NovelToon NovelToon
SISTEM IQ TAK TERBATAS

SISTEM IQ TAK TERBATAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:10.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Tommy Nugroho adalah siswa kelas 2 SMA yang harus tinggal kelas dan selalu menjadi bahan tertawaan karena nilai-nilainya yang hancur berantakan.

Kehidupannya yang menyedihkan dan penuh ejekan berubah drastis pada suatu malam ketika sebuah layar biru misterius muncul di kamarnya dan memberinya Sistem IQ Tak Terbatas.

Alih-alih memamerkan kejeniusan barunya yang kini mampu memecahkan masalah tersulit dalam hitungan detik, Tommy memilih untuk tetap berpura-pura menjadi murid bodoh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Sorak-sorai langsung pecah saat Tommy dan Nadin melangkah masuk ke gerbang SMA Garuda pagi itu.

Kepala sekolah bahkan menyewa grup drum band untuk menyambut kedatangan piala emas mereka.

"Hidup Nadin! Hidup Tommy si raja hoki!" teriak murid-murid dari balkon lantai dua.

Tommy hanya melambaikan tangannya dengan gaya cengengesan dan postur membungkuk seperti biasa.

Nadin berjalan cepat dengan wajah datar, sama sekali tidak peduli dengan semua perayaan berlebihan itu.

Dito menghampiri Tommy di depan kelas dengan senyum lebar dan raut wajah lega.

"Selamat ya, Tom, kamu luar biasa," ucap Dito dengan nada yang sangat tulus.

"Ah biasa aja, To, aku menang karena gambar bintang doang kok," balas Tommy pura-pura merendah.

Dito hanya terkekeh pelan karena ia tahu persis siapa monster yang bersembunyi di balik senyum konyol itu.

Saat jam istirahat berbunyi, Nadin tidak pergi ke kantin bersama teman-temannya.

Gadis pintar itu justru melangkah cepat memasuki ruang OSIS yang sepi.

Di sana sudah ada ketua OSIS bernama Kevin yang sedang menyusun laporan kegiatan.

"Ada apa, Din? Muka lo tegang banget kayak mau ujian lagi," sapa Kevin bingung melihat raut wajah Nadin.

"Vin, gue butuh bantuan lo buat cek arsip nilai masuk Tommy Nugroho dua tahun lalu," pinta Nadin serius.

"Tommy si bodoh yang kemarin menang olimpiade itu?" tanya Kevin memastikan.

Nadin mengangguk cepat dan mengeluarkan selembar kertas fotokopi dari dalam tasnya.

"Gue minta panitia mencetak ulang LJK gambar bintang milik Tommy kemarin setelah acara selesai," ucap Nadin sambil meletakkan kertas itu di meja.

Kevin melihat pola bintang hitam di atas lembar jawaban itu dan mengerutkan keningnya.

"Terus masalahnya di mana?" tanya Kevin belum mengerti arah pembicaraan Nadin.

"Gue semalam bikin simulasi koordinat dari gambar ini di komputer rumah," Nadin menunjuk sudut-sudut bintang tersebut.

"Sudut presisi bintang ini persis mengikuti urutan pola logaritma natural, Vin."

Kevin terbelalak kaget mendengar analisis matematika tingkat tinggi yang diucapkan Nadin.

"Maksud lo, anak idiot itu sengaja menggambar ini karena dia hafal letak kunci jawabannya?" tebak Kevin tidak percaya.

"Itu yang mau gue cari tahu, karena orang bodoh gak akan bisa menggambar presisi sejauh ini," desis Nadin tajam.

Kevin menyandarkan punggungnya ke kursi sambil memijat pelipisnya.

"Tapi kan dia idiot, Din, nilai tes masuknya aja peringkat paling bawah se-kabupaten," sanggah Kevin.

"Itulah yang bikin gue penasaran setengah mati, Vin, ada yang gak beres sama anak itu."

"Gue curiga dia punya alat komunikasi mikroskopis ke orang di luar pas ujian kemarin," usul Kevin memberikan teori lain.

"Kalau gitu kita berdua harus geledah tas dan barang-barangnya secara diam-diam besok," putus Nadin dengan mata menyipit tajam.

Di waktu yang sama, di sebuah gudang terbengkalai di pinggiran kota yang gelap.

Seorang pria berjas hitam duduk di atas kursi kayu sambil menghisap cerutu dengan santai.

Pria itu dipanggil Bos Anton, tangan kanan dari sindikat mafia yang membekingi perusahaan ayah Bagas.

Seorang peretas berpakaian kasual berdiri di depannya dengan tubuh gemetar ketakutan.

