NovelToon NovelToon
Presdir Tampan Milik Gadis Mungil

Presdir Tampan Milik Gadis Mungil

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: khotimah04

hidup dibayang-bayang kekuasaan dan perebutan warisan membuat gadis mungil harus bertahan bersikap arogan dan sombong ini bukan kemauan tapi menjaga diri dari saudara kandung dari ayahnya yang ingin merebut hak milik gadis itu, tapi semuanya sia-sia karena perjanjian hak waris yang ditulis oleh sang kakek bahwa warisan itu berada ditangan seorang pria yang cukup memiliki kekuasaan, dan perjanjian yang mengharuskan sang gadis menikahi nya.
apakah pernikahan yang dijodohkan akan bahagia atau malah membawanya kelubang luka yang dalam.

yuk mulai baca biar gak penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khotimah04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. malunya sampai ke ubun-ubun

Delisa masih manyun tidak mau di sentuh siapa pun Bayu juga udah minta maaf tapi delisa hanya melengos saja,

pintu kamar rawat terbuka menampilkan mama Laili serta papa Alvin yang datang menjenguk,

Delisa berkaca-kaca menatap mama laili ia merentangkan kedua tangannya,mama Laili berjalan cepat menerima pelukan delisa

" sayang kamu kenapa " ucap mama Laili menatap putranya tajam

" bukan Alvaro mah sumpah " ucap Alvaro mengkerut kalau sudah melihat mamanya marah,

" mereka jahat mama " ucap delisa sesenggukan

" maaf jeng tadi delisa enggak mau minum obat jadi sama Bayu di paksa,dia memang seperti itu kalau disuruh minum obat susah " ucap mama Rania tersenyum kecil kearah delisa,

mama Laili tersenyum hangat ia ingat saat masih muda dimana dia juga susah minum obat,

" kayak kamu sayang " bisik papa Alvin pada istrinya,dan malah dapat cubitan dari mama Laili,

" pasti masih pait, kebetulan mama bawain kamu beberapa cemilan kamu mau hmm " ucap mama Laili,delisa mengangguk senang,

Mama Laili duduk di sebelah delisa menyuapi nya dengan telaten,yang lain sedang mengobrol.

Ting ( Notifikasi ponsel delisa )

Del ( Bayu 🥶)

Apaan ( you )

anak anak mau kesini ( Bayu 🥶)

IHH jangan nanti mereka tau, emang mereka enggak sekolah ( you )

Enggak hari ini kan daring gue lupa kasih tau Lo dan juga Gue bingung gimana ngomongnya nanti terkesan enggak dibolehin jenguk Lo dan kalaupun ngomong sama bang varo juga canggung ( Bayu 🥶)

Terus gimana dong,enggak mungkin gue ngusir calon mertua sama mas Alvaro ( you )

Lah terus gimana ( Bayu 🥶)

Yaudah deh Lo izinin aja,gue pasrah ( you )

Bener nih ( Bayu 🥶).

Delisa menatap Bayu mengangguk pasrah.

" mau makan yang lain sayang " ucap mama Laili

"udah mah delisa kenyang, makasih ya mah udah mau menyuapi delisa" ucap delisa tersenyum hangat pada mama Laili

" sama sama sayang, mama juga udah nganggep kamu seperti putri mamah sendiri" ucap mama Laili mengelus rambut panjang delisa,

delisa benar-benar terharu dengan semua perhatian dari keluarga Alvaro.

' kak lihat mereka sayang delisa ' batin delisa tersenyum sedih

" assalamualaikum" ucap serempak dari teman teman delisa yang mengintip di balik pintu menongolka kepalanya saja

" Wallaikumsalam" ucap serempak dari dalam kamar rawat delisa,

Delisa malah menarik selimutnya keatas kepala mengetahui teman temannya benar-benar datang,Bayu terkikik geli salah sendiri tidak mengudang mereka ke acara tunangan nya yang akan dilangsungkan lusa besok,

Mereka saling sikut untuk segera masuk kedalam.

