NovelToon NovelToon
Jalan Dao Pendekar Mata Duitan

Jalan Dao Pendekar Mata Duitan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: momon Joy

Di Benua Tianyu, kekuatan adalah segalanya.

Para kultivator menghabiskan seluruh hidup mereka untuk bermeditasi, berburu harta surgawi, dan mengejar puncak Dao.

Keluarga-keluarga besar berlomba melahirkan jenius.
Sekte-sekte kuat mencari murid berbakat.

Namun di tengah dunia yang memuja kekuatan itu, lahirlah seorang anak yang cukup aneh.

Namanya Feng Bai hu
Anak bungsu dari empat bersaudara keluarga Fang, keluarga kalangan menengah ,
Ketiga kakaknya dikenal sebagai jenius yang rajin berkultivasi dan menjadi kebanggaan keluarga.

Sedangkan Feng Bai hu terkenal karena satu hal:

Malas.
Ia sering kabur dari sesi latihan.
Tidur saat kelas kultivasi.
Menghilang ketika guru mengajarkan teknik baru.
Bahkan pelayan keluarga lebih sering melihatnya di pasar daripada di ruang latihan.

Namun yang membuat semua orang kesal adalah kenyataan bahwa meskipun malas, kultivasinya selalu mampu menyamai bahkan melampaui para jenius seusianya.
ayo ,, ikuti keseuan ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momon Joy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Pedagang Salah Lawan

Suasana Aula Alkimia yang semula tenang berubah sedikit gaduh.

Beberapa murid terlihat mondar-mandir membawa kotak-kotak kayu berisi tanaman spiritual. Di sudut aula, dua orang pelayan sibuk membuka peti pengiriman yang baru saja tiba dari Pasar Timur.

Aroma tanah dan akar obat memenuhi ruangan.

Tetua Guo Rong berdiri di depan salah satu peti dengan wajah yang kurang sedap dipandang.

Di sampingnya berdiri Liang Chen serta beberapa murid senior lainnya.

Sementara itu, Feng Bai Hu masih sibuk menyimpan tiga botol kecil cairan obat hasil latihannya ke dalam kantong penyimpanan.

Walaupun kualitasnya rendah, baginya itu tetap hasil kerja keras.

Kalau nanti bisa dijual...

Lumayan juga.

"Tuan Muda Bai Hu."

Liang Chen memanggil dari kejauhan.

Bai Hu segera menghampiri.

"Ada apa, Kakak Liang?"

Tetua Guo menunjuk peti kayu yang terbuka.

"Coba lihat."

Bai Hu mengangguk.

Ia berjongkok di depan peti.

Di dalamnya tersusun rapi ratusan batang Akar Darah Kecil.

Warnanya merah tua.

Ukurannya hampir seragam.

Sekilas tidak ada yang aneh.

Namun Bai Hu tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.

Ia mengambil satu batang.

Mengamatinya.

Memutar batang itu perlahan di antara kedua jarinya.

Kemudian mendekatkannya ke hidung.

Aroma khas tanaman langsung memenuhi penciumannya.

Beberapa saat kemudian...

Ia mengambil batang kedua.

Lalu batang ketiga.

Ekspresinya perlahan berubah serius.

Tidak jauh dari sana, seorang pria bertubuh kurus dengan pakaian pedagang berdiri sambil melipat tangan di dada.

Wajahnya tampak percaya diri.

Pria itu bernama Zhao Ming.

Salah satu pemasok tanaman spiritual terbesar di Kota Qinghe.

Melihat seorang anak kecil ikut memeriksa barang dagangannya, sudut bibirnya langsung terangkat.

"Tetua Guo, apa Aula Alkimia sudah kekurangan orang? ,Sampai-sampai menyuruh bocah tujuh tahun memeriksa barang?"

Beberapa murid langsung mengerutkan kening.

Namun Tetua Guo tetap tenang.