"Maafkan saya, Bos, virus dari Blank itu menghancurkan semua data keuangan kita," lapor peretas itu bergetar.

"Lalu apa kau sudah menemukan di mana bajingan itu bersembunyi sekarang?" tanya Bos Anton dengan nada sangat dingin.

"Dia memang mengalihkan alamat terakhirnya ke Rusia, tapi saya sempat menangkap pentalan sinyal aslinya," jelas peretas itu dengan tergesa-gesa.

Peretas itu menyodorkan sebuah peta kota yang sudah dilingkari spidol merah.

"Sinyal itu memancar dari radius lima kilometer di sekitar pemukiman kumuh sektor selatan kota kita," ucap peretas itu yakin.

Bos Anton menghembuskan asap cerutunya dan tersenyum mematikan.

"Panggil anak buah kita yang bergerak di lapangan sekarang juga," perintah Bos Anton.

"Cari orang di daerah selatan sana yang tiba-tiba punya uang banyak atau baru membeli peralatan komputer mahal."

"Baik, Bos," jawab pria di sebelahnya lalu bergegas pergi menjalankan perintah.

Sore harinya, Tommy pulang ke rumah dengan membawa sekeranjang buah-buahan mewah dari uang hadiah olimpiade.

Ibunya menyambut di depan pintu dengan senyum cerah dan air mata kebahagiaan.

"Ibu bangga sekali padamu, Tommy," ucap ibunya sambil memeluk anak semata wayangnya itu erat-erat.

"Ibu dengar dari tetangga kamu menang juara satu olimpiade tingkat kota."

"Iya, Bu, Tommy cuma beruntung aja pas nebak soalnya di kertas," jawab Tommy menenangkan ibunya dengan kebohongan manis.

Saat ibunya pergi ke dapur untuk mencuci buah, Tommy melirik ke arah luar jendela kontrakannya yang terbuka sedikit.

Jalanan gang sempit itu biasanya hanya dilewati oleh ibu-ibu yang pulang dari pasar atau anak-anak yang bermain bola.

Namun sore ini, dua orang pria berjaket kulit terlihat sedang berdiri di depan warung seberang jalan.

Mata jenius Tommy langsung memindai gestur tubuh kedua pria tersebut dari balik tirai.

"Sistem, bantu aku membaca bahasa tubuh mereka," batin Tommy mengaktifkan pasifnya.

Otaknya langsung menganalisis tatapan mata mereka yang terus menyapu setiap rumah dengan sangat waspada.

Salah satu pria itu terlihat menunjukkan sebuah foto dari ponselnya kepada pemilik warung kopi.

"Tunggu dulu," batin Tommy mengerutkan kening saat mengenali wajah salah satu pria tersebut.

"Itu Bang Jali, rentenir yang dulu menagih utang ibu."

Bang Jali terlihat sedang berbicara serius dengan pria berjaket kulit yang jauh lebih berotot darinya.

Tommy menajamkan pendengarannya menggunakan pantulan gema suara dari dinding gang sempit itu.

"Anak janda Marni itu kemarin tiba-tiba bisa bayar utang sepuluh juta pakai uang tunai," ucap Bang Jali terdengar samar namun jelas di telinga Tommy.

Pria berotot itu mengangguk dan mencatat sesuatu di dalam buku kecilnya.

"Lo yakin anak janda itu yang bawa uangnya langsung?" tanya pria berotot itu memastikan.

"Yakin seratus persen, Bang, duitnya pecahan seratus ribu baru semua kayak habis ditarik dari ATM," jawab Bang Jali meyakinkan.

"Bos Anton bilang kita harus periksa semua anomali keuangan di daerah ini untuk mencari jejak Blank."

"Bocah SMA darimana dapet duit sepuluh juta dalam seminggu kalau bukan dari bisnis gelap atau peretasan?" tambah Bang Jali curiga.

Tommy perlahan mundur selangkah dari jendela dan menyembunyikan dirinya sepenuhnya di balik bayangan kamar.

Otaknya yang ber-IQ seratus dua puluh sembilan menyatukan semua kepingan informasi itu dalam waktu kurang dari satu detik.

"Mafia itu menyuruh preman lokal untuk melacak aliran uang tunai yang tidak wajar," analisis Tommy dengan wajah sangat dingin.

Pembayaran utang sepuluh juta rupiah miliknya minggu lalu kini menjadi petunjuk fatal yang mengarah langsung ke lehernya.

Identitas Tommy di dunia nyata kini sudah berada di ujung tanduk.

Jika preman itu merangsek masuk dan menggeledah kamarnya lalu menemukan komputer spesifikasi dewa miliknya, semuanya akan tamat.