" maaf kalau mengganggu " ucap Ririn mewakili teman temannya yang lain yang hanya tersenyum canggung karena yang berada di dalam tidak hanya keluarga delisa tapi juga keluarga Alvaro,

" eh enggak apa-apa kalian pasti mau jenguk delisa kan " ucap mama Rania

" iya Tante " ucap bunga yang muncul terakhir ia melangkah mendahului teman temannya yang masih bengong dan menyalami para tetua,

" nak bunga apa kabar" ucap mama Laili karena bertepatan bunga menyalami nya

" baik Tante,Tante sendiri gimana " ucap bunga tersenyum manis membuat Bayu melihat tanpa berkedip,

" Alhamdulillah sehat karena Tante bakal dapat mantu " ucap mama Laili dan bunga tertawa pelan ia menoleh kearah delisa yang masih betah bersembunyi di balik selimutnya

" kayaknya mantu Tante lagi salting di bawah selimut" ucap bunga setengah menjahili delisa

" hah!! Mantu " ucap temanya serempak, disambut gelak tawa semua orang

Dan mereka pun mengikuti jejak bunga menyalami para tetua,

" Del enggak pengap Lo " ucap Bayu mencoba menarik selimut delisa yang ditahan kedua tangannya

" enggak " ucap delisa pipi nya benar-benar merah karena malu rahasia nya terbongkar,

" enggak usah malu kali Del " ucap bunga, delisa membuka sedikit selimut nya memperlihat kan wajahnya saja, delisa menatap teman temannya mereka hanya tersenyum mengoda,

delisa mennyengir kuda melihat teman temannya,

" hai " ucap delisa canggung

" Napa Lo, malu " ucap Bayu ingin tertawa

" masih nanyak " ucap delisa melempar bantal nya kearah Bayu tapi malah melayang kearah Alvaro untung saja bisa ketangkep kalau enggak bisa kena muka tuh,Bayu hanya tersenyum mengejek

" Hilih biasanya juga malu maluin " ucap darren

" gue tampol Lo " ucap delisa pada Darren

" sayang " peringatan dari Alvaro

" iya iya enggak " ucap delisa manyun dan bersedekap dada

" hah !! sayang " ucap tere,Anya, fanni dan juga Mira

" ck.berisik " ucap bunga malah dengan santainya duduk di sebelah mama Rania dan bermanja disana,

" ehh kalian ngobrol aja kita keluar dulu mau cari kopi " ucap papa Gerland

" ehh emang enggak apa apa om " ucap Riko sungkan

" engga apa apa dong kalian kan temennya delisa " ucap mama Laili juga ikut beranjak dari sisi delisa,

" mama " ucap delisa manja pada mama Laili

" mama cuman di kantin nanti mama temenin lagi oke " ucap mama Laili tersenyum hangat

" iya mah " ucap delisa melepaskan genggaman tangan mama Laili,

Alvaro juga ikut beranjak menghampiri delisa, mengecup kening delisa sebentar,

" mas keluar ya " ucap Alvaro

" iya " ucap delisa malu malu

Mereka berlima Keluar ruangan perawatan delisa menuju kantin rumah sakit.

" njirr jadi Lo calon istrinya kak Alvaro del " ucap Anya antusias

" hmm " guman delisa

" ihh pantes aja saat kaki Lo terkilir langsung panik dan gendong Lo ke UKS " ucap terre

" trus kenapa Lo enggak ngundang kita di tunangan Lo delisa " ucap gio

" hooh " ucap Riko

" rencana pengen rahasia aja soal nya masih rumit,apalagi gue dijodohin " ucap delisa menatap Bayu yang malah diam aja memainkan rambut bunga

" tapi dia tampak cinta sama Lo Del " ucap bunga

" dia emang udah kecintaan sama delisa " ucap Bayu Santai

" sok tau Lo,kan hati orang enggak ada yang tau " ucap delisa, tapi terdengar oleh Alvaro yang ingin mengambil ponselnya.

" Lo ragu " ucap darren

" mungkin, apalagi kita baru kenal " ucap delisa memandang jendela

" percaya sama gue delisa dia cinta sama Lo " ucap Bayu menatap pintu karena ada bayangan orang yang pastinya itu Alvaro.

" gue cuman takut " ucap delisa

" apa yang Lo takuti Del " ucap fanni

" perasaan gue yang belum bisa lupa sama dia yang udah pergi " ucap delisa menunduk sedih

" Del, dia udah tenang tapi Lo malah kayak gini harusnya Lo bisa melanjutkan hidup dengan baik, pasti dia juga bakal bahagia kalau Lo bahagia " ucap Ririn

" mulai buka hati ya Del " ucap bunga

" gue juga lagi usaha,gue juga udah mulai sayang sama dia " ucap delisa pelan

" gpp pelan pelan aja " ucap terre

" terimakasih udah selalu ada buat gue " ucap delisa tersenyum kecil kearah mereka

" kita kan temen Lo Del pasti kita akan terus dukung Lo " ucap Mira.

Alvaro menyadarkan tubuhnya di pintu ia mendengar semua pembicaraan mereka,tanpa sadar ada tekat kuat untuk buat delisa percaya kalau dia benar-benar jatuh cinta bahkan dia janji untuk membahagiakan delisa.

1
Khotimah04
💪💪💪
Khotimah04
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!