"Dia hanya melihat-lihat."

Zhao Ming tertawa kecil.

"Terserah ,bagaimanapun juga, barangku berkualitas baik, tidak mungkin ada masalah."

Bai Hu seolah tidak mendengar ejekan itu.

Ia masih memperhatikan akar yang berada di tangannya.

Sesekali ia menggores permukaan akar menggunakan kuku.

Kemudian mematahkan ujungnya.

Liang Chen memperhatikan setiap gerakan Bai Hu.

Ia menyadari...

Cara bocah itu memeriksa barang mirip para pedagang tua di pasar.

Tidak lama kemudian...

Bai Hu meletakkan akar tersebut kembali ke dalam peti.

"Lima belas persen."

Suasana langsung hening.

Tetua Guo mengangkat alis.

"Lima belas persen apa?"

Bai Hu menunjuk isi peti.

"Sekitar lima belas persen akar di sini kualitasnya di bawah standar."

Zhao Ming langsung tertawa keras.

"Hahahaha,Omong kosong, kau bahkan belum belajar alkimia sebulan, berani menilai barangku?"

Bai Hu menatap pedagang itu dengan tenang.

"Aku tidak menilai Paman, aku hanya menilai barangnya."

Kalimat itu membuat tawa Zhao Ming perlahan berhenti.

"Kalau begitu katakan,di mana letak masalahnya?"

Bai Hu mengambil satu batang lagi.

Lalu menunjukkannya kepada semua orang.

"Lihat bagian kulit luarnya."

Liang Chen mendekat.

"Apa yang salah?"

"Warna merahnya terlalu gelap,Itu bukan karena kualitas bagus, melainkan karena dikeringkan menggunakan api sebelum waktunya" ucap Bai Hu mejelaskan

Zhao Ming mendengus.

"Itu hanya dugaanmu."

Bai Hu tidak membantah.

Ia mematahkan batang itu menjadi dua.

Bagian dalam akar tampak merah pucat.

Namun di bagian tengahnya terdapat lingkaran tipis berwarna kecokelatan.

"Kalau dipanen pada umur yang tepat, bagian tengahnya akan berwarna merah ,Kalau berubah cokelat, artinya akar belum matang sempurna saat dipanen."

Liang Chen mengambil beberapa batang lain.

Setelah diperiksa, Benar.

Sebagian memiliki lingkaran cokelat.

Tetapi sebagian lagi tidak.

Bai Hu melanjutkan.

"Selain itu..."

Ia mengambil akar lain.

"Lihat seratnya ,seratnya rapuh, kalau digunakan membuat Pil Penguat Tulang, khasiat darahnya akan berkurang."

Tetua Guo mulai mengangguk pelan.

ia mengambil akar tersebut.

Kemudian menggunakan energi spiritualnya untuk memeriksa kandungan obat di dalamnya.

Beberapa detik kemudian...

Ekspresinya berubah.

Benar.

Khasiatnya memang lebih rendah.

Liang Chen membelalak.

"Guru..."

Tetua Guo mengangguk pelan.

"Anak ini benar."

Wajah Zhao Ming mulai berubah.

Namun ia masih mencoba bertahan.

"Itu hanya beberapa batang, tidak memengaruhi keseluruhan."

Bai Hu menggeleng.

"Tidak, Paman sengaja mencampurnya, Akar kualitas bagus berada di bagian atas, Kualitas sedang di tengah, sedangkan yang paling buruk..."

Ia menunjuk dasar peti.

" itu disembunyikan di bawah."

Ruangan kembali sunyi.

Liang Chen dan dua murid lain segera mengangkat seluruh isi peti.

Benar saja, semakin ke bawah.

Semakin banyak akar dengan kualitas rendah.

Ekspresi Zhao Ming langsung membeku.

Keringat mulai muncul di dahinya.

Tetua Guo menatapnya tajam.

"Apa ada penjelasan?"

