NovelToon NovelToon
Setelah Perpisahan

Setelah Perpisahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Single Mom
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: #kupunyacerita

Antara Arkananta Pradipta dan Leana Anastasya.
pertemuan kembali setelah belasan tahun berpisah mengungkap berbagai rahasia.
sepasang mantan suami istri yg sama-sama msih mendendam cinta dulu adalah pasangan muda yang menikah muda di usia mereka baru 16 tahun dan mereka berpisah karena pertentangan dari orang tua masing-masing...
yang mau tau cerita selengkapnya nya di baca☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon #kupunyacerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 14. flashback

Malam yang hening memberi ruang bagi dua hati yang baru saja sah menjadi sepasang suami-istri untuk berdamai dengan keadaan. Dan malam itu malam yang menjadi saksi atas berlangsungnya akad nikah Arkan dan Leana. Suasana di rumah telah sepi sudah sepi, karena para warga yang menjadi saksi tadi sudah pulang.

"khemmm!!" deheman datang dari suara seseorang yang sudah berdiri di depan Arkan dan Leana.

Arkan dan Leana tidak menyadari kedatangan wanita paruh baya di depan nya itu, karena mereka sedang larut dalam hangatnya pelukan dan pikiran masing-masing.

setelah mendengar sebuah deheman baru mereka sadar dan segera mengurai pelukan mereka. Arkan berdiri dari duduknya untuk menyalami mertuanya itu, tapi sang ibu mertua tidak mau mengangkat tangan untuk membalas, wanita paruh baya itu hanya memandang Arkan dengan tatapan tajam sarat akan rasa marah. "pergi dari rumah ini" katanya mengusir Arkan.

"Tante saya tahu saya salah, saya bisa jelasin semua ini, Tante jangan salahin Lea, tante...!!!

"Pergi dari rumah saya, untuk sekarang kamu boleh pulang dulu, saya mau bicara kepada anak saya, saya tidak mau orang asing ada di rumah saya". kata Jasmin tidak mau di bantah.

"Bu, biar saya yang jelasin, saya ini suaminya Leana Bu, saya berhak tinggal bersama istri saya". Arkan kekeh untuk berada di situ.

Ar, aku mohon kamu pulang saja ya? Jangan memperpanjang masalah, biar aku yang bicara sama ibu," Leana memelas kepada Arkan untuk segera pulang untuk tidak membantah ibunya.

"Tapi Le?" Arkan takut ninggalin Leana bersama ibunya,takut kalau sampai Leana di marahin atau dipukul ibunya. Arkan sudah berjanji untuk menjaga Leanya itu, Arkan tidak ingin meninggalkan sang istri. Tapi melihat permohonan istrinya itu akhirnya Arkan terpaksa untuk pulang ke rumahnya. Tapi ingatkan Leana bahwa Arkan akan datang lagi besok pagi.

Sebelum pergi Arkan melangkah maju untuk lebih dekat dengan mertuanya. "Tante sebelum saya pergi tolong untuk dengarkan penjelasan saya dulu!". Arkan menceritakan semua dari awal pertama dia datang kerumah ini, dia khawatir karena Leana yang izin sakit dan juga tidak dapat dihubungi, sampai akhirnya Arkan nekat untuk datang menemui Leana dengan cara mengendap seperti maling mencari kamar Leana dan memaksa untuk masuk kedalam kamar Leana. Tapi Arkan tidak memberi tahu bahwa mereka pacaran sebelumnya.

"plakkkk!!" suara tamparan menggema di ruangan itu. Ya tamparan yang di layangkan oleh ibu Leana ke wajah Arkan. amarah yang dari tadi di tahan akhirnya ia keluar kan dengan satu tamparan ke pipi suami anaknya itu yang membuat kepala Arkan menoleh kesamping saking kerasnya tamparan ibu mertua nya.

Lea menutup mulutnya karena kaget dan menatap ke arah Arkan dengan raut wajah yang cemas.

Arkan menatap Lea dan tersenyum kepada istrinya itu agar Lea tidak khawatir dan isyarat bahwa ia baik-baik saja. "Tante boleh pukul saya sepuasnya, sampai amarah Tante mereda tapi jangan Tante lampiaskan ke Leana, saya mengakui saya salah Tan..."

"sekarang bisakah kamu pergi dari rumah saya?" ucap ibu Lea dengan penuh penekanan.

