NovelToon NovelToon
Kontrak 90 Hari Sang CEO

Kontrak 90 Hari Sang CEO

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Mafia / Tamat
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Febriana Hanifah

*Sinopsis*

Evelyn Mahesa bukan orang yang percaya cinta instan.
Ia hanya percaya pada satu hal: ibunya harus sembuh.

Saat tagihan rumah sakit 200 juta menumpuk dan semua jalan buntu, muncul Matthias Virel—CEO dingin, kaya, dan paling ditakuti di dunia bisnis.
Ia menawarkan jalan keluar yang mustahil ditolak:
*4,5 miliar rupiah. Syaratnya, Evelyn harus jadi istri kontraknya selama 90 hari.*

Tanpa cinta. Tanpa sentuhan. Hanya peran di depan publik demi menenangkan nenek Matthias yang sekarat.

Awalnya, Evelyn pikir ini cuma transaksi.
Tapi tinggal serumah dengan pria yang jago bikin jengkel sekaligus bikin jantung berdebar itu… ternyata lebih sulit dari yang ia kira.

90 hari.
Cukup untuk jatuh cinta?
Atau cukup untuk saling membenci sampai akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febriana Hanifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bocor

Pagi itu Evelyn bangun dengan perasaan aneh.

Bukan karena mimpi.

Bukan karena Matthias.

Tapi karena notifikasi WA grup keluarga Virel nggak berhenti bunyi dari jam 6 pagi.

_Ding. Ding. Ding._

Dia buka ponsel sambil duduk di kasur.

Mata langsung melot.

Foto ci+uman yang nggak sengaja itu… ada di mana-mana.

Di grup keluarga: “Lihat ini! Romantis sekali!”

Di story Instagram sepupu Matthias: _“Couple goals ❤️”_

Di Twitter, akun gosip: _“CECILEAK! CEO Dingin Ketahuan Mesra Sama Istri!”_

Evelyn langsung lempar ponsel ke kasur.

“MATTHIAS!”

Dia lari ke kamar sebelah. Pintu nggak dikunci.

Matthias udah bangun, duduk di pinggir ranjang, baca berita di tablet. Wajahnya datar. Tapi rahangnya kencang.

“Lo lihat ini?” Evelyn ngacungin ponselnya.

Matthias ngangguk sekali.

“Aku lihat. 20 menit yang lalu.”

“Dan lo diem aja?! Itu foto pribadi, Matthias! Itu nggak sengaja!”

“Aku tahu,” jawabnya pelan.

“Tapi sekarang semua orang sudah lihat.”

Evelyn ngepal tangan.

“Gue nggak mau jadi bahan gosip. Gue nggak mau jadi meme Twitter!”

“Kalau kamu nggak mau, kita klarifikasi.”

“Klarifikasi apa? ‘Itu nggak sengaja’? Mereka nggak peduli! Yang mereka mau cuma drama!”

Matthias berdiri. Dia jalan ke jendela, punggungnya kaku.

“Aku minta maaf. Seharusnya aku bilang ke Mama jangan sebar foto itu.”

“Seharusnya? Matthias, ini hidup gue! Gue bukan selebgram yang cari clout!”

Suara Evelyn naik setengah oktaf.

Matthias menoleh. Matanya dingin, tapi ada capek di dalamnya.

“Dan aku bukan boneka PR yang bisa kamu marahin tiap kali ada masalah.”

Dua detik hening.

Dingin.

Pecah.

Evelyn mundur selangkah.

“Fine. Gue yang salah. Gue yang tanda tangan kontrak ini. Gue yang masuk ke hidup lo.”

Dia putar badan, mau keluar.

Tapi Matthias nyangkut lengannya pelan.

“Jangan pergi waktu marah, Evelyn.”

“Terus mau gue ngapain? Duduk manis sambil lihat muka gue jadi bahan tertawaan?”

Matthias menatapnya lama.

“Kalau kamu mau, aku akan umumkan kalau foto itu nggak sengaja. Aku akan bilang ke PR buat tarik semua postingan. Aku akan minta maaf ke publik.”

Evelyn berhenti.

“Kenapa?”

