NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Cerai
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Pernikahan yang Ayra perjuangkan selama bertahun-tahun ternyata hanyalah kebohongan yang dibungkus cinta.
Dia begitu mencintai Arga, suaminya. Pria itu terlihat sempurna dimatanya—dewasa, perhatian, dan selalu mampu membuat Ayra merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia. Hingga suatu hari, semuanya hancur dalam sekejap.
Ayra menemukan fakta menyakitkan yang selama ini disembunyikan rapat-rapat oleh Arga. Suaminya ternyata memiliki wanita lain dibelakangnya. Bukan orang asing… melainkan sekretaris pribadinya sendiri.
Yang lebih menghancurkan, hubungan terlarang itu telah melahirkan seorang anak laki-laki.
Anak yang selama ini Ayra rawat sepenuh hati. Anak yang dia peluk setiap malam. Anak yang dia anggap sebagai pelipur lara karena rumah tangganya belum juga dikaruniai buah hati.
Namun nyatanya… putra kecil itu adalah darah daging suaminya bersama wanita simpanannya.
Hati Ayra runtuh seketika. Semua kasih sayang, pengorbanan, bahkan cintanya terasa dipermainkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14 ~ Tidak Pantas

Setelah mengatakan itu, Arga langsung membawa nampan sarapan dan kembali ke kamar.

Pintu dibukanya pelan. Ayra yang duduk bersandar dikasur langsung menoleh.

“Mas…”

Arga meletakkan nampan diatas meja kecil samping ranjang. “Aku bawakan sup hangat. Kamu harus makan dulu.”

“Aku bisa sendiri…”

“Kamu masih sakit,” potong Arga pelan sambil mengambil sendok. “Diam dulu dan makan.”

Ayra akhirnya menurut. Ruangan itu sunyi saat Arga menyuapi istrinya perlahan. Sesekali pria itu meniup sup sebelum memberikannya pada Ayra.

“Ra, aku mau kita lupakan pertengkaran semalam.” ucapnya tiba-tiba.

Ayra diam.

“Aku janji akan berubah lebih baik lagi.”

Namun Ayra tidak menjawab. Entah kenapa, sekarang dia tidak tahu apakah dirinya masih bisa percaya sepenuhnya atau tidak.

Setelah sarapan habis, Arga membantu Ayra kembali berbaring.

“Istirahat dulu.”

“Hem…” Ayra mengangguk.

Setelah menyingkirkan alat makannya, Arga masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Sementara Ayra masih terdiam menatap langit-langit kamarnya. Entah mengapa masih ada sesuatu yang mengganjal di hatinya meskipun Arga sudah bersikap begitu manis padanya.

Ayra merasa memang ada sesuatu yang disembunyikan oleh Arga.

Ting. Suara notifikasi ponsel tiba-tiba terdengar, membuat Ayra langsung menoleh.

Ponsel Arga tergeletak dimeja. Perlahan Ayra mengambilnya.

[“Aku tunggu di apartemen.”]— Shella.

Deg. Dada Ayra langsung bergemuruh hebat. Tangannya mulai gemetar.

Semua rasa curiga yang selama ini ia tahan kembali muncul memenuhi pikirannya. Tidak. Kali ini Ayra tubuh akan diam begitu saja, jika Shella mencoba untuk menghancurkan rumah tangganya bersama Arga.

“Aku harus bertemu Shella…” gumamnya pelan.

Tak lama kemudian Arga keluar dari kamar mandi, Ayra langsung meletakkan ponsel itu ketempatnya kembali agar Arga tidak curiga.

Setelah memakai pakaian formalnya. Pria itu mendekat lalu mengecup kening Ayra.

“Aku ke kantor dulu.”

“Iya…”

Tok.

Tok.

Tok.

Arga membuka pintu dan menemukan Lisa berdiri didepan kamar dengan wajah malas.

“Ada apa?” tanya Arga.

“Aku… mau minta maaf sama Mbak Ayra.” jawab Lisa. Namun terdengar begitu terpaksa.

Arga terdiam sejenak. Lalu menggeser tubuhnya, memberi akses untuk Lisa bisa masuk.

"Masuklah."

Lisa masuk dengan langkah enggan. Berdiri disamping ranjang Ayra.

“Aku minta maaf soal semalam.” ucapnya datar. Bahkan tak mau menatap mata Ayra sedikitpun.

Jika saja bukan karena takut jika Arga akan mengambil kartu kredit dan jatah uang bulanan untuk Lisa, gadis itu bahkan enggan untuk minta maaf.