Pedagang itu menggertakkan gigi.

"A-Aku..,,itu ,, Itu..."

Belum sempat ia menyusun alasan.

Bai Hu kembali berbicara.

"Kalau aku tidak salah, paman membeli akar kualitas rendah dengan harga murah, lalu mencampurnya, setelah itu menjual seluruh peti menggunakan harga kualitas tinggi."

Wajah Zhao Ming langsung pucat.

Semua yang dikatakan bocah itu benar.

Ia memang melakukan cara tersebut untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.

Selama ini tidak pernah ada yang menyadarinya.

Karena perbedaan kualitasnya sangat kecil.

Namun hari ini...

Semuanya terbongkar.

Tetua Guo menarik napas panjang.

"Liang Chen, pisahkan seluruh akar yang kualitasnya rendah , hitung selisih harganya."

"Ya, Guru."

Liang Chen segera bergerak.

Tidak sampai setengah jam.

Perhitungan selesai.

"Murid melapor, total kerugian Aula Alkimia jika tetap membeli dengan harga semula, dua puluh delapan batu roh tingkat rendah."

Ruangan langsung sunyi.

Dua puluh delapan batu roh.

Jumlah itu cukup besar bahkan bagi Aula Alkimia.

Tetua Guo memandang Zhao Ming.

"Masih ingin mengatakan barangmu sesuai kualitas?"

Pedagang itu menggigit bibirnya.

Beberapa saat kemudian...

Ia menghela napas panjang.

"...Aku salah, aku akan mengganti seluruh bagian yang kualitasnya rendah, dan menurunkan harga sesuai kualitas sebenarnya."

Tetua Guo mengangguk.

"Itu keputusan yang benar."

Setelah urusan selesai.

Para murid mulai membawa kembali peti-peti tanaman ke dalam gudang.

Suasana perlahan kembali tenang.

Tetua Guo menoleh kepada Bai Hu.

"Kali ini kau membantu Aula Alkimia menghemat dua puluh delapan batu roh."

Bai Hu mengangguk pelan.

"Lumayan."

Tetua Guo tersenyum tipis.

"Lumayan?Itu jumlah yang besar."

Bai Hu berpikir sejenak.

Kemudian tersenyum lebar.

"Kalau begitu,,, Tetua..."

Tatapan Tetua Guo langsung berubah waspada.

"...karena aku membantu menghemat dua puluh delapan batu roh, apa aku akan mendapat hadiah?"

"..."

"..."

"..."

Seluruh Aula Alkimia langsung hening.

Liang Chen menutup wajahnya dengan kedua tangan.

Ia sudah menduga.

Benar-benar sudah menduga.

Tetua Guo menatap Bai Hu cukup lama.

Lalu mendesah panjang sambil menatap langit-langit aula.

"Aku seharusnya sudah tahu., bocah sepertimu ,tidak mungkin bekerja tanpa mengharapkan Imbalan."

Bai Hu tersenyum tanpa sedikit pun merasa malu.

"Kalau Tetua untung, harusnya aku juga ikut untung."

Beberapa murid yang mendengar perkataan itu spontan tertawa.

Bahkan Tetua Guo akhirnya ikut tertawa kecil.

Anak ini benar-benar membuat orang tidak bisa marah terlalu lama.

Namun jauh di lubuk hatinya, Tetua Guo mulai menyadari.

Feng Bai Hu bukan hanya memiliki bakat menghafal atau mencium kualitas tanaman.

Ia memiliki naluri yang sangat tajam dalam melihat nilai.

Tawa para murid perlahan mereda.

Tetua Guo Rong memandang Bai Hu dengan ekspresi antara kesal dan tidak berdaya.

Selama puluhan tahun mengajar alkimia, ia telah bertemu berbagai macam murid.

Ada yang tamak akan ketenaran.

Ada yang mengejar kekuatan.

Ada pula yang haus pujian.

Namun, bocah di depannya ini berbeda.

