NovelToon NovelToon
The System'S Guide To Ruining The Villainess

The System'S Guide To Ruining The Villainess

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi / CEO
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: DinaRyu

Up setiap hari

Stella Odette Rosewood terbangun dengan reputasi hancur, dikelilingi teman toxic, dan adik tiri bermuka dua yang ingin merebut segalanya termasuk Neo Hayes Blake, CEO dingin incaran banyak orang.

Satu-satunya jalan keluar adalah "Vix", sistem berwujud rubah ekor sembilan cerewet yang memaksanya menjalankan berbagai misi demi bertahan hidup. Stella pun mengubah taktik: membuang orang-orang toxic, merombak penampilannya, dan sengaja mendekati Neo untuk menghancurkan rencana adik tirinya.

Awalnya, interaksi mereka canggung dan Neo terlihat tak peduli. Namun, di balik kelakuan absurd dan omelan Stella pada sesuatu yang tak kasatmata, Neo melihat sosok wanita cerdas yang mati-matian berjuang sendirian.

Saat bahaya sesungguhnya dari intrik keluarga mulai mengancam nyawa Stella, sang CEO mengambil langkah.

Pria dingin itu kini menjadi pelindung posesif yang tak segan menghancurkan siapa pun yang berani mengusik miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DinaRyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 35: Jepit Rambut Mutiara

System Glitch

Waktu: 07:00 AM

Pagi di kota London kembali diawali dengan kabut tipis dan sisa-sisa rintik hujan dari semalam. Di dalam apartemen Madeline Claire, aroma kopi hitam pekat menguar dari dapur kecil.

Stella berdiri di depan pantri, mengenakan kemeja putih kebesaran yang lengannya digulung asal-asalan, menyesap kopinya sambil menatap rintik hujan di kaca jendela.

Pikirannya masih melayang pada kejadian semalam. Tepatnya, pada jepit rambut mutiara yang sengaja ia selipkan di jok mobil SUV mewah milik Neo Hayes Blake.

"Kau terlihat sangat bangga dengan dirimu sendiri pagi ini, Host,"

Vix muncul dari balik mesin pembuat kopi. Rubah ekor sembilan itu meregangkan tubuh mungilnya, menguap lebar memamerkan deretan gigi tajamnya.

"Apa kau sedang membayangkan Pangeran Es itu mencium jepit rambutmu di tengah malam?"

Stella nyaris tersedak kopinya. Ia menatap Vix dengan tatapan membunuh.

"Jaga ucapanmu, Rubah. Aku hanya memastikan bahwa aku meninggalkan jejak psikologis di wilayah kekuasaannya. Dalam negosiasi bisnis, berada di dalam pikiran lawan adalah kemenangan pertama."

"Negosiasi bisnis, ya?" Vix terkikik geli, terbang memutari kepala Stella.

"Kalau begitu, izinkan aku menunjukkan hasil dari 'negosiasi bisnis' murahanmu itu."

Layar holografik biru seketika menyala di depan wajah Stella tanpa diminta.

 [ JENDELA STATUS HOST ]

 Level: 4 (Penguasa Pemula)

 Afeksi Neo Blake: 55% (Status: Hasrat Terpendam. Target mulai kehilangan fokus dan secara aktif memikirkan keberadaan Host).

Stella menelan ludah.

Angka itu naik lima persen hanya karena sebuah jepit rambut bodoh? Pria itu benar-benar memiliki insting predator yang mengerikan.

Jika sebuah benda mati saja bisa memicu obsesinya sejauh ini, Stella tidak berani membayangkan apa yang akan terjadi jika Neo benar-benar lepas kendali.

"Simpan layar itu, Vix," perintah Stella, meletakkan cangkir kopinya.

"Hari ini kita punya urusan yang jauh lebih penting daripada mengurusi hormon pria arogan itu. Aku merasa ada yang tidak beres dengan proyek ini. Firasatku mengatakan Chloe tidak akan menyerah hanya karena laptopnya hancur."

Stella berjalan menuju kamar mandi, bersiap untuk menghadapi medan perang. Ia harus bergerak lebih cepat dari bayangan adik tirinya.

Waktu: 08:30 AM

Markas Besar Blake Group, Lantai Teratas

Ruang kerja CEO di lantai tertinggi itu selalu memiliki suhu yang presisi, kebersihan yang tak tertandingi, dan keheningan yang absolut.

Namun pagi ini, Liam merasa ada sebuah anomali besar di ruangan atasannya tersebut.

Neo Hayes Blake sudah duduk di balik meja mahoni nya sejak pukul enam pagi. Pria itu sudah mengenakan setelan jas navy gelap yang dipotong sempurna, terlihat luar biasa berkuasa dan mematikan seperti biasa.

Namun, yang membuat Liam diam-diam menahan napas adalah sebuah benda kecil yang tergeletak tepat di tengah-tengah meja kerja Neo di sebelah tumpukan dokumen bernilai jutaan Poundsterling.

Sebuah jepit rambut mutiara emas.

Liam tahu persis milik siapa jepit rambut itu. Nona Rosewood memakainya kemarin.