Mereka tidak akan peduli apakah ia anak SMA atau bukan, mafia akan membunuhnya karena telah merusak bisnis triliunan rupiah mereka.

"Sepertinya aku harus membersihkan tikus-tikus ini secara langsung," gumam Tommy pelan menatap tangannya.

Ia tidak merasa takut sedikit pun, justru darahnya mendidih karena tantangan baru ini.

Dunia maya tidak lagi cukup untuk menampung permainan dari otak super jeniusnya.

Ia akan membawa perang ini ke jalanan nyata, tanpa sedikit pun mengotori tangannya sendiri.

Tommy berjalan menuju komputernya dan menyalakannya dengan senyum yang sangat mengerikan.

"Kalian datang ke wilayahku untuk memburuku?" bisik Tommy di tengah dengungan kipas CPU.

"Maka bersiaplah untuk menjadi mangsa dari jebakan yang tidak akan pernah kalian pahami."

1
Adelina Lin
thor, buat Clarissa dan keluarganya juga prof. handoko dipermalukan diacara Olimpiade, dan titel juara Clarissa di cabut, karena dia memenangkan oliampide yang dulu pun tidak jujur.
Wega Luna
kadang lelucon konyol selain untuk menghibur bisa jadi pisau bermata dua,aku sering memakai lelucon konyol untuk membungkam orang tua wali murid yang gengsinya gede ,teman yang sok pamer atau sok pintar, atau orang yg ngerasa dirinya itu spesial,,,🤣🤣🤣🤣
Nissa Safira: WKWKWK KAKAK INI SENIORNYA TOMMY SIH😂🤣
Bener banget kak, saya setuju banget sih!
Lelucon konyol itu senjata paling ampuh buat ngadepin orang yang gengsinya selangit. Kalau kita ladenin serius, kita capek. Kalau kita bales pakai joke receh tapi logikanya nusuk, yang gengsi gede itu yang malah keliatan bodoh sendiri.
Tommy itu emang saya inspirasikan dari orang-orang kayak kakak ini kak, yang di luar keliatan cengengesan, tapi otaknya muter cepet buat ngebalikin analogi lawan😎🔥
total 1 replies
Wega Luna
secangkir kopi untuk Tommy👍👍👍
Wega Luna: gas ,,,,aku jadi penasaran🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣100 tom ,,,,👍
Night Watcher
ini outhor yg baik dan berfikiran maju, mau menerima kritik sekalipun pedas dgn lapang hati.
lanjut thor, tak sukreb deh outhor yg begini.
Nissa Safira: Waaaah makasih banyak kak 😭🙏
Seneng banget. Soalnya buat saya, pembaca yang mau komen pedes jujur itu berharga banget kak.
Kritik pedesnya kakak yang bikin novel ini bisa maju. Jadi jangan kapok komen pedes lagi ya kak!🥰🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
di bab² olympiade ini jujur sangat gak masuk akal, jd bikin bosen.
ini ajang olympiade, kenapa sempat terjadi perdebatan antara 2 peserta yg satu regu mewakili satu sekolah, tentang cara menjawab pertanyaan. ditambah setiap ahir jawapan ada kata "pak" dr tomi.
ini lebih cocok kalo di ajang diskusi di kelas.
Nissa Safira: Wah makasih banget kak udah jujur, ini masukan paling berharga buat saya 🙏
Bener kak, saya akui bab olimpiade ini memang agak maksa. Harusnya kan cerdas-cepat, Teng! Jawab! Teng! Jawab selesai, bukan malah debat satu regu di atas panggung 😅
Jujur niat saya pengen nunjukin kocaknya Tommy, tapi saya kebablasan naruh dramanya di tengah lomba, jadinya kesannya kayak diskusi kelas, bukan olimpiade kota. Maaf ya kak bikin bosen🙏🙏🙏
Makasih udah diingetin kak🤝🙏
total 1 replies
Night Watcher
mana ada diacara beginian peserta sempet bercakap² soal kecepatan ngitung...
Nissa Safira: HAHAHA bener banget kak 😅🙏
Iya kak kalau di olimpiade beneran mah, jangankan ngobrol, napas aja harus dihemat ya kak, waktunya mepet banget.
Itu aku sengaja lebay-in dikit kak biar dramanya dapet. Soalnya kalau aku tulis realnya:
Teng! Jawaban 8,55 jam. Benar.
Udah gitu doang, kan kempes kak gak ada greget keselnya si Leo 😂
