NovelToon NovelToon
Mu Chen Pendatang Dari Dunia Lain

Mu Chen Pendatang Dari Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: premier MT

Di Kota Chang’an zaman modern, hiduplah seorang pemuda bernama Mu Chen. Ia berusia 22 tahun, bertubuh tegap dan gagah, tapi dikenal sebagai kutu buku yang haus akan pengetahuan sejarah dan filsafat Tiongkok kuno. Suatu sore di pasar loak, ia menemukan sebuah batu giok berwarna hijau pucat yang diukir pola Yin-Yang. Tanpa sadar, ia membawanya pulang. sebuah perjalanan yang merubah hidupnya dari jaman modern ke jaman kuno hidupnya para dewa Dewi dan iblis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon premier MT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Kitab Hidup dan Dantian Ganda

Sejak penemuan Gerbang Galaksi, Mu Chen mulai rutin berolahraga setiap pagi. Setiap kali ia bergerak dengan napas teratur, gerbang itu akan terbuka sedikit, membiarkan energi murni dari ruang bintang mengalir masuk ke dalam lautan Air Timah Surgawi miliknya.

Namun, yang tidak ia sadari — kitab kosong yang ia temukan di perpustakaan itu ternyata tidak biasa.

Sejak hari itu, kitab itu selalu terasa ringan saja meski tebal, dan seolah memiliki magnet yang membuatnya selalu ada di dekat Mu Chen. Kadang ia tergeletak di meja, kadang terselip di balik bantalnya, bahkan kadang terlihat "bergeser sendiri" ke dekatnya saat ia sedang membaca.

Mu Chen sempat merasa aneh, tapi ia hanya menganggapnya sebagai kebiasaan aneh kitab tua itu.

"Hah, kitab ini sepertinya suka menempel padaku. Tidak apa-apa, setidaknya ada teman yang diam dan tidak rewel," gumamnya santai.

 

Suatu sore, saat ia duduk bersila mencoba menenangkan pikiran, kitab itu yang tergeletak di pangkuannya tiba-tiba bersinar dengan cahaya perak samar.

Begitu cahayanya muncul, batu giok Yin-Yang di dadanya ikut bersinar, dan Gerbang Galaksi di dalam Dantiannya perlahan terbuka lebar lebih dari biasanya.

WUUUSSSHHH!!!

Energi murni yang luar biasa mengalir masuk deras, dan kitab kosong itu seolah "menghirup" energi itu juga. Tiba-tiba, seluruh tubuh Mu Chen terasa bergetar hebat — tapi bukan karena sakit, melainkan seperti logam yang ditempa berulang kali menjadi lebih kuat dan halus.

Di dalam kesadarannya, ia melihat pemandangan yang luar biasa:

Lautan Air Timah Surgawi yang tadinya satu kesatuan, perlahan terbelah menjadi dua bagian yang seimbang!

Satu bagian berwarna putih keemasan, memancarkan cahaya hangat yang menyejukkan — Air Surgawi.

Bagian lainnya berwarna hitam pekat dengan kilauan merah, terasa berat dan padat namun tidak berbahaya — Air Neraka.

Dan di tengah-tengahnya, kitab kosong itu menyatu sepenuhnya dengan Gerbang Galaksi, seolah menjadi kunci dan pengatur arusnya. Huruf-huruf kuno yang sebelumnya samar kini terukir jelas di permukaan gerbang itu.

 

Tiba-tiba, suara lembut namun jelas bergema di dalam benak Mu Chen — bukan suara orang, melainkan suara seperti gesekan halaman kertas tua yang berbicara:

"Aku adalah Kitab Jalan Bintang. Ribuan tahun menunggu pemilik Tulang Bintang Galaksi. Kini aku menyatu dengan gerbang dan tubuhmu."

Mu Chen terkejut seketika, matanya melotot lebar:

"Hah?! Kitab bisa bicara?! Kamu... kamu hidup?!"

"Aku bukan makhluk hidup seperti yang kau kenal. Aku adalah warisan yang menyimpan aturan alam semesta. Tubuhmu telah berevolusi. Tulangmu menyerap terlalu banyak energi seimbang, sehingga menciptakan Dantian Ganda — Dantian Surgawi untuk energi murni penyembuhan dan penguatan, serta Dantian Neraka untuk energi berat yang menghancurkan."

Mu Chen mencerna penjelasan itu sebentar, lalu wajahnya berubah dari terkejut menjadi senyum lebar — dan kemudian menjadi ekspresi yang mulai konyol seperti biasanya.

 

Tubuh yang Berubah, Otak yang Makin Tajam — Tapi Kelakuan Tetap Sama

Benar saja, sejak peristiwa itu, tubuh Mu Chen benar-benar berubah:

- Kulitnya menjadi halus dan kuat, bisa menahan tekanan berat tanpa luka

- Otaknya bekerja jauh lebih cepat dan tajam — ia bisa memahami prinsip-prinsip energi yang rumit dalam waktu singkat, bahkan memahami cara kerja kedua jenis energi barunya dengan mudah

- Ia bisa mengatur aliran Air Surgawi dan Air Neraka sesuka hati — meski seperti biasa, jumlahnya tetap padat dan berat, tidak bisa ditembakkan seperti energi orang lain

Namun meski kini ia menjadi jauh lebih pintar dan memahami banyak hal yang tidak dimengerti orang lain, cara berpikir dan tingkah lakunya tetap konyol seperti biasanya.

