NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN SANDERA: MEMPELAI PENGGANTI SANG MILIARDER

PERNIKAHAN SANDERA: MEMPELAI PENGGANTI SANG MILIARDER

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Balas Dendam
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Satisuci Ituaku

Naya terpaksa menggantikan kakak tirinya yang kabur beberapa jam sebelum pernikahan dengan Adrian, seorang CEO dingin yang lumpuh akibat kecelakaan misterius.

Bagi Adrian, Naya hanyalah pengganti yang harus menanggung dosa keluarganya. Di rumah mewah yang terasa seperti penjara, Naya dipaksa menjalani kehidupan penuh penghinaan dan penderitaan.

Namun Adrian tidak mengetahui satu kebenaran besar.

Wanita yang selama ini ia benci adalah orang yang pernah mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan dirinya dari maut tiga tahun lalu.

Saat perlahan rahasia itu mulai terungkap dan hati Adrian mulai luluh, Naya justru memilih pergi.

Kini Adrian harus menghadapi satu pertanyaan yang terus menghantuinya:

Masih adakah kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahannya sebelum wanita yang dicintainya menghilang untuk selamanya? ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Satisuci Ituaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Rahasia di Balik Liontin Perak

Mata Naya terpaku pada liontin berbentuk daun semanggi yang tergeletak di bawah meja kerja Adrian.

Napasnya seketika tertahan.

Liontin itu...

Liontin itu adalah miliknya.

Jemari Naya bergetar hebat. Selama beberapa detik, ia bahkan lupa bagaimana cara bernapas dengan benar.

Ingatan yang selama ini terkubur jauh di sudut pikirannya perlahan kembali muncul.

Tiga tahun lalu.

Malam yang dipenuhi hujan deras dan petir menggelegar.

Saat itu Naya sedang pulang dari tempat kerjanya ketika sebuah mobil mewah melaju tak terkendali di tikungan jalan pegunungan.

Ban mobil tersebut tergelincir.

Kemudian menghantam pembatas jalan.

Mobil itu terjun ke lereng curam.

Naya yang melihat kejadian tersebut langsung berlari menuruni lereng tanpa memedulikan bahaya.

Hujan deras membuat tanah menjadi licin.

Beberapa kali ia hampir terjatuh.

Namun langkahnya tidak berhenti.

Saat berhasil mendekati mobil yang ringsek, ia melihat seorang pria terjebak di balik kemudi.

Darah mengalir dari pelipis pria itu.

Percikan api mulai muncul dari bagian mesin.

Mobil itu bisa meledak kapan saja.

Dengan seluruh tenaga yang dimilikinya, Naya membuka pintu yang penyok lalu menarik tubuh pria tersebut keluar.

Tubuh pria itu jauh lebih besar darinya.

Namun entah dari mana kekuatan itu datang.

Naya berhasil menyeret pria tersebut menjauh beberapa meter.

Detik berikutnya.

BOOM!

Ledakan besar mengguncang malam.

Mobil itu terbakar hebat.

Naya masih mengingat suara ledakan tersebut hingga hari ini.

Namun setelah memastikan pria itu selamat, kesadarannya perlahan menghilang.

Saat terbangun di rumah sakit keesokan harinya, liontin pemberian almarhum ayahnya sudah tidak ada.

Naya mengira benda itu hilang selamanya.

Ternyata selama ini liontin tersebut berada di tangan Adrian.

Jantung Naya berdetak semakin cepat.

Jangan-jangan...

Pria yang diselamatkannya malam itu benar-benar Adrian?

"Naya!"

Suara dingin Adrian membuyarkan lamunannya.

Naya tersentak.

Ia segera menundukkan kepala.

"Maaf, Tuan."

Tatapan Adrian menyipit curiga.

"Apa yang kamu lihat?"

"Tidak ada."

"Kalau begitu keluar."

"Iya, Tuan."

Tanpa berani berkata lebih banyak, Naya segera meninggalkan ruangan tersebut.

Begitu pintu tertutup, ia bersandar lemah di dinding koridor.

Dadanya masih berdebar.

Takdir benar-benar mempermainkannya.

Pria yang pernah ia selamatkan justru menjadi orang yang paling membencinya saat ini.

---

Menjelang siang.

Suasana rumah mendadak berubah.

Sebuah mobil sport mewah berhenti di halaman depan.

Tak lama kemudian, seorang wanita berpenampilan glamor melangkah masuk dengan senyum percaya diri.

Ketrin.

Mantan kekasih Adrian.

Wanita yang selama ini diyakini sebagai penyelamat nyawa Adrian.

Tatapan Ketrin langsung menemukan sosok Naya yang sedang membersihkan ruang tamu.

Senyum sinis terukir di bibirnya.

"Jadi ini wanita pengganti itu?"

Naya memilih diam.

Ia tidak ingin mencari masalah.

Namun Ketrin justru semakin mendekat.

"Aku dengar kamu sekarang tinggal di sini."

Naya mengangguk sopan.

"Saya hanya menjalankan kewajiban saya."

Ketrin tertawa kecil.

"Kewajiban?"

Tatapan wanita itu penuh ejekan.