“Karena aku nggak suka lihat kamu terluka.”

Kata itu jatuh pelan. Nggak dramatis. Tapi nusuk.

Evelyn menatapnya.

Untuk pertama kalinya, dia nggak lihat CEO dingin.

Dia lihat pria yang takut salah langkah.

“Gue nggak butuh lo minta maaf ke publik,” kata Evelyn pelan.

“Gue butuh lo nggak ninggalin gue sendirian ngadepin ini.”

Matthias mengangguk.

“Kalau begitu, kita hadapi bersama.”

---

Jam 10 pagi, kantor PR Virel Group rapat darurat.

Masalahnya sederhana: foto itu udah viral. 2 juta views dalam 3 jam.

Hashtag #MatthiasAndEvelyn trending nomor 2.

Kepala PR, Bu Sandra, ngasih dua opsi.

“Pertama, kita buat statement: ‘Foto tidak disengaja, mohon hormati privasi.’

Kedua, kita diamkan. Biasanya 48 jam akan turun sendiri.”

Matthias menatap Evelyn.

“Pilih.”

Evelyn mikir.

Kalau klarifikasi, berarti mereka ngakuin ada sesuatu yang salah.

Kalau diam, berarti mereka ngasih ruang buat orang ngarang cerita.

“Jangan klarifikasi,” kata Evelyn akhirnya.

“Kenapa?” tanya Bu Sandra.

“Karena kalau kita jelasin, artinya kita takut. Dan kita nggak takut.”

Matthias menatapnya lama.

Lalu dia mengangguk ke Bu Sandra.

“Lakukan seperti yang dia bilang. Tidak ada statement. Biarkan berjalan.”

Rapat selesai.

Di luar ruangan, wartawan udah nunggu di lobi.

Kamera menyala begitu Matthias dan Evelyn keluar.

“Pak Matthias! Benar kalian ci+uman?”

“Nyonya Evelyn, apa ini settingan?”

“Apakah pernikahan kalian palsu?”

Evelyn genggam tangan Matthias erat.

Dia nggak jawab satu pun pertanyaan.

Dia cuma jalan, tegak, kepala tegak.

Matthias nggak melepas genggamannya.

Sampai mereka masuk mobil.

Pintu nutup.

Hening.

Evelyn baru lepas napas.

Tangannya gemetar.

Matthias melihat itu.

Dia tarik tangan Evelyn, letakkan di pangkuannya.

“Bagus,” katanya pelan.

“Apa yang bagus?”

“Kamu nggak lari.”

Evelyn menatapnya.

“Gue nggak lari karena lo di samping gue.”

Matthias nggak jawab.

Dia cuma genggam lebih erat.

---

Siangnya, Nyonya Alina nelpon.

“Nak, Mama minta maaf ya. Mama nggak tahu foto itu bakal menyebar.”

“Udah nggak apa-apa, Bu,” jawab Evelyn pelan.

“Kalau kalian butuh waktu, bilang ya. Mama ngerti.”

Evelyn senyum tipis.

“Bu, kami baik-baik aja.”

Setelah telepon mati, Evelyn menoleh ke Matthias.

“Keluarga lo berisik, tapi mereka sayang lo.”

“Mereka sayang kamu juga. Sekarang.”

Evelyn ketawa kecil.

“Mungkin. Atau mereka cuma sayang cucu yang belum ada.”

Matthias diam.

Lalu dia bilang pelan, “Kalau suatu hari ada cucu… aku mau itu dari kamu.”

Evelyn terdiam.

Jantungnya berhenti sedetik.

Dia nggak balas.

Karena dia takut kalau balas, semuanya jadi beneran.

Malam itu, mereka tidur di kasur yang sama.

Nggak ada jarak satu meter.

Cuma ada selimut yang ketarik-tarik karena dua orang yang nggak berani ngaku kalau mereka nggak mau pisah.

Di luar, badai gosip masih jalan.

Di dalam, ada satu hal yang pelan-pelan tumbuh.

Bukan kontrak.

Bukan kewajiban.

Tapi sesuatu yang nggak bisa mereka kontrol.

---

*[Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!