Suatu hari, saat ia sedang duduk sambil memutar kedua energi di dalam tubuhnya, ia bergumam sendiri dengan wajah serius seolah sedang menemukan teori hebat:

"Baiklah... Air Surgawi ini ringan dan menyejukkan, Air Neraka ini berat dan padat. Orang lain membuat jurus untuk menyerang jarak jauh. Tapi aku tidak bisa menembakkannya karena terlalu berat..."

Matanya tiba-tiba berbinar terang — tanda otaknya yang sedang bekerja menciptakan ide "brilian" menurut versinya sendiri:

"Kalau tidak bisa ditembakkan... kenapa tidak menempelkan saja ke benda atau tangan?! Seperti melapisi besi dengan baja! Hehe!"

 

Beberapa hari kemudian, di halaman latihan, para murid melihat Mu Chen sedang berlatih sendiri dengan wajah sangat serius.

Ia berdiri tegak, memusatkan sedikit Air Surgawi di telapak tangan kirinya — seketika telapak tangannya memancarkan cahaya putih samar.

"Ini Tangan Sejuk Menyegarkan — bisa mendinginkan makanan yang terlalu panas, atau menyembuhkan memar ringan! Hemat es batu dan obat!"

Kemudian ia memindahkan energi ke tangan kanannya, yang kini berkilauan hitam kemerahan:

"Dan ini Tangan Berat Penekan — lapisan energi padat, jadi kalau memegang benda licin tidak akan tergelincir, atau kalau memukul... ya, pasti sakit tapi tidak sampai membunuh! Aman dipakai!"

Para murid dan Tetua Chang yang lewat melihatnya dengan mulut ternganga:

"Itu... itu bukan jurus bertarung biasa! Itu lebih seperti trik praktis sehari-hari!"

"Tapi... prinsip kerjanya benar-benar mengikuti aturan energi! Dia memahaminya dengan benar, hanya tujuannya yang aneh!"

Mu Chen tidak peduli, ia malah semakin bersemangat. Ia terus bereksperimen:

- Ia membuat "Jubah Pelindung Ringan" — melapisi tubuh dengan lapisan tipis Air Surgawi agar tidak kepanasan saat berjalan di bawah matahari

- Ia membuat "Batu Pemberat Otomatis" — melapisi batu latihan dengan sedikit Air Neraka agar beratnya bertambah saat ia ingin berlatih kekuatan

- Ia bahkan mencoba membuat "Alat Pemanas Air" — memasukkan sedikit Air Neraka ke dalam ember kayu, sehingga airnya menjadi hangat pas untuk mandi

Setiap kali ia berhasil membuat sesuatu, ia akan menepuk dadanya dan tertawa puas:

"Lihat kan? Jurus tidak harus untuk berperang! Bisa dipakai untuk hidup nyaman juga! Ini namanya Jalan Kultivasi Gaya Hidup Praktis! Hehe!"

 

Di dalam benaknya, suara Kitab Jalan Bintang terkadang terdengar — kali ini terdengar seperti sedang menghela napas panjang, meski tidak punya mulut:

"Aku menyatu untuk membantumu menguasai kekuatan luar biasa... tapi kau malah menggunakannya untuk memanaskan air dan mendinginkan makanan..."

Mu Chen tertawa kecil dan menjawab dalam hati:

"Kenapa tidak? Kekuatan yang besar harus dipakai untuk hal yang bermanfaat. Kalau cuma dipakai berkelahi terus, nanti cepat tua dan lelah. Lagipula, kalau ada bahaya, lapisan energi ini tetap bisa melindungiku kan?"

Kitab itu terdiam sejenak, lalu hanya bisa mengeluarkan suara "berdengung pelan" yang seolah pasrah — tidak bisa berbuat apa-apa karena tuannya yang punya pemikiran unik sendiri.

 

Di sore hari, Mu Chen duduk di depan dapur sambil melapisi panci masakannya dengan sedikit Air Neraka agar panasnya merata. Ia tersenyum puas saat melihat nasi gorengnya matang sempurna.

Di dalam tubuhnya, dua lautan energi yang seimbang terus berputar tenang, Gerbang Galaksi tetap terbuka sedikit menyerap energi, dan kitab warisan kuno itu kini pasrah menemani pemiliknya yang makin pintar tapi tetap punya selera yang aneh.

"Siapa tahu suatu hari aku bisa membuat jurus yang lebih hebat. Tapi untuk sekarang, jurus praktis ini sudah cukup. Yang penting bisa makan enak, hidup aman, dan tidak merepotkan orang lain! Hehe!"

Dan begitu, pemuda dari dunia lain itu terus melangkah di jalannya sendiri — berbeda dari siapa pun, penuh kelucuan, dan menyimpan potensi yang bahkan ia sendiri belum sadari seberapa besarnya

1
premier MT
mantap
Riekcy Rachmat
lanjut trus🙏
Riekcy Rachmat
menarik sekali, semoga updatenya banyak nnti
Riekcy Rachmat
😄😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!