Ayra mengangguk kecil. “Aku juga minta maaf sudah menamparmu.”

“Hm.” sahutnya cuek.

Arga menatap keduanya. Meskipun sadar jika Lisa terlihat begitu terpaksa, tapi dia cukup lega karena semuanya sekarang sudah baik-baik saja.

“Sudah cukup,” ucap Arga.

Pria itu mengambil tas kerjanya. “Aku berangkat dulu.”

“Aku ikut!" ujar Lisa cepat. "Aku ada kelas pagi hari ini. Boleh aku berangkat sama Kak Arga,”

Arga terdiam. Menatap lurus pada sang adik sebelum menjawab.

“Ayo.”

Begitu mereka pergi, Ayra langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Jonathan.

Seperti biasa, pria itu langsung mengangkat teleponnya tanpa menunggu lama.

“Jo, aku butuh bantuanmu.”

“Siap, Nyonya.”

“Kirim alamat Shella sekarang.”

Jonathan sempat terdiam beberapa detik sebelum akhirnya menjawab pelan.

“Akan saya kirim.”

Tak lama kemudian sebuah pesan dari Jonathan masuk. Ayra membukanya dan membaca alamat apartemen Shella. Tatapan Ayra langsung berubah dingin.

Tanpa membuang waktu lagi, wanita itu segera bangkit dari ranjang lalu bersiap.

•••

Beberapa saat kemudian, mobil Ayra berhenti tepat didepan sebuah apartemen mewah ditengah kota. Wanita itu turun perlahan sambil menatap gedung tinggi didepannya.

Dadanya terasa sesak.

Marah.

Kecewa.

Namun Ayra tidak membiarkan dirinya terlihat lemah. Dengan langkah cepat ia masuk kedalam lift lalu menekan tombol lantai tiga belas.

Ting. Pintu lift terbuka.

Ayra langsung berjalan menuju unit yang tertera di layar ponselnya. Tepat didepan pintu apartemen itu, langkahnya berhenti.

Tangannya mengepal pelan.

Ting-Tong

Ting-Tong

Ting-Tong

Bel pintu ditekan beberapa kali. Tak lama kemudian pintu terbuka perlahan.

Shella muncul dengan piyama tipis berwarna cream yang membalut tubuhnya. Rambut panjangnya tergerai indah kebelakang. Senyuman manis diwajahnya telah terpasang untuk menyambut kedatangan Arga.

"Mas Ar—" Sampai akhirnya matanya membelalak kaget melihat siapa yang berdiri didepannya.

“M-Mbak Ayra…”

Plak!

Tamparan keras langsung mendarat dipipi Shella sampai wajah wanita itu terlempar kesamping.

“Ini untuk kelancanganmu.”

Shella langsung memegang pipinya dengan napas memburu. Wajahnya pucat.

“Mbak… apa apaan sih!”

Plak!

Tamparan kedua kembali mendarat lebih keras.

“Ini untuk wanita tidak tahu malu.”

Air mata langsung menggenang dimata Shella. Namun Ayra belum selesai.

Plak!

Tamparan ketiga membuat tubuh Shella hampir kehilangan keseimbangan.

“Dan ini… untuk wanita yang mencoba menghancurkan rumah tangga orang lain.” suara Ayra bergetar penuh emosi.

Shella menatap Ayra dengan mata berkaca-kaca sambil memegangi pipinya yang memerah. Sementara Ayra berdiri tegak didepannya dengan dada naik turun menahan emosi.

“Apa masih kurang…” bisiknya dingin. “Untuk membuatmu sadar kalau harga dirimu begitu rendah dimataku, Shella?”

“Mbak! Aku bisa jelas—”

“Aku tidak mau dengar apa pun!” bentak Ayra tajam.

Shella langsung terdiam. Tubuhnya sedikit gemetar melihat emosi Ayra yang benar-benar meledak kali ini.

“Kebaikan suamiku selama ini.. Apa sudah membuatmu lupa diri sampai berani menggoda suami orang lain?!” lanjut Ayra begitu menggebu.

“Mbak, tidak seperti itu…” suara Shella mulai bergetar. “Itu bukan seperti yang Mbak pikirkan…”

“Hentikan!” bentak Ayra lagi. “Jangan pernah panggil aku dengan sebutan itu lagi. Ingat siapa kamu disini Shella! Wanita menjijikkan sepertimu tidak pantas bersaing denganku!"