Dan melihat benda pribadi milik orang lain apalagi seorang wanita berada di atas meja kerja Tuan Blake yang mengidap mysophobia ringan, adalah sebuah pemandangan yang setara dengan melihat keajaiban dunia kedelapan.

Tuan Blake biasanya akan membuang barang apa pun yang tertinggal di mobilnya, atau menyuruh staf kebersihan mensterilkan nya.

Tapi benda ini? Benda ini justru diletakkan tepat dalam jangkauan pandangan pria itu.

"Liam," suara serak Neo tiba-tiba memecah keheningan, membuat asisten itu sedikit terlonjak.

"Y-ya, Tuan Blake?"

Neo tidak mendongak dari dokumennya. Jemarinya yang panjang dan kokoh memegang sebuah pena, namun matanya sesekali melirik ke arah jepit rambut tersebut.

"Jadwalkan rapat evaluasi dengan tim Rosewood Media pukul sepuluh pagi ini di ruanganku. Dan..."

Neo menghentikan kalimatnya sejenak, rahangnya sedikit mengeras seolah ia sedang melawan instingnya sendiri.

"...pastikan Stella yang datang ke sini untuk memberikan laporan awal."

"Baik, Tuan. Hanya Nona Stella saja?"

"Ya. Hanya dia," Neo menutup dokumennya dengan satu gerakan tegas.

Aroma Dark Musk dan Leather di ruangan itu terasa semakin pekat, bercampur dengan aura ketidaksabaran yang sangat asing bagi pria sedingin Neo.

Di dalam kepalanya, Neo masih bisa mencium jejak samar wangi White Tea & Peony dari jepit rambut itu.

Semalaman pria itu tidak bisa tidur dengan tenang. Pikirannya terus berputar pada wajah Stella yang bersandar di bahunya, pada keberanian wanita itu, dan pada kelicikannya meninggalkan barang di mobilnya.

Neo sangat membenci fakta bahwa kendalinya atas dirinya sendiri mulai retak hanya karena seorang wanita pembuat onar.

Dan cara terbaik untuk mendapatkan kembali kendali itu adalah dengan menatap mata wanita itu secara langsung.

"Laksanakan sekarang," perintah Neo mutlak. Liam segera menunduk hormat dan bergegas keluar dari ruangan, tak berani berlama-lama di dalam radius aura predator yang sedang kelaparan itu.

Waktu: 10:00 AM

Ruang Kerja CEO, Lantai Teratas

Stella melangkah keluar dari lift eksekutif dengan langkah tegap. Hari ini ia memilih pantsuit berwarna burgundy gelap yang sangat elegan, dipadukan dengan kemeja sutra hitam di dalamnya.

Riasan wajahnya tegas namun natural, memberikan kesan profesional yang mematikan.

Begitu ia masuk ke dalam ruangan Neo, ia langsung merasakan tatapan berat yang menghujam tubuhnya.

Neo sedang berdiri menyamping menghadap jendela raksasa kota London, satu tangannya berada di dalam saku celana jas navy-nya, sementara tangannya yang lain memegang cangkir kopi hitam.

Pria itu menoleh secara perlahan saat mendengar langkah kaki Stella. Tatapan obsidiannya langsung mengunci mata monolid Stella tanpa ampun.

"Selamat pagi, Tuan Blake," Stella menyapa dengan nada profesional yang sangat fasih, melangkah mendekati meja kerja pria itu.

"Liam mengatakan kau meminta laporan awal sebelum kita mengamankan peralatan dari vendor. Ini dokumennya."

Stella meletakkan sebuah tablet tipis di atas meja mahoni itu. Namun, tepat sebelum ia menarik tangannya, matanya menangkap sesuatu.

Jepit rambut mutiaranya. Benda itu tergeletak dengan manis tepat di sebelah tempat pena mewah Neo.

Jantung Stella melakukan satu lompatan kecil. Pria ini... menyimpannya di atas meja kerjanya? Di tempat yang paling sering ia lihat?

Stella baru saja akan membuka mulut untuk melontarkan komentar sarkas ketika layar biru holografik meledak menyala di depan wajahnya, nyaris membuat tablet di tangannya terjatuh.

[ Ding! ]

[ Misi Harian Diaktifkan! ]

[ Misi: Saat kau menyadari jepit rambutmu ada di atas mejanya, jangan langsung mengambilnya. Condongkan tubuhmu, tatap bibir pria itu selama 3 detik, lalu tersenyum tengil dan katakan: "Kau menyimpannya di atas meja kerjamu? Aku harap kau tidak meletakkannya di bawah bantalmu tadi malam, Tuan Blake." ]

[ Hadiah: 30 Poin Karma & Penambah Stamina. ]

[ Hukuman Gagal: Host akan mengalami cegukan dengan suara bebek karet setiap kali Neo menyebut namamu selama 24 jam. ]

Sialan kau, Vix! rutuk Stella dalam hati.

To be Continued

1
Puch🍒❄
lah loh hah eh kok bukannya dh diambil lg sama stella yak lah kok masih dia sih lah loh heh🤨
aku
ngabrut baca ini astaga 🤣🤣🤣
paijo londo
🤣🤣🤣yg datang ternyata tuan blake y waduh misi suruh kedip tuh awaasss entar tuan blake terpesona looohhh😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!