin mereka bagikan jarang membawa hasil baik. Untuk sekarang, aku akan menerima apa yang bisa kau berikan."

Kael menghela napas lega, meski tetap waspada.

"Namun," Aldric melanjutkan, "bakat sepertimu tidak bisa hanya menjadi murid biasa. Aku telah memutuskan untuk memberimu status Holy Son sekte ini."

Ruangan itu—yang sudah berisi beberapa tetua senior yang hadir untuk menyaksikan pertemuan ini—langsung riuh dengan bisik-bisik terkejut.

"Sect Master," salah satu tetua, seorang pria dengan wajah tegas dan jenggot putih pendek, angkat bicara, "status Holy Son terakhir kali diberikan seratus tahun lalu, dan itu pun kepada seorang jenius yang telah terbukti kekuatannya melalui pengujian bertahun-tahun. Pemuda ini bahkan baru saja tiba di sekte kita."

"Tetua Godric," Aldric menjawab tenang, "aku memahami kekhawatiranmu. Tapi aku sudah memimpin sekte ini selama tiga abad, dan aku tahu potensi ketika aku melihatnya. Bakat yang bahkan tidak bisa diukur oleh artefak kuno kita bukan sesuatu yang bisa kita biarkan begitu saja tanpa perhatian khusus."

Tetua Godric tidak membantah lebih jauh, meski ekspresinya jelas menunjukkan ketidaksetujuan yang masih tersimpan.

"Kael," Aldric menoleh kembali kepadanya, "sebagai Holy Son, kau akan mendapatkan akses penuh ke perpustakaan sekte, sumber daya kultivasi kelas atas, dan bimbingan langsung dari para tetua senior. Namun, status ini juga berarti perhatian—baik dari dalam sekte maupun dari luar. Kau akan menjadi target perhatian, kecemburuan, dan mungkin, ancaman."

"Aku sudah diperingatkan tentang hal itu," Kael berkata, teringat kata-kata Ren dari Shadow Sect.

"Bagus. Maka kau sudah cukup dewasa untuk memahami beban dari kehormatan ini." Aldric bangkit dari tahtanya, aura Saint Realm-nya sedikit melunak menjadi sesuatu yang lebih ramah. "Selamat datang di Heavenly Sword Sect, Holy Son Kael."

Upacara singkat diadakan sore itu di halaman utama sekte, disaksikan oleh seluruh murid dan tetua yang hadir. Kael berdiri di depan mereka semua, mengenakan jubah putih dengan simbol pedang keemasan yang kini menjadi identitas barunya, sementara Tetua Marcus mengumumkan statusnya kepada seluruh sekte.

Reaksi yang muncul beragam—beberapa murid menatapnya dengan kekaguman, beberapa dengan kecemburuan yang tidak tersembunyi, dan beberapa lainnya dengan kewaspadaan yang mengingatkan Kael pada peringatan Ren.

Di antara kerumunan, seorang gadis dengan rambut cokelat kemerahan dan mata hijau tajam menatapnya dengan ekspresi yang sulit dibaca—bukan kekaguman, bukan pula kecemburuan, lebih seperti penilaian objektif seorang yang terbiasa menilai kekuatan orang lain.

Kael menangkap tatapannya sejenak, dan gadis itu mengangguk kecil sebelum berbalik pergi, tidak memberikan kesempatan untuk perkenalan lebih lanjut.

Setelah upacara selesai, Kael diberikan tempat tinggal pribadi—sebuah pavilion kecil namun elegan di area khusus untuk murid berstatus tinggi, jauh lebih nyaman daripada penginapan sederhana tempat dia dan Seraphina menginap sebelumnya.

Malam itu, ketika Seraphina akhirnya diizinkan masuk untuk menemuinya—setelah proses verifikasi yang cukup rumit karena statusnya sebagai "pendamping" Holy Son—dia menatap sekeliling pavilion dengan alis terangkat.

"Sudah seminggu kau berada di dunia ini, dan sekarang kau sudah punya gelar bangsawan sekte," komentarnya, nada suaranya campuran geli dan bangga.

"Aku juga tidak menyangka secepat ini," Kael mengakui, duduk di tepi ranjang mewah yang jauh berbeda dari tikar sederhana di hutan.

"Tapi entah kenapa, aku merasa ini baru permulaan dari sesuatu yang jauh lebih besar."

Seraphina duduk di sebelahnya, menatap keluar jendela ke arah bulan yang mulai naik di langit Grandis. "Kau benar. Dan aku khawatir 'sesuatu yang lebih besar' itu tidak akan selalu menyenangkan."

Kael tersenyum tipis, menggenggam tangannya sejenak dalam gestur yang menenangkan. "Apa pun yang datang, kita hadapi bersama."

Seraphina menatap tangannya yang digenggam, lalu menatap wajah Kael dengan ekspresi yang perlahan melembut menjadi sesuatu yang jauh lebih hangat daripada sekadar persahabatan.

"Bersama," dia mengulang pelan, "aku menyukai kata itu."

Di luar pavilion, di bawah bayangan pepohonan taman sekte, seorang sosok berjubah gelap mengamati dari kejauhan, mencatat setiap detail dari kejadian hari ini untuk dilaporkan kepada seseorang yang telah lama menunggu kabar tentang pemuda dengan darah yang tidak biasa ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!