NovelToon NovelToon
Gagal Jadi Istri Gus, Dinikahi Kakaknya

Gagal Jadi Istri Gus, Dinikahi Kakaknya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Mur Diyanti

Rela menunggu kepulangan seorang lelaki selama 5 tahun. Alisa harus dihadapkan dengan kenyataan pahit bahwa gadis yang akan Gus Hafidz nikahi, bukanlah dirinya.

Sebagai salam perpisahan terakhir, Alisa rela menjadi bridesmaid pengantin wanita sebelum ia memilih untuk pergi dari pesantren.

Namun ternyata, kakaknya, Zefano. Pria yang baru pulang dari luar negeri itu jatuh cinta pada Alisa pada pandangan pertama. Dan berusaha menjerat Alisa agar menjadi miliknya. Hingga melakukan hal diluar nalar demi menjadikan Alisa istri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mur Diyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Datang ke pernikahan mantan

Di tempat lain. Acara megah sudah digelar. Ijab qobul pun sudah dilaksanakan. Kini, mempelai pria dan wanita duduk bersandingan di altar pelaminan megah dengan diiringi lantunan qasidah klasik memenuhi ruangan.

Seluruh orang menyanjung mempelai pria dan wanita. pasangan Sholih dan Sholihah yang diagung-agungkan akan menjadi penerus pesantren besar dari keluarga Kiai Hakim.

Semua orang menyambut indah pernikahan ini, begitu juga dengan Anisa. Sang mempelai wanita. Hatinya dipenuhi bunga-bunga bermekaran. Namun berbeda dengan Hafidz. Dia—tidak benar-benar bahagia.

Bahkan saat ijab qobul tadi ia nyaris meleset menyebutkan nama Anis dengan Alis. Untung saja ia cepat sadar. Jika tidak, pernikahan ini akan batal.

Ia tatap kedua tangannya yang mengepal di atas pangkuan, air matanya luruh kecil, sudah 3 hari Alisa pergi dari pesantren tanpa kabar, dan itu benar-benar mengusik hatinya.

"Apa, Alisa baik-baik saja?" batinnya khawatir.

Rasa sakit, penyesalan dan juga putus asa berkecamuk dalam hatinya. keringat dingin mengucur padahal di dalam ballroom itu begitu sejuk.

Menyadari suaminya yang murung sedari tadi, Anisa segera menoleh, "Apa ada yang membuat hatimu gundah, Mas?" bisik Anisa dengan penuh lemah lembut.

Hafidz tatap nanar wanita yang baru beberapa jam ini resmi menjadi istrinya.

Ia paksakan senyumnya, menggeleng lemah, "Aku gapapa kok, Nisa." lirihnya, jelas gemetar.

Wajah Anisa langsung muram. Bahkan dihari pertama mereka menikah, suaminya jelas sekali berbohong. Namun ia tidak mau terlalu memikirkan. Memilih kembali fokus ke depan sembari menatap para tamu yang bersorak ria mengikuti alunan musik.

Disela itu, sesuatu yang mengejutkan datang. Zefano, kakak dari mempelai pria, tampak memasuki ballroom pernikahan adiknya dengan menggandeng seorang wanita yang begitu cantik nan ayu.

Tubuh Hafidz langsung gemetar, air matanya menitik kecil, buru-buru ia hapus, "A-Alisa...." rintihnya.

Kiai Hafidz yang melihat putra sulungnya datang sontak berdiri, melotot ke arah putra tak di anggap itu.

"Ngapain dia datang ke pernikahan ini?!" geramnya lirih.

Sementara Zefano, tetap berdiri dengan angkuh, menatap remeh sang adik dan Abah yang menatapnya penuh kekhawatiran. Sementara Alisa, ia seperti mengorek luka lama. Tak berani menatap ke arah Hafidz.

"Tenanglah, Alisa. Kau akan aman bersamaku."

Bisikan lembut suaminya menjadi penghangat tersendiri dalam hati Alisa. Ia tak perlu merasa khawatir selama Zefano di sampingnya.

"Buat apa kamu kesini, Zefano?!" geram sang kiai, berbisik untuk menghindari keributan.

Zefano tersenyum miring, "Kenapa? Memangnya salah aku mendatangi pernikahan adikku sendiri?"

Dengan santai ia duduk di sofa depan sang Abah. Alisa awalnya ragu-ragu, masih berdiri merunduk di samping Zefano.

Pria itu lekas menatap ke arah istrinya, lalu menarik pinggang Alisa hingga jatuh ke atas pangkuannya.

Hafidz di atas sana bak dibakar api amarah. Sikap kakaknya terlalu blak-blakan dan berlebihan. Tanpa sadar ia berdiri, membuat Anisa yang berada di sampingnya itu semakin cemas dan tanda tanya.

"Kakak—! Beraninya kau memperlakukan Alisa seperti itu?!" geramnya, mampu di dengar oleh Anisa.

Tubuh Anisa langsung syok. Ia tak mengira suaminya akan memperdulikan wanita lain di tengah pernikahan mereka. Namun ia tetap berbesar hati, menarik tangan suaminya itu pelan.

"Mas, duduklah. Semua orang melihat ke arah kita." bisik Anisa, menenangkan Hafidz.

Akhirnya Hafidz menurut, duduk kembali di tempat semula. Namun tatapannya tak lekang dari mantan kekasihnya itu, Alisa.

"Kenapa kau tidak mau menatap ke arahku, Alisa? Apa kau sudah tidak rindu lagi denganku?" batin Hafidz, semakin sesak.