"Kamu hanyalah pengganti. Jangan pernah bermimpi menjadi Nyonya Amarta yang sesungguhnya."

Naya menggenggam kain pel di tangannya.

Tetapi ia tetap diam.

Saat itulah suara lift pribadi terdengar terbuka.

Adrian muncul.

Begitu melihat pria itu, ekspresi Ketrin langsung berubah manis.

"Adrian!"

Wanita itu bergegas menghampiri dan merangkul lengan Adrian.

Sementara Naya hanya berdiri diam.

Seolah dirinya tidak ada.

"Kamu datang?" tanya Adrian datar.

"Aku merindukanmu."

Ketrin tersenyum manja.

Lalu ia melirik Naya.

"Bisakah istrimu membuatkan kopi untukku?"

Adrian menatap Naya.

"Buatkan kopi."

"Iya, Tuan."

Naya segera menuju dapur.

Beberapa menit kemudian ia kembali membawa secangkir kopi hangat.

Dengan sopan, ia meletakkannya di hadapan Ketrin.

"Silakan."

Namun tiba-tiba—

Brak!

Cangkir itu terjatuh.

Kopi panas langsung menyiram punggung tangan Naya.

"Aah!"

Naya refleks menjerit.

Rasa panas yang menyengat membuat tubuhnya gemetar.

Kulit tangannya langsung memerah.

Air mata spontan menggenang di pelupuk mata.

"Astaga," ujar Ketrin pura-pura panik.

"Maaf, tanganku terpeleset."

Padahal jelas-jelas ia sengaja melakukannya.

Naya menggigit bibir bawahnya.

Menahan rasa sakit.

Perlahan ia mengangkat kepala.

Tatapannya tertuju pada Adrian.

Entah mengapa, sebagian kecil hatinya masih berharap.

Berharap pria itu setidaknya bertanya apakah dirinya baik-baik saja.

Namun harapan itu langsung hancur.

Tatapan Adrian tetap dingin.

Tidak ada sedikit pun rasa iba.

"Itu hukuman yang pantas."

Suara Adrian terdengar tajam.

Naya membeku.

"Hukuman untuk orang yang mengambil tempat milik orang lain."

Air mata yang selama ini ditahannya akhirnya jatuh.

Bukan karena rasa sakit di tangannya.

Melainkan karena rasa sakit di hatinya.

"Bersihkan semuanya."

"Iya, Tuan."

Naya berjongkok dan mulai membersihkan pecahan cangkir dengan tangan gemetar.

Sementara Adrian dan Ketrin tetap duduk seperti tidak terjadi apa-apa.

---

Malam harinya.

Naya duduk sendirian di kamar.

Punggung tangannya masih terasa perih.

Ia mengoleskan salep secara perlahan.

Saat itulah seorang pelayan mengetuk pintu.

"Nyonya Naya."

"Masuk."

Pelayan tersebut menyerahkan sebuah kotak obat.

"Tuan Adrian yang memerintahkan saya mengantarkan ini."

Naya terdiam.

"Adrian?"

Pelayan itu mengangguk lalu pergi.

Naya menatap kotak obat tersebut cukup lama.

Pria yang siang tadi melukainya...

Mengapa diam-diam mengirimkan obat?

Semakin lama, Adrian semakin sulit dipahami.

---

Sementara itu.

Di ruang kerja.

Adrian berdiri di depan jendela besar.

Tatapannya kosong menembus gelap malam.

Entah mengapa, bayangan wajah Naya yang menahan tangis terus muncul di pikirannya.

Hal itu membuatnya kesal.

Sangat kesal.

Tok.

Tok.

Tok.

"Masuk."

Bi Sumi melangkah masuk membawa sebuah amplop tua.

"Tuan, saya menemukan ini saat membersihkan gudang penyimpanan."

Adrian menerima amplop tersebut.

Lalu membukanya.

Beberapa foto lama jatuh ke atas meja.

Dan dalam sekejap...

Tubuh Adrian membeku.

Di salah satu foto rumah sakit itu terlihat seorang gadis berhijab sedang duduk di samping ranjangnya.

Wajah gadis itu tidak terlihat jelas.

Namun ada sesuatu yang menarik perhatian Adrian.

Sebuah liontin berbentuk daun semanggi.

Liontin yang sama persis dengan benda yang selama ini ia simpan.

Jantung Adrian berdetak keras.

Karena satu hal yang sangat jelas.

Wanita dalam foto itu...

Bukan Ketrin.

Tatapan Adrian berubah tajam.

Jika Ketrin bukan penyelamatnya...

Lalu siapa sebenarnya wanita yang telah mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan dirinya malam itu?

Dan mengapa liontin itu sekarang berhubungan dengan Naya?

Bersambung...

1
falea sezi
😒 telat lu bangke
Dinatha: saya follow ya🙏
total 4 replies
Satisuci Ituaku
mksih kk
Rani Saraswaty
knp cpt bgt tau sih??? 🤭
Satisuci Ituaku: mksih udah mampir kk
total 1 replies
Rani Saraswaty
kan kaya...mudah tuh cari yg bw lari uangnya...knp repot2...seluruh kluarga bs msk sel
Satisuci Ituaku
siap kk mksih udh mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!