Anggep aja itu adegan slow-motion ala film kak, di dunia nyata cuma 2 detik, tapi di novel aku lambatin biar pembaca bisa ngerasain Nadin yang otaknya udah mau meledak denger alesan ngawur Tommy.
Makasih koreksinya kak🤝🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
45 kyknya bukan ukuran kecil utk standar kaki org indo deh...
logis dikit kelesss..😇😇
Night Watcher
awas, ntar kepalanya melayang sendiri..🤭🤭🤭
Night Watcher
kok kakak kelas? kan sama² kls 12?
Night Watcher
tadi pas bell masuk, listrik padam. jd utk belnya mukul velg mobil yg digantung..🤭🤭🤭
Nissa Safira: WKWKWK IDE BAGUS KAK🤣🤣🤣
Kringgg! = bel listrik normal
Teng! Teng! Teng! = pas listrik padam, Pak Satpam mukul velg mobil yang digantung di pos satpam pake kunci inggris 😂
Makasih kak idenya! Mulai bab besok kalau ada tulisan Teng Teng Teng berarti di sekolah lagi mati lampu ya kak! Detailnya dapet banget!🤣🤣🤣
total 1 replies
Night Watcher
kadang "kringgg" kadang "teng tenggg"..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA ketahuan deh 🤣 kamu udah jeli banget sih kak🤣🤣
Iya kak, itu aku yang typo pas nulis kebut-kebutan, kadang bel listrik tulisnya Kringgg! kadang bel manual tulisnya Teng Teng Teng! niatnya mau bedain bel kelas sama bel upacara, tapi malah jadi bikin bingung ya kak.
Makasih udah diingetin kak😅😅
total 1 replies
Night Watcher
duh... sayang banget, sistemnya masih manual.. gak matic ehh gak otomatis terpasang..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA Iya kak, sengaja aku bikin sistemnya manual, gak matic🤣🤣
Kalau otomatis kepasang terus, Tommy jadi OP gak ada obat kak, 1 detik langsung dewa hacker. Gak seru dong, musuhnya belum sempet napas udah kalah😅
Jadi di novel ini sistemnya kayak alat tukang kak, dipasang kalau dibutuhin aja. Contohnya pas di warnet Berkah Net itu, dia aktifin Kriptografi Dasar dulu baru otaknya ngebut. Kalau dia lagi di kelas pura-pura bodoh, skillnya dia matiin biar akting begonya natural 100%.
Makanya Tommy harus mikir dulu "aku butuh skill apa nih buat lawan musuh ini?" bukan sistem yang mikirin buat dia. Biar kesannya dia yang ngendaliin sistem, bukan sistem yang ngendaliin dia💪🙏🙏
total 1 replies
Wega Luna
jujur otak aku emang GK ber-IQ 140 tapi pura pura bodoh itu keahlian ku🤣🤣🤣🤣🤣,jadi tahu mana yg bener bener baik atau gk🤣🤣🤣🤣lebih suka praktek langsung daripada teori, lanjutkan tom ,,,aku mendukungmu👍🤣🤣
Nissa Safira: HAHAHA kak ini komen paling jujur se-Indonesia! 🤣🤣🤣
Setuju banget kak, pura-pura bodoh itu skill dewa tau! Soalnya pas kita pura-pura bego, baru keliatan mana temen yang beneran baik kayak Nadin, mana yang toxic kayak Clarissa.
Tommy juga gitu kak, dia IQ 140 tapi sengaja jadi peringkat 31 biar bisa ngamatin semua. Orang pinter teori banyak, tapi yang jago praktek langsung di lapangan kayak kakak & Tommy itu yang paling bahaya 😎🙏🤣🤣
total 1 replies
Rifqy Channel
saya memohon kakak untuk bisa di publik Tommy itu supaya gak pura-pura bodoh lagi. biarkan untuk segera diungkapkan dan ikut serta Olimpiade dan juga ubah pura-pura nya. aku udah bosen kalo pura-pura terus. saya mau Tommy segera di ungkap aslinya😭🙏😭
Nissa Safira: Halo kak, terima kasih banyak udah baca sampai sejauh ini dan kasih masukan jujur! 🙏
Aku paham banget rasa bosennya kalau Tommy pura-pura terus. Justru itu yang mau aku bangun kak.
Kalau dia diungkap sekarang pas IQ 117, efeknya cuma "oh pinter". Tapi kalau dia diungkap nanti pas IQ 150+ di depan ribuan orang di Olimpiade kota, efeknya bakal "GILA MERINDING".
Aku lagi nabung rasa sakit hatinya biar nanti pas payback rasanya 10x lebih puas. Sabar sedikit lagi ya kak, panggung kota sudah dekat. Topengnya akan retak di sana🤣🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!