Sementara Alisa berusaha untuk bangkit dari pangkuan suaminya. Namun Zefano menahan pinggangnya, tatapan sinisnya tertuju pada sang Abah. membuat Alisa semakin tidak nyaman dengan suasana mencekik ini.

"Apa maksudnya ini, Zefano?" tanya Kiai Hakim dengan suara rendah, yang jelas penuh tekanan.

Zefano tersenyum miring, "Kenapa? Memangnya ada yang salah?"

"Kau memangku seorang wanita seperti itu?! Di depan umum?! Dimana letak sopan santun mu hah?!" suara Kiai Hakim semakin meninggi, membuat beberapa tamu undangan menoleh ke arahnya.

Zefano menyeringai, "Tenangkan diriku, Bah. Suaramu membuat semua orang takut."

"Kau yang membuat Abah seperti ini! Sudah benar kau bawa saja wanita itu pergi! Kenapa kau bawa dia kesini! Pasangan haram yang menjijikan!"

DEG!

Lagi-lagi jantung Alisa bak dihantam ribuan sembilu. Ia tidak mengira, Kiai Hakim akan melontarkan kata sekeji itu pada putranya sendiri.

Zefano lirik cepat ke arah Alisa yang merunduk di sampingnya saat merasakan Alisa semakin kuat meremat jam miliknya. Membuatnya langsung mendelik ke arah sang Abah.

"Sekali Abah berbicara kotor tentang Alisa. Saya tidak segan-segan menghancurkan pernikahan ini!"

Kiai Hakim sontak melotot, "Berani kau?!"

"Berani. Kenapa tidak?! Sedari awal memang aku tidak pernah diperlukan di keluarga ini bukan? Dari aku kecil—hingga sebesar sekarang, kau justru mencintai putra bungsumu yang plin-plan dan tidak tau tanggung jawab itu!"

"Hafidz jauh lebih baik darimu! Dia tau aturan! Dia selalu melaksanakan perintah agama! Tidak seperti dirimu!"

Zefano tak sanggup menahan tawanya. Menertawakan anggapan polos abahnya itu yang tidak tau kelakuan putra keduanya seperti apa.

"Abah benar-benar tidak tau sifat putra Abah sendiri." desis Zefano.

Kiai Hakim sontak mendongak, melotot ke arah sang putra, "Maksud kamu apa, Zefano?!"

Zefano terkekeh, "Maksud aku? Simpel. Kau—tidak tau sifat asli putra bungsumu sama sekali!" tekan Zefano. Lekas bangkit. Tak membiarkan abahnya itu bertanya lagi dan lagi.

"Zefano! Abah belum siap berbicara!" tegas Kiai, namun tak di dengarkan oleh putranya.

Zefano lekas membawa Alisa menuju altar pelaminan. Semua tatapan tertuju pada mereka. Pasangan sempurna yang begitu memanjakan mata pada pandangan pertama.

"Apa mereka suami istri?"

"Aku belum pernah melihatnya. Tadi seperti berseteru dengan kiai, apa—dia keluarga kiai?"

"Iyakah? Bukankah, putra Kiai Hakim cuma Gus Hafidz?"

"Entahlah, tapi mereka sangat sempurna! Aku seperti melihat pangeran dan putri di negeri dongeng tau!"

Zefano menyeringai menatap Hafidz yang keringat dingin di atas sana. Ia naiki undakan demi undakan altar pelaminan bersama Alisa di gandengannya.

"Jangan gugup, Alisa. Ucapkan seperti apa yang aku ajarkan padamu." bisik Zefano dengan tegas.

Alisa dengar, namun ia masih gugup, dan juga—takut. Meski begitu, ia tetap mencoba untuk menatap Hafidz.

Jantungnya bak dihantam palu godam saat melihat Hafidz, benar-benar bersanding di pelaminan dengan Ning Anisa, meski begitu. Rasa sesak itu entah kenapa tidak terlalu menyakitkan. Punggung suaminya, Zefano, mampu meluluhkan hatinya yang bimbang, mengeratkan pegangan tangannya di lengan suaminya.

"Alisa! Apa yang kamu lakukan?! Bukankah kamu tidak mau disentuh pria sembarangan?!"

Ucapan Hafidz langsung mengejutkan Alisa. Belum juga ia sampai di depan mereka. Hafidz sudah menanyainya dengan pertanyaan tak berdasar.

"Tak aku sangka, kau menjadi wanita yang mau disentuh seperti ini, Alisa. Aku benar-benar meremehkanmu!"

1
falea sezi
pergi aja Alisa biar klo dia inget mampus uda telat🤣 laki. goblok gini males bgt bkin Alisa pergi thor biar gk kayak ikan terbang
Dynhz: hhhi siap, aku juga klo jadi Alisa pergi sih😭
total 1 replies
Winny
👍
AsLan 🦁
diawal-awal udah bagus makin kesini makin pret kaya sinetron ikan terbang, basiiii
Dynhz: maaf yah kalo cerita saya kaya ikan terbang😁🙏🏻makasih sudah mampir😁🙏🏻
total 1 replies
AsLan 🦁
preeeetttlaaaghh
falea sezi
yaa kemana si zafano😕 msak hanyut nanti amnesia lagi😕
falea sezi
lanjut donk
Dynhz: uwokeee😍👍
total 1 replies
falea sezi
jahat bgt si hafiz makan aja itu ning nong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!