Ia tidak peduli dipuji.

Tidak peduli dianggap jenius.

Selama tidak menghasilkan keuntungan...

Semua itu tidak menarik baginya.

Tetua Guo mengusap janggutnya perlahan.

"Baik, bukankah kau suka hadiah?"

Mata Bai Hu langsung berbinar.

"Berapa batu roh?"

Tetua Guo mendengus.

"Kau memang hanya memikirkan batu roh."

Beliau mengeluarkan sebuah kantong kecil dari lengan bajunya.

Kemudian melemparkannya kepada Bai Hu.

Pluk.

Bai Hu menangkap kantong itu dengan kedua tangan.

Begitu membukanya...

Matanya langsung membesar.

"Lima batu roh!"

Wajahnya seketika dipenuhi senyum.

"Tetua memang orang baik ,tidak sia-sia aku membantu Aula Alkimia."

Beberapa murid langsung tertawa.

Liang Chen hanya menggeleng sambil tersenyum tipis.

Tetua Guo sengaja memberi lima batu roh.

Bukan karena jumlah itu besar.

Melainkan untuk mengajarkan satu hal.

"Ketahuilah, kau mendapat hadiah bukan karena menemukan kesalahan pedagang, tetapi karena kau berhasil menghindarkan Aula Alkimia dari kerugian."

Bai Hu mengangguk.

"Aku mengerti."

Tetua Guo sedikit terkejut.

Semudah itu?

Namun jawaban Bai Hu berikutnya membuat sudut mata beliau berkedut.

"Kalau begitu, mulai sekarang aku akan lebih rajin membantu Aula Alkimia."

Tetua Guo mengangguk puas.

"Lalu..."

"...kalau kerugian yang kuselamatkan lebih besar ,hadiahnya juga lebih besar, kan?"

"..."

Tetua Guo langsung memijat pelipisnya.

Liang Chen tertawa terbahak-bahak.

Menghadapi Bai Hu memang tidak boleh lengah.

Semua pembicaraan pada akhirnya akan kembali ke uang.

Sementara itu...

Di sisi lain aula.

Zhao Ming masih berdiri dengan wajah pucat.

Ia sudah meminta maaf.

Harga juga telah diturunkan.

Namun rasa malu masih memenuhi dadanya.

Seorang pedagang tua dikalahkan oleh bocah tujuh tahun.

Kalau kabar ini menyebar...

Reputasinya akan turun.

Ia menggertakkan gigi.

Kemudian berjalan menghampiri Bai Hu.

"Tuan Muda."

Bai Hu menoleh.

"Ada apa, Paman?"

"Bagaimana kau bisa mengetahui semuanya?" Ucap Zhao ming

Bai Hu tersenyum.

"Aku hanya melihat, mencium, lalu menghitung."

Zhao Ming mengernyit.

"Hanya itu? Tidak ada rahasia lain?"

Bai Hu menggeleng.

"Tidak."

Pedagang tua itu menghela napas panjang.

"Kalau begitu, aku kalah dengan ketelitianmu."

Bai Hu menggaruk kepalanya.

"Sebenarnya Paman tidak kalah."

"Hm?" Zhao Ming mengernyit

"Paman hanya terlalu percaya bahwa tidak ada orang yang akan memeriksa barang sedetail itu."

Kalimat itu membuat Zhao Ming membeku.

Selama ini memang begitu.

Tidak ada pembeli yang mematahkan puluhan akar satu per satu.

Tidak ada yang mencium setiap batang.

Tidak ada yang membandingkan seluruh isi peti.

Karena itulah ia berani mencampurnya.

Hari ini...

Kesalahan kecil itu justru menjadi bumerang.

Zhao Ming menangkupkan kedua tangannya.

"Aku belajar sesuatu hari ini,, Boleh aku bertanya satu hal lagi?"

"Tentu." jawab Bai Hu

"Kau, mau tidak bekerja untukku?"

Ruangan langsung sunyi.

Semua murid menoleh bersamaan.

Liang Chen bahkan mengira dirinya salah dengar.

Seorang pedagang besar...

Mengajak anak tujuh tahun bekerja?

Bai Hu juga terlihat terkejut.

"Bekerja?"

"Kau cukup memeriksa seluruh barang daganganku , Aku akan memberimu..."

Zhao Ming berpikir sejenak.

"...sepuluh batu roh setiap bulan."

Mata Bai Hu membelalak.

Sepuluh batu roh.

Jumlah itu bahkan lebih besar daripada uang bulanannya.

Namun...

Sebelum Bai Hu sempat membuka mulut.

Suara Tetua Guo terdengar.

"Tidak."

Semua orang menoleh.

Tetua Guo berjalan mendekat dengan wajah datar.

"Selama Bai Hu masih belajar di Aula Alkimia, waktunya adalah milik Aula Alkimia."

Zhao Ming langsung membungkuk hormat.

"Tetua Guo, aku hanya..."

Tetua Guo mengangkat tangan.

"Aku mengerti, tetapi tetap tidak."

Suasana kembali hening.

Bai Hu memandang Tetua Guo.

Sedikit kecewa.

Sepuluh batu roh...

Baru saja melayang.

Tetua Guo melihat ekspresi itu hampir tertawa.

"Bai Hu, Ikut aku."

Beberapa saat kemudian.

Keduanya telah berada di ruang kerja Tetua Guo.

Ruangan itu jauh lebih tenang.

Tetua Guo menuangkan dua cangkir teh.

Kemudian berkata pelan.

"Kau kecewa?"

Bai Hu mengangguk jujur.

"Sedikit."

"Karena kehilangan sepuluh batu roh?" imbuh Tetua Guo

" Ya "Bai Hu menangguk

Tetua Guo tersenyum tipis.

"Lalu menurutmu, kalau kau bekerja padanya, berapa lama kau akan bertahan?"

Bai Hu berpikir.

"Mungkin beberapa tahun."

Tetua Guo mengangguk.

"Itu benar,lalu setelah itu?"

Bai Hu terdiam.

Tetua Guo melanjutkan.

"jika kau benar-benar menjadi alkemis, kau tidak perlu bekerja untuk pedagang, Pedaganglah yang akan datang mencarimu."

Bai Hu perlahan mengangkat kepala.

"Ilmu , adalah modal yang paling menguntungkan, kalau kau menjual waktumu sekarang, kau hanya mendapat sepuluh batu roh, tetapi jika kau berinvestasi pada kemampuanmu, keuntunganmu di masa depan bisa seratus kali lipat."

Ruangan menjadi sunyi.

Bai Hu memandangi lima batu roh di tangannya.

Lalu memandang Tetua Guo.

Beberapa saat kemudian...

Ia tersenyum.

"Tetua, Aku mengerti sekarang."

Tetua Guo mengangguk puas.

ia mengira Bai Hu akhirnya memahami makna investasi jangka panjang.

Namun kalimat Bai Hu berikutnya membuat beliau kembali membeku.

"Kalau begitu, aku harus belajar lebih cepat, supaya lebih cepat menghasilkan lebih banyak batu roh."

"..."

Tetua Guo menutup wajahnya dengan telapak tangan.

ia menyerah, anak ini benar-benar tidak bisa dipisahkan dari uang

Bersambung..

1
REY ASMODEUS
atau jadi tetua agung? 🤣🤣🤣🤣
omes
kocak novel yang sangat mengocakan 🤣🤣🤣
makasih sudah buat novel fantasi timur komedi gw harap lanjut
Gege
coba MC belajar alkemis kan bisa tuh Thor.. jadi kuat jadi hebat bisa kayah rayah dan engga mati muda...🤣
Joy: bisa juga itu,, terimakasi untuk masukanya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!