"baik saya akan pergi untuk malam ini, tapi saya akan datang lagi untuk menemui ISTRI saya." ucap Arkan yang menekan kata istri yang kontras akan kepemilikan. Supaya ibu dari istrinya tahu kalau sekarang Leana adalah istri dari Arkan.

"heee".. Ibu Leana tersenyum miring seakan mengejek remaja di depannya itu.

Leana yang dari tadi diam di samping Arkan memegang lengan Arkan dan ditarik untuk segera pergi dari rumahnya itu.

"Ar, jangan datang ke sini dulu ya, nanti aku yang yakinin ibu!"

"tidak, aku akan datang besok pagi untuk jemput kamu, tidak ada jarak antara kita lagi Lea, kamu istri aku dan aku berhak temui istri aku kapanpun, hanya malam ini aku mengala sayang?!". Ucap Arkan lembut dan mengeluarkan kata sayang di Akhir katany yang membuat jantung Leana ingin melompat.

Deg..deg..deg...

"Arkan apaan sih, pulang gak sekarang, kalau gak aku gak mau temuin kamu lagi!!" kata Leana sok galak untuk menutupi salah tingkah nya itu.

"iya..iya.. Aku pulang, baik-baik ya istriku?, kalau ada apa-apa telpon aku ya, jangan pendam sendiri hemmm?!" ucap Arkan tulus.

"hmmm" Leana menunduk malu untuk menyembunyikan ronah merah di pipinya karena kata Arkan yang manis. "kenapa suamiku manis sekali sih" kata Leana membatin masih dengan wajah menunduk.

"Leana! Masuk.!" sebuah suara dari belakang menyadarkan pasangan itu untuk segera menyelesaikan interaksi mereka.

sebelum pergi Arkan menyempatkan diri untuk mencium kening sang istri. Yang membuat Leana mematung di tempat. Dia tak sadar jika Arkan sudah berlalu dari hadapannya.

"Masuk lea!!" perintah ibunya lagi yang membuat Leana langsung berbalik tidak lupa menutup pintu dulu sebelum dia maju untuk menemui ibunya.

Sesampainya di depan sang ibu. "plakkkk!!" sebuah tamparan keras melayang di pipi Leana. membuat pipi Leana yang putih dan mulus itu terlihat langsung membiru.

"maaf Bu." hanya ucapan kata maaf lirih yang hanya bisa di lontarkan oleh Lea. Dia tidak ingin membela diri,dia tahu diri nya salah.

"kamu sungguh tidak menghargai ibu Lea, kenapa perintah ku untuk tidak dekat dengan lelaki kamu abaikan aaaa!!! Kenapa Lea? Apa karena aku bukan ibu kandung mu sampai kamu tidak mau mendengar haaa?!!" kamu seperti tidak menganggap ibu Lea!!" marah Jasmin kepada Lea dia sungguh marah, kecewa saat ini. Anak yang di rawat dari bayi mengabaikan perintahnya.

Lea berlutut di kaki ibunya untuk minta maaf, airmata mengalir tiada henti dari tadi. Sedangkan ibunya masih diam dengan amarah yang masih tersisa dengan tatapan mata kosong ke depan.

Lea tidak tahu yang dipikirkan ibunya.

"Lea, sekarang terserah kamu, apapun yang kamu inginkan lakukan saja, aku tidak mau peduli, kamu sama ibumu saja bikin malu keluarga." semua kata-kata yang keluar di akhir kalimat dari mulut ibunya itu membuat hati Lea hancur. Tidak menyangka ibunya tega membawa nama ibu kandung Lea karena masalah Lea. Lea tahu kalau Lea bukan anak kandung dari Jasmin tapi Lea anak dari kakak Jasmin yaitu Riana yang sudah meninggal waktu melahirkan Leana.

Tapi walaupun bukan ibu kandung Leana sangat menyayangi ibu Jasmin, ibu angkatnya ini walaupun ketua seakan tidak peduli kepada Leana dari kecil tapi tidak pernah marah kepada Lea, Jasmin tetap memenuhi kebutuhan hidup Lea, memberi makan dan uang jajan. Hanya satu yang Jasmin inginkan agar tidak tertarik dulu untuk menjalani hubungan asmara.

Jasmin tidak ingin peduli lagi ,ia pergi keluar rumah meninggalkan Leana yang masih menangis di lantai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!