Air mata Shella mulai jatuh. Namun Ayra sama sekali tidak peduli. Shella tampak ingin mengatakan sesuatu lagi. Tapi tiba-tiba tatapannya berubah panik melihat seseorang dibelakang Ayra.

Deg.

Ayra mengernyit pelan sebelum perlahan membalikkan tubuhnya.

Dan seketika napasnya tercekat. Arga berdiri disana dengan wajah gelap penuh amarah. Rahang pria itu mengeras kuat. Tatapannya langsung tertuju pada Ayra.

“Cukup, Ayra!” bentaknya dingin. Dada Ayra langsung berguncang hebat.

Sementara Shella buru-buru berdiri dibelakang Arga sambil menangis pelan seperti korban yang tersakiti.

“Mas…” lirih Shella dengan suara gemetar.

Namun Arga tidak menjawab. Tatapannya masih tertuju lurus pada Ayra.

“Apa yang kamu lakukan disini?” suaranya rendah, terdengar begitu mengerikan.

1
Anonim
BUNUH ARGA
You `ka
sekarang tinggal takut sendiri kan, Arga?? makannya jangan jadi orang bodoh!😡
sunaryati jarum
Laporkan Arga pada pihak yang berwajib atas tindakan kekerasan
Zhao_Xena: siap Mak/Good/
total 1 replies
Ma Em
Biar saja Ayra keguguran agar TDK punya anak keturunan dari Arga dan bisa lepas bebas tdk ada hubungan lagi dgn Arga , semoga nanti Ayra hamil lagi setelah menikah dgn lelaki yg baik dan bertanggung jawab juga cinta dan sayang pada Ayra .💪
gina altira
Arga kamu jahat
Zhao_Xena: marahin aja kak...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Arga ini suami macam apa sih! tega banget buat ayra kesakitan seperti itu 😡😡
Zhao_Xena: macam-macam kak..🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Tristan datang tepat waktu!💪
sunaryati jarum
Sebelum mobil bergerak Bima sudah datang menyelamatkan dan menangkap pelakunya
You `ka
ayo Bima cepat sampai. ayra dalam bahaya /Determined/
Zhao_Xena: nunggu minjem kostum Batman dulu kak.. biar bisa terbang..💃💃💃🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
enak banget Nyonya Ratna bicara seperti itu... dasar wanita picik!😤😤
You `ka
waduh.. bahaya sekali mamanya Tristan ini 😭😭🤣🤣
You `ka
calon mantu niih.. senggol dong..🤣🤣
You `ka
waaahh.... duren niih..🤣🤣
Ma Em
Oma jgn mau terbujuk oleh rayuan Bu Ratna karena Bu Ratna tdk mau hdp nya susah setelah Arga berpisah dgn Ayra makanya Bu Ratna tdk ada ngin Arga bercerai dgn Ayra , lbh baik Ayra secepatnya bisa berpisah dgn Arga karena Ayra sdh dapat kenalan baru untuk menjadi pengganti Arga yaitu Tristan .
sunaryati jarum
Calon jodoh sepertinya,doa mama Wijaya terkabul , bahkan nanti dapat bonus , karena Aira sedang hamil
Zhao_Xena: sepertinya begitu 🤣🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Bagus
Zhao_Xena: terimakasih banyak untuk bintang sempurnanya....🥰🥰
total 1 replies
sunaryati jarum
Bravo Aira sudah benar apa yang kamu lakukan, dibicarakan baik- baik Arga? Apa saat kamu akan menikahi Shella kamu bicarakan dengan Aira? Kalian egois tidak memikirkan perasaan Aira.Sekarang rasakan akibatnya.Numpang hidup mewah saja berani selingkuh.Dan Ratna sok- Sokan berkuasa.
Ma Em
Makanya Bu Ratna , Lisa kalau hdp mewah mu dari harta orang lain jgn sombong sok berkuasa sedangkan uang yg kalian untuk senang2 beli ini itu uang dari perusahaan milik Ayra dan setelah diambil sama yg punya nya kamu jadi gembel , sekarang kalian rasakan menyesal pun sdh tdk ada gunanya lagi .
sunaryati jarum
Kalian mau kembali ke asal 🤣🤣🤣🤭
sunaryati jarum
Nikmati saja buah dari perbuatan kalian, karena dilimpahi kemewahan kalian lupa diri asal ada harta melimpah hingga berani membohongi orang yang sangat berjasa pada kalian.
Zhao_Xena: kacang lupa